
Devan dan Zoya jalan jalan di taman kota menikmati malam Minggu mereka. Mereka tengah berjalan mengelilingi taman mencari jajanan pinggi jalan yang meggoda iman.
"Van, lo sebenarnya mau ngapain sih ngajak ngajak gue keluar malam malam gini?"tanya Zoya pensaran.
"Ada maunya pasti"selidik Zoya.
"Jangan asal nuduh dongg"elak Devan.
"Hehh, gue bukan asal nuduh ya, tapi gue ngomong fakta, buktinya tadi siang ngajakin makan buntut buntutnya cuma mau nanyain tentang Keira"ucap Zoya. Devan hanya nyengir menunjukkan deretan gigi putihnya.
"Udah Zoy, sekrang kita beli makan dulu, nanti gue cerita"ucap Devan. Zoya mengangguk dan melanjutkan jalan kaki mereka. Dan dari sekian banyaknya pedagang di sana, pilihan Zoya jatuh pada pedagang jagung bakar. Devan memesan 2 jagung bakar untuknya dan juga Zoya. Sambil menunggu mereka duduk di bangku taman yang tak jauh dari penjual jagung.
"Lo mau tanya apa lagi? tentang Keira?"tanya Zoya.
"Kalo iya, jawaban gue masih sama kek tadi siang. Mending lo nggak usah berharap balik lagi sama dia, nggak bakalan bisa"lanjut Zoya.
"Kenapa daritadi lo ngomong gitu? alasannya apa gue nggak bisa balik sama Keira? bisa ajakan mereka putus terus gue ada kesempatan buat balik ke Keira lagi"ucap Devan.
"Ada alasan yang gue nggak bisa cerita. Kalau lo pengen tau, mending lo temuin Keira dehh"usul Zoya.
"Gimana caranya gue bisa ngomong berdua sama Keira sedangkan tadi aja di sekolah Keira bener bener nggak mau ngomong sama gue"ucap Devan putus asa.
"Ya itu urusan lo"jawab Zoya cuek. Dia mulai menikmati jagung bakar yang masih panas yang baru saja di antar oleh si penjual.
"Makan dulu tu jagung, mumpung masih panas. Siapa tau otak lo ngepul keluar asepnya terus dapet ide biar bisa ngobrol sama Keira"ucap Zoya sedikit meledek.
"Mana ada kayak gitu"bingung Devan.
"Adalah, coba aja kalau nggak percaya"ucap Zoya terkekeh. Devan akhirnya mulai memakan jagung bakarnya. Dia meniup niup jagung yang masih panas itu. Begitu pula dengan Zoya, mereka menikmati jagung bakar mereka dengan khitmad.
"Gimana? udah dapet ide?"ledek Zoya.
"Dapet lahh"ucap Devan sombong.
"Apaan?"tanya Zoya penasaran.
"Haha, penasaran kan lo. Sama gue juga"ucap Devan tertawa. Zoya mengerucutkan bibirnya saat dia dikibuli Devan.
"Emm, gini gini Zoy, lo kan baik nihh"ucap Devan terjeda. Zoya sudah was was saat devan memujinya.
"Gimana kalau lo atur jadwal biar gue bisa ketemu Keira"ucap Devan enteng.
__ADS_1
"Ehh, nggak nggak, usaha sendiri dongg, masak bawa bawa gue"ucap Zoya tidak terima.
"Pliss, dong Zoy, cuma lo harapan gue satu satunya"ucap Devan memohon. Zoya terlihat menimbang nimbang permohonan Devan sebelum akhirnya dia mengangguk mengiyakannya. Devan yang terlampau senang langsung bangun dan melompat lompat seperti anak kecil.
"Vann, lo apa apaan sihh, malu maluin tauu"ucap Zoya malu karena banyak pengunjung yang memperhatikan tingkah aneh Devan.
"Hehe, sorry, kelepasan"ucap Devan nyengir.
"Makasih Zoya"lanjut Devan tersenyum. Sedangkan Zoya hanya menjawab dengan deheman.
.
.
.
Malam telah berganti pagi. Matahari sudah menampakkan sinarnya sangat terang. Namun tak membuat dua insan yang tengah di mabuk cinta terjaga dari tidurnya. Bahkan kicauan burung pun mereka anggap seperti lagu penghantar tidur.
Kevin dan Keira masih bergumul mesra di bawah selimut tebal. Setelah aktivitas menguras tenaga yang mereka lakukan tadi malam. Ahh, biarkan saja mereka menikmati indahnya pagi dengan saling berpelukan. Kita tinggalkan sejenak Kevin dan Keira sampai mereka bangun dari mimpi mereka.
Di rumah Aryo dan Luna tengah sarapan. Perlu di garis bawahi, hanya berdua saja. Seperti biasa Luna selalu menyiapkan makanan untuk Aryo. Dan kini dia mulai mengisi piringnya dengan nasi dan lauk pauk.
"Pa, Kevin sama Keira pulang jam berapa ya?"tanya Luna penasaran.
"Bener juga kata papa, bentar, mama telfon dulu mereka"ucap Luna sambil ngeluyur pergi meninggalkan meja makan. Aryo yang hendak menyuapkan nasi kedalam mulutnya pun geleng geleng kepala melihat tingkah istrinya. Padahal bisa saja nanti setelah sarapan telfon. Ahh dasar emak emak.
Cukup lama Luna menelfon dan belum kembali ke meja makan. Bahkan sarapan Aryo pun sudah hampir tandas. Aryo menoleh saat mendengar gumaman tak jelas dari mulut istrinya.
"Kenapa ma?"tanya Aryo.
"Nggak bisa di telfon"jawab Luna cemberut.
"Udah biarin aja ma, mereka juga butuh liburan berdua, mama jangan ikut campur"ucap Aryo.
"Lanjutin sarapannya, papa udah selesai"lanjut Aryo. Luna hanya mencebikkan bibirnya dan melanjutkan sarapannya.
Mari kita intip lagi dua sejoli yang sedang di mabuk cinta. Kevin mengerjapkan matanya beberapa kali sebelum benar benar terbuka sempurna. Di lihatnya Keira yang masih tertidur pulas di sampingnya. Mungkin dia kelelahan karena Kevin semalam menggempurnya habis habisan. Kevin mengecup kening Keira sebelum beranjak ke kamar mandi.
20 menit Kevin sudah keluar dari kamar mandi dengan kemeja semalam dia gunakan. Dia tidak membawa baju ganti, jadi dia memakai pakaian semalam sambil menunggu baju yang dia pesan via online. Dia berjalan mendekat keranjang berniat membangunkan Keira.
"Sayang, bangun"ucap Kevin sambil menoel noel pipi Keira. Keira yang terusik pun menggeliat dan membuat selimut yang membungkus tubuhnya melorot. Tentu saja hal itu membuat pusaka Kevin yang semula bobok manis menjadi bangun tegak menantang.
__ADS_1
"Sayang, bangun"bisik Kevin. Namun Keira tak bereaksi apapun.
"Astaga"gumam Kevin. Akhirnya Kevin dengan jahilnya mendekatkan wajahnya pada pegunungan Keira yang sangat menggoda iman. Kevin mengulum p*ting Keira dan menj*latnya. Dan benar saja, hal itu membuat Keira terusik, namun Keira masih enggan membuka matanya. Kevin semakin menjadi jadi. Dengan kuat Kevin mengh*sap p*tung Keira dengan tangan yang satunya mer*mas r*mas gunung sebelahnya. Keira yang merasakan kenikmatan di alam mimpinya itu mend*sah nikmat. Tentu saja hal itu membuat Kevin semakin gencar melakukan hal lebih.
Kini tubuh polos Keira sudah di bawah kungkungan Kevin. Bahkan Kevin sudah sama polosnya denga Keira. Padahal Keira masih di alam mimpinya.
"Maafkan aku sayang, nikmati saja mimpi indah ini"bisik Kevin sebelum dia memasukan senjatanya pada inti Keira. Kevin melakukannya dengan cepat karena takut Keira terbangun. Kevin tergeletak di samping Keira. Dia mengatur nafasnya yang masih ngos ngosan. Saat sudah teratur, dia bangkit dan segera menutupi tubuh Keira dengan selimut sebelum dia khilaf kembali.
Kevin menuju kamar mandi mengulang kembali kegiatan mandinya. Cukup singkat dia mandi karena dia sudah sangat lapar. Jelas lapar jam saja sudah menunjukkan pukul 9.30.
Kevin keluar dari kamar mandi bertepatan dengan suara ketukan di pintu kamar. Dia berjalan membukakan pintu dan ternyata kurir pesanan baju mereka. Setelah menyelasikan traksaksinya, Kevin segera masuk dan berganti pakaian dengan yang baru. Dan barulah dia membangunkan Keira.
"Sayang bangun"ucap Kevin menggoyangkan bahu Keira. Kini tak butuh waktu lama Keira langsung mengerjapkan matanya. Dia membuka mata dan melihat Kevin sudah rapi dan wangi.
"Bangun sayang, mandi dulu, biar aku pesankan makanan pada pihak hotel"ucap Kevin. Keira mengangguk dan segera ke kamar mandi dengan selimut yang membungkus tubuhnya. Karena jika tidak bisa habis dia di hajar Kevin kembali. Ahh, tidak tau saja kau Keira pada saat tidur kau sudah dihajar Kevin. Kalau tau, habislah Kevin.
30 menit Keira baru selesai dengan urusan kamar mandi. Dia sengaja berendam sebentar untuk menghilangkan penat.
"Sayang, baju aku mana?"tanya Keira menyembulkan kepalanya dari balik pintu.
"Bentar aku ambilin"ucap Kevin. Kevin menyerahkan paper bag yang dia pesan tadi pada Keira. Dan Keira segera kembali ke kamar mandi untuk berganti baju.
Keira keluar dengan baju yang sudah rapi dan melihat Kevin tengah menata sarapan untuk mereka.
"Makan dulu sayang"ucap Kevin. Keira mengangguk dan menghampiri Kevin untuk sarapan yang tertunda mereka.
"Habis ini kita mau kemana?"tanya Keira.
"Kamu mau kemana dulu? jalan jalan mau?"tanya Kevin balik.
"Pulang aja dehh, capek banget badan aku"keluh Keira.
"Beneran nggak mau jalan jalan dulu?"tanya Kevin memastikan.
"Enggak ahh, capek tau kamu gempur semalaman"ucap Keira mengerucut.
"Kamu juga kan menikmati"ucap Kevin tak mau kalah.
"Bahkan kamu lebih agresif"goda Kevin.
"Tapi, aku suka"lanjut Kevin menggoda. Sedangkan wajah Keira sudah merah padam menahan malu.
__ADS_1
Puas menggoda Keira kini mereka melanjutkan sarapan mereka sebelum pulang kembali kerumah
TBC