
Di malam yang indah, ditemani oleh api unggun yang membuat sedikit hangat karna hawa dingin disekitar tempat camping apalagi ditemani oleh seseorang yang sedang duduk di kursi sambil memegang gitar dengan pesona yang tidak pernah luntur, raka dia adalah raka mahendra seorang ketua osis
"gue nyanyi buat beruang kecil, tapi,,," ucapan raka terhenti
"tapi apa?" tanya dimas
"gue nyanyi dikit aja soalnya waktu hampir malam dan besok kita harus pulang oke" jelas raka dan membuat semua siswi menjandi lemas
"lah gak asik"
"iya kak kok dikit aja"
"gak papa yang penting denger kamu nyanyi udah cukup buat aku bahagia"
"dasar halu lo"
"biar masalah buat lo"
Ya seperti biasalah suara gaib itu terdengar, kalau sudah tentang raka, tidak ada habisnya mendapat pujian pujian dari fansnya
"terserah aja, yang penting siapa beruang kecilnya?" tanya dimas penasaran
"kepo" sahut raka dan malah melirik ke tempat kara duduk
"cia cia yang dilirik sama pangeranya, auto salting nih" sahut ina dan sedikit menggoda kara
"aduh sweat banget deh kak raka" sahut sasa
"iya beruntung banget lo kar dapet raka" sambung sinta
"iya dong kara" ucap kara enteng
"cieee yang udah ada rasa nih sama kak raka" kata ina
"ihh mana ada" elak kara dan cemberut
"oh yo yo yo tuan putrinya pangeran raka ngambek" ucap sinta menggoda
"oke tenang ya kakak kakak cantik, tapi imutan sasa liat itu kak raka mau nyanyi" lerai sasa agar berhenti menggoda calon kakak iparnya
"iya iya, liat tuh pangeran mu tuan putri" sambung ina dan mereka pun fokus pada raka yang akan bernyanyi
jreng jreng jreng suara gitar yang di petik oleh raka membawa suasana menjadi lebih indah.
"tu wa ga pat" ucap raka sambil memukul bagian gitar
Denganmu ku mengerti arti cinta
Arti cinta sesungguhnya
Tumbuh di setiap saat
Dan mengerti makna cinta
Makna cinta yang abadi
Kan kujaga cinta ini
Tiba tiba raka berhenti disaat semua terhanyut dalam suara merdunya.
"lah lah kok berhenti sih ka?" tanya dimas heran
"udah itu aja" sahut datar raka dan mengambil alih mic yang dibawa dimas
"baik karna waktu sudah menunjukan hampir malam jadi silahkan kalian semua istirahat dan bersiap untuk besok kita balik" ucap raka dan mematahkan semangat mereka semua yang tadi senang mendengar suara merdu raka tapi terhenti tiba tiba.
"ya gak asik kak"
__ADS_1
"ihh aku masih mau denger kak"
"suara mu terngiang ngiang kak"
"semoga mimpi raka lagi nyanyi buat aku"
"gue udah sering bilang jangan halu"
"dan gue juga sering bilang, masalah buat lo"
Dan akhirnya semua murid kembali ketenda masing masing kecuali para osis yang memang ada sedikit arahan dari sang ketua osis.
"baik hari ini gue aja yang jaga di luar sampaibapi ini mati kalian bisa tidur duluan" ucap raka memberitahu kepada seluruh anggota osisnya
"gue temenin ka" sahut dimas dan rama barengan
"gak usah ini bentar lagi mati kok apinya" ujar raka dan diangguki oleh semuanya dan pergi meninggalkan raka yang duduk di dekat api unggunya.
Beberapa menit telah berlalu namun mata dari gadis cantik tidak bisa terlelap, akhirnya dia bangun dan mengambil novelnya untuk dibaca dan senter untuk penerangan membaca
"aneh ni anak tiga bisa tidur dengan pulas, nah gue gak bisa tidur sama sekali" ucap kara sambil geleng geleng melihat ina, sinta dan sasa tidur dengan pulas
"gue keluar kali ya liat liat suasana malam" batin kara dan membuka tendanya, "eh tapi gelap, gak berani" sambungnya lagi
"eh tapi siapa itu, dekat api unggun kayak si pogi" gumam kara dan memberanikan keluar tenda dan berjalan mendekati api unggun
"beneran lo pogi ngapain masih disini, lo mau liat setan?" tanya kara dan duduk disamping raka
"iya" jawab raka sekenanya
"ah masak terus udah liat setanya?" tanya kara dan menatap raka
"udah" jawab raka kembali menatap api didepanya setelah melirik sebentar kara
"mana" tanya kara yang mulai sedikit takut dan memegang lengan raka, raka terseyum melihat kara yang takut, membuatnya semakin gemas
"gak lucu ya" sahut kara melirik sinis ke arah raka
"ekhm masih nyaman ya pegang lengan gue" ucap raka dan membuat kara sadar dan melepas peganganya
"dih gak usah ge er ya gue gak sengaja" ketus kara dan memalingkan wajahnya, raka terkekeh melihat wajah cemberut kara dan beberapa menit hanya diam.
"lo gak tidur?" tanya raka pada kara yang masih setia berada disampingnya
"enggak" ketus kara
"kenapa?" tanya lembut raka dan menghadapkan dirinya kepada kara
"males" ketus kara. Raka menarik nafas panjang dan menghadapkan kara agar menghadap dirinya
"masih marah?" tanya raka lembut menatap kara
"gak tau" ketus kara malas
"ya udah gue minta maaf, gue cuma bercanda" kata raka sambil mengusap usap lembut rambut kara dan membuat kara salting dan menimbulkan merah di pipinya
"ih ih ih pipinya merah kenapa ya?" raka menggoda kara
"apaan sih, gak ada ya" ucap kara dan memalingkan wajahnya, raka terseyum melihat kara yang salting
"yaudah sana tidur udah malem" kata raka
"gue gak bisa tidur, gak terbiasa tidur di tenda, gue pengen pulang" rengek kara seperti anak kecil dan membuat raka gemas melihatnya
"kan besok pulang" sahut raka
"ya tetep aja gak bisa tidur" kara cemberut
__ADS_1
"yaudah gue temenin disini, lo bisa tidur di pundak gue oke" sambung raka dan mengarahkan kepala kara agar dipundaknya, "sekarang tidur gue temenin" sambungnya lagi, kara teseyum senang atas perlakuan raka yang manis menurutnya
"love you ketos" lirih kara tapi didengar oleh raka
"apa lo bilang apa tadi?" tanya raka ingin menggoda kara
"ah ma mana ada gue ngomong, halu lo ya" ucapan kara gugup dan kara langsung memejamkan matanya agar tidak ditanya oleh raka lagi
"ihh bodohnya gue kenapa bisa keceplosan lagi" batin kara merutuki dirinya sendiri
"love you too" tiba tiba raka membalasnya dan membuat kara terseyum senang dan memeluk tangan raka erat
"gak sendiri weh" batin kara, dan terkejut merasakan sentuhan lembut di rambutnya membuat nyaman terasa dan kara terlelap dalam tidurnya di pundak raka, raka juga terseyum atas pengakuan yang tiba tiba ini dan kembali menatap kearah api unggun. Tiba tiba hpnya berbunyi menandakan panggilan masuk
CURUT 1, nama yang tertera di layar hpnya raka, raka mengangkatnya
"apaan?" tanya raka pada orang diseberang telepon
"..."
"enggak" ketus raka
"..."
"gak ada waktu"
",,,"
"emang"
",,,"
"udah gak penting gue tutup" raka langsung menutup panggilan tersebut, dan menatap kara yang sudah terlelap di sambingnya, "gue akan menjaga lo sampai maut memisahkan, eh enggak, maut pun gak bisa misahin lo sama gue kar" gumam raka dan mencium pucuk kepala kara
Tak terasa pagi pun tiba namun sekitar jam setengah lima raka membangunkan kara agar kembali ke tendanya
"kar bangun udah pagi" raka menepuk pipi kara
"apaan" kara bangun tapi masih memejamkan matanya, raka terseyum
"udah pagi balik ke tenda" suruh raka, kara membuka matanya dan sudah mendapatkan wajah tampan pagi pagi dengan seyuman yang manis
"lo gak tidur semalem?" tanya kara dan dapat gelengan dari raka
"maaf ya karna gue lo gak tidur" ucap menyesal kara
"gak papa lo balik gih, lanjutin istirahat di tenda, gue mau persiapan untuk pulang" jawab raka dan kara pun meninggalkan raka yang sudah mulai mempersiapkan semuanya untuk kepulangan nanti.
Jam sudah menunjukan pukul 8 pagi semua murid sudah siap siap untuk kepulangan mereka, setelah mendapat sedikit pidato dari kepala sekolah seluruh murid masuk ke dalam bis masing masing
"ka lo diluan aja ke bis, lo istirahat gue tau semalam lo gak tidur, ini biar gue yang handle" ucap rama pada raka yang sedikit lemas
"beneran?" tanya raka memastikan
"iya, sana pergi istirahat" ucap rama dan dia pun mulai menghitung murid agar tidak ada yang tertinggal
"kar lo diam sini dulu ya jaga tas, gue sama sinta mau ke toilet sebentar" kata ina dan menarik tangan sinta dan meminta izin kepada rama yang sedang mengabsen
"eh kayaknya ada ketinggalan deh" ucap kara dan langsung keluar tanpa izin
"udah dateng, kalian masuk dan duduk" ucap rama pada ina dan sinta yang sudah datang dari toilet
"pak udah semua, jadi bisa jalan" suruh rama pada guru dan sopir, bis itu melaju dan meninggalkan tempat campingnya
Beberapa menit berlalu kara datang ketempat bisnya parkir namun sudah tidak ada dan dia mencari cari namun tetap tidak ada.
"aduh gue ditinggal nih" gumam kara yang mulai panik
__ADS_1
"tas gue di bis lagi sama hp gue juga disana" sambungnya lagi, "gimana pulangnya" kara panik dan sedikit takut.