
Jam 13.30 Kevin dan Keira baru sampai di rumah. Luna dengan antusias menyambut kedatangan mereka. Luna mengamati setiap inchi pada tubuh menantunya itu dan menangkap sesuatu yang membuatnya senang.
"Aaa, kamu pintar Kev, sering sering aja nggak pulang, biar mama cepet dapet cucu"ucap Luna kegirangan. Keira dan Kevin saling pandang melihat tingkah Luna.
"Sudah sudah, nggak usah malu, mama juga pernah muda. Sekarang kalian istirahat, pasti capek kan kamu di gempur Kevin semalaman"lanjut Luna. Sedangkan wajah Keira jangan di tanya lagi, sudah merah padam menahan malu. Bagaimana mertuanya bisa tau kalau semalam Kevin menggempurnya habis habisan? Apakah mama membututi kami? pikir Keira.
Kevin menggandeng tangan Keira masuk menuju kamar. Sampai di kamar Keira langsung mendelik ke arah Kevin.
"Kenapa sayang?"tanya Kevin.
"Kok mama bisa tau kalau semalam kita_"
"Kita apa?"potong Kevin.
"Ya_ya kita, i_itu"gugup Keira.
"Coba deh kamu ngaca, liat di leher ada apanya"ucap Kevin. Spontan Keira meraba raba lehernya. Dia segera berlari ke kaca meja rias yang ada di kamarnya. Dan ternyata ada beberapa bekas c*pang yang Kevin buat disana.
"Kevv"kesal Keira.
"Kenapa sayang? nggak apa apa, mama seneng juga"ucap Kevin santai.
"Ya tapi kan aku malu. Pantes dari tadi setiap papasan sama orang pasti senyum senyum nggak jelas"ucap Keira kesal saat mengingat dirinya yang keluar dari hotel selalu mendapatkan senyuman aneh dari orang orang yang berpapasan dengannya.
"Nggak apa apa yang, udah sah juga. Nggak ada masalah"ucap Kevin.
"Malu tau"kesal Keira.
Keira merebahkan tubuhnya di ranjang karena masih lelah. Dia memejamkan matanya berniat untuk tidur. Namun belum sampai dia menjemput alam mimpi, suara ponsel membuatnya urung untuk tidur.
"Zoya"gumam Keira.
"Siapa yang?kok nggak di angkat?"tanya Kevin.
"Zoya"jawab Keira.
"Angkat aja, siapa tau penting"pungkas Kevin. Akhirnya Keira menggeser tombol hijau dan mendekatkan ponselnya di telinga.
"Hallo, kenapa Zoy? tumben nelfon?"tanya Keira.
"..."
__ADS_1
"Kapan?"tanya Keira sambil melirik Kevin yang fokus pada ponselnya.
"..."
"Nanti aku kabari"pungkas Keira dan segera mengakhiri panggilan mereka. Keira terlihat menghela nafas berat setelah Zoya menelfonnya.
"Kenapa yang?Zoya nelfon ada apa?"tanya Kevin penasaran.
"Zoya bilang, Devan pengen ketemu aku malam ini"ucap Keira jujur.
"Kamu mau?"tanya Kevin.
"Nggak tau, kalau kamu nggak ijinin aku nggak mau temui dia"jawab Keira.
"Dimana ngajak ketemunya?"tanya Kevin lagi.
"Di cafe deket sekolah"lagi lagi Keira menjawab jujur.
"Oke. Nanti malam kesana, sama aku, Zoya suruh ikut juga"ucap Kevin tersenyum. Keira tersenyum lega saat Kevin mengijinkannya bertemu dengan Devan meskipun Kevin juga ikut serta.
.
.
.
"Sorry lama"ucap Devan saat sudah sampai.
"Santai, kita juga baru aja"jawab Kevin tenang.
"Pesen makan dulu, gue sama Keira udah pesen"lanjut Kevin. Devan mengangguk. Dia memesan beberapa cemilan dan minuman pula untuknya dan juga Zoya. Tak menunggu lama pesanan mereka akhirnya datang.
"Ngobrolnya sambil makan ya"ucap Kevin lagi. Devan mengangguk. Selanjutnya, krik krik krik. Hanya suara jangkrik yang berbunyi nyaring. Tak ada yang membuka obrolan disana. Devan hanya sesekali melirik kearah Keira yang fokus pada makanannya.
He'em
"Emm, gue ke toilet dulu"pamit Zoya. Devan mengangguk mengiyakan.
"Ada apa lo ngajak Keira ketemu?"tanya Kevin buka suara.
"Gue, jujur aja sebenernya gue masih suka sama Keira"ucap Devan.
__ADS_1
"Tapi gue nggak tau kenapa Zoya selalu nyuruh gue buat lupain Keira karena gue nggak bakal bisa dapetin dia lagi"lanjut Devan tersenyum miris.
"Terus mau lo apa?"tanya Kevin masih tenang.
"Gue cuma mau denger penjelasan dari Keira, apa alasan dibalik nggak bisanya gue buat kembali sama lo"jawab Devan menatap Keira lekat.
"Karena gue udah punya Kevin"jawab Keira membalas tatapan Devan. Devan tersenyum sinis.
"Apa suatu saat kalau lo putus sama Kevin lo nggak bisa balik sama gue?"tanya Devan lagi.
"Gue nggak bakal putus sama Kevin, karena diantara gue sama Kevin sudah ada ikatan"jawab Keira tegas.
"Ikatan"gumam Devan lirih.
"Gue sama Keira udah nikah"sahut Kevin yang sedari tadi diam. Devan dan Keira sontak saja menoleh kearah Kevin. Keira yang tidak menyangka jika suaminya itu bakal membongkar pernikahannya. Dan Devan yang kaget dengan ucapan Kevin.
"Nggak usah ngarang deh lo"ucap Devan tak percaya.
"Mereka emang udah nikah Van"sela Zoya yang baru kembali dari toilet.
"Makanya gue selalu bilang lo nggak bakal bisa balik sama Keira"lanjut Zoya. Devan menatap Keira seakan meminta penjelasan.
"Bener Van, gue sama Kevin emang udah nikah jauh sebelum lo kembali kesini"jelas Keira. Devan hanya diam mematung merasakan pahitnya kenyataan. Wanita yang selama ini dia harapkan bisa dia gapai kembali malah sudah bahagia bersama pilihannya. Andai waktu bisa diputar kembali, tak ingin dia mengatakan kata pisah pada saat itu. Namun apalah daya, kita tak kuasa atas semua yang terjadi di dunia ini.
"Selamat atas pernikahan kalian, semoga selalu bahagia"ucap Devan dengan senyum miris.
"Makasih"jawab Kevin.
"Gue sama Keira duluan"pamit Kevin. Kevin berdiri mengandeng tangan Keira.
"Ohh iya, mending lo sama Zoya, kayaknya cocok"celetuk Kevin sebelum benar benar pergi dari tempat tersebut. Sedangkan Devan dan Zoya saling pandang mendengar ocehan Kevin.
"Ogahh"ucap Zoya meninggalkan Devan.
"Zoyy, lo mau kemana?"tanya Devan.
"Pulang"jawab Zoya tanpa menghentikan langkahnya.
"Tunggu dongg"teriak Devan dan mengejar Zoya keluar.
TBC
__ADS_1