Love You Ketos

Love You Ketos
bab 39 kalung itu,,,


__ADS_3

Melihat lihat luasnya taman yang berada di halaman keluaraga mahendra membuat kara capek sendiri dan memilih untuk duduk di kursi panjang yang didepanya terdapat bunga mawar merah.


"kenapa gue bisa suka sama raka?" tanyanya pada diri sendiri sambil terseyum, mengingat kejadian tadi pagi di halaman sekolah SMA MULIA, yang ia menyatakan perasaanya pada raka sang ketos nyebelin dan galak yang bisa membuat hatinya luluh


"gue sayang sama lo ka, gue harap lo juga sama sayangnya sama gue" ucap kara sambil terseyum


"gue juga sayang sama lo" ucap seseorang yang tiba tiba muncul dibelakang kara, kara menoleh dan mendapati raka yang sedang terseyum kearahnya


"tuhan apa ini namanya senyum semanis gula?" batin kara yang masih terpaku pada senyum manis raka yang membuat dunia kara seakan berhenti


"kenapa bengong?" tanya raka dan duduk disamping kara


"eh enggak" ucap kara cepat karena raka memergokinya


"udah lama?" tanya raka


"lama apa?" tanya kara balik


"udah lama disini?" raka menghadap kearah kara


"enggak terlalu sih" ujar kara dan raka hanya manggut manggutkan kepala


"udah siap buat besok?" tanya kara pada raka yang sedang memandang lurus kedepan


"udah, dan lo jangan lupa janji lo buat jadi asisten gue selama pertandingan" ingat raka pada kara, dan kara menoleh ke arah raka


"lo juga lupa janji lo, lo gak ada tuh jadi asisten gue di sana pas gue tanding" cemberut kara dan membuat raka ingin mencubit pipi kara


"lokan marah saat itu jadi gue gak berani buat deket sama lo" jawab raka sekenaknya


"alesan aja, bilang aja lo malukan jadi asisten gue" kesal kara


"enggak, aduh gimana ya gue jelasinya, gue gak malu kar" ucap raka


"terus apa?, hah" ketus kara yang semakin mara, raka menarik nafasnya dan memegang erat tangan kara dan membalikan kara agar menghadapnya


"denger ya, gue gak pernah malu jadi apapun yang lo suruh, gue bakalan jadi apapun yang lo mau, yang gue tau gue cinta dan sayang sama lo, dan lo akan jadi milik gue saat ini sampai selamanya" ungkap raka dan membuat pipi kara memerah karna salting mereka pun berpelukan di taman yang indah itu.


"ekhm ekhem berasa dunia milik berdua, yang lain mah ngontrak" sembur sasa yang baru datang membawa minuman dan makanan kecil, raka dan kara melepaskan pelukanya dan melihat ke arah sumber suara


"dasar pengganggu" kesal raka dan pergi untuk ganti baju


"hahahahah, aku dibilang pengganggu dianya aja yang gak liat tempat hahahah" sasa duduk di samping kara dan mereka mengobrol sambil menikmati bunga yang indah didepanya


"sa, gimana denganmu?" tanya kara, membuka sebuah obrolan baru


"gimana?. maksudnya apa kak?" tanya sasa yang masih terus memakan makananya


"bara" lirih kara dan membuat sasa berhenti makan dan memandang lurus kedepan


"aku gak tau kak, perasaan ini gak bisa aku hindari, tapi aku akan mencobanya" tekat sasa dan membuat kara terseyum, mereka pun berpelukan.


🌸🌸🌸


Keesokan harinya tim raka telah bersiap untuk tanding hari ini, raka selaku ketua tim basket mengarahkan dan sebelum menuju ke tempat perlombaan raka mengajak semua timnya untuk berdoa, selesai itu tim basket putra, osis, guru serta suporter pergi ke sekolahan SMA MULIA.


"semangat ya, lo harus menang, dan karena kemaren gak jadi ke cafe lo harus tepatin nanti untuk merayakan kemenangan lo" ucap kara pada raka


"iya gue bakal tepatin nanti okey, gue mau kesana dulu" pamit raka dan sedikit mengacak rambut kara, kara pun pergi menuju tempat duduknya sedangkan raka pergi menemui timnya, dan saat di tengah lapangan raka tidak sengaja menabrak seseorang, dan membuat sebuah kalung jatuh, raka mengambilnya


"maaf kalung lo jatuh" ucap raka pada seseorang yang ia tabrak tadi, orang itu berbalik dan melihat raka


"ohh thank ya" ucap orang itu dan mengulurkan tanganya, namun raka tidak langsung memberikan kalung itu ia tatap kalung itu lama.


"maaf kalung gue" ulang seseorang itu dan membuat raka tersadar

__ADS_1


"oh sorry, nih" raka memberikan kalung itu


"thank ya" ucap orang itu dan pergi dengan senyum tidak bisa diartikan


"kalung itu,,, sepertinya gue pernah liat, tapi dimana?" gumam raka yang sepertinya pernah melihat kalung itu


"raka" panggil kevin dan membuyarkan lamunan raka tentang kalung itu, raka menoleh dan mengangguk setelah itu ia mendekat ke arah timnya.


Di tempat tim putra SMA MULIA orang yang mempunyai kalung itu terseyum misterius, dan menatap lawan timnya yang akan kalah lagi melawan timnya.


"liat aja, kita bakalan menang lagi" seru orang itu


"lo udah ngelakuinnya?" tanya temannya


"seperti biasa, lihat saja nanti" ucap orang itu sambil terseyum devilnya


"lo yakin dia tau tentang itu?" tanya temanya satu lagi


"gak ada yang didunia ini gak tau tentang itu" jawabnya dengan senyum sinis


Mereka adalah anggota tim basket putra dari SMA MULIA, yang bertabrakan dengan raka tadi bernama GINO ABRAHAM sang kapten basket, dan dua temanya bernama TIO ABARAS dan BEN ASRAF.


"lihatlah dia saat ini pasti mengintruksikan timnya agar mengalah saja" ucap gino sambil melihat kearah tim SMA TUNGGAL


"wah berhasil lagi strategi lo bos" ujar tio senang


"pastinyalah jika bos gino sudah bergerak semua pasti menjadi gampang" sambung ben senang


"jadi kita main seperti biasa bos?" tanya ben pada gino


"iya kita main santai saja, gue yakin mereka akan menyerah" yakin gino. Akhirnya pertandingan dimulai, sorak sorak terdengar di lapangan basket, masing masing suporter memberi semangat dengan cara mereka masing masing, raka berhasil mencetak point dalam permainanya, dan sekolah lawan juga berhasil mencetak point seluruh siswi yang melihat terpana oleh ketampanan masing masing kapten tim basket yang sedang bertanding dan,,,


PRITTTTT


Pertandingan akan dilanjutkan setelah istirahat sejenak, raka mendekati anggota osis bersama timnya.


"iya,,, sampai raka bisa mendapatkan point lebih banyak dari sekolah lawan, yang gue tau tim lawan gak pernah terkalahkan dalam permainanya"ucap rama


"jelas dong kak raka gitu, dia itu panutan gue" ungkap bara senang


"keren" ucap seseorang dari belakang raka, dan raka menoleh langsung terseyum


"nih hauskan" kara memberikan raka minum


"thanks" ucap raka dan meminum minumanya


"nyamuk, nyamuk gue jadi obat nyamuk" sembur dimas


"dunia milik berdua woi" sambung rama


"gue baik, ganteng diem" ucap bara


"sok ganteng lo, batu bata" toyor dimas pada kepala bara


"biar gue punya pacar" ledek bara dan dapat pelototan dari dimas


"raka, gue mau mpphhhhh,,," belum selesai dimas berbicara bara telah mebekap mulut dimas dengan tanganya


"apa?" tanya raka bingung


"enggak ada kak, heheheh" ucap bara sambil nyengir, dan melepaskan tanganya dari mulut dimas


"lo ya, sakit tau" kesal dimas


"lo sih kak gak bisa diam" ketus bara balik

__ADS_1


"lo yang mulai duluan ya gue bales lah" ucap dimas tanpa dosanya


"udah lo berdua gak usah ribut okey" lerai rama akhirnya, mereka pun tertawa bersama


Di lain tim hanya terdapat tatapan tajam untuk tim dari SMA TUNGGAL, mereka terlihat kesal melihat pointnya lebih rendah dari tim lawan


"gimana bisa" marah gino


"bos sepertinya ada yang aneh disini, biasanya tidak ada yang berani melawan kita setelah mengetahui itu" jawab tio yang juga kesal


"bos mungkin dia ingin mendapat point sendikit, setelah itu pasti dia menyerah" fikir positif ben


"bisa saja bos, dia gak mau malu, kalah dengan point 0 " tambah tio dan mendapat anggukan dari gino


"baik kita lihat, jika sampai dia macam macam kita hancurkan mereka, terlebih untuk kaptennya yang gue tabrak tadi" ujar gino . akhirnya pertandingan dimulai lagi, pertandingan menjadi semakin sengit karena dari masing masing tim hanya selisih sedikit point, dan pada akhirnya tim dari SMA TUNGGAL membawa kemenangan, sorak sorak dari suporter sma tunggal sangat riuh atas kemenangan yang di raih oleh tim basket putra.


"yey traktiran iam coming" seru ina yang sangat senang akan mendapat traktiran dari raka di RKcafe


"lo ngasih selamat dulu kek, malah mikirin traktiran" sindir sinta yang berada di samping ina


"biarin, hidup gue itu senang bila ada gratisan hahaha" jawab ina sambil tertawa


"aneh" gumam dimas dan didengar ina


"apa lo nyet, bilang gue aneh, tolong ngaca" sarkas ina


"eh kunti tolong jangan alay" jawab dimas dengan tak santainya


"gue itu bukan alay tapi lebay" jawab ina dengan tatapan sinisnya


"sama aja kunti" gerutu dimas sambil menjitak kepala ina


"awww lo bisa pelan napa jitak pala gue sakit tau" kesal ina


"ehh hehehe iyaiya sorry" ucap dimas sambil mengelus kepala ina


deg


"tolong tuhan, gue gak kuat ini," batin ina yang masih diam sambil menatap dimas


"ekhm, ada yang cilok nik" celetuk rama


"cinlok yank, kamu ini mah malu maluin" ralat sinta


"oh iya itu maksudnya, maaf yank tapi kalau aku salah kan kamu juga yang ngebenerin" ucap rama sambil mencubit pipi sinta


"adoh, kenapa gue yang berasa jomblo disini?" gumam bara yang dari tadi hanya melihat kebucian


"udah yok katanya mau ditraktir" ucap raka dan menggandeng tangan kara untuk pergi dari sana, mereka berlima pun pergi mengikuti kara dan raka.


"gak mungkin ini gak mungkin terjadi, pertama kali gue kalah dalam permainan gue sendiri" marah gino yang saat ini berada di sebuah ruangan yang sangat luas bersama tio dan ben


"sepertinya dia tidak mengetahui kita bos" sahut tio


"atau mungkin saja dia ingin bermain main dengan kita" sambung ben


"baiklah jika itu yang dia inginkan lihat saja, dia akan menyesal" kata gino, "cari tau tentang kapten itu" suruh gino dan berlalu dari ruangan luas itu.


"udah lama gak main" ucap tio senang


"yoi mari kita nikmati permainan yang akan terjadi" sahut ben dengan senyum devilnya, mereka berdua tertawa sambil meminum minuman terlarang yang berada di ruangan tersebut.


🌸🌸🌸


TERIMAKASI YANG UDAH MAMPIR DISINI SEMOGA SUKA SAMA CERITANYA...

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE COMMENTNYA YA KALAU BISA SETIAP BAB THANKYOU😘


DADAHHH,,,.


__ADS_2