Love Toxic

Love Toxic
Bab 49 - With You


__ADS_3

Sarah masih tidak habis pikir dengan perilaku kedua manusia itu yang sudah kepergok basah tapi masih saja, menikmati hubungan gila mereka.


"Sena enggak ada di kamarnya mba, kayaknya dia di kamarnya mas Dirga," ujar Maudy yang sudah mengecek ke dalam kamar Sena.


Sarah yang mendengar ia langsung bergegas menaiki anak tangga, ia akan melabrak mereka berdua yang tidak tahu malu itu.


"Mas buka pintunya!" Sarah mengetuk pintu kamar Dirga dengan keras berhasil mengusik dua insan anak manusia yang masih tertidur.


Sena yang berada di dalam ia terbangun dari tidurnya dan mencoba membangun Dirga yang masih terjaga dari tidurnya.


"Mas bangun, mas Dirga!" Sena menepuk-nepuk bahu Dirga.


"Kenapa sih sayang, ini tuh masih pagi," Dirga berujar dengan mata masih terpejam nya.


"MAS BUKA PINTUNYA.. " Dirga terkejut mendengar suara teriakan dari luar, ia langsung mengenakan kaosnya.


Sena yang tak berani membuka pintu ia hanya berharap Dirga saja yang mengatasi Sarah nanti dan sekarang Dirga membuka kunci kamarnya, nampak lah Sarah dan Maudy di hadapannya.


Sarah yang melihat Sena yang masih mengenakan piyamanya dan ia bersembunyi di balik tubuh kekar Dirga, ia benar-benar tidak habis pikir melihat dengan mata kepalanya sendiri adik tirinya satu kamar dengan pria yang di cintai nya.


"Kamu benar-benar udah enggak waras mas, satu kamar dengan j*lang kecil ini."


"Kamu yang enggak waras pagi-pagi udah teriak-teriak begini,"


"Mas Dirga kok malah ngebentak mba Sarah sih, harusnya mas Dirga itu sadar." Maudy bersuara membuat Dirga semakin naik darah.


"Mas jangan!" Sena menggenggam tangan Dirga ia khawatir Dirga melakukan tindakan kasar lagi.


"Kalian dengar ya, ini rumah saya jadi saya berhak bawa masuk siapapun ke kamar saya, lebih baik kalian pergi sana jangan ganggu orang lagi tidur!"


"Sena kamu ingat ya mba enggak akan tinggal diam sama kamu," ancam Sarah pada Sena.


"Udah ayo masuk enggak usah di dengerin omongan orang enggak waras seperti dia," Dirga mengajaknya masuk ke kamar dan mengunci pintu kamarnya.


Brak! Suara gebrakan dari luar terdengar keras karena Sarah memukul pintu kamar itu dengan cukup kuat, Dirga yang mendengarnya ia hendak langsung beranjak menghampiri mereka tapi lagi-lagi Sena menahan tindakannya.


"Mas udah, mereka itu lagi marah sama kita seharusnya kita enggak perlu ikutan marah juga,"

__ADS_1


"Ck! Saudara kamu itu udah pada enggak waras semua, mereka pikir mereka siapa beraninya teriak-teriak di hadapan aku," Sena mengelus punggung Dirga, mencoba menenangkannya.


"Mas tenang ya, udah jangan terbawa emosi mending kita tidur lagi aja ya ini tuh masih pagi banget," Dirga menaikan satu alisnya mendengar Sena berujar seperti itu.


"Kamu masih bisa-bisanya malah ngajakin tidur lagi," Dirga mencubit hidung wanitanya.


"Ya, aku akan masih ngantuk semalam kan kita baru tidur jam 3 malam," Sena merajuk tapi berhasil membuat Dirga merasa senang melihatnya.


"Ya udah ayo kita tidur lagian ini juga weekend kamu juga kerjanya kan nanti jam 1 siang ya kan," Sena mengangguk.


Mereka melanjutkan tidur yang tertunda karena suara bising barusan. Ya, semalam mereka memang baru tidur jam 3 malam karena aktivitas panas yang mereka lakukan di tengah malam sampai membuat keduanya harus tidur jam-jam ayam berkokok.


***


Dirga yang kini berada di ruangan kerjanya dan Sena yang sedang membuatkan dua cup mie instan untuk mereka berdua.


Seketika bahunya di cengkram dan langsung di dorong ke arah kulkas, membuatnya terkejut.


"Mba Sarah?" plak! Tamparan keras Sena dapatkan di pipi kirinya.


"Cukup ya mba, aku bisa tinggal disini ya! berkat mba Sarah tapi aku enggak pernah menggoda mas Dirga, dia sendiri ya memulainya bukan aku!"


"Sudah merasa menang kamu hah! Karena mas Dirga memihak kamu iya,"


"Iya aku memang sudah menang karena mas Dirga enggak pernah cinta sama mba Sarah! dan aku juga tau tentang pernikahan palsu kalian. Jadi kalau mba Sarah mau nyalahin aku, pikir baik-baik mba sama mas Dirga enggak ada hubungan apapun.. "


"Dan mas Dirga cintanya sama aku bukan sama mba Sarah jadi mba Sarah harus ingat hal itu."


Sena pergi seraya membawa dua cup mie instan itu, detak jantungnya berdegup ia tidak pernah seberani ini dalam bertengkar melawan Sarah ini semua karena ia tidak terima akan tuduhannya mengenai dirinya yang menggoda Dirga, sudah jelas Dirga yang memulainya.


"Ayah kamu itu akan tahu tentang perilaku bejat putri j*lang nya itu," Sarah berdecak seraya menatap punggung Sena yang mulai menghilang dari ruang dapur.


***


Dirga mengelus pipi Sena yang memar merah entah karena apa ia tidak tahu, tapi wanitanya mengaku jika tak sengaja jatuh.


"Yakin karena jatuh?"

__ADS_1


"Iya, udah ya mas lagian ini juga bukan luka parah udah ya mendingan kita makan mienya nanti mengembang,"


Sena hanya tidak ingin Dirga tahu jika pipinya seperti ini karena tamparan dari Sarah saking kerasnya tamparan itu sampai membuat pipinya memar, ia khawatir jika Dirga tahu pria itu pasti akan murka dan masalahnya akan jadi lebih panjang.


Seketika Dirga mencium pipi Sena yang memar itu membuat sang empu yang sedang menyantap mienya ia terkejut dan menatap sang lawan.


"Kamu modus banget sih,"


"Siapa yang modus kali aja sehabis di cium memar nya menghilang tapi kok malah enggak hilang,"


Cup.. Cup.. Cup.. Dirga mencium sampai beberapa kali hal itu malah semakin membuat Sena merasa geli.


"Kok malah jadi blushing sih kamu?" Sena menahan malu karena ulah Dirga.


"Apaan sih mas, kamu tambah mesum aja ih."


"Hahaha.. Aku mesum kayak gini juga cuma sama kamu," Dirga memeluknya.


"Masa? Sama yang lain enggak," Sena tak percaya akan ucapan Dirga barusan.


"Kenapa kamu enggak percaya?" Sena mengangguk.


"Kok bisa enggak percaya sih,"


"Ya, habisnya mas kalau main di ranjang kayak orang udah berpengalaman banget, bisa aja kan udah pernah mesum sama yang lainnya."


"Hey asal kamu tau ya mas ngelakuin itu hanya sama kamu dan malam itu juga malam pertama bagi mas,"


"Dan hal seperti itu udah masuknya ke bawaan alami jadi semua orang bisa langsung hebat dalam melakukannya," ujarnya panjang lebar padahal Sena tak minta untuk di jelaskan.


Sena merasa geli mendengarnya di jam-jam bolong seperti ini mereka harus membahas tentang s*x dan seketika Dirga menyambar bibir wanitanya, mereka berciuman cukup lama dan di akhiri dengan senyum manis dari keduanya. Sena memeluk Dirga menenggelamkan wajahnya pada dada bidang pria yang selama ini, selalu mau memberikan pelukannya untuknya.


Apa Sena salah jika ia berharap hubungannya dengan Dirga sampai ke jenjang yang lebih serius tapi rasanya hal itu sangat mustahil pasalnya, ia tahu Sarah seperti apa Sena yakin cepat atau lambat ayahnya pasti akan mengetahui permasalahannya dengan Sarah.


TBC.


Di harap memberikan Like, Vote dan Komentarnya ya prend memberikan keempat poin itu sangat gratis. :)

__ADS_1


__ADS_2