
"kalian mau lanjutin kuliah dimana?" tanya vino yang saat ini sedang berada di cafe milik raka yaitu RKcafe, bersama bams, sam dan juga raka.
"gue ikut boy aja, kemanapun dia pergi gue ikut" jawab bams enteng dan minum minumanya
"kalau gue mati lo ikut mati gitu?" tanya raka heran
"kalau bisa sih iya, gue itu udah anggap lo sodara gue boy, jadi lo jangan pernah pergi dari gue atau dari kita semuanya" jawab bams mantap
"alah pencitraan lo, bilang aja lo mau makan gratiskan disini " cibir sam yang tau arah fikiran bams
"nah itu lo ngerti" jawab bams dan yang lainya hanya memutar bola matanya malas
"gue sih kayaknya di kampus papi, papi bilang bakal nyuruh gue buat urus itu kampus langsung" jawab raka, yang saat ini sambil memainkan hapenya
"nah gue ikut juga kalau gitu" sahut bams dan diangguki oleh sam
"lo vin, mau lanjutin dikampus mana?" tanya sam
"gue kayaknya harus balik deh, gak bisa pindah" ucap vino
"lah katanya kalau boy balik lo bakal stay disini" ucap bams tak suka
"ya sorry, gimana dong" ucap vino tak merasa bersalah
"gue tau, jangan bilang lu punya pacar ya disana" tebak bams dan diangguki oleh vino
"idih gak bilang lo ye, dasar, okey fine terserah lo aja" ucap bams, mereka tertawa bersama dan tak berapa lama datanglah mahkluk yang datang terlambat tapi merasa tak bersalah
"huaaa gue capek, duduk dulu ya" ucapnya dan duduk di sofa sebelah vino
"lama lo" sahut vino
"sorry macet, pagi gue ada kuliah jadi ya sibuk, sorry lah" jawabnya, dia adalah adit, sang penguji di mafia raka
"oh dit lo kuliah di kampus papi gue kan?" tanya raka
"iya kenapa?" tanya adit
"gimana bagus gak, gue belum pernah liat" tanya raka
"baguslah, suasananya itu sejuk, gedungnya bagus udah kayak kampus kampus luar negri, apalagi mahasiswinya behh pokonya mantep" ucap panjang lebar adit
"serius lo dit, beneran, wih gue kuliah disana aja deh sekalian cari cewek" ujar bams yang semangat 45
"beneran, dan gue adalah salah satu mahasiswa teridola di kampus sana" sombong adit
"diliat dari mananya, atau mungkin satu kampus buta ya, bisa bilang lo idola di kampus" sahut sam
"iri bilang my boss" ucap adit
"idih najis gue" balas sam
"okey gue bakal sekolah disana aja deh, sambil cari yang baru" ujar bams
"urusan cewek aja lo nomor satu, terus cewek lo mau kemanain?" tanya sam
"ya gue tinggallah" jawab bams enteng
"idih sok playboy lo" jengah vino
"emang" enteng bams
"udah gak usah bahas cewek" ucap raka
__ADS_1
"alah ka cari aja lagi satu, gue yakin si kara gak bakal tau" suruh bams
"woi bams lo jangan ngajari sesat ya ke calon adik ipar gue, awas aja lo" ancam vino pada bams, "dan lo boy kalau sampai lo nyakitin adik gue awas aja lo ya" sambungnya menatap raka
"nyawa gue taruhanya kalau gue nyakitin adik lo" ucap raka
"nah ini baru mantep, kalau cowok harus gini gue suka gaya lo boy, dan gue pegang kata kata lo itu" ucap vino, mereka pun larut dalam obrolan itu tak menyaka waktunya raka harus pulang karena tadi di telepon oleh maminya agar pulang lebih awal. Setelah sampai rumah raka mandi dan berganti pakaian setelah itu turun menemui kedua orang tuanya yang sedang berada di ruang keluarga
"kenapa mi?" tanya raka saat melihat maminya sedikit gelisah
"gini sayang, oma sama opa lagi sakit, ya mungkin karna umur ya makanya mereka sering sakit, jadi mami mutusin buat pergi jenguki oma opa gimana bolehkan?" tanya ida pada anaknya
"emang berapa lama mami disana?" tanya raka
"belum tau juga tapi sepertinya lama juga" jawab ida lagi
"papi ikut?" tanya raka pada papinya yang duduk disamping maminya
"ikut, tapi papi cuma bisa bentar soalnya masih ada banyak kerjaan disini" jawab beni
"raka sih pengin ikut tapi ujian raka tinggal 2 minggu lagi jadi sorry" jawab raka
"iya sayang gak apa apa" jawab maminya
"mau kemana?" tanya seseorang yang tiba tiba muncul begitu saja
"loh sasa kamu ngageti aja" ucap ida melihat putri kesayanganya
"heheh maaf mi" ucap sasa dan duduk disebelah kakaknya
"dari mana?" tanya raka
"jalan" jawabnya
"sama?" tanya raka lagi
"eh tapi mata kamu kenapa merah?" tanya raka, dan orang tuanya pun juga melihat ke arah sasa
"iya sayang mata kamu merah, kenapa?" tanya ida kahwatir
"gak apa ma tadi cuma kena debu aja, its okey sasa baik kok" ucapnya menenangkan maminya, ya kali dia bilang habis nangis karena ditinggal cowok yang bukan siapa siapa nya, malu ya tolong
"ohh beneran, mami ambilin obat mata ya" tawar maminya
"enggak usah mi ini udah mendingan kok" jawab sasa, dan maminya hanya mengangguk
"tadi mau kemana?" tanya sasa lagi
"ohhh mami rencananya mau ke luar negeri, opa sama oma lagi sakit" jawab ida
"ohhh berapa lama ?" tanya sasa
"belum tau sih" jawab ida, "kenapa?" sambungnya lagi
"eee,,, sasa boleh ikut?" tanya sasa ragu ragu
"kamu kan sekolah sayang mana bisa tinggalin sekolah gitu aja" sahut maminya
"eh gini aja deh pi mi, sasa aja yang tinggal disana sama opa dan oma sekalian sasa jaga mereka, dan sasa bisa lanjutin sekolah disana bisakan?" tanya sasa
"eh kok gitu, kamu kenapa emangnya disini?" tanya ida
"enggak apa apa sih mi, sasa kasian aja liat papi kalau ditinggal lama lama sama mami" sahut sasa prihatin pada papinya
__ADS_1
"loh kok papi sayang" tanya beni
"ya aku tau papi gak mungkin bisa jauh dari mami kan" sahutnya, "lagian aku bisa sambil jalan jalan mi ya pi ya" mohon sasa
"kamu mau ninggalin kakak sendiri" ucapan raka membuat sasa melihat kakaknya
"alah waktu itu aja kakak terus ngancem aku mau kirim aku keluar negri, nah sekarang aku udah mau malah gak dikasik" cibir sasa
"ya kakak kan cuma gertak kamu aja" ucap raka
"udah gak usah aku juga kangen sama opa dan oma sekalian juga aku lanjutin sekolah disana, boleh kan pi, mi?" tanya sasa pada ida dan beni
"ya kalau itu pilihan kamu mami okelah, sekalian bisa jaga opa sama oma" ucap ida
"kalau papi terserah kamu aja, yang penting putri kesayangan papi senang" imbuh beni
"ohhh thankyou pi, mi love you" ucap sasa dan memeluk kedua orang tuanya
"mungkin ini adalah keputusan yang terbaik buat gue lupain dia, dengan cara menjauh dan tidak berhubungan lagi dengan dia" batin sasa, sasa melepaskan pelukanya
"kapan berangkatnya?" tanya sasa
"lebih cepat lebih baik" jawab ida
"besok?" tanya sasa
"gak bisa, surat surat pindahan mu belum diurus masa mau gampang gitu" sewot raka
"ihh kakak kenapa sih" ucap sasa
"udah besok kita berangkat, surat pindahan mu papi yangburus tenang saja, sekolah itukan punya calon mertuanya kakak kamu" ucap beni dan sedikit melirik raka
"apa, ngapain papi liat raka kayak gitu?" tanya raka
"enggak, biasa aja" jawab beni
"udah jangan ribut, nah sasa kalau gitu kamu masuk kamar dan persiapkan semuanya untuk besok, mami sama papi juga antar kamu sekalian jenguk opa dan oma" ucap ida dan juga pergi kekamar untuk membereskan barang barang yang akan dibawa besok, dan tinggalah di ruang keluarga ayah dan anak.
"pi raka mau nanya" ucap raka
"tanya apa boy" ujar beni
"papi kenal dengan mafia serigala hitam?" tanya raka, beni terdiam sejenak
"bukanya kamu udah habiskan mereka, kenapa?" tanya beni serius
"kemaren kata anak buah raka, dia melihat ada anggota serigala hitam datang di acara sekolah, dan ingin ngerusak acara tapi tidak jadi saat nama papi dan mami disebut oleh papa doni" sabungnya
"benarkah?, tapi papi gak merasa kenal dengan anggota itu" jawab papinya
"okey pi gak usah difikirkan, biar raka yang cari tau" ucap raka dan diangguki oleh beni
"kamu tetap waspada ya boy,"
"iya pi" jawab raka, dan akhirnya mereka sama sama sibuk dengan ponselnya masing masing.
🌸🌸🌸
SEMOGA SUKA SEMUANYA
THANKYOU BUAT YANG UDAH DUKUNG, YANG UDAH LIKE DAN YANG UDAH COMMENT AKU SANGAT BERTERIMAKASI.
SEMOGA GAK BOSAN YA SAMA CERITANYA
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE COMMENTNYA
DADAHHH