
Pagi hari ini di sekolah yang bernama SMA TUNGGAL, sedang diadakan rapat guru di aula, dan karna aula berada di lantai paling atas jadi jika murid ribut dibawah tidak akan terdengar, dan inilah surganya para murid SMA TUNGGAL jam kosong di pagi hari dan bisa melanjutkan tidur atau jajan dikantin.
Tapi tidak untuk raka dan anggota osis lainya mereka hari ini disibukan dengan berkas berkas osis yang akan mengadakan pesta ulang tahun SMA TUNGGAL yang ke 50 tahun, yang akan berlangsung minggu depan.
"untuk temanya kita akan menggunakan garden party seperti kelulusan tahun lalu, dan puncaknya akan berlangsung sekitar jam 7 malam, dan paginya kita akan melaksanakan lomba lomba dan acara musik, apakah itu cukup?" tanya raka setelah mengtakan rangkaian acaranya pada anggota osis lainya
"gimana kalau ditambah dengan warna, aduh apa sih namanya gue lupa" ujar dimas sambil memikirkan nama acaranya
"apa, warna apa? warna warni" ucap rama menimpali
"bukan, itu loh kayak festival india" kata dimas yang masih bingung
"holi?" tanya raka
"nah 100 buat pak ketos, holi!!, gimana kalau saat acara musik berlangsung ditambah tabur tabur warna, asikan?" tanya dimas dan diangguki oleh semua anggota osis
"baik jika semua setuju, kita bakalan mempersiapkanya, jadi kalian harus berkerja keras untuk merayakan ulang tahun sekolah ini" ucap raka
"siap" ucap serentak anggota osis
"jadi jika tidak ada lagi saya akhiri rapat ini, terimakasi" ujar raka menyelesaikan rapat di pagi hari ini. Semua osis keluar dari ruangan osis kecuali raka, dimas, rama dan bara.
"ka gak ke kantin?" tanya rama
"nanti, gue mau siapin berkas ini sebentar" jawab raka tanpa mengalihkan tatapanya pada berkas itu
"suruh aja sekretarisnya, mana itu si gina,,, ups" dimas langsung menutup mulutnya
"oh iya gue gak nyangka si gina sampai ngelakuin itu sama sasa" ujar rama yang masih tidak percaya terhadap gina
"kak belum ada kabar tentang gina?" tanya bara pada raka dan seketika raka menghentikan pekerjaanya
"gue udah suruh buat nyari semuanya apapun itu tapi yang didapat hanya mobilnya yang udah rusak parah, sedangkan gina tidak ada" ucap raka dan kembali fokus pada berkasnya
"apa mungkin gina masih hidup?" pertanyaan itu terlontar dari mulut dimas
"gak mungkin, mana ada mobil terjun ke jurang terus mobil rusak parah orangnya masih hidup" ucap rama
"ya bisa jadikan?" tanya dimas
"udalah hentikan percakapan ini gue laper mau kantin" ucap bara dan ingin keluar dari ruangan osis, sebelum ucapan raka menghentikanya
"ini masih jam pelajaran jangan coba coba buat kekantin" ucap raka datar tanpa mengalihkan tatapanya pada berkasnya
"kan guru rapat," kelus dimas
"gak ada" tegas raka dan ketiga cowok tampan itu hanya menghela nafasnya berat dan pergi dari ruangan osis.
Di halaman depan sedang heboh hebohnya karena sekolahan kedatangan 2 murid baru yang sangat tampan, tapi lebih tampanan raka sih dimana mana tapi tetap saja membuat para siswi terpesona.
"wah siapa tu gans banget"
"murid baru parah banget"
"masih ganteng raka, tapi boleh lah"
"gue denger raka pacaran ya sama kara"
"masa sih kok gue gak tau"
"belum tentu benar, itu masih kabar angin"
"ya jangan bahas itu dulu, liat cogan aja dulu"
"tapi gue gak terima raka udah punya pacar"
"kayaknya 2 cowok itu bakalan berurusan sama raka deh"
"kenapa"
"liat aja, mereka seperti badboy, pasti bandel"
__ADS_1
Itulah bisik bisik yang menggema hampir seluruh sekolah karena kedatangan dua murid baru, yang mencuri perhatian mereka.
Di tempat lain tepatnya di kelas X1 ips, kara mendapatkan sebuah surat yang berisi seperti ancaman, buatnya untuk menjauhi raka.
"siapa sih, gak jelas banget" gumam kara yang bingung dengan isi surat itu
"kenapa kar?" tanya sinta yang duduk di depanya
"gak papa" ucap kara cepat dan merobek kertas itu dia berfikir itu dari fansnya raka.
"kita kantin yuk, gak ada guru juga" ucap sinta dan diangguki oleh kara
"eh bentar ina dimana?" tanya kara dan mengalihkan pandanganya pada tempat duduk ina, dan mendapatkan ina sedang senyum senyum gak jelas
"kenapa tu anak?" tanya kara dan dapat gelengan dari sinta
"gila mungkin ya" ucap sinta dan diangguki oleh kara
"na, ina, INAAAAAAA" teriak sinta pada ina
"eh apa ada apa?" tanya ina gelagapan
"lo waraskan na?" tanya kara
"waraslah emang kenapa?" tanya ina yang tidak tau maksud sahabatnya itu
"lo tadi senyum senyum sendiri, gue kira kerasukan lo" kata sinta ngeri
"masa sih?" tanya ina dengan senyumnya
"beneran gak waras ini" gumam kara
"udah kantin yok" ajak ina dan berjalan duluan tanpa doaanya meninggalkan dua sahabatnya yang cengoh melihat kelakuan ina yang aneh
"kenapa tu anak?" tanya kara heran
"apa jangan jangan karna kemaren" ingat sinta
"kemaren?" tanya kara bingung
"pasti nih, kalau gak, gak mungkin ni anak bakalan senyum senyum sendiri" benar kara dan mereka mengejar ina menuju ke kantin.
"lumayan bagus ini sekolah" ucap salah satu murid baru itu
"iya pasti banyak dedek dedek gemesnya" ucap yang satunya lagi
"lo mikirin itu aja bams" ucapnya
"terserah gue, emang lo mikirin apa sam?" tanya nya
"mikirin cewek cantik lah" ucapnya dengan bangga
"sama aja oncom"
Mereka berdua adalah murid pindahan, yang satu bernama bams dan satunya lagi bernama sam. Namanya panggilan dulu ya.
Mereka berdua berjalan mencari ruangan kepala sekolah untuk menanyakan dimana kelasnya tapi sial, kepala sekolah sedang ada rapat di aula jadi mereka hanya berkeliling dulu di area sekolah tersebut.
"gila, benerkan gue bilang banyak cewek cantik disini" kata bams yang sedang mengedipkan sebelah matanya saat berpapasan dengan cewek cantik
"kayaknya gue betah disini" jawab sam yang juga ikut gilanya bersama bams. Saat mereka asik melihat lihat sekolah atau lebih tepatnya melihat cewek cantik tak sengaja mereka di tabrak oleh seseorang.
BRUGHHH
"awww" pekik gadis itu, bams dan sam melihat kearah gadis yang sedang terjatuh itu dan bams ikut berjongkok
"sakit?" tanya bams sambil membelai pipi gadis itu, gadis itu terkejut dengan perlakuan cowok didepanya ini.
"LEPASIN TEMEN GUE" teriak salah satu gadis yang datang menghampiri mereka, bams dan sam melihat gadis itu dan terbit senyum di kedua bibir mereka
"ayo na bangun" jawab cewek satunya, dan mereka adalah kara, sinta dan yang terjatuh tadi adalah ina.
__ADS_1
"galak banget sih, tapi gue suka" jawab bams dan ingin menyentuh pipi kara namun langsung ditepis oleh kara
"lo gak usah macem macem disini, gue peringatin jangan pernah kurang ajar sama temen temen gue" peringat kara pada 2 cowok tampan itu.
"lo kok gemesin gitu sih" gemas bams dan ingin membelai rambut kara namu langsung kena tamparan oleh kara
"gue bilang gak usah macem macem" bentak kara dengan mata tajamnya
"lo,,, lo berani nampar gue hah" bentak bams pada kara dan kara terkejut dengan bentakan yang terlontar dari bams, bams ingin melayangkan tamparanya pada kara namun dihentikan oleh sebuah tangan yang menggenggam tangan bams. Bams dan sam menoleh dan menatap tajam orang yang menggenggam tanganya.
"lo kalo cowok jangan pernah kasar sama cewek" ucap orang itu, dan bams hanya tersenyum sinis.
"lo pacarnya?" tanya bams
"bukan tapi dia teman gue" ucap orang itu dan dia adalah rama dan disampingnya ada dimas, sedangkan bara ia pergi kekelas atas perintah raka tadi.
"cih, teman?, hahahahaha" ucap sam dengan tawanya
"jangan sok jagoan ya kalian disini" ucap dimas yang juga geram atas kelakuan 2 murid baru ini
"kenapa emangya, masalah buat lo?" tanya bams tanpa salah
"lo,,," ucap rama
"apa" tanya sam tanpa banyak tanya sam langsung memukul perut rama sampai rama terjatuh kelantai, semua orang yang melihat terkejut apa yang dilakukan oleh dua murid baru ini
"lo berani beraninya pukul temen gue" ucap dimas marah
"kenapa lo mau?" tanya bams dan langsung memukul perut dimas juga sampai dimas juga terjatuh dilantai, rama dan dimas memang sedikit kurang dalam bela diri tapi jika mereka siap mereka akan bisa mengimbanginya.
"hentikan, kalian berdua harus ikut gue keruang bk" ucap kara yang tak tega melihat temanya sampai seperti itu, sedangkan ina dan sinta menolong rama dan dimas karena sakit pada perutnya.
"kita ke uks" ucap sinta
"enggak gue bakalan bantu kara dulu" ucap rama
"gak usah jadi jagoan lo," bentak sinta yang tak tega melihat rama kesakitan
"iya lebih baik kalian ke uks, nanti biar gue panggil kak raka" ucap ina dan disetujui oleh dimas dan rama.
"aduh galaknya" ucap bams pada kara, dan kevin sang anggota tim basket ingin maju menolong kara namun dihentikan oleh kata kata sam
"jika ada yang maju gue gak bakal kasi ampun, dengar itu" ucam sam melirik sinis kevin dan kevin pun mundur dan bergegas pergi keruang osis.
Di pertengahan jalan rama dan dimas khawatir dengan kara begitu juga sinta dan ina dan mereka pun memilih untuk kembali ketempat itu.
"lihat gak ada yang nolongin lo" ucap bams dengan senyumnya
"lepasin gue" ucap kara dengan mata yang berkaca kaca
"gue bakalan lepasin lo, tapi lo harus mau jadi pacar gue, gimna setuju?" tanya basm yang sekarang memojokan kara didinding
"gue udah punya pacar" ucap kara
"hahahaha mana pacar lo, gak ada tuh, udah mending terima aja" ucap sam ikut permainan bams, dan murid yang melihat hanya berdoa supaya raka datang dan menyelamatkan kara, mereka tidak mau meninggalkan drama yang heboh ini heheheh.
"lepasin dia" ucap rama yang baru datang bersama dimas, ina dan sinta
"gak akan" ucap bams
"gue bilang lepasin" ucap dimas dan ingin membatu kara namun kalah cepat oleh sam, dan tanpa takut sam memukuli dimas lagi sampai terjatuh kelantai.
"hahahaha itu aja kemampuan lo" tanya sam dengan tawanya
"LEPASIN" suara dingin dan datar terdengar di belakang kerumunan itu.
🌸🌸🌸
SEMOGA SUKA SEMUANYA, DAN SEMOGA NYAMBUNG YA😁
MINTA LIKE COMMENTNYA DONGSS BIAR SEMANGAT INI😂
__ADS_1
THANKYOU YANG UDAH MAMPIR
DADAHH,,,.