
Sebuah ikatan pertunangan membuat kita yakin untuk memantapkan hati dengan pasangan. Satu langkah baik untuk kita menuju sebuah jenjang pernikahan. Bahagia. Satu kata yang mewakili perasaan sepasang kekasih yang akan melangsungkan acara pertunangan mereka.
Gavin sudah siap dengan keputusannya untuk melangsungkan acara pertunangannya dengan Alya. Setelah 1 tahun mereka menjalin hubungan, kini mereka mantap untuk menuju jenjang yang lebih serius lagi.
Baru kemarin mereka menyelesaikan ujian kelulusan. Namun karena rencana yang sudah tersusun, mereka akan melangsungkan acara pertunangannya.
"Vin, udah siap?"tanya Linda, mama Gavin.
"Udah ma"jawab Gavin.
"Yuk berangkat, papa sama yang lainnya udah nungguin"ajak Linda. Gavin mengangguk dan mengikuti langkah sang mama.
"Ini dia calon pengantin kita"celetuk Nathan.
"Pengantin pengantin, baru mau tunangan kali"sahut Kendro memukul pundak Nathan.
"Haha, bener juga lo"ucap Nathan terkekeh.
__ADS_1
"Udah udah, ayo berangkat. Kalian jangan bikin Gavin tambah deg degan dong"sela Linda sebelum teman teman anaknya itu membuat kerusuhan.
"Hehe, maaf tante, abisnya lucu anak tante sampe nggak bisa senyum"ucap Nathan.
"Udah biarin, nanti acara selesai pasti dia senyum senyum sendiri"celetuk Linda yang membuat Nathan dan Kendro tertawa. Nathan dan Kendro memang berangkat dari rumah Gavin. Sengaja, supaya Gavin tidak terlalu gugup. Sedangkan para ciwi ciwi sudaherlebih dahulu di rumah Alya. Dengan Kevin pula tentunya.
Tak jauh beda dengan Gavin yang gugup, Alya pun tak kalah gugupnya. Keira, Lily dan Vivy selalu menemani Alya agar tidak terlalu gugup.
"Santai Al, tarik nafas, buang pelan pelan"ucap Lily memberi intruksi.
.
.
.
45 menit Gavin da keluarganya berkendara kini sudah sampai di halaman rumah Keira. Semua orang turun dari mobil dan membawa beberapa barang yang akan menjadi srah srahan di acara pertunangan nanti. Gavin dengan di dampingi kedua orang tuanya berjalan memasuki halaman rumah yang sudah di beri dekorasi berupa gapura dengan kain kain putih pink juga bungan bunga membuatnya semakin apik.
__ADS_1
Di kamar Alya semakin deg degan saat tau Gavin dan keluarga sudah sampai.
"Al tenang tenang, jangan gugup, ntar cantik ilang lhoo"goda Lily.
"Gue gugup banget tau"ucap Alya.
"Tenang, lo pasti bisa"ucap Keira. Tak selang lama sepupu Alya mengetuk pintu kamar Alya. Memberi kode agar Alya segera turun. Dengan di gandeng si kembar juga Keira yang mendapingi di belakangnya, Alya berjalan menuruni anak tangga.
Semua mata tertuju pada Alya yang cantik dengan kebaya modern berwarna biru muda yang di padukan dengan jarik batik yang senada dengan kemeja yang di kenakan Gavin. Gavin tersenyum melihat Alya yang berjalan semakin dekat kearahnya.
Sampai di depan Gavin, teman teman Alya meninggalkannya dan duduk bersama tamu yang lain. Gavin mengulurkan tangannya dengan senang hati Alya menyambut uluran tangan tersebut. Gavin menggandeng tangan Alya berjalan menuju tempat dimana akan di langsungkannya pemakaian cincin.
Seorang wanita datang dengan membawa nampan yang berisikan dua cincin. Gavin mengambil salah satu cincin dan menyematkan ke jari manis Alya. Begitu pula dengan Alya.
Acara berlangsung sangat meriah. Selesai penyematan cincin, kini sesi foto. Keluarga, kerabat juga para sahabat bergantian untuk berfoto dengan sepasang kekasih itu.
TBC
__ADS_1