
Beberapa minggu telah berlalu dari kejadian yang membuat kara dan sasa cedera, kara dan sasa sudah memulai aktivitasnya lagi dan tepat hari ini camping di adakan untuk seluruh siswa dan siswi untuk sekedar hiburan.
"kara kalau lo ngerasa sakit cari gue secepatnya, atau pusing, atau mau apapun itu lo harus cari gue, dan kalau bisa lo harus selalu berada di samping gue, karna mama sama papa lo nitip lo ke gue, kalau lo sampai kenapa napa nanti gue yang disalahin dan kalau lo,,," ucapan raka terputus oleh tangan kara yang menutup mulutnya
"sttttt gue tau, tiap detik, tiap menit dan tiap jam gue akan lapor ke lo puas" sahut kara dan membuat raka terseyum sambil mngacak rambut kara gemas
"lo ikut bis gue ya!" suruh raka dan menarik tangan kara
"ihhh gak mau gue mau satu sama ina dan sinta" rengek kara sambil cemberut ke arah raka
"gak boleh, lo ikut gue" tegas raka menatap kara
"ngeselin deh" ketus kara masih cemberut, raka terseyum melihat tingkah tunanganya yang menggemaskan
"iyaiya, jangan ngambek gitu kali gue bercanda" ucap gemas raka sambil menarik pipi kara,
"makasi pogi" kara terseyum manis kearah raka, raka menarik kara menuju bis yang dinaiki oleh teman temab kara
"na, sin gue nitip kara ya, jagain dia, kalau ada apa–apa lo langsung tel,,," belum selesai kara sudah memotongnya
"apaan sih pogi, gue udah gede bisa ngurus diri" kesal kara pada raka
"iya nih kak, kara udah gede kali" sahut ina
"iyaiya" sahut raka terseyum kearah kara, "my bear kecilku" ucap raka sambil mengacak rambut kara dan pergi meninggalkanya menuju bis osisnya, kara diam tertegun atas perlakuan kara tadi yang membuat merah di pipi kara
"acieeee, salting nih" ucap ina dan menarik pipi kara
"ihh gemes deh liat kalian berdua" sambung sinta
"apaan sih ayok masuk nanti ditinggal lagi" ketus kara yang ingin mengalihkan pembicaraanya
Seluruh bis berangkat menuju tempat camping, karena sesikit jauh membuat siswa dan siswi memilih untuk tidur. Setalah 3 jam perjalanan sampailah ditempat camping, sebuah hutan dan danau yang indah menambah kesan menyenakan untuk berlama lama di tempat itu. Semua murid mulai membangun tenda dan setiap tenda bisa ditempati 3 sampai 4 orang dan bebas memilih teman. Kara 1 tenda bersama ina, sinta dan juga sasa mereka mendirikan tenda bersama sama.
"kak kara, kak sinta aku mau buat makanan sama kak ina kakak mau aku buatin apa? tanya sasa pada kara dan sinta
"sama in aja deh" jawab sinta dan diangguki oleh kara
"oke tunggu ya" jawab sasa dan pergi ke dapur yang telah disiapkan oleh anggota osis.
"kar lo duduk aja, nanti kalau lo sampai kecapekan gue kena marah sama si ketos lagi" ucap sinta sambil mengambil alih pekerjaan kara
"gak papa, biar gue aja" jawab kara dan sinta membiarkan saja. Saat kara ingin memukul patokan tendanya, tak sengaja tanganyalah yang kena dan mengakibatkan sedikit merah
"arhhhh" rintih kara sambil mengibaskan tanganya, perkejaan kara tadi tidak luput dari penglihatan raka dan raka langsung menghampiri kara yang sedang kesakitan
"gue udah bilang hati hati, masih aja ngeyel lihat sekarang tangan lo kenakan" kesal raka dan langsung menuangkan air dingin di tangan kara yang merah
"ihhh gue kan gak sengaja" sahut kara kesal
"gue gak mau tau sekarang lo diam aja biar gue yang bangun ni tenda" ucap raka dan mengambil alih pekerjaan kara
"eh gak usah kak biar gue aja" sahut sinta
"gak papa kali yank, aku juga bantu kok" jawab rama yang baru datang bersama dimas dan bara. Mereka ber4 membantu membangun tenda kara, dan akhirnya selesai, tepat datanglah ina dan sasa membawa makanan dan minuman yang ia masak
"eh ada kak bara, kenapa kak nyarik sasa?" tanya sasa dengan pedenya
__ADS_1
"ni anak pedenya tinggi bat dah" sahut rama dan dapat pelototan dari sasa
"lah nyet lo ngapa disini, lo gak bergelantungan dipohon, kan banyak tuh pohon" ucap ina sambil menunjuk pohon pohon disana, semua hanya tertawa kecil selain dimas
"eh kunti lo aja sono, oh ya gue baru inget lokan suka malam malam disamping pohon" sahut dimas
"eh mulut anda, gue sleding tuh pala" ketus ina
"gue sleding balik lo" ketus dimas juga, teman temanya hanya geleng geleng kepala melihat pertengkaran kecil ina dan dimas, dan kara melihat raka yang sedikit kecapekan setelah membangun tenda tadi, kara bangun dan mengambil minumannya yang dibawakan oleh sasa dan ina
"nih minum, gue tau lo pasti hauskan" ucap kara dan duduk disamping raka
"lo gak minum?" tanya raka pada kara dan kara hanya geleng geleng kepala
"lo aja," sambungnya lagi, raka terseyum dan mulai meminum minuman itu
"sweat deh kalian, tapi gue gak iri, gue juga punya pacar" jawab rama dan menatap sinta dan sinta hanya terseyum
"ekhm ekhm ekhm, dunia berasa milik berdua" sindir dimas
"gue cantik gue diam, gue jomblo gak iri" sahut ina
"gak liat" kata bara datar
"sasa sih gak papa soalnya ada calon pacar sasa disini" sahut sasa dan menatap bara, bara hanya diam tenggelam dalam fikiranya
"ngapain liat gue gitu?" tanya rama pada kara
"gue gak liat lo, gue cuma liat tunangan gue" ucap kara dan masih menatap raka, raka terseyum menatap kara
"lo aja kali gue mah enggak" ketus ina pada dimas
"lo kok kayak gak suka gitu ma gue, lo pengen ribut?" tanya dimas dan menatap ina
"wah lo nantangin gue ni ceritanya" sahut ina
"iya gue nantangin lo, kenapa takut lo"
"mana ada gue takut, mungkin lo yang takut"
"gak ada seorang dimas takut ma lo ya, dasar kunti"
"wah emang dasar ya lo monyet, gue kandang juga lo"
"kandang kandang lo kira apaan hah"
"lo kan monyet"
"wah lo berani bener deh"
"udah cukup ya kakak–kakak, lebih baik kita kumpul, gak liat kalian udah ditinggal" lerai sasa, dan benar saja ina dan dimas sudah ditinggal oleh teman–temanya
"punya temen gak ada setia emang" gerutu dimas dan ikut berkumpul untuk acara yang akan diadakan. Setelah semua murid berkumpul para guru membuka acara camping dengan sedikit pidato dari kepala sekolah setelah itu acara dilanjutkan oleh panitia, raka maju sebagai ketua panitia camping, raka memberitahukan rangkaian acara camping selama 2 hari 1 malam
"baik rangkaian acarnya, kita akan mengadakan beberapa lomba, seperti mencari jejak, dan menunjukan bakat, dan nanti malam saat api unggun diharapkan dari masing masing kelas atau perwakilan menunjukan bakatnya, kalian paham" ujar raka dan disambut baik oleh murid disana
"gue nampilin apa ya nanti"
__ADS_1
"gue dance aja deh"
"gue mau nembak orang bisa gak"
"nembak sapa"
"nembak rakalah"
"nembak sih bisa tapi lo bakal malu"
"malu kenapa"
"karna ditolak"
"hahahahahah"
Suara gaib kembali terdengar meributkan hal hal unfaedahnya, sebelum acara mencari jejak dimulai seluruh murid dipersilakan untuk istirahat atau sekedar jalan jalan disekitar tempat camping.
"mau makan?" tanya raka pada kara yang sedang berada di dekat danau
"enggak laper" sahut kara dan duduk di sebuah batang kayu yang jatuh, raka duduk disamping kara
"kenapa?" tanya raka saat melihat wajah kara yang sedikit lesu
"enggak" jawab kara sambil geleng geleng kepala, raka menghembuskan nafas berat dan menatap kara yang berada disampinya
"lo kalau gak mau cerita gak papa, tapi hari ini gue mohon lo jangan sedih, lo harus nikmati acaranya okeh" ujar raka terseyum kearah kara. Kara memandang raka entah kenapa saat melihat senyum raka, kara merasa lebih tenang seakan bisa menghilangkan kesedihanya itu
"nah gitu dong seyum kan cantik" ucap raka gemas dan menarik tangan kara
"kemana?" tanya kara pada raka yang menariknya entah kemana
"ke pelaminan" ucap raka bercanda
"gak lucu" sahut kara namun ia terseyum
"gak lucu tapi terseyum" sahut raka dan membuat kara salting
"jangan salting" ucap raka yang masih menggenggam tangan kara
"gak ada" jawab kara namun membuat pipinya merah
"lo lucu kalau pipi lo merah" ucap raka melihat kara yang langsung menunduk agar tidak terlihat olehnya
"apaan sih" cemberut kara dan membuat raka semakin gemas dan mengacak rambut kara
"lihat deh" suruh raka pada kara
"apaan?"
🌸🌸🌸
SEPERTI BIASA AKU MINTA LIKE, COMMENTNYA YA😂
DAN THANKYOU BUAT YANG UDAH MAMPIR DI KARYA AKUH YANG GAJE, SEMOGA GAK BOSEN YA SAMA CERITANYA😘
DADAHHHH
__ADS_1