
Saat sampai di restauran, vita langsung masuk dan mencari tempat duduk mesya dan untung sekali karena dia bisa dengan mudah melihatnya, vita mendekat dan langsung duduk dan menangis
"vit lo kenapa?" tanya mesya pada sahabatnya itu
"sya apa yang lo bilang selama ini bener sya, gue,,, gue lihat sendiri hiks hiks" ucap vita terbata bata sambil menangis, mesya bingung apa yang diucapkan oleh vita sedangkan miko memilih untuk diam dan mendengarkan saja
"maksudnya?, bener apanya?" tanya mesya bingung
"nina rebut arga dari gue" ucapnya, mendengar ucapan nina membuat miko terbatuk saking kagetnya dan sedangkan mesya masih diam mencerna ucapan vita maklum mesya agak lola sekarang
"uh benerkan apa yang gue bilang" sembur mesya setelah mengerti, "lo sih gak pernah dengerin apa yang gue bilang, sekarang apa?, kejadiankan, vit gue itu bisa liat gelagat nina yang sok polos itu, emang dia itu ada maksud buat rebut arga" mesya emosi apa yang dia dengar apalagi menyangkut sahabatnya ini
"gak mungkin" ucap miko setelah lama terdiam
"apanya yang gak mungkin, lo gak denger vita bilang sendiri" kesal mesya
"kok lo ngegas" kesal miko
"serah gue dong gue ini ngebela temen gue, gak suka lo?" tantang mesya yang masih kesal apa yang menimpa sahabatnya, sedangkan miko memutar bola matanya dan beralih menatap vita didepanya
"lo yakin?" tanya miko, "menurut lo arga bisa berbuat seperti itu?" lanjutnya, vita menatap miko sebentar dan menunduk lagi
"gue tau lo temenya, dan gue juga tau lo pasti maungebela temen lo juga tapi, temen lo itu salah, dan gue gak suka" sahut mesya, miko hanya meliriknya sebentar setelah itu kembali menatap vita
"tadi,,, tadi gue liat mereka pelukan hiks hiks hiks" ucap vita sambil menangis
"udah fiks selingkuh" sahut mesya lagi
"diam gak" suruh miko menatap mesya, mesya hanya memalingkan wajahnya
"mungkin lo salah liat atau ada kesalah pahaman disini" miko mencoba memberitahu vita namun dia agak ragu
"salah paham dimana coba, jelas jelas vita liat sendi,,, bentar lo tau sesuatukan" mesya malah memojokan miko saat ini, "jawab lo pasti tau sesuatukan" sambunya lagi, vita menatap miko untuk menanyakan apakah benar apa yang diucapkan oleh mesya, miko menarik nafasnya dan menghembuskanya dengan perlahan
sebenarnya nina dan arga mereka memiliki hubungan" ucap miko, vita terkejut apa yang diucapkan miko sahabat dari arga
"nah, benerkan mereka selingkuh" final mesya
"lo diem atau gue cium" ancam miko tegas menatap mesya dan mesya langsung diam seribu bahasa
__ADS_1
'enak aja dia mau ambil first kiss gue, guekan jaga ini buat miko" mesya cemberut dengan memalingkan wajahnya, dan berapa detik berikutnya dia tersadar,
'wait yang bilang kayak gitu mikokan, berarti' saat mesya akan bicara lagi namun miko sudah menaruh telunjuknya didepan bibir mesya
"diem" ucap miko datar, dan mesya nambah cemberut dan mengembungkan pipinya dan membuat miko tak berhenti melihatnya
"sial, kenapa dia imut banget, dan kenapa gue baru sadar' gerutu miko dalam hati masih menatap mesya dari samping
...****************...
Saat ini sasa berada di mall untuk membeli barang yang dia inginkan dan tak sengaja bertemu adit
"sasa" panggil adit tersenyum, sasa menoleh dan terkejut
'kenapa ada dia disini' sasa menggigit bibirnya, sasa menghampiri adit dan langsung memeluknya, adit kaget apa yang dilakukan sasa tapi jauh dihatinya dia sangat senang
"sayang aku lama nunggunya" ucap sasa masih memeluk adit, lagi keterkejutan adit kembali, sasa melepaskan pelukanya dan menatap adit, dan sedikit mendekatkan bibirnya ditelinga adit ingin membisikan sesuatu,
"kak bantuin aku ya, ada kak bara soalnya" ucap sasa dan adit pun mengetahui kenapa sasa seperti itu
"maaf ya sayang, tadi aku ketoilet dulu" jawab adit dan merangkul sasa, sasa kaget yang dilakukan adit tapi ya gimana lagi hanya itu caranya but terhindar dari bara, adit menggandeng tangan sasa dan mengajaknya pergi dari sana, bara hanya diam menyaksikan apa yang terjadi didepan matanya
"sakit ya" ucapnya lirih, dan menunduk, "lo bisa bar, kalau emang jodoh pasti gak bakal kemana, gue yakin sasa juga suka sama gue" lanjutnya dan meyakinkan diri sendiri, setelah itu ia memilih pergi dari mall itu
"lo kenapa ngehindar dari bara?" tanya adit penasaran
"intinya aku kecewa sama dia dan aku gak mau lagi dekat dengan dia kalau akan merasa kecewa kembali" lirihnya dan menundukan kepala, adit mengangguk dan mengerti ternyata gadis didepanya ini sngat rapuh
"gue antar pulang" ajak adit dan sasa menggelengkan kepala
"gak usah kak," ucap sasa
"gue gak nanya tapi gue merintah" adit langsung menarik tangan sasa dan membawanya keluar setelah itu mengatar sasa pulang, saat sampai di teras rumah sasa adit sedikit heran
'bukanya ini rumah bos boy ya, kok bisa sasa tinggal disini' batin adit
"kak makasi ya udah antarin aku" ucap sasa dan memecah lamunan adit
"ouhh ya ya" ucap adit sambil mengaggukan kepala
__ADS_1
"eee sa tapi, bukanya ini rumah bo,,, maksud gue raka ya?" tanya adit kepada sasa
"kakak kenal sama kak raka?" tanya sasa dan adit mengagguk
"gue kakaknya kenapa?" ucap seseorang dari arah belkang adit, adit menoleh dan orang yang sedang ia bicarakan ada di belakangnya.
"eh bos,,," ucapan adit tertahan karena raka menatapnya tajam, "maksud gue raka" ucap adit tersenyum canggung
"kamu kenal sama, buaya ini dek" ucap raka menatap adit sinis
"enak aja gue dibilang buaya, gue ini bunglon" ucap adit dan membuat sasa terkekeh melihat perdebatan kakaknya dan kak adit, entah sadar atau tidak raka tersenyum mendengar kata bunglon itu, ia jadi teringat dengan kata kata kara waktu pertama ia bertemu
"sa kakak lo gila, senyum senyum sendiri" ucap adit berbisik pada sasa dan raka mendengar hal itu
"lo berani ngatain gue, mau gue hukum?" tanya raka dengan pandangan devilnya, adit bergidik ngeri dan menggeleng
"udahlah kak, oh iya sekali lagi makasi ya kak adit udah antar aku pulang, aku masuk dulu" pamit sasa pada adit
"jangan lupa mimpiin gue ya cantik" teriak adit disebelah raka
"lo suka sama adik gue?" tanya raka
"curang lo bos, kok lo gak bilang punya adit cantik kayak gitu, kalau gue tau dari dulu udah gue sikat adik lo" ujar adit menatap raka
"gak boleh, itu adik gue satu satunya dan lo jangan dekati dia" jawab raka
"kok gitu sih, kurang apa aku kakak ipar, aku tampan, manis seperti gulali, aku hebat bela diri dan bentar lagi lulus dokter, itu adalah calon adik ipar yang sempurna tau" adit tetap memaksa agar raka menyetujuinya
"gak duli gue, bye" raka langsung masuk dan menutup pintunya
"gue jadiin uji coba baru tau rasa" gerutu adit
"gue denger, lo mau gue masukin ke kandang peliharaan gue?" tanya raka dengan wajah datarnya
"hahaha gue canda bos, mana berani gue nguji coba bos boy, apalagi bakal jadi calon kakak ipar" adit nyengir karna takut dengan ucapan raka
"udah pulang sana, dan ingat besok gue mau ke markas" setelah itu raka kembali masuk dan meninggalkan adit sendiri, adit pun juga pergi dari rumah raka menuju markas karena ia lebih suka tinggal diasana.
🌸🌸🌸
__ADS_1
LOVE YOU ALL,
DADAHHHH