
Setelah selesai melakukan tantangan basket, raka memilih untuk pergi ke kelas dan menjalani pelajaran. Bell pulang berbunyi seluruh murid berhamburan keluar untuk pulang ke rumah masing masing. Saat sampai di parkiran kara dihadang oleh raka.
"ekhm gak lupakan sama syaratnya tadi kalau kalah harus,,," ucap raka sedikit menyindir
"iya iya gue inget, terus lo minta gue ngelakuin apa?" tanya kara malas, raka berfikir sejenak, dan akhirnya menemukan ide yang bagus
"gue minta lo jangan terlambat datang ke sekolah" suruh raka pada kara, kara mengerutkan keningnya dan tiba–tiba terseyum senang
"lo cuma nyuruh itu gak ada yang lain?" tanya kara senang dan raka hanya mengangguk untuk jawabanya, "gue kira ni anak bakal nyuruh gue jadi babunya ternyata cuma disuruh jangan terlambat," batin kara senang
"gimana lo sanggup?" tanya raka pada kara
"cuma 1 harikan?" tanya kara lagi
"enggaklah sampai gue lulus, atau bisa sampai lo lulus" jawab raka menekankan kata–katanya
"hah, gak salah tu?" tanya kara gak percaya apa permintaan dari raka
"enggak" tegas raka dan menaiki motornya, kara menatap raka bingung
"eh bentar–bentar," kara menghentikan raka yang akan pergi raka membuka helmnya dan menatap kara
"tapi pogi gue gak bisa bangun pagi, besok aja ya sekali gak terlambat" rengek kara sambil cemberut, raka menatap kara lekat ada rasa yang aneh muncul dalam hatinya.
"duh kenapa muka itu lagi sih, sumpah ya pengen gue karungin ni anak satu" batin raka yang masih menatap kara
"pogi, boleh ya gue mohon ya" sambung kara lagi, dan membuat raka tersadar dari lamunanya
"enggak, pokoknya lo harus datang pagi setiap hari, kalau lo gak bisa gue yang jemput lo setiap hari, gimana?" tanya raka dan memberi saran, kara berfikir sejenak
"emmm gue punya ide ni, gue bakalan buat si ketos ini juga terlambat karna nungguin gue" batin kara dengan ide liciknya
"woi malah bengong gimana lo setuju?" tanya raka lagi dan diangguki oleh kara. Setelah itu mereka pulang kerumah masing masing.
###
Pagi harinya raka sudah berada di rumah kara, menunggu kara sambil berbincang dengan mama nana atau mama kara.
"raka tumben banget kamu jemput kara kenapa?" tanya mama nana
"iya ma udah janjian soalnya" jawab raka sopan, beberapa menit kemudian kara menuruni tangga, raka melirik jam tanganya, dan geleng geleng kepala
"udah lama?" tanya kara pura–pura bersalah pada raka, dan raka hanya menatap datar kara, setelah itu langsung berdiri dan menarik tangan kara
__ADS_1
"ma kami jalan dulu ya, nanti kara sarapan di sekolah aja" kata raka dan langsung menarik kara keluar
"eh pogi gue laper mau makan dulu" rengek kara pada raka
"enggak, lo tau ini hampir bell masuk" jelas raka dan langsung memakai helmnya, kara diam sejenak ada rasa gelisah saat akan menaiki motor. Raka melihat kearah kara dan tau kalau kara takut naik motor
"cepet naik, kita udah telat" ucap raka datar
"tapi pogi gue" ucap kara ragu–ragu
"cepet naik" ucap raka lagi, akhirnya kara naik seketika tangan kara ditarik oleh raka dan melingkarkan di pinggangnya
"janga dilepas, kalau lo takut" ucap raka dan mulai melajukan motornya, karena sudah sedikit terlambat raka membawa motornya sedikit cepat membuat kara memeluk erat raka. Dan sampailah di sekolah untung tempat parkir sepi jadi tidak ada yang melihat kara dan raka sekolah bareng.
"ekhm udah sampai, masih pengen peluk gue?" kata raka yang sudah membuka helmnya, kara tersadar dan langsung turun dari motor dan membuka helm dengan tergesa gesa
"pogi helmnya gak bisa kebukak" rengek kara sambil mengembungkan pipinya, raka melihat itu terseyum, dia merasa kara sangat menggemaskan
"makanya pelan pelan" ucap raka sambil melepaskan helmnya, kara merasa ada yang aneh pada dirinya ada rasa nyaman saat raka bersikap lembut padanya.
"udah" ucap raka sambil mengacak rambut kara gemas
"ihh pogi rambut gue berantakan lagi" kata kara sambil cemberut
"iya gue betulin, jangan cemberut gitu" ucap raka sambil merapikan rambut kara, kara terseyum dengan perlakuan raka padanya
"apa gue suka sama kara" batin raka, dan pergi menuju kelasnya.
"apa gue mulai ada perasaan sama raka" batin kara menebak, "tapi apa raka juga ada perasaan sama gue, kalau enggak gimana" sambunya lagi. Saat sampai di kelas kara masih terseyum membayangkan kejadian yang telah dilalui bersama raka, dan dilihat aneh oleh kedua sahabatnya
"ya ampun sin, matahari terbit dari barat ya" ucap ina heboh
"mana ada matahari terbit dari barat" ucap sinta menatap heran ina
"masak sih, tapi kok tumben tuan putrinya terlambat gak telat" ujar ina dan membuat sinta berfikir juga
"lah iya tumben bener, tapi dikit lagi udah bell sih," ucap sinta sambil melirik jam tanganya
"sin temen lo waras gak sih, dari tadi gue liat dia seyum–seyum gak jelas" kata ina sambil meyiku lengan sinta
"temen lo juga" ucap sinta sambil melirik ke arah kara
"kar lo gak gilakan" ucap sinta dan langsung dapat pelototan dari kara
__ADS_1
"maksud lo" ucap kara kesal
"dari tadi gue liat lo seyum–seyum gak jelas apa lagi kalau bukan gila" sambung ina, kara diam sejenak dan tiba tiba terseyum lagi
"gak waras ni bener" kompak ina dan sinta.
###
Akhirnya sebulan telah berlalu dari pertunangan raka dan kara, ada sedikit perubahan dari raka dan kara mereka menjadi lebih dekat tapi tidak mengurangin pertengkaran kecil yang lucu. Saat ini raka sedang berada di ruang osis bersama gina dan osis–osis yang lain untuk rapat tentang camping yang akan diselenggarakan
"gimana, jadi udah sepakatkan acaranya yang akan di selenggarakan saat camping?" tanya raka sambil melihat proposal hasil gina
"udah ka, disana udah gue masukin semua rangkaian acaranya" jawab gina sambil terseyum, raka menganggukan kepalanya
"oke gue akan memberikan proposal ini ke kepala sekolah kalau di setujui kita akan camping" jawab raka dan segera mengakhiri rapat ini, seluruh osis sudah pulang sedangkan raka dan bara pergi ke ruang kepala sekolah untuk memberikan proposal itu.
"lo sasa ya?" tanya seorang gadis dan mendekat ke arah sasa, sasa menoleh ke sumber suara dan langsung menatap sinis gadis itu
"lo?! orang yang bilang gue cari mukak, ngapain ngajak gue berantem?" tanya sasa malas
"enggak gue cuma mau minta maaf sama lo, karna udah ngatain lo cari mukak" ujar gadis itu sedikit merasa bersalah
"ohh akhirnya lo sadar kalau lo salah berurusan sama gue" ucap sasa sedikit sombong
"iya, gue mau berteman sama lo, lo maukan?" tanya gadis itu sambil terseyum kearah sasa
"gue sebenarnya susah buat menerima pertemanan, tapi karna lo minta gue mau" ucap sasa sambil terseyum
"benarkah? kalau gitu gue boleh minta tolong?" tanya gadis itu
"apa?, jangan aneh–aneh ya" ucap sasa sambil memincingkan alisnya
"enggak kok, gue pengen lo" ucap gadis itu dan langsung membungkam hidung dan mulut sasa dengan sapu tangan yang sudah berisi obat bius, tak lama setelah sasa berontak akhirnya sasa tertidur. Gadis itu memasukan sasa ke dalam mobilnya dan melaju meninggalkan sekolah.
Tak disangka ada seseorang yang melihat kejadian tadi dan segera mengikuti mobil itu mengunakan taksi. Kara, ya orang yang melihat kejadian itu adalah kara, kara berusaha menelpon raka namun tidak dijawab, akhirnya kara mengirim pesan buat raka, berharap raka melihatnya.
"lo mau apa sih,,,"
...🌸🌸🌸...
...JANGAN LUPA LIKE YA...
...DAN...
__ADS_1
...COMMENT...
...THANK YOU😘...