
Akhirnya pagi pun menyambut dengan indah, semua orang sedang sibuk dengan tugasnya masing masing.
"pagi mi" sapa papa beni pada istrinya
"pagi," ida pun mengambilkan makanan untuk sang suami
"pagi mi, pagi pi" ucap seorang gadis cantik
"pagi juga sayang" ucap kedua orang tuanya pada sasa
"mami, mami lihat raka?" tanya kara yang tiba tiba muncul
"tidak, bukanya dia masih tidur, dari tadi mami gak lihat dia" ucap mami ida
"tadi saat aku bangun raka udah gak ada dikamar" jelas kara
"kemana perginya dia, pagi pagi sekali" bingung mami ida
"permisi nyonya, maaf saya baru bilang tuan muda pergi tadi malam katanya ada urusan penting" ucap art yang baru datang dari pasar dan mendengar bahwa nyonyanya mencari putranya
"malam?, urusan apa malam malam begitu?" tanya heran mami ida
"mungkin masalah kantornya mi" ucap beni yang sudah tau kalau raka mengatakan urusan penting itu berarti ada masalah di mafianya
"tapi ini sudah pagi, dan dia belum pulang" ida terlihat panik
"biar kara coba telepon dulu mi" kara pun menghubungi raka dan sebelum sempat bel rumah berbunyi dan saat artnya membukakan pintu terlihatlah raka dan tiga sahabatnya, sam, bams dan juga vino, namun raka terlihat berbeda dia terlihat sangat berantakan
"raka" ucap kara dan langsung memeluk raka dan dibalas oleh raka
"kamu kenapa, ada apa ini?" tanya kara, karena raka mengeratkan pelukanya dan sedikit basah pada bahunya dan kara tau itu dari raka
"hey kenapa" kara melepaskan pelukanya dan menatap wajah suaminya dan melihat mata raka yang memerah karena menangis
"adit meninggal" lirih raka membuat kara menutup mulutnya dengan tanganya sendiri
"kenapa bisa?" tanya kara dan kembali memeluk raka, kara tau raka pasti sangat terpukul akan kepergian sahabatnya itu
"kenapa ini?" tanya mami ida dan juga diikuti oleh sasa dan papi beni
"adit teman kami meninggal om, tante" sahut bams
"apa" ucap sasa sambil menutup mulutnya
"enggak ini gak mungkin, kakak bohongkan, gak mungkin kak adit meninggal" sasa luruh kelantai mendengar kabar buruk tentang adit
__ADS_1
"kenapa bisa?" tanya mami ida yang juga shyok mendengarnya
"sakit tante" ucap bams, "dan saat oprasi ternyata oprasinya gagal dan membuat adit meninggal" sambungnya, mami ida membantu sasa yang sngat terlihat sedih bagaimana pun mami ida juga mengetahui kedekatan putrinya dengan seseorang yang bernama adit karena sasa sering menceritakannya padanya
"sayang kamu jangan sedih ya, kalau kak adit tau sasa nangis nanti dia juga sedih disana" ucap mami ida untuk menenangkan putrinya
"terus dimana adit sekarang?" tanya papi doni
"sudah dimakamkan pi" ucap vino
"boleh sasa pergi kemakamnya?" tanya sasa
"nanti kita pergi sama sama okey," sasa pun dibawa masuk kekamar oleh mami ida, dan papi beni juga harus berangkat kekantor
"aku buatin makan?" tanya kara pada raka
"enggak usah, kamu bisa istirahat aku ada urusan sebentar dengan mereka" ucap raka pada kara
"kalau kamu minta sesuatu bilang okey" setelah itu kara pergi menuju kamarnya, sedangkan empat orang itu menuju ruangan yang sudah lama tidak dikujungi
"wow, masih bagus ternyata "ucap bams
"boy kenapa lo bilang kayak gitu tadi" tanya vino setelah duduk di sofa yang berada disana
"gue tadi ngeliat ada orang yang ngikutin kita, jadi gue pura pura sedih" sahut raka
"jadi gimana?" tanya sam
"ya seperti yang gue bilang tadi, ini pasti ulah dari salah satu musuh gue, dia ingin buat gue merasa bersalah dan down, dan dia mengira saat gue down, dia bisa nyerang gue dengan mudah" ucap raka
"jadi orang yang lo bilang ngehadang lo tadi itu, adalah suruhan musuh lo?" tanya vino
"mungkin, karna saat gue tanya siapa yang nyuruh, dia tiba tiba tertembak dan gue yakin dia ditembak oleh orang yang nyuruh dia buat habisin gue" ucap raka
"lo kapan taunya?" tanya bams
"gue udah curiga saat itu saat ada orang yang ngehadang gue" ucap raka
"kalau emang lo udah tau dari tadi terus ngapain lo minum berasa lo yang melakukan kesalahan itu, lo bikin gue khawatir tau" ucap bams kesal
"ya gue ingin mendalami peran, dan karna gue udah lama gak minum jadi keterusan, dan lo bakal gue hukum karna lo berdua mukul gue seenaknya" tiba tiba mata raka menajam menatap mata sam dan bams
"yah sorry boy, itu juga demi kebaikan lo" ucap sam, "iya gak bams"
"iya kita itu hawatir tau, kalau lo sampai kenapa napa" sahut bams dengan muka dibuat sedih
__ADS_1
"ah udah jijik gue liat drama kalian, mending sekarang fikirin gimana caranya kita bisa menemukan adit" ucap vino
"sebelum itu kita harus pancing dulu mereka, dengan cara kita pura pura merasah kehilangan dan seolah olah kita sedang lemah," ucap raka dan memberi arahan apa yang akan mereka lakukan untuk menyelamatkan adit.
Jauh dimana raka dan sahabatnya yang akan membuat rencana, disinilah adit yang saat membuka mata dia sudah terikat dikursi dan dengan satu lampu penerangan yang buram
"dimana gue, kenapa bisa disini, siapa yang melakukan ini?" tanya adit dalam hati karena mulutnya terperban, tangan terikat kebelakang dan kaki juga terikat
"dia gak tau apa gue habis oprasi masih sakit udah mau disandra gue" sambungnya
prokkk prookk prokk
"udah kayak film aja, isi tepukan tangan, nanti pasti ada ketawanya" tebak adit, bukanya takut dia malah menebak nebak apa yang akan terjadi
"hahahahaha"
"benerkan, untung gue sering nonton film, jadi tau kayak gimana hahahah" tertawa dalam hati,"apakah gue harus berteriak mengatakan siapa lo, ngapain lo bawa gue kesini, alay juga gue kalau bilang kayak gitu, mungkin diam saja lebih baik" sambungnya
"kenapa lo diam takut hah?, hahahaha" ucap orang itu
"hah, bukanya takut, gue gak bisa ngomong karna mulut gue lo perban" gerutu adit dalam hatinya
"lo tau temen lo bego, percaya dengan mudahnya kalau lo meninggal hahahaha" ucap orang itu lagi
"jadi gue di scandal meninggal nih ceritanya wah seru juga, pasti si bos bos gue nangis karna gue tinggal, hahha gue tau mereka itu sebenarnya sayang sama gue, rasain kalian pasti kalian merasa bersalahkan hahaha, dia bilang bos gue bego, ya emangnya dia enggak?" sahut adit dalam hati
"lo bisu hah" bentaknya pada adit
"nah kelihatankan begonya" adit tersenyum dibalik perbanya
"males gue ngeladenin orang kayak lo, yang gak ada gunanya sama sekali, lebih baik gue berpesta buat merayakan kemenangan gue nanti hahahah" orang itu berlalu dari ruangan yang adit tempati
"yakin banget bakal menang, bos boy gak akan pernah kalah.
🌸🌸🌸
AAAAA SORRY BANGET BARU UP, LAGI ADA ACARA JADI GAK BISA UPP MAAF YA
MAAF JUGA KALAU AGAK GIMANA DI PART INI, LEBIH KE GAJE SIH
JANGAN LUPA BUAT LIKENYA
DAN THANKYOU BUAT YANG MASIH STAY DISINI
DADAHHH
__ADS_1