
Setelah melewati berbagai rintangan dan berbagai halangan akhirnya adit menemukan dua orang yang ia cari, ya mungkin sedikit lebay tapi emang kenyataan
"dari tadi kalian disini?" tanya adit yang sudah duduk didepan mereka berdua, sam dan bams berada di belakang kampus dan duduk di dibawah pohon.
"kenapa?" tanya sam, saat ini mereka sedang bermain game bersama
"gue mau nanya nih, bos boy udah balik?" tanya adit dan diangguki oleh mereka berdua, "kok kalian gak bilang" sambung adit lagi
"gue kira lo udah tau" jawab cuek bams, adit hnya memutar bola matanya malas, hening beberapa saat karna bams dan sam sedang asik mabar sedangkan adit memikirkan sesuatu
"kalian berdua tau kara?" tanya adit tiba tiba dan membuat atensi mata dua orang yang sedang mabar itu menoleh keadit sebentar dan kembali melanjutkan permainan mereka
"tau, kenapa?" tanya sam
"cantik ya" jawab adit sambil tersenyum
"lo suka?" tanya bams sambil mengernyitkan alisnya
"iya, dia yang waktu itu gue ceritain pas gak sengaja nabrak dia di halaman" jawab adit
"dia udah punya pacar" jawab sam
"ia gue tau, pacarnya diluar negerikan sekolah, berarti ada kesempatan buat gue jadi setanya, yaitu orang ketiga" adit sangat pede dengan apa yang akan dilakukan
"okey, kalau gitu lo gali tanah sekarang ya ukuran sebadan lo itu, gue males nanti buat lobangnya" jawab bams akhirnya mereka selesai bermain game dan malah meladeni kemauan adit
"lah ngapain, gak usah gue gak suka keributan buat ngedapetin cewek, apalagi harus bunuh pacarnya dia" adit tidak mengerti apa yang diucapkan bams dan malah berfikir itu untuk pacar kara
"buat lo maksud gue" jawab bams dan mereka berdiri meninggalkan adit yang masih tak mengerti ucapan bams tadi yang membuat kepalanya pusing
Drttt drttt
Ponsel adit berdering pertanda ada panggilan masuk, adit pun mengangkatnya
"hallo" ucap adit pada seberang telepon
"lo gak lupakan hari ini" jawab orang disebrang telepon itu
"iya gue inget" jawab adit cuek
"lo harus dateng, capek gue ngingetin lo mulu" jawabnya lagi
"lah jangan diingetin klau gitu" adit menjawab enteng
"ck, udah gak mau tau gue lo harus dateng, kalau bisa lo gak usah ajak temen lo yang aneh itu, tapi kalau yang lagi satu boleh lah hehehe" orang disebrang telepon itu terkekeh
"awas lo suka lagi sama si bams" ledek adit
"udah bey gue lagi sibuk" ucap orang itu
"kalau sibuk ngapain lo nelpon gue?" tanya adit geregetan
"gue ini cuma ngingetin lo, gue sahabat lo ditttt, udahlah daa" setelah itu sambungan itu terputus, adit melihat kelangit, dan menghembuskan nafasnya lelah
"gue kuat" semangatnya pada diri sendiri sebelum beranjak untuk pergi dari sana, dilain sisi di taman kampus saat ini dua orang yang sudah lama terpisah akhirnya bertemu lagi, namun tidak ada kata kata yang terucap dari mereka, mereka hanya memandang satu sama lain, tiba tiba raka menyentuh pipi kara dengan tanganya dan membuat air mata kara jatuh begitu saja, raka segera mengusapnya dengan ibu jarinya
"aku kembali" ucap raka menatap mata indah yang selama ini dia rindukan, "aku kangen sama kamu, maaf karna aku lama perginya, tapi saat ini aku gak akan pernah pergi lagi dari kamu" namun kara masih diam menatap orang didepanya ini,
"kamu marah sama aku, karna aku tinggal?" tanya raka, kara masih diam menatap raka, "maaf, aku minta maaf, aku,,," sebelum raka menyelesaikan kalimatnya kara lebih dulu memeluk erat raka, kara menangis bahagia karna orang yang dia cintai telah kembali dan saat ini sudah ada didepanya, raka kaget dengan tindakan kara namun setelah itu dia tersenyum dan membalas pelukan kara
__ADS_1
"jahat, jahat, jahat hiks kamu terlalu lama hiks, aku merasa sendiri disini gak ada kamu hiks hiks hiks" kara menangis didalam pelukan raka
"maafkan aku, aku janji gak bakal ninggalin kamu, aku akan selalu ada disamping kamu sampai kapan pun" raka melepaskan pelukan mereka dan mengusap sisa air mata kara, "jangan nagis lagi, nanti jelek" ucap raka sambil tertawa, kara juga tertawa dan mereka pun berpelukan lagi untuk melepas rindu yang sangat sangat menumpuk itu, raka melepaskan pelukan itu dan menggenggam tangan kara
"sebenarnya aku ingin mengajakmu kesuatu tempat, yang menjadi awal dimana kita bisa seperti ini, yang kamu kira aku adalah seekor kodok" dengan kekehan raka mengatakan itu kara hanya tersenyum, "tapi aku udah gak sabar lagi jadi aku akan mengatakan ini sekarang, aku sudah menyiapkan semuanya setelah aku sadar dari koma dan dari saat itu aku akan selalu ada disamping kamu sampai maut memisahkan, and kara gadis pembuat onar yang dulu aku kenal sekarang menjadi gadis yang sangat aku cintai, maukah kamu menjadi satu satunya wanita yang mendampingi ku sampai seumur hidup" lanjut raka, kara masih diam mencerna kata kata raka, setelah itu raka berlutut dan mengeluarkan sebuah kotak yang berisi cincin
"maukah kamu menikah denganku" ucap raka dengan menatap mata kara sambil menampilkan senyuman terbaiknya, kara terkejut dengan ucapan raka yang tiba tiba melamarnya setelah itu kara tersenyum dan mengangguk, raka memasangkan cincin itu di jari manis kara dan menciumnya setelah itu raka langsung memeluk kara bahagia, hanya itu yang dirasa oleh dua orang tersebut
"wah wah wah ada apa ini" ucap seseorang yang datang dengan tiba tiba
"ohhh aku tau, udah nih kak?" tanya salah satu dari mereka, dan ternyata merupakan orang tua raka dan juga sasa
"udah dong" ucap raka bangga, kara hanya tersenyum saja dan langsung memberi salam kepada kedua orang tua raka
"udah apa?" tanya papi beni
"raka udah lamar kara" jawab raka serius
"hah beneran, selamat ya sayang, aduh mami bakal punya mantu cantik bentar lagi" mami ida mencubit gemas pipi kara yang bersemu merah karna malu setelah itu ida dan kara saling berpelukan
"kalau gitu langsung nikah aja biar cepet" sahut papi beni
"boleh tuh pi" jawab raka senang
"enggak, kara masih kuliah, gimana kuliah kara" tanya kara dengan polos
"sayang, kamu boleh kuliah kalau pun kamu sudah nikah dan tenang saja kamus ini itu punya calon suami kamu" ujar mami ida
"punya raka mi?" tanya kara dan diangguki oleh mami ida
"iya kara, hari ini papi bakal nyerahin kampus ini atas nama calon suami mu itu, dan setelah itu kalian harus menikah, mama sama papa mu pasti sangat setuju" sambung papi beni, kara hanya diam karena saat ini dia hanya malu akan obrolan dari keluarga yang akan menjadi keluarganya kelak
"sasa kamu jangan ganggu calon istriku" raka langsung menarik kara agar berada disampingnya
"calon istrimu juga calon kakak iparku tolong ya" ujar sasa sinis pada kakaknya itu, setelah itu mereka pergi , kara dan raka memilih pergi ke kantin, orang tuanya pergi ke ruang yang telah disiapkan oleh kampus sedangkan sasa memilih untuk jalan jalan sebentar.
"wah selamat ya, udah jadi calon nona muda mahendra" ucap bams dan diangguki oleh sam, saat ini mereka berempat berada dikantin dan jangan lupa tatapan tatapan dari mahasiswa disana
"gila keren banget lo boy, dateng dateng maen lamar aja, kalah si bams" ujar sam tertawa
"tolong ngaca okey" sahut bams mereka berempat tertawa, kara pamit untuk pergi membeli minuman
"gimana perkembangan serigala hitam?" tanya raka saat ini berada dalam mode serius
"belum ada, tapi mereka saat ini menetap di luar negeri dan anggota kita sedang menyelidiki dimana letaknya, karna akses mereka sangat susah dilacak boy" ujar sam, raka hanya mengangguk
"gue takut, suatu saat nanti mereka akan kembali dan membalas dendam" ada nada khawatir raka jika nanti akan terulang masa dimana dia melihat maminya disekap
"tenang aja boy, kita akan melakukan sebaik mungkin supaya tidak terjadi hal itu lagi" ucap bams dengan serius
"ohh my bos boy, gue kangen banget sama lo" adit datang dengan santainya dan duduk disamping raka, raka hanya menatapnya datar
"gak usah lebay" ucap raka
"lo ya gak ngabarin gue kalau pulang" kesal adit, bams dan sam saling kode dan merencanakan sesuatu
"oh iya dit, bilang dong ke boy kalau lo lagi suka sama seseorang" ujar bams dengan senyuman
"ahh iya, bos boy, gue lagi suka sama seseorang dia itu cantik tapi cuek dan gue suka, judes tapi manis, dia sekolah disini, nanti kalau ketem,,, nah itu dia" ujar adit saat melihat kara berjalan kearah mejanya
__ADS_1
"siapa?" tanya raka, raka pun menoleh dan tersenyum melihat calon istrinya datang
"wah dia senyumin gue" ujar pede adit sedangkan bams dan sam sudah nahan ketawa, raka masih tak mengira jika orang yang disukai oleh adit adalah kara
"nih" kara menyodorkan minuman buat raka namun lebih dulu diambil oleh adit
"thanks ya, akhirnya lo bisa liat klau gue ini ganteng" adit masih dengan kepedeanya sedangkan bams dan sam sudah tertawa, raka?, dia masih diam menatap heran adit
"maaf kak, minuman itu bukan untuk kakak" ujar kara datar, berbeda jika dengan raka
"udah lo gak usah malu gitu, ini semua temen temen gue jadi santai aja" adit akan minum minuman itu namun sudah dirampas oleh raka sebelum adit meminumnya
"kalau dia bilang bukan buat lo jadi jangan diminum" raka mengambil paksa minuman tersebut
"terus buat siapa emangnya kalau bukan buat gue, gak mungkin buat lokan" adit menujuk raka
"emang" jawab kara
"hah?" tanya adit melonggo
"sini duduk" raka menarik tangan kara dan menyuruhnya duduk disamping raka, sedangkan raka saat ini berada di tengah tengah adit dan kara
"weh bos boy, gue duluan yang nemu tu cewek, lo baru dateng udah rebut aja" adit tak terima jika gadisnya diambil
"lo kira calon istri gue barang" raka menatap adit tak suka
"ya mungkin aja,,, eh eh eh apa lo bilang bos?,,, calon istri?, gak halu lo ya, atau lo masih merasa mimpi?" adit masih ngeyel
"dit, cewek yang lo suka itu calon istrinya boy, dan mereka akan menikah bentar lagi" ujar bams dengan masih tertawa
"hah apa, kok gue,,, ohhhh jadi ini maksud lo, lo nyuruh gue buat gali kuburan gue sendiri?" adit manggut manggutkan kepalanya mengerti dengan kata kata bams tadi, "lah, ah sorry bos sumpah gue gak tau, kalau gue tau gak mungkin gue ngerilik dia" adit sudah merasa hawanya memanas dengan tatapan dari raka walau tak tajam tapi seakan menggores kulitnya
"kamu kenal?" tanya kara pada raka
"temen aku" jawab raka, dan diangguki oleh kara
"udahlah gue lagi patah hati, gue nyarik cewek lain aja" adit meninggalkan kantin setelah keluar kantin ia dipanggil oleh seseorang dan adit menoleh
"kenapa?" tanyanya
"lo tau kara?" tanyanya
"tau kenapa?" tanya adit balik
"dimana?" adit menujuk kantin, dan orang itu mengagguk
"gue saranin lo jauh jauh dari dia" adit memukul pundak orang itu pelan dua kali dan pergi begitu saja
"kenapa?" gumam orang itu dan menuju kantin, dan melihat kara sedang duduk bersama dua pria yang menganggu makan siangnya bersama kara dan satunya lagi adalah orang yang membawa kara pergi tadi, tanpa aba aba orang itu berjalan dan langsung menarik tangan kara, kara menoleh juga raka bams dan sam
"kak miko"
🌸🌸🌸
APA YA, POKOKNYA TERIMAKASI SEKALI KALIAN MASIH STAY DISINI DAN JUGA MEMBERI IDE CERITA, AKU HARAP KALIAN BETAH YA
JANGAN LUPA LIKE DAN COMMENTNYA
DADAHHH
__ADS_1