Love You Ketos

Love You Ketos
bab 33 Menyesal


__ADS_3

KUYYLAH LANJUT


🌸🌸🌸


"sasa ngapain disini" ucap seseorang yang membawa payung, sasa mendongak dan melihat orang itu


"eh kak sinta kak rama kok disini?" tanya sasa dan mulai berdiri dan menormalkan suaranya agar tidak ketauan sedang menangis


"untung hujan, jadi gak keliatan gue nangis" batin sasa dan terseyum kearah rama dan sinta ya orang itu adalah rama dan sinta yang baru selesai dinner berdua.


"eh ditanya malah balik nanya gimana sih" sahut rama dan sasa hanya cengengesan


"kok hujan hujanan?" tanya sinta lagi


"ouhh itu,,, ini sasa lagi,,, eee main ya main hujan kak udah lama sasa gak main hujan heheheh" ucap sasa sedikit kikuk


"dasar ya anak kecil" gemas rama,


"sendiri?" tanya sinta lagi


"enggak, tadi sama temen tapi udah pulang" jawab sasa berbohong


"oke kalau gitu ayo ikut, kakak anterin pulang" sambung sinta dan diangguki sasa, dia sudah merasa sangat kedinginan dan ingin cepat pulang saja. Didalam mobil sasa hanya diam sambil melihat keluar jendela, entahlah dia sedang memikirkan apa, yang pasti saat ini dia sangat kecewa kepada bara yang membohonginya.


"kenapa tu?" tanya sinta sambil mengode rama dan rama hanya mengedikan bahunya


"kita denger lagu yuk, hujan hujan enak lo denger lagu" ucap sinta dan ingin merubah keheningan yang terjadi, namun sasa tidak merespon dia masih dalam fikiranya tanpa menunda lagi sinta menghidupan musik di mobil.


Mungkin ini memang jalan takdirku


Mengagumi tanpa di cintai


Tak mengapa bagiku asal kau pun bahagia


Dalam hidupmu, dalam hidupmu


telah lama kupendam perasaan itu


Menunggu hatimu menyambut diriku


Tak mengapa bagiku cintaimu pun adalah


Bahagia untukku, bahagia untukku


"kak matiin" ucap sasa akhirnya bersuara, membuat sinta dan rama terkejut dengan suara sasa yang dingin dan datar, sinta hanya mengangguk dan langsung mematikan musiknya, dan sasa kembali melihat keluar jendela. Mendengar lagu itu seperti menyindir dirinya sendiri.

__ADS_1


"kak anter sasa kerumah kak kara bisa?" tanya sasa


"ouhh oke" ucap rama tanpa menanyakan lagi, rama mengira bahwa mood dari sasa sedang buruk akhirnya rama melajukan mobilnya menuju rumah kara. Sesampainya dirumah kara sasa langsung masuk dan bertemu dengan kara di ruang tamu.


"loh sasa, kok basah kamu main hujan apa gimana?" tanya kara yang melihat sasa basah


"heheh sasa tadi main hujan kak, biasa anak kecil kurang bahagia" ucap sasa berusaha menyembunyikan perasaanya yang kecewa


"ouhh bagus ya kamu" ucap seseorang yang baru datang dari arah dapur, sasa menengok dan terkejut melihat sang kakak ada disini, "ijin keluar sama temen tapi main hujan, bagus nanti kalau sakit gimana hah" geram raka melihat tingkah adiknya itu


"maaf kak, sasakan gak pernah main hujan, ini cuma sekali aja kok" ucap sinta memelas, raka menarik nafas, melihat adiknya ini


"udah gak usah ribut, kamu sasa ganti baju ya, pinjam baju kara" ucap mama nana yang baru datang dengan membawa kue


"mama nana emang the best, makasi ma" ucap sasa dan menarik tangan kara untuk menuju kamarnya dan berganti pakaian, mungkin karena lelah sasa langsung tertidur di kamar kara dan kara membiarkanya, setelah itu kara turun kebawah.


"loh sasa mana?" tanya raka yang melihat kara turun sendiri


"tidur dia, mungkin kecapekan biarin aja" ucap kara dan duduk di sofa bersama mama, papa dan raka


"biarin aja raka dia nginep disini aja, kamu juga nginep sini ya papa tau mami sama papi kamu keluar negerikan?" tanya papa doni dan diangguki oleh raka


"kalau gitu nginep sini aja ya, dan gak ada penolakan" tegas papa doni dan diangguki oleh raka.


Akhirnya semuanya tidur, raka tidur di ruang tamu sedangkan sasa di kamar kara bersama kara. Matahari pun menampakan dirinya mungkin karena sudah terbiasa kara bangun lebih awa dan membiarkan sasa untuk tidur dulu, setelah mandi sasa memakai seragamnya setelah siap kara membangunkan sasa


"astaga, sasa kamu demam" kara langsung keluar dan memanggil mamanya


"ma mama" teriak sasa saat masih di tangga


"kenapa sih sayang kok teriak gitu, kasian raka pagi pagi udah denger teriakan kamu" ucap sang mama


"sasa mana kar?" tanya raka


"ma, pa, ka sasa demam" ucap kara dan semua terkejut dang langsung pergi kekamar kara untuk melihat sasa


"sa dek kamu sakit" tanya raka melihat adiknya yang masih berbaring


"raka, kara kalian sekolah aja ya sasa biar mama yang jaga, nanti kalian terlambat lagi" sahut mama nana


"tapi ma raka mau nemenin sasa" ucap raka yang hawatir dengan adinya itu


"kan ada mama raka, kamu berangkat ya tenang aja sasa akan sembuh nanti" kata papa doni


"mama mau ambil kompres dulu, kalian sekolah aja ya" ucap mama nana dan diangguki oleh raka dan kara, merekan pun berangkat kesekolah bersama. Sampai disekolah raka memarkirkan motornya.

__ADS_1


"udalah pogi, gak usah lesu gitu masa ketua osis lesu sih, tenang aja mama gue itu udah kayak dokter pokoknya nanti pas lo udah sampai rumah pasti si sasa udah bergelantungan di pohon" ucap sasa ingin membuat raka tertawa dan tenang


"emang dia monyet kar, lo aneh deh" raka menatap kara dengan lesu


"ya mungkin aja, lo aja kodok" ucap sasa enteng


"apa hubunganya monyet sama kodok?" tanya raka heran


"gak ada hubunganya sih, tapi biar lo senyum aja" ujar kara sambil terseyum manis kearah raka, dan raka pun geleng geleng dan mengacak gemas rambut kara


"gitu dong, senyum gak usah murung oke, kalau gitu gue duluan ya" pamit kara pada raka


"kar nanti latihan lagi?" tanya raka, dan diangguki oleh kara


"bareng gue ya" pinta raka


"iya, bye!!" kara berlalu pergi meninggalkan raka, dan raka hanya menatap punggung kara yang berjalan hingga tertelan tembok


"kangen juga gue sama si dua curut itu, udah empat tahun gue break dari dunia itu" batin raka yang tiba tiba teringat masa lalunya, raka pun memilih untuk pergi ke ruangan osisnya. Disisi lain kara yang baru sampai di kelasnya langsung dipanggil oleh sinta


"kenapa?" tanya kara


"si sasa kenapa?" tanya sinta


"kenapa apa?" tanya kara bingung


"kemaren gue ngerasa aneh aja sama dia" sambung sinta lagi


"aneh kenapa, oh iya kok lo tau?" tanya kara


"iya kemaren malem itu gue lagi pergi sama rama, terus gue lihat deh si sasa lagi terduduk di rumput ditaman dekat pasar malam sambil kehujanan, pas gue mendekat dan tanya dia bilang cuma lagi main hujan, ya gue percaya aja sih, tapi pas udah masuk mobil gue mau atar pulang dia banyak melamun gitu, gue rasa dia lagi sedih deh" cerita sinta pada kara


"ouhh, gue juga gak tau sih, kemaren gue mau nanya tapi dia udah tidur" jawab kara


"terus sekarang dia gak sekolah?" tanya ina yang dari tadi hanya menyimak


"enggak dia sakit, mungkin efek kehujanan" sahut kara dan diangguki oleh kedua sahabatnya dan tanpa disadari ada yang mendengar percakapan merekan bertiga


"jadi, sasa jadi dateng dan sampai kehujanan" ucap cowok itu dan ternyata adalah bara


"kenapa gue bodoh sih, sampai lupa, dan apa? sampai sakit, gue jahat banget jadi orang, tapi bukan salah gue kan,,, tapi gue kan mengiyakan permintaan sasa kemarin, berarti gue salah, dan ngapain gue gak pakai mobil aja bodoh kamu bara bodoh, lo udah buat sasa sakit dan pasti dia kecewa banget sekarang" batin bara menyesali perbuatanya.


🌸🌸🌸


TERIMAKASIH UDAH MAU MAMPIR DI KARYA AKU

__ADS_1


SEPERTI BIASA DUNGSSS AKU MINTA LIKE COMMENTNYA KALAU BISA DI SETIAP BAB YA😂


DADAHHH


__ADS_2