Love You Ketos

Love You Ketos
bab 48 pistol


__ADS_3

Empat orang itu menatap tajam orang yang membuka pintu dengan keras dan yang membuka pintu melotot melihat tatapan tajam itu


"mati gue" ucapnya


"gue udah lama gak bunuh orang, lo mau jadi yang pertama?" tanya vino dengan senyum devilnya


glekk/ orang itu gugup setengah mati melihat tatapan dan senyuman itu


"kayaknya yang bakal jadi uji percobaan lo deh" ucap bams menimpali


"iya, gue juga pengin uji coba manusia kayak dia" ucap sam


"udah, ngapain?" tanya raka pada orang itu


"he he he gini bos boy, gue ada berita penting" jawab orang itu gugup, ya orang itu adalah adit


"berita apa?" tanya vino


"berita,,," ucapan adit dipotong oleh raka


"kenapa?" tanya sam


"tutup pintu dulu, dan mendekatlah" ucap raka dan diangguki oleh adit, setelah menutup pintu adit mendekat dan duduk di sofa tunggal yang berada disana


"berita apa?" tanya raka


"kalau gak penting, gue bakal ceburin lo di racun yang lo buat sendiri" ancam vino,dan adit hanya gemetar saat mendapat ucapan seperti itu


"gini, gue dapat laporan dari anak buah, bahwa serigala hitam bangkit kembali" ucap adit dan sontak membuat 4 orang itu kaget


"wah jadi bener yang lo liat boy" ucap bams


"lo pernah liat orang itu, dan masih ingat wajahnya?" tanya sam


"lumayan inget gue, tapi dia seumuran kita dan setau gue yang mendirikan serigala hitam itu seumuran dengan papi gue" ucap raka


"apa mungkin anaknya?" tanya vino


"gak, kalau pun itu anaknya seharusnya dia masih kecil dan itu sudah seusia gue, apalagi yang punya saat kita bantai dan diselidiki tidak memiliki istri" ujar raka, dan semua disana menganggukan kepala


"kita harus cari tau, sebelum terjadi sesuatu yang gak kita inginkan" ucap vino dan diangguki oleh semua


"dit, lo jomblo?" tanya vino


"jangan bilang lo mau jodohin adik lo sama si curut adit?" tanya sam


"ya gak mungkinlah, gue milih adik ipar itu ya sestandar boy lah, gila lo ya" ucap vino jengah


"terus ngapain nanya gitu?" tanya adit


"ya mastiin aja sih lo gak belok" ucap vino dan mengudang gelak tawa dirungan itu, adit hanya mendengus kesal


Drttt drttt drttt


Telepon raka berbunyi menandakan ada panggilan masuk, raka mengambilnya dan tertera nama beruang kecil.


"halo" ucap raka disebrang telepon


",,,"


" gue masih ada urusan bentar, kenapa?" tanya raka


",,,"

__ADS_1


"kangen ya" goda raka


",,,"


"eh,,,"


"lah kok diputus" ucap raka dan geleng geleng kepala sambil tersenyum dan gelagat raka tadi tidak jauh dari pandangan orang orang disana


"siapa sih tuh cewek bisa bikin, boy kayak gitu" ucap vino


"weh pacarnya boy, cantik banget, gue juga pengen kali" jawab bams


"iya dan lo tau saat kita pindah sekolah kesekolahanya raka, bams hampir nampar cewek itu, untung boy datang langsung kicep ni anak" ucap sam yang mengingat kejadin itu


"lo tuh gak usah ember deh" ucap bams


"gak tuh gue gayung" bukan sam yang menjawab tapi adit


"lo beneran mau dihukum?" tanya bams


"hehehe gak deh canda gue" ucap adit cengengesan


"boy mau kemana?" tanya vino


"pulang" jawab raka


"pulang apa ngapel" jawab bams


"pulang" ucap raka dan memakai masker dan topi setelah itu ia keluar bersama adit.


"vin lo nginep sini?" tanya bams


"kayaknya iya deh, besok aja gue pulang ngasih kejutan, hari ini gue bakal habisin waktu bersama lo berdua" ujar vino


"siap bosque" jawab bams dan mereka pun merayakan kepulangan vino dengan minum minum tanpa raka.


Lain dimulut lain dihati, raka yang mengatakan akan pulang tapi malah membelokan mobilnya kerumah kara, ia ingin melihat gadis cantiknya


tok tok tok


Pintu terbuka dan menampilkan gadis cantik yang menatap kesal pada cowok didepanya


"bunga cantik untuk gadis paling cantik" ucap kara sambil memberikan bunga mawar merah pada kara, entalah makin hari sikap raka berbeda terhadap kara, mungkin karna ia sudah menetapkan hatinya pada gadis pembuat onar ini


"ini aja?" tanya kara dan mengambil bunga itu


"dan coklat manis untuk gadis yang manis" ucap raka dan memberikan sebuah coklat


"ini aja" ucapan yang sama dilontarkan oleh kara, raka bingung apa yang harus ia katakan, karna kesal raka hanya diam saja kara pergi ketaman depan dan duduk di sebuah kursi panjang


"kar, kenapa ada yang salah?" tanya raka pada kara


"dengerin gue ya, gue gak butuh semua ini yang gue butuhin itu cuma lo baik baik aja dan ngasik gue kabar lo ada dimana, gue khawatir ka" ucap kara akhirnya, raka tersenyum mendengar hal itu


"okey gue minta maaf, lain kali gue bakal kabarin kalau gue pergi, jangan ngambek lagi dong" ujar raka dan mengacak rambut kara gemas


"ka jangan pernah tinggalin gue sendiri ya" ujar kara dan menyenderkan kepalanya di bahu raka dan raka mengusap pelan rambut kara


"gak bakal, jadi lo juga gak boleh tinggalin gue sendiri" ucapnya


"gue masih ingat, gue pernah sumpahin lo dapat pacar nyebelin, eh malah gue yang jadi pacar lo sekarang, apa jangan jangan gue nyebelin ya?" tanya kara dan bangkit dari sandaran ternyamanya dan menatap raka


"maybe" jawab raka

__ADS_1


"ishh ngeselin" ucap kara dan mengerucutkan bibirnya dan mereka pun tertawa bersama


"gue gak nyangka bisa jatuh cinta sama cewek pembuat onar disekolah" ucap raka


"dan gue juga gak nyangka bisa jatuh cinta sama ketos galak dan nyebelin kayak lo" ucap kara


"emmm ka gue bole tanya gak?" tanya kara pada raka


"tanya apa?" ucap raka


"waktu ini gue sempet kerumah lo, terus gue masuk kekamar lo dan,,," ucapan kara terhenti oleh raka


"dan lo liat foto gue yang berbeda, dan tampan" ucap raka pedenya


"ihh kepedean" sinis kara dan membuat raka tertawa


"beneran raka gue belum selesai ngomong" ucap kara


"panggil sayang dulu baru mau jawab" kata raka dengan wajah tak tau malunya


"hah, kok gitu?" tanya kara heran


"ya emang gitu" jawab raka tak mau kalah


"gak jadi, jugaan gak penting,,, eh tapi penting juga sih" ucap kara ragu


"kalau gitu bilang sayang dulu, dan seterusnya" seru raka


"okey, tapi itu juga berlaku buat lo gimana?" tawar kara


"okey sayang" jawab raka dan membuat pipi kara memerah


"gini ay,,, gue saat,," ucapan kara terpotong lagi


"ay,,, okey deh lebih bagus" jawab raka


"jangan potong lagi" ucap kara geram


"iya iya pacar aku yang paling cantik" ujar gemas raka


"gue saat kekamar lo, dan saat mau keluar gue ngeliat benda yang aneh buat lo, entah itu cuma mainan atau emang bener" bertele tele kara menjelaskan


"langsung aja benda apa?" tanya raka kepo


"pistol" jawab kara, dan membuat raka diam seribu bahasa


"ay lo kok diem, jawab" desak kara pada raka, dan membuat raka menatap kara


"ohhh itu,,, emmm itu,,, mainan ya mainan gue saat kecil"elak raka


"mainan tapi itu kayak asli" ujar kara


"enggak itu cuma mainan aja, udah gak usah dipermasalahkan lagi okey, dan karna udah malam gue pamit dulu tuan putri" kata raka dan pamit pada kara serta kedua orang tua kara melalui kara.


Saat didalam mobil raka segera melajukan mobilnya pulang, karena mami dan papinya pasti sudah dirumah sekarang.


"gue bakal bilang kepapi gue harus kembali kedunia itu" ucapnya


"kenapa gue ceroboh sih, bisa ninggalin pistol dikamar, semoga aja kara gak tanya lagi" ucapnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


🌸🌸🌸


LIKE COMMENTNYA SELALU YA

__ADS_1


DADAHH,,,


__ADS_2