Love You Ketos

Love You Ketos
bab 31 Taruhan dulu?!


__ADS_3

🌸🌸


oh iya aku baru ingat aku lupa memberi nama pada SMAnya jadi SMA yang sitempati oleh raka dan kara adalah SMA TUNGGAL.


OKE LANJUT KE CERITA


*******************************************************************


Dan disinilah sasa dan bara yang berada di lapangan basket, untuk menjalankan hukuman dan bara memantau atas perintah ketosnya.


"silahkan dimulai hukumanya" ucap bara pada sasa yang masih berdiri didepanya


"kak kasi sasa semangat dong, biar sasa kuat larinya" pinta sasa dengan sedikit memelas


"semangat" ucap bara datar


"ihh kak bara bukan gitu, tapi gini sasa cantik semangat ya" ucap sasa sambil menaikan tanganya keudara


"udah, jangan banyak protes langsung lari aja" ujar bara dan berjalan mencari tempat duduk di pinggir lapangan, sasa pun mulai berlari dengan semangat tapi baru 3 putaran ia sudah lelah dan mulai memelankan larinya, sudah hampir 8 putaran tapi sasa sudah tidak kuat ia pun berhenti sejenak


"berhenti, tambah 2 putaran lagi" kata bara datar, sasa mendengar itu kesal dan melanjutkan larinya karena sudah sangat lelah sasa pun oleng dan jatuh membuat sikunya sedikit berdarah


"awww" ringis sasa, dan membuat bara melihat kearahnya dan langsung berlari


"lo kenapa?" tanya bara dan berjongkok di depan sasa


"huaaa siku sasa sakit hiks hiks berdarah, mami sasa sakit hiks hiks huaaa sakit" sasa menangis histeris, bara bingung sasa menangis sangat kencang, tapa babibu lagi bara langsung menggendong sasa dan mengajaknya ke uks. Saat sudah di uks sasa duduk di bangkat uks dan masih menangis histeris


"sa lo jangan nangis, nanti dikira gue lagi yang buat lo nangis" kata bara sedikit bingung


"hiks hiks sakit, hiks sasa sakit" ucap sasa sesenggukan


"gak usah nangis ya, gue obatin tenang ya jangan nangis lagi" bara berusaha menenangkan sasa dan mulai mengobati sikunya yang terluka


"hiks sakit kak" sasa masih sedikit sesenggukan, bara pun mengusap air mata sasa dengan ibu jarinya pelan sambil terseyum


"udah jangan nangis lagi ya, udah gue obatin" ucap bara lembut


"iya kak makasi ya" ucap sasa dan terseyum manis, bara membalas seyumanya


"oh iya kak bara, nanti malam mau ke pasar malam gak?" tanya sasa pada bara, bara berfikir sejenak dan mengiyakan permintaan sasa, sasa senang dan reflek memeluk bara. Jantung bara berdebar sangat kencang sudah lama dia tidak pernah dipeluk oleh cewek, kecuali pacarnya namun sudah 1 tahun berada di luar negeri.


"maaf kaka sasa seneng banget soalnya, kalau gitu nanti aku tunggu di taman deket pasar malam itu ya" ujar sasa dan diangguki oleh bara.

__ADS_1


"engak papa lah sekali aja, dan semoga dia gak ngejar gue lagi setelah itu" bati bara


Dan bel istirahat pun berbunyi hampir seluruh siswa menuju ke kantin, tapi tidak untuk kara ia malah diseret menuju ruang osis oleh anggota osis, ia mencoba memberontak tapi malah di jaga kayak presiden menuju ruang osis dan kara pasrah dan mengikuti menuju ruang osis, dia juga sedikit kangen dengan istananya.


"ada apa sih kalian narik gue kesini, gue gak ada buat masalah ya" cerocos kara dan duduk di kursi depan meja ketos


"tunggu dulu, kita nunggu tamu kehormatan dulu" sahut rama


"tamu kehormatan, maksud lo ada mentri yang mau kesini?" tanya kara kesal


"bukan mentri tapi pangeran, diam aja napa lo juga bakalan tau" kata rama lagi


"aneh lo" ketus kara dan memilih memainkan ponselnya dan beberapa menit datanglah orang yang ditunggu


"ada apa?" tanya raka yang datang dengan wajah datar dingin namun coll


"akhirnya lo datang" ucap dimas, raka berjalan dan duduk di kursinya dan sedikit terkejut melihat ada kara disini


"lo gak capek buat onar hah?" tanya raka heran melihat gadisnya ini, aduh udah panggil gadisnya lagi hahahah


"gak ada gue buat onar, malah gue gak tau ngapa di ajak kesini" sahut kara malas


"oke diam ya, gue yang ngomong disini" kata rama dan diangguki oleh dimas dan seluruh osis yang ada disana


"lo kar, lo gak pernah telat deh gue liat akhir akhir ini benerkan?" tanya rama


"dan lo gak pernah telat karna rakakan?" tanya rama lagi


"iya, dia jemput gue" sahut enteng kara dan seluruh osis disana terkejut dengan pernyataan kara tapi tidak untuk dimas, rama dan raka


"kalian diam mereka itu pacaran" jawab dimas keceplosan, dan benar saja mereka semua terkejut termasuk kara dan raka


"dim lo kok,,," ucapan raka terpotong


"udah gak papa ka biar mereka tau, dan gak ada yang deketin lo lagi, gue kasian liat kara tersiksa melihat pacarnya direbutin mulu" ucap dimas lagi tanpa dosa


"dim awas lo nanti ya" ucap kara yang sudah menatap tajam dimas dan dimas hanya nyengir


"udah itu gak penting, gue mau terusin dulu ini" sahut rama dan dipersilahkan oleh yang lainya


"jadi kesimpulanya lo udah gak pernah telat karna raka benar" tanya rama


"iya" jawab kara

__ADS_1


"berarti raka menang" semangat rama dan dapat tepukan tanga oleh yang lainya


"menang apaan?" tanya raka bingung


"lo lupa, dulu kaliankan pernah taruhan" ingat dimas pada raka dan kara


"taruhan?" tanya raka dan kara barengan, dan dapang anggukan dari semuanya


"lo lupa?" tanya rama dan diangguki oleh raka dan rama pun menceritakan semuanya, ( kalau lupa bisa cek di bagian bab 3)


"ohh itu, ya lupain aja" suruh raka enteng


"gak bisa, itu taruhan raka dan lo bisa minta apapun pada kara, benerkan?" tanya rama pada osis disana dan dijawab kompak oleh mereka


"ih raka aja nyuruh lupain kalian malah gak setuju gimana sih" kesal kara


"ini itu taruhan kara dan lo harus pegang itu" sahut rama


"lah raka aja lama buat gue gak datang pagi, berarti gue yang menang" sahut kara gak kalah


"eee bener juga sih oke deh kalian berdua menang jadi kalian boleh meminta apapun dari masing masing" putus dimas dan diangguki oleh kara dan raka


"lo minta apa?" tanya kara pada raka


"gue minta lo gak boleh ikut tanding" ucap raka menatap kara


"gak bisa, gak boleh dong" sahut kara kesal


"kenapa gak boleh, itu permintaan gue" kata raka enteng


"oke, kalau gitu gue juga minta lo gak boleh ikut tanding juga gimana?" tanya kara sambil menaikan alisnya


"gak bisa gue sangat dibutuhkan di tim gue" sahut raka cepat


"ya sama, gue juga sangat dibutuhkan di tim gue" jawab kara, raka menarik nafasnya pelan


"oke, gue minta lo jadi asisten gue selama pertandingan gimana?" tanya raka


"oke kalau gitu, gue juga minta lo juga harus jadi asisten gue selama pertandingan" pinta kara, dan mereka berjabat tangan sebagai persetujuan.


*******************************************************************


HAIHAIHAI MAAF YA BARU BISA UP😂

__ADS_1


DAN JANGAN LUPA LIKE DAN COMMENTNYA YA


DADAHHH


__ADS_2