Love You Ketos

Love You Ketos
bab 57 terimakasi


__ADS_3

Dan disinilah sekarang mereka duduk disebuah bangku di belakang sekolah, mereka sama sama diam tidak ada yang mulai berbicara duluan


"kar" panggil raka tanpa menoleh


"iya" jawab kara dengan melihat wajah raka


"jika nanti ada pilihan, gue harus milih antara lo dan orang tua gue, bolehkah gue ngelanggar janji yang gue buat?" tanya raka yang masih memandang lurus, kara mengerutkan dahinya tidak mengerti


"maksudnya?" tanya kara


Raka menatap kara yang sedang kebingungan," enggak gue cuma bercanda" ucap raka tersenyum


"enggak maksud lo itu apa tadi?" tanya kara lagi


"enggak ada sayang, anggap aja itu aku lagi ngelawak" ucapnya dan menarik hidung kara


"iiihhhh raka sakit" kara cemberut dan membuat raka gemas, dan menariknya masuk kedalam dekapanya


"gue sayang sama lo kar" ucap raka pasti, dan kara tersenyum mendengar itu


"gue juga sayang sama lo ka" mereka menghambiskan waktu berdua di taman belakang, dengan bercanda.


Disinilah sekarang ruangan osis yang sudah menjadi haknya, menyendiri memandang jauh tanpa melakukan apa apa, hanya fikiranya saja yang sedang berdebat.


"kenapa, kenapa dan kenapa, salah gue apa, kenapa lo pergi" batin bara gusar, saat ini yang di lakukanya hanya diam dan merenung


"gue kecewa sama lo" bara pun meninggalkan ruangan dan menuju kelasnya berada.


Tak selang berapa lama akhirnya guru memperbolehkan semua muridnya untuk pulang karena seperti tahun tahun yang lalu setiap upacara dan pelantikan osis tidak akan ada acara belajar. Disinilah raka dan kara yang sedang menuju rumah, raka mengantar kara pulang kerumah.


"gimana kalau nanti jalan jalan mau?" tanya raka pada kara yang sedang sibuk melihat pemandangan dari jendela


"boleh mau kemana?" tanya kara dan memandang raka


"ke mana ya?" raka sedang berfikir, "okey pokoknya nanti gue jemput lo siap siap aja" suruh raka dan diangguki oleh kara. Sampailah mereka dirumah kara dan raka langsung pergi tanpa mampir karena ada urusan yang tidak bisa ia tinggalkan.


Disebuah rumah yang besar, ada dua orang yang sedang bercengkrama dengan santainya sambil meminum minuman kesukaan mereka.

__ADS_1


"jadi kau sudah menemukanya?" tanya salah satu dari mereka yang usianya lebih tua


"iya paman aku sudah menemukanya, orang yang sudah membunuh papaku dan orang yang paman cari selama ini ternyata mereka satu keluarga" ucap satunya lagi


"tapi gino kenapa kau sangat membenci orang yang membunuh papamu, sedangkan dia bukanlah papa kandungmu?" tanya orang yang dipanggil paman oleh gino


"karna papa yang sudah merawatku dari kecil dan anggaplah aku balas budi akan kebaikanya selama ini" ucap anak itu yang ternyata gino


"kau hebat, papa mu pasti sangat bahagia disana" ucap pamanya.


"pama aku akan menyiapkan semuanya dan paman tinggal duduk manis melihat pekerjaan ku" ujar gino serius pada pamanya


"paman akan memberimu kesempatan itu tapi biarkan mahendra dan istrinya paman yang urus dan kau boleh urus anaknya" ucap pamanya dan diangguki oleh gino.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"lo masih ingat?" tanya raka, mereka saat ini sedang berada ditaman yang telah merubah mereka. Kara tertawa mengingat kebodohanya yang mengira kodok waktu itu adalah raka yang sedang dikutuk.


"masih dong waktu itu lokan dikutuk jadi kodok hahahahh" tawa kara dan membuat raka tersenyum


"dan waktu itu lo nembak gue" jelas raka dan membuat kara melotot


"perlu gue putar waktu nih?" tanya raka


"mana bisa putar waktu, kalau pun bisa gue gak bakal minta tolong ke lo waktu itu" ucap kara tanpa merasa bersalah


"jadi lo nyesel waktu itu?" tanya raka yang sudah merubah raut wajahnya


"iya gue nyesel waktu itu" ucap kara dan melihat wajah raka, "dan gue bakal lebih nyesel kalau gak ngelakuin itu waktu itu" ucapnya tulus dan tersenyum ke arah raka, raka yang tadi merasa kecewa akhirnya bernafas lega karena gadis didepanya ini tidak terpaksa memilikinya


"serius?" tanya raka


"jika ada kata lebih dari serius gue akan pilih itu, karna lo adalah milik gue sampai kapanpun itu" mereka memilih duduk di sebuah kursi sambil menikmati udara malam yang sejuk, kara menyenderkan kepalanya di bahu raka dan raka mengusap lembut rambut kara.


"jika gue bisa berhentiin waktu, gue bakal hentikan sekarang juga, karna gue ingin bisa sama lo selamanya" ucap raka


"gue sayang sama lo ka" ucap kara dan membuat raka tersenyum

__ADS_1


"gue lebih sayang sama lo" ujar raka penuh keyakinan


"oh iya kenapa tumben ngajak jalan?" tanya kara masih diposisi ternyamanya yaitu bersandar di bahu raka


"gue cuma pengen ngabisin waktu berdua sama lo, kayaknya saat gue ujian nanti gue bakal lebih sibuk dan gak bisa ketemu sama lo" jawab raka dan diangguki oleh kara


"berjanjilah lo akan terus bahagia" ucap raka tiba tiba


"kebahagian gue ada di lo" jawab kara


"gue serius kar" raka menatap mata kara dan menggenggam tanganya


"gue lebih serius,,, kenapa sih lo kayak mau ninggalin gue aja" ucap kara yang heran dengan raka


"ada apapun tidak gue lo harus tetap bahagia" ucap raka penuh maksud


"gue bilang sekali lagi kebahagian gue ada di lo, dan itu tidak berlaku apa pun" sentak kara jelas dan tidak bisa di ganggu gugat, "lo mau ninggalin gue?" tanya kara yang entah kenapa merasa ada yang aneh dari raka, raka hanya menggelengkan kepalanya


"enggak, gue cuma mau ngetes lo aja" jawab raka tersenyum


"tapi cara ngetes lo itu berasa mau ninggalin gue beneran" ucap ketus kara


"gue sayang sama lo kara" ucap raka lagi dan menuntun kepala kara agar bersadar lagi di bahunya


"gue tau itu" jawab kara dan tersenyum di dalam sandaran bahu raka.


"gue bakal berusaha untuk tetap berada di sisi lo, karna lo adalah kebahagian gue" batin raka dan menyandarkan kepalanya di kepal kara yang sedang bersandar dibahunya. Malam semakin larut raka pun mengajak kara pulang dan sebelum itu mereka mampir ke sebuah pedagang kaki lima, karena kara merasa lapar.


"mau beli apa?" tanya raka pada kara


"bakso" jawab kara dan menarik raka menuju pedagang bakso, mereka pun memesan bakso dan menikmati hari itu dengan menyenangkan karena kara akan jarang bertemu raka saat sudah mulai ujian, dia ingin memberi raka waktu untuk belajar dan tidak mengganggunya. Selesai memakan bakso mereka melanjutkan perjalanan menuju rumah kara, didalam mobil mereka larut dalam obrolan yang membuat mereka tertawa lepas, dan raka bahagia melihat senyuman kara yang bahagia.


"terimakasi buat hari ini"


🌸🌸🌸


SORRY YA BARU BISA UP, LAGI SIBUK ADA KERJAAN, JADI SEMOGA SUKA SAMA KELANJUTANYA

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN COMMENTNYA YA


DADAHHHH


__ADS_2