Love You Ketos

Love You Ketos
bab 81 EXTRA PART— sebentar lagi


__ADS_3

Setelah selesai memilih baju, mereka memilih untuk pulang kerumah dan menyiapkan dari rumah,


"pi raka keluar bentar ada urusan penting, papi ngertikan penting apa?" raka berbicara sedikit berbisik dengan beni


"iya, sana jangan lama lama, nanti mamimu nyariin terus papi bilang apa coba" beni bertanya pada raka


"seperti biasa terserah papi, okey raka pergi dulu, dan tolong pamitin pada semuanya, raka gak bisa raka buru buru" raka pun meninggalkan papinya dan bergegas menaiki mobilnya untuk pergi kesuatu tempat.


"pi raka mau kemana dia?" tanya ida saat melihat raka berlari menuju mobil dan langsung menjalankanya


"ouh itu biasa anak muda mi, mau kumpul dulu katanya sebelum nikah" ida menggukan kepalanya mengerti


"gue gak percaya" sinis doni memandang beni


"diem lo" jawab beni lantas tersenyum kearah istrinya


"yaudah ayo pulang ini masih bnyak kerjaan, malah ngobrol" nana menghentikan mereka agar segera pergi


"ma, mmm kara pergi kerumah sinta bentar ya, ada urusan penting" ijin kara pada mamanya


"iya hati hati ya, mama antar?" kara langsung menggelengkan kepalanya


"enggak usah ma, semuanya kara pamit ya" setelah itu kara langsung mencari taksi untuk membawa dia ke rumah sinta dia juga ingin menghabiskan waktunya bersama kedua sahabatnya itu apalagi mereka sangat jarang ngumpul.


sampai di rumah sinta ia langsung menuju kamar sinta, karena ina juga sudah berada disana.


"hay guess, aaaa kangen banget tau" kara langsung melompat ketempat tidur yang sedang diduduki oleh dua sahabatnya


"cieee yang bakal nikah" ujar ina menggoda kara


"apa sih, gue tuh pengen habisin waktu sama kalian ya saat ini jadi tolong luangkan untuk saya" ucap kara sambil cemberut


"ututututu, calon istri pak ketos marah, sini sini peluk dulu" sinta merentangkan tanganya dan disambut baik oleh kara dan ina, mereka bertiga berpelukan untuk melepas kerinduan mereka, karna padatnya jadwal kuliah membuat mereka jarang ketemu.


"gimana hubungan lo sama dimas na?" tanya kara


"baik kok" jawabnya


"lo sin" beralih ke sinta yang sedang memainkan laptopnya


"baik juga" jawabnya, "eh nonton yuk" sinta memberi ide untuk menghabiskan waktu bersama


"boleh film apa?" tanya ina


"kita nonton film thailand gimana?" ujar sinta dan diangguki oleh ina


"boleh tuh" dan mereka pun menghabiskan waktu dengan menonton film thailand.


Dan sampailah raka di markasnya dengan memakai pakaian serba hitam, dan maskernya langsung menuju keruangan yang telah ia tempati selama ini

__ADS_1


"akhirnya datang juga" ujar sam saat melihat pintu terbuka dan menampilkan raka


"bisa calon penganti" canda bams


"kenapa, tumben ngajak ketemuan" ucap raka dan duduk disofa tunggal


"entahlah, adit yang nyuruh tapi orangnya belum datang" bams mengambil minuman dan beberapa makanan


"wah semangat sekali para ketua ku ini" adit datang dan duduk disamping bams


"ngapain lo ngajak kita ketemuan?" tanya bams langsung


"lah kenapa emangya, kan bagus ngumpul sekali kali, yang sebagai ngerayain my bigg bos mau nikah" ucap adit sambil mengambil makanan


"betul banget jarang kita ngumpul kayak gini, tapi kurang vino lagi satu" ujar sam


"kangen lo" tiba tiba ada suara dan menampilakan wajah vino disana


"lo kapan balik?" tanya bams yang kaget dengan kedatangan vino


"ya masa gue gak balik, adik gue bakal nikah" vino berjalan dan duduk disamping sam


"lo diduluin sama adik lo, iri gak?" canda bams


"eitss tenang saja, walaupun gue diduluin sama adik gue tapi seminggu setelah adik gue nikah gue bakal nyusul tuh, jangan iri ya" vino tersenyum kemenangan sedangkan tiga orang kecuali raka kaget bukan main, mereka tak mengira jika vino bakalan nikah


"wah lo bikin kaget tau gak, kok bisa sih?" tanya adit


"lo boy kok gak kaget?" tanya sama


"gue udah tau" jawab raka seadanya


"apa, berarti gue aja yang gak tau?" tanya sam


"kita sam, kita bukan lo aja" ujar bams


"ya sama aja" jawab sam


"sama siapa?" tanya bams pada vino


"apanya?" vino balik nanya karena dia tidak mengerti


"ya nikahnya lah, masa perang" kesal bams


"ya ama cewek lah masa cowok lo aneh sih" vino juga kesal dengan ucapan bams


"ya maksud gue namanya, ah lo bikin gue darah tinggi aja" bams cemberut dan memilih untuk makan saja


"sok imut lo" sahut adit

__ADS_1


"lonya aja yang ribet, dari awal tanya aja langsung namanya bambang" vino meneguk minuman yang ada dihadapanya


"itu namanya ucapan singkat" jawab bams


"singkat tapi membingungkan" jawab sam, "yaudah siapa namanya?" lanjutnya lagi


"namanya adalah,,,," ketiga orang itu kecuali raka serius mendengarkan ucapan vino, "ra ha sia" vino tersenyum tanpa dosa melihat wajah kesal ketiga sahabatnya itu, kalau lo mau tau nanti datang diacaranya pernikahan raka sama adik gue, dia bakal datang juga okey" vino pun melanjutkan makan, lama mereka mengobrol untuk hal hal yang tak masuk akal namun tiba tiba adit merasa aneh, dia memegang perutnya dan mengerutkan dahinya


"bentar perut gue sakit, gue keluar dulu" adit buru buru keluar dari ruangan raka, dan tanpa diketahui oleh adit bams mengukutinya dari belakang, adit bejalan menuju ruangan pribadinya dimarkas itu dan menutup pintunya, tanpa mengetuk bams masuk dan menutup pintunya


"sampai kapan dit?" tanya bams pada adit yang sedang kesakitan


"bentar lagi, gue bakal oprasi bentar lagi" ucap adit dan membuat bams kaget


"serius?" tanyanya dan diangguki oleh adit, "setelah pernikahan raka, gue bakal oprasi" adit mulai tenang karena sakitnya mulai menghilang


"lo harus semangat dit, lo gak mau raka tau?" tanya bams dan adit menggelengkan kepalanya


"gue gak mau dia merasa bersalah bams" bams hanya menganggukan kepalanya dan membantu adit untuk meminum obatnya


"lo istirahat aja, nanti gue bilang lo sa" belum selesai bams bicara adit sudah memotongnya


"gak usah, gue pengen habisin waktu gue sama kalian " adit keluar meninggalkan bams yang menatapnya sedih


"lo kuat dit" bams pun menyusul ke ruangan tadi dan sudah ada adit disana bercanda dengan yang lainya


"dari mana lo?" tanya sam


"biasa" jawab bams dan sam mengerti dari ucapan itu


"masih?" tanya sam dan diangguki oleh bams, sam hanya mampu menarik nafas berat dan melihat adit.


"oh iya gue mau bilang sesuatu, gue bakal jarang datang kemarkas ini setelah gue nikah" ucap raka


"lah kenapa?" tanya adit


"lo gak tau aja, kalau kara marah kayak apa" jawab vino


"lo belum nikah udah takut istri" ledek bams


"bukan gitu, kara gak tau tentang mafia ini, dan gue takut dia marah" ucap raka


"lo masih nyembunyiin ini dari kara?" tanya vino pada raka dan raka hanya mengangguk


"kalau dia tau gimana?" tanya vino lagi


"entahlah gue masih belum memikirkan ini, yang pasti gue bakal nyembunyiin ini sampai waktunya memang tepat buat gue bilang sama dia" mereka semua hanya mengguka karena mereka tidak berhak ikut campur masalah ini.


🌸🌸🌸

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN COMENTNYA YA


DADAHHH


__ADS_2