
Kara semakin panik saat wajah raka mendekati wajahnya, dia berfikir sangat keras agar tidak terjadi hal hal yang tidak ia inginkan
"STOP!!!" ucap kara sambil memejamkan matanya, dan perlahan membuka matanya, pertama yang ia lihat adalah wajah tampan yang masih berada didepanya sambil terseyum entahlah seyum apa itu tapi membuat kara terhipnotis
"kenapa?" tanya raka sambil menaikan alisnya dan membuat kara tersadar
"udah, gue udah ingat" ucap kara dan memalingkan wajahnya agar tidak bertatap dengan raka, raka geleng geleng melihat tingkah salting dari tunanganya dan mulai menjauhkan dirinya dari kara
"wow berarti bener ya kata orang itu, gue belum cium aja lo udah ingat apalagi,,," ucapan raka tergantung, kara mengalihkan pandanganya heran menatap raka, raka mendekati kara lagi dan membisikan sesuatu di telinga kara, "apalagi kalau gue cium beneran" sambung raka dan membuat kara membelalakan matanya menatap raka
"ish apaan sih lo," ketus kara dan membuat raka tertawa melihat wajah merah kara
"oke sekarang bilang apa artinya yang tadi?" tanya raka lagi, kara menaikan alisnya lagi
"gak ingat lagi" tanya raka dan mulai berjan mendekati kara, kara yang sadar pun langsung geleng geleng kepala
"iya iya gue bilang, maksud gue tadi lo itu udah milik gue" kata kara dan langsung menunduk malu, raka terkekeh melihat kara
"oh ya?" raka menatap kara dengan lekat, tak bisa dipungkiri olehnya seyum itu terbit tiba tiba
"udahlah ka gue mau pulang bye!!" kara langsung berlari meninggalkan raka disana yang menatapnya
"kar besok gue jemput" teriak raka
"iya, gue tunggu" sahut kara juga dengan teriakan
"aneh, kenapa gue bisa suka sama cewek kayak lo kar, gue dulu gak suka sifat lo yang buat onar tapi saat ini gue cinta dengan lo yang aneh ini" gumam raka sambil terseyum.
DRRTT DRTTT
HP raka berbunyi menandakan ada pesan masuk
CURUT 1
(LO LUPA SAMA GUE?)
"ck. apalagi sih ganggu terus ni curut" raka berdecak dan mengabaikan pesan itu, memilih untuk pulang kerumahnya.
"kenapa gue bisa suka sama ketos galak itu sih, yang dulu nyebelin sekarang gemesin banget" gumam kara saat sudah berada di kamarnya.
Keesokan harinya benar saja raka sudah berada di rumah kara dan sedang berbincang dengan mama nana, tak butuh waktu lama kara sudah turun dan bersiap siap untuk sekolah, entalah hari ini kara ingin sekolah pagi mungkin karena ada yang beda sekarang, maybe!
"berangkat sekarang?" tanya raka dan diangguki oleh kara
"gak sarapan dulu?" tanya raka lagi
"enggak usah nanti di kantin aja" jawab kara dan akhirnya mereka berakat kesekolah menaiki mobil raka, sampai di sekolah kara langsung keluar dan mengucapkan terimakasih pada raka dan dibalas anggukan oleh raka. Setelah itu seperti biasa raka langsung menuju ruang osis karna hari ini dia mendapat tugas.
__ADS_1
"ka gimana, udah siapkan?" tanya rama saat raka baru duduk di kursinya
"siap buat?" tanya raka sambil menaikan satu alisnya
"buat tanding basket, bentar lagi kan ada tanding basket" seru dimas dan duduk berhadapan dengan raka
"tim basket putra aja?" tanya raka yang memang belum mengetahui tentang pertandingan ini, aneh memang dia ketua osis tapi gak tau tentang pertandingan mukin sekarang diotaknya hanya ada beruang kecilnya, eeaakkk
"ya enggaklah tim putri juga, tapi beda hari sih" sambung bara yang juga nimbruk disana
"oke, gue siap" jawab enteng raka dan berlalu pergi
"ini nih yang gue salut sama tu anak, selalu siap dalam keadaan apapun" salut rama dan diangguki oleh dimas
"jelas, kak raka itu adalah panutanku" sambung bara, rama dan dimas menatap bara dengan curiga
"panutan atau calon kakak ipar?" tanya dimas sambil menaik turunkan alisnya
"apaan sih lo kak gak nyambung" kesal bara
"gue tau ya, akhir akhir ini gue lihat si sasa nempel bener deh sama lo, lo pakai apa coba bisa buat si sasa nempel?" tanya rama menyelidik
"lo pake pelet ya" sambung dimas sambil geleng geleng kepala
"otak lo berdua kak, emang gak bener" sahut bara dan juga berlalu meninggalkan rama dan dimas
###
"Kar woi kar, lo napa seyam seyum dari tadi kesambet setan apa lo?" tanya ina yang baru datang bersama sinta
"eihh tapi bentar tumbet bet dah lu udah disekolah, wah bener nih lo kesambet" ina geleng geleng dan memegang kepala kara
"lo apaan sih, megang pala gue" kesal kara dan menepis tangan ina
"ya gue mau ngusir setan di diri lo lah" sahut enteng ina dan duduk di mejanya
"oh iya kar lo udah tau bentar lagi ada pertandingan basket?" tanya sinta dan dapat gelengan dari kara
"makanya jangan bucin terosss" semprott ina dan dapat tatapan tajam dari kara dan ina hanya nyengir
"tanding sama sekolah mana?" tanya kara
"sama sekolah musuh lo itu" sahut sinta dan kara teseyum devil
"bagus deh, setidaknya dia bakalan malu lagi karna kekalahan" ucap kara dengan senangnya
"aneh ya, masa kara cuma ngalahin dia, malah buat dia kesel sama kara kan gak epik" sahut ina dan dapat anggukan dari sinta
__ADS_1
"biarin aja dia emang suka cari masalah, dah lah gue mau keluar nyarik masalah" kata kara dan bangkit dari duduknya
"ikuttt" teriak ina dan sinta barengan dan mengejar kara. Saat di koridor tidak sengaja ia berpaasan dengan raka, raka hanya meliriknya sebentar lalu berjalan menuju gerbang, saat itu kara terdiam lama memikirkan sesuatu, sampai ina dan sinta juga diam
"kar lo kesambet lagi?" tanya ina dan belum dapat jawaban dari kara dan tiba tiba kara berlari menyusul ke gerbang, dan jelas diikuti oleh ina dan sinta
"eh ada tuan putri nih, kenapa?" tanya salah satu osis disana yang sedang tugas, tapi tidak dijawab oleh kara karna ia sedang mencari seseorang
"kayaknya ada yang aneh deh" ucap dimas dan semua pandangan osis yang berada didekatnya menatap heran
"tumben lo kar gak terlambat" sambung dimas lagi dan akhirnya osis disana sadar apa terjadi, seorang tuan putrinya terlambat tidak terlambat hari ini
"ketos lo mana?" kara tidak menjawab pertanyaan dari dimas tapi malah bertanya dimana raka
"apa?" tanya raka yang sudah berada di belakanganya, kara berbalik dan terseyum
"gue mau ngomong" ucap kara dan menarik tangan raka sedikit menjauh dari osis yang lain, beberapa osis ada yang merasa aneh kenapa tiba tiba raka dan kara tidak cekcok tapi ini malah akur
"kenapa?" tanya raka saat sudah sedikit jauh dari yang lain
"guekan mau tanding basket, lo mau ya,,," ucapan kara terpotong oleh raka
"enggak, lo gak boleh ikut tanding" ucap raka tegas
"lah kenapa?" tanya kara heran
"lo masih sakit kar, lo gak boleh ikut gue gak ngijinin" kata raka
"lo siapa gak ngijinin gue?" tanya kara yang sudah kesal
"gue ketos disini, dan gue juga tunangan lo, jadi keselamatan lo juga jadi urusan gue" sambung raka sambil menatap kara
"gue gak sakit raka, gue udah sembuh, lagian kalau gak ada gue tim gue gak lengkap" kesal kara pada raka
"tetep aja gue gak bolehin, gak ada penolakan" tegas raka dengan sedikit bentakan yang membuat kara diam, entalah bentakan kali ini yang diucapkan raka membuat rasa sesak di dada kara, mata kara mulai berkaca kaca dan raka melihat itu
"kok lo nangis?" tanya raka dan ingin menyentuh kara namun ditepis oleh kara, kara pergi meninggalkan raka yang masih bingung
"gue salah dimana?" tanya dirinya sendiri, "masa karna gue gak bolehin ikut dia nagis" sambungnya lagi, dan raka pun mengejar kara yang sudah mulai menjauh.
🌸🌸🌸
MAAF YA KALAU GAK NYAMBUNG
JANGAN LUPA LIKE, COMMENTNYA YA
DADAHHH
__ADS_1