Love You Ketos

Love You Ketos
bab 17


__ADS_3

Saat tidak fokus sasa menabrak seseorang.


BRAAKKK


"AWWWW" ringis sasa


"sorry" jawab seseorang itu


"tidak tidak gue yang salah" ucap sasa dan melihat kearah yang telah ia tabrak


"kak rama" ucap sasa terkejut, ternyata yang ia tabrak adalah kak rama teman dari kakaknya


"sasa, kamu kapan balik?" tanya rama dan membatu sasa untuk berdiri


"kemarin sekalian buat hadirin pertunangan kakak" jawab sasa enteng


"hah pertunangan kakak,,, siapa kok raka gak bilang, kakak siapa?" tanya rama


"kakak kira aku punya berapa kakak?" melihat rama yang berfikir


"aku cuma tau kamu hanya punya satu kakak ya itu raka, gak mungkinkan dia tunangan orang dia aja baru bilan,,," ucapan rama terpotong oleh sasa


"iya emang kak raka" enteng sasa dan berjalan pergi, rama terdiam sebentar mencerna kata kata sasa


1 detik


2 detik


3 detik


APAAAA


"SASA" rama mengejar sasa untuk menjelaskan semuanya, dia menarik tangan sasa dan mengajaknya duduk di koridor


"apa sih kak aku mau ke kelas ini pertama kali aku sekolah" kesal sasa


"kamu harus jelasin sama kakak maksud dari pertunangan itu" rama menatap lekat sasa agar dia tau sasa bohong atau tidak


"jelasin apa lagi, yang tadi itu udah jelas kak raka udah tunangan oke, sekarang aku mau ke kelas" ujar sasa dan ingin pergi meninggalkan rama


"bentar dulu itu belum jelas, sama siapa raka tunangan?" tanya rama penasaran


"kak rama gak tau, idih ini yang namanya sahabat temen tunangan tapi gak tau," ejek sasa pada rama


"duh sa cepetan sama siapa, orang kakak kamu gak punya pacar mana bisa tunangan" ucap rama heran, "eh enggak waktu itu dia bilang udah punya pacar sih, tapi masak udah tunangan aja" sambung rama lagi


"gak percaya tanya aja sendiri aku mau ke kelas" ujar sasa dan lagi lagi ditahan oleh rama


"bilang dulu siapa tunangan si raka" kata rama mulai kesal karena raka tidak mengatakan apa pun


"tunanganya kak raka sekolah disini kok" jawab sasa


"hah siapa?" tanya rama semakin penasaran

__ADS_1


"namanya kak,,, kara" jawab sasa akhirnya, dan rama melototkan matanya tak percaya


"bentar bentar di sekolah ini cuma satu orang yang namanya kara yaitu tuan putrinya osis, tapi mana mungkin" batin rama,


"bentar sa orangnya ini" rama menunjukan foto kara pada sasa dan sasa hanya manggut manggutkan kepala, rama semakin terkejut dengan kebenaran yang sangat sangat mustahil terjadi tapi ini sudah terjadi


"udah ya kak aku mau ke kelas dulu bye!!" kata sasa dan pergi meninggalkan rama yang masih terdiam, entah apa yang ada difikiranya.


Tidak jauh dari sana ada seorang gadis yang melihat kejadian itu ya walaupun tanpa mendengar apa yang dibicarakan, tapi gadis itu kesal melihat kedekatan rama dengan seorang gadis yang belum pernah ia lihat.


Rama pergi ke ruang osis untuk menemui raka dan bertanya yang sebenarnya apa yang dikatakan oleh sasa tadi, sampai di ruang osis rama melihat ke arah raka dan melirik dimas yang ada di sofa dekat meja kebesaran raka. Rama memilih mendekati dimas dan duduk disamping dimas


"ram lo tau si bar,,," ucapan dimas di potong oleh rama


"itu gak penting, ada yang lebih penting dan lebih hot untuk dibicarakan ketimbang si bara atau pun yang lainya" ujar rama serius menatap dimas


"apa emangnya, sampai lo jadi gini, ada apa cerita napa" penasaran dimas pada rama


"LO TAU DI SEKOLAH INI ADA YANG BARU TUNANGAN" kata rama yang sedikit mengeraskan suara agar raka mendengarnya, benar saja perhatian raka menjadi terfokuskan ke arah rama


"widih siapa kasik tau napa" penasaran dimas


"YANG BILANG BARU PUNYA PACAR KEMAREN" sahut rama lagi, raka sedikit terkejut dengan ucapan rama


"siapa? yang gue tau cuma si raka yang bilang udah punya pacar kemaren" sahut dimas asal, "atau jangan jangan,,," sambung dimas dan diangguki oleh rama. Seketika tatapan mereka melirik ke arah raka yang masih terdiam


"RAKA LO UDAH TUNANGAN?" sentak dimas, dan membuat raka tiba tiba batuk karena keselek air liurnya sendiri


"benerkan ternyata emang lo udah tunangan, dasar gak asik lo gak kasik tau kita" kesal rama pada raka dan raka hanya diam saja


"btw sama siapa?" tanya dimas kepo


"sama pacar gue lah" jawab raka asal


"iya pacar lo siapa?" tanya dimas lagi yang penasaran


"kepo lo, dia itu masih diraha,,," ucapqn raka terpotong oleh pernyataan rama


"K A R A" sahut rama lantang dan mengagetkan dimas dan raka


APAAA


"gak mungkin ini gak mungkin mana bisa raka sama kara, alah ngaco lo ya" dimas tidak percaya ini


"lo gak percaya silahkan lo tanya sama raka langsung" suruh rama pada dimas dan benar saja dimas langsung bertanya dan sedikit memaksa agar raka mengatakan yang sebenarnya


"iya" jawab raka akhirnya


"hah kok bisa sih" heran dimas, dan akhirnya raka pun menceritakan awal kisanya dan kara bisa bertunangan tanpa ada yang terlewatkan


"ouwhhh gitu jadi si kara yang emang mau di jodohkan sama lo, dan kenapa bisa pas gitu ya lo minta tolongnya ke dia" kata dimas yang mengerti sekarang


"entahlah gue juga gak ngerti kebetulan banget" sahut raka malas

__ADS_1


"ya kalau menurut gue sih itu memang kesalahan lo berdua, atau mungkin kalian emang berjodoh" ujar rama


"wih ram gak nyangka bangetkan si raka bisa sama kara, yang satu suka cari masalah yang satu gak suka cari masalah, kalian emang ditakdirkan untuk bersama untuk saling melengkapi" ujar dimas senang


"yoi dong dim akhirnya sahabat gue menemukan pujaan hatinya" senang rama


"tapi bentar, dari mana lo tau tentang pertungan gue?" tanya raka penasaran


"si sasa adik lo yang kasik tau gue" ucap enteng rama


"sasa dia sekolah?" tanya raka


"iya tadi gue ketemu di koridor" sambung rama lagi


"dasar bocil gak bisa jaga rahasia" batin raka geram pada adiknya itu, setelah itu raka, dimas, dan rama menuju kelas untuk mengikuti pelajaran dengan tertib. Bel istirahat berbunyi senua siswa dan siswi berhamburan keluar kelas menuju tempat mereka buat menghabiskan waktu istirahat


"ina, sinta kenapa dari tadi gue lihat dia melamun, dia kesambet?" tanya kara pada ina


"eh iya baru nyadar gue" sahut ina


"sin lo kesambet dari tadi melamun aja" kata ina mencoba memanggil sinta, namun sinta tidak menjawab dan masih diam seribu bahasa


"sinta, sinta SINTA" teriak ina dan berhasil membuat sinta sadar


"apaan sih na, lo kira gue budeg?" ketus sinta


"lah iya lo bedeg dari tadi gue panggil tapi lo gak nyaut, itu apalagi namanya kalau bukan budeg" kesal ina


"itu namanya gue gak denger tau" sahut sinta asal


"itu sama aja pinter" geram ina


"udahlah kuy kanti gue laper" lerai kara dan mereka bertiga menuju kantin, dan duduk sambil menunggu pesananya datang, tiba tiba sasa datang menghampiri kara


"kak kara aku ikut ya" kata sasa dan langsung duduk di sebelah kara


"oh oke," sahut kara, "gimana tadi bereskan gak dihukumkan?" tanya kara


"enggak dong kak untung kakak ngasik tau aku buat lolos dari sana" ucap sasa sambil tersenyum


"ekhmmm" deheman dari ina membuat kara dan sasa menongok ke arah ina


"oh iya gue lupa, na, sin kenalin ini sasa dan sasa kenalin ini ina dan sinta" kenal kara untuk ketiga orang itu


"sasa"


"ina"


"sinta"


"dia siapa kok gue baru liat dan kenapa kalian bisa kenal?" tanya ina penasaran


"aku baru sekolah kak dan aku ini adik ipa,,," belum selesai sasa bicara mulutnya sudah di bungkam oleh kara

__ADS_1


"dia adik kelas, gue pernah ketemu dia sekali jadi kenal deh" ujar kara cepat agar sasa tidak keceplosan mengatakan bahwa dia adalah kakak iparnya ya walaupun masih calon


"nah ini ni orangnya,,,"


__ADS_2