Love You Ketos

Love You Ketos
BAB 100


__ADS_3

Di ruang tamu sudah ramai dengan teman teman Kevin dan Keira. Apalagi di meja sudah ada minuman dan beberapa cemilan. Tambah heboh pula keadaan disana.


"Wah wahh,, ini dia pasutri muda kita baru keluar kandang pemirsah"celoteh Nathan.


"Berapa ronde kawan"timpal Kendro.


"Apaan sih lo pada"ucap Kevin kesal.


"Wah, sepertinya ada hasrat yang tertunda sehingga membuat bapak negara kesal"goda Nathan terkekeh.


"Berisik tau nggak"ucap Kevin.


"Kalian pada ngapain sih kesini?"lanjut Kevin.


"Wehh, tenang tenang, kita kesini mau ngajak lo lo berdua healing"jawab Nathan.


"Jalan jalan ngemall, nonton,shoping"lanjut Nathan.


"Kayak lo punya duit aja"ucap Keira songong.


"Lo ngeledek gue? biarpun gue nggak punya duit, tapi gue punya suami lo yang selalu ada duit"ucap Nathan menatap Kevin dengan alis naik turun.


"Yoi, bener tu kata Nathan, duit suami lo kan duit kita juga"timpal Kendro terkekeh.


"Ck, lo pikir suami gue saluran tipi apa, 1 untuk semua"ucap Keira bersungut. Sedangkan yang lain terkekeh mendengar celotehan Keira.


"Jadi gimana? jadi jalan jalan nggak?"sela Alya.


"Iya, gue kangen tau jalan bareng"timpal Lily.


"Lo pikir lo doang yang kangen, gue juga kangen tau"ucap Keira.


"Boleh ya sayang"lanjut Keira menatap Kevin dengan tatapan memohon.


"Oke, kita pergi rame rame"jawab Kevin yang membuat semuanya bersorak riang kecuali Gavin yang memang si muka datar.


.


.


.


Baru saja mobil masuk kepelataran rumah mewah. Sang sopir membukakan pintu untuk tuannya dan membungkuk hormat. Seorang laki laki remaja dengan paras tampan turun dari tersebut. Dia berjalan memasuki rumah mewah didepanya.

__ADS_1


"Anak mama, mama kangen"ucap sang mama.


"Aku juga kangen sama mama"jawab sang anak memeluk mamanya.


"Gimana sekolahnya? lancar?"tanya mama.


"Lancar ma"jawab anaknya.


Mereka berdua berjalan beriringan masuk kedalam rumah.


"Kamu mau langsung istirahat apa makan dulu Van?"tanya mama.


"Aku istirahat dulu ma, capek banget"jawab laki laki bernama Devan tersebut.


Devan Natama, seorang remaja berparas tampan, tinggi 170cm dengan kulit putih adalah anak dari pasangan Deva Natama dan Vani Putri. Dia baru saja sampai di ibukota dan berniat akan melanjutkan sekolahnya yang hanya tinggal 4 bulan lagi di ibukota. Dia awalnya tinggal dan sekolah di Bandung, namun karena pekerjaan orang tuanya, dia ikut ke Bali dan bersekolah disana saat dia lulus SMP.


2 tahun di Bali, lagi lagi orang tuanya harus ke ibukota untuk keperluan pekerjaan. Namun Devan tak ikut serta ke ibukota dengan alasan sekolah yang tinggal 1 tahun lagi. Akhirnya orang tuanya mengalah dan membiarkan Devan tinggal di Bali bersama kakek neneknya. Namun sekarang, sekolah tinggal 4 bulan lagi Devan malah ingin pindah ke ibukota dengan alasan tak ingin jauh dari orang tuanya.


Devan merebahkan tubuhnya di ranjang yang nyaman. Namun saja dia ingin memejamkan mata, dering ponsel membuatnya harus membuka matanya kembali. Devan membuka sebuah pesan dari teman lamanya yang kini juga ada di ibukota. Dia tersenyum dan bergegas mandi dan berpakaian rapi bersiap untuk keluar.


.


.


.


Para ciwi ciwi sudah heboh dengan kegiatan mereka. Dan hal itu membuat para cowok hanya bisa geleng geleng kepala. Pasalnya jika ciwi ciwi sudah berbelanja, mereka akan lupa dengan pasangan yang mereka bawa. Hahh, menyedihkan bukan?


Sang pria hanya menunggu di kursi tunggu saat pasangan mereka berbelanja kebutuhan para wanita. Seperti make up, hiasan hiasan rambut, kutet, baju, sepatu, tas dan lainya.


"Al, gue ke Kevin bentar ya"ucap Keira di sela kegiatan belanjanya. Alya hanya mengangguk tanpa menoleh karena dia sibuk memilih baju.


Keira berjalan menghampiri Kevin dan yang lainnya yang sedang duduk di kursi tunggu dengan ponsel masing masing yang ada di tangannya.


"Yang"panggil Keira.


"Lho, kenapa sayang? emang udah selesai?"tanya Kevin.


"Belum, aku cuma mau bilang kalau kalian lama nunggunya, mending ke food court aja duluan, nanti kita nyusul"ucap Keira.


"Nggak apa apa kita tinggal? bisa bawa belanjaannya?"tanya Kevin khawatir.


"Bisa yang, nggak banyak kok"jawab Keira.

__ADS_1


"Ya udah, aku sama yang lain ke food court ya, nanti nyusul aja, kalau ada apa apa langsung telfon"nasihat Kevin.


"Iya"jawab Keira singkat.


Keira kembali bergabung dengan Alya dan Lii Vivy. Mereka melanjutkan acara berbelanja mereka.


.


.


.


Di sisi lain mall 2 laki laki remaja tengah melepas rindu. Sepertinya mereka baru bertemu setelah beberapa waktu berpisah.


"Apa kabar Van? tambah cakep aja lo"ucap Doni.


"Seperti yang lo liat, gue baik baik aja"jawab Devan.


"Lo sendiri gimana?"tanya Devan.


"Gue sih baik, ati gue yang nggak baik baik"jawab Doni mendramatisir.


"Widihh, lagi galau nihh. Kenapa lo? Abis diputusin lo?"ledek Devan.


"Putus pala lo, pacar aja nggak punya"jawab Doni kesal. Terang saja Devan tertawa mendengar ucapan Doni.


"Udah udah, mending kita happy happy aja"ajak Devan.


Mereka berjalan beriringan ke dalam mall sambil mengobrol ringan. Tujuan mereka adalah food court karena mereka lapar. Namun belum sampai di food court, sebuah pemandangan membuat Doni menghentikan langkahnya.


"Tunggu Van"ucap Doni menghentikan langkah Devan.


"Itu bukannya_"lanjut Doni menunjuk seseorang. Devan mengikuti arah telunjuk Doni.


Deg


Devan melihat seorang wanita yang tengah berbelanja dengan senyum yang manis. Senyum yang selama ini dia rindukan.


"Udah ayo"ajak Devan.


"Lo nggak mau nyamperin dia?"tanya Doni.


"Nggak"jawab Devan singkat. Jujur saja Devan ingin sekali menghampirinya. Namun sercerca masa lalu membuatnya urung untuk mendekatinya kembali.

__ADS_1


"Liat lo dari jauh aja udah buat gue seneng"gumam Devan dalam hati.


TBC


__ADS_2