Love You Ketos

Love You Ketos
bab 61 Diculik


__ADS_3

Pesawat yang dinaiki oleh beni dan ida sampai di bandara dan saat mereka turun, mereka disambut oleh beberapa orang yang berpakain hitam, dan salah satu dari mereka mendekati beni dan ida


"tuan saya ditugaskan untuk menjemput anda" ucap orang itu sopan


"ohh kau, baiklah ayo mi" beni pun menggandeng tangan ida dan mengikuti orang tadi


"papi kenal?" tanya ida


"dia pasti anak buah baru di anggota papi" jawabnya enteng dan ida hanya menganggukan kepala, setelah berjalan sedikit lama sampailah mereka di sebuah mobil warna hitam


"silahkan tuan, nyonya" ucap orang itu sopan beni dan ida masuk, setelah didalam mobil beni lupa mengabari anaknya dan dia pun ijin ke istrinya untuk keluar sebentar untuk menelpon raka, beni sedikit menjauh dari mobil karena terlalu bising


"kenapa anak ini tidak mengangkat teleponya, tadi dia mengatakan akan menjemput, ini malah menyuruh anak buahnya" gerutu beni dan terus mencoba menghubungi raka, beberapa menit berlalu dia mendapat pesan dari istrinya


ISTRIKU


'Pi aku pulang duluan, aku sangat lelah, kau naik mobil yang satunya lagi'


"dia meninggalkan ku sendiri disini, kurasa lelahnya lebih berharga dibandingkan diriku" kesal beni dan berjalan menuju mobil yang akan membawanya pulang


"kenapa sepi, apakah semua anak buah raka mengantar istriku?" heran beni karena tidak ada satu pun orang yang tadi menggunakan pakaian hitam


"pi" beni mendengar suara raka dari kejauhan, dan saat menoleh raka datang bersama beberapa anak buah yang termasuk inti dari mafianya


"boy, kamu papi tlepon dari tadi kenapa tidak kamu angkat?" tanya beni saat raka sudah berada di hadapanya


"ponsel raka tertinggal pi, maaf" jawab raka hanya nyengir


"om" sapa bams dan sam dan diangguki oleh beni


"boy kamu harus memberi pelajaran kepada anak buahmu karna mereka meninggalkan papi" suruh beni pada raka dan raka hanya mengeryitkan heran


"om yang mana yang berani meninggalkan om, bilang sama saya pasti saya bantai langsung" sahut bams


"itu anak buahmu yang baru, karna papi juga gak kenal mukanya, semuanya baru papi liat" jawab beni


"tapi raka baru saja sampai pi, bersama anak buah raka, dan raka tidak ada mengirim anak buah kesini lebih dulu" jelas raka dan membuat beni berfikir


"terus yang tadi menjemput papi siapa?" tanya beni heran


"ya mana raka tau, ayolah kita pulang, oh iya mami mana?" tanya raka pada papinya dan saat itu juga beni teringat akan istrinya yang dibawa oleh mobil tadi, beni langsung mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi istrinya namun tidak ada jawabanya

__ADS_1


"pi, papi kenapa?" tanya raka yang mulai gelisah


"mami raka, mami dibawa sama orang yang papi kira anak buah kamu" jawab papinya yang masih berusaha menelpon istrinya namun tidak ada jawabanya juga, raka mendengar itu langsung merasa khawatir apa yang ia takutkan terjadi


"ini pasti perbuatan dia" raka langsung mengarahkan anak buahnya mencari maminya dan juga mengecek cctv di bandara ini, bam dan sam ditugaskan untuk mempersiapkan segala keperluan dimarkas untuk mencari maminya, setelah itu raka dan papinya menuju ke markas utama


"siapa raka?" tanya beni yang sudah marah dan dingin dia kembali ke metode saat dia menjadi seorang mafia


"serigala hitam pi" jawab raka


"memangnya apa keuntungan dia menculik mami?" tanya beni


"aku rasa mereka balas dendam pi, karna raka telah mengalahkanya dulu" jawab raka sedikit menyesal, "maaf pi" lirihnya


"tidak ini bukan salah mu, kita akan berusaha menyelamatkan mami" jawab beni yang tidak ingin membuat raka merasa bersalah, saat sampai dimarkas beni dan raka disambut dengan sopan oleh anak buah disana dan mereka akan melacak keberadaan serigala hitam terlebih dahulu, dan saat masih mempersiapkanya tiba tiba pintu rungan mereka terbuka dan menampilan dua orang, yang sangat mereka kenal


"kau melupakan kita?" tanyanya dingin dan mendekat kearah beni dan beberapa anak buahnya


"kenapa bisa terjadi?" tanya nana, ya mereka adalah doni dan nana orang tua dari kara


"mama sama papa disini?" tanya raka heran melihat orang tua kara berada di markasnya


"iyalah, kamu gak taukan papa, mama sama papi dan mamimu ini adalah mantan mafia yang kau jalani sekarang" jawab doni dan membuat raka terkejut karena ia tidak tau kebenaran tentang ini


"aku sudah ikut" sahut seseorang yang juga datang ke ruangan itu


"vino" seru mama nana dan papa doni


"papa sama mama gak taukan, sebenarnya aku sudah bergabung disini dari dulu tapi aku takut mama sama papa ngelarang jadi, aku gak bilang, dan saat tadi aku dengar papa sama mama adalah mafia juga jadi aku memberanikan diri menunjukan diriku, sebenarnya aku sudah datang dari tadi tapi saat mama sama papa aku liat datang jadi aku sembunyi dulu" ucap vino panjang lebar dan mereka berdua mengagguk


"ketemu" ucap sam, semua perhatian sekarang tertuju pada sam


"lokasinya berada di tengah hutan dekat kampus om beni" ucap sam


"tengah hutan" gumam nana


"bukankah disana ada gedung tua, dan yang mengetahui itu cuma aku, doni, beni, ida dan,,," nana menggantungkan kata katanya


"dan siapa?" tanya raka


"Dani" lanjut nana, raka mengeryitkan alisnya sedangkan doni dan beni terkejut

__ADS_1


"seharusnya aku tidak melepaskanya saat itu" geram beni


"sabar ben, kita akan menemukan ida jadi kita harus merancang dengan sangat matang, dan yakinlah dia tidak akan macam macam sama ida" yakin doni pada beni


"siapa dani?" tanya raka


"dia dulu sahabat kita," jawab doni


"terus sekarang?" tanya bams


"sudah hancur karna keegoisan doni yang ingin memiliki ida yang saat itu sudah menjadi pacar papi kamu raka" jawab nana dan semua orang mengangguk


"ternyata, kisah cinta" bisik adit ditelingan vino


"ternyata rumit juga kisah cinta mereka" jawab vino


"makanya gue belum punya pacar karna gue tau itu pasti rumit" jawab vino lagi


"lo bukanya gak mau cari pacar tapi lonya aja yang gak laku" ucap vino meledek adit yang sudah memasang wajah jeleknya


"emangnya lo laku" ketus adit


"jelas, gue punya mantan nah lo gak ada" jawab vino tak mau kalah


"punya mantan belagu bener lo, yang harusnya dibanggakan itu punya pacar yang awet sampai sekarang bukan mantan" kesal adit


"vin lo gak tau aja si adit lagi suka sama seseorang" sahut bams yang ternyata mendengarkan mereka ngobrol, "eh salah bukan seseorang tapi mahkluk" sambungnya


"hah maksudnya?" tanya vino


"adit suka sama setan" jawab bams dan vino melonggo mendengarnya


"dit lo suka setan?" tanya vino


"setan?" tanya adit dan setelah beberapa detik adit pun mengangguk


"iya kenapa?" tanya adit


"gak waras ni anak, mending gue pergi" vino pun pergi meninggalkan adit yang tengah tersenyum


🌸🌸🌸

__ADS_1


MAAF GAJE BANGET, LAGI GAK BISA MIKIR UNTUK CERITANYA, GAK APA YA DAN SEMOGA SUKA, LOVE DARI AKU


DADAHHHH


__ADS_2