
Malam hari Kevin sudah siap untuk menghadiri acara makan malam dengan rekan bisnis papinya, Bimo. Dia tengah menunggu Keira yang sedang berdandan. Kevin dan Keira siap siap lebih awal karena mereka akan ke rumah Bimo terlebih dahulu sebelum berangkat ke acara.
30 menit menunggu, Keira sudah siap dengan dress berwarna navy tanpa lengan, dengan panjang selutut. Serasi dengan pakaian yang dikenakan Kevin.
"Sudah siap?"tanya Kevin saat melihat Keira menghampirinya di ruang tv.
"Udah, yuk"ajak Keira. Kevin beranjak dari duduknya mengahampiri Keira dan mengandeng tangannya.
"Pa, ma, pamit dulu ya"pamit Keira pada Aryo dan Luna.
"Iya sayang, hati hati yaa"jawab Luna. Kevin dan Keira mengangguk dan segera berangkat.
.
.
.
Di rumah Bimo juga sudah rapi dengan kemeja yang dia kenakan. Dia tengah menunggu Kevin dan Keira yang sedang dalam perjalanan. Sambil menunggu Bimo sesekali memainkan ponselnya membuka beberapa email yang di kirimkan oleh asistennya yang belum sempat ia cek.
15 menunggu akhirnya tang di tunggu datang juga. Mendengar deru mesin mobil Bimo segera keluar menyambut kedua anaknya.
"Maaf pi lama"ucap Keira menyalami tangan Bimo di ikuti Kevin.
"Nggak apa apa sayang"jawab Bimo.
__ADS_1
"Berangkat sekarang aja yuk"ajak Bimo.
"Iya pi, tapi kami pakai mobil sendiri ya pi"ucap Keira.
"Iya nggak apa apa, papi bawa sopir saja"jawab Bimo. Mereka menuju mobil masing masing. Kevin dan Keira, Bimo dengan sopirnya.
Di dalam mobil Kevin dan Keira tak banyak mengobrol. Kevin fokus dengan setir mobilnya dan mengikuti mobil Bimo dari belakang. Sementara Keira tentu saja dia fokus dengan ponselnya. Hingga sekitar 40 menit di perjalanan mereka kini sudah berada di pelataran rumah mewah dengan gaya modern.
Keira turun dari mobil saat Kevin sudah membukakannya pintu. Mereka bergandenga tangan dan menghampiri Bimo.
"Ayo masuk"ajak Bimo.
"Ayo pi"jawab Kevin dan Keira.
"Tamunya tuan David ya?"tanya Bibi.
"Benar"jawab Bimo.
"Mari silahkan masuk"ucap Bibi dengan sopan. Bimo mengangguk kecil dan segera melangkahkan kakinya menuju ruang tamu di ikuti Kevin dan Keira tentunya. Mereka duduk sambil menunggu sang ART yang memanggilkan majikannya. Tak selang lama seorang pria paruh baya yang umurnya tak beda jauh dari Bimo datang dan menyapa mereka.
"Selamat malam tuan Bimo"sapa David menyalami Bimo.
"Selamat malam tuan David"balas Bimo.
.
__ADS_1
.
.
Berbeda suasana di ruang tamu, Fanya yang sudah diberitahu David bahwa tamunya sudah datang langsung menghampiri kedua putranya. Pandu dan Zoya sang anak tiri.
"Zoy, udah siap?"tanya Fanya.
"Udah tan"jawab Zoya.
"Ya udah yuk turun, Pandu udah nungguin tuh"ucap Fanya seraya menunjuk Pandu yang berdiri diluar kamar Zoya.
Fanya, Zoya dan Pandu berjalan beriringan menuruni satu persatu anak tangga. Sampai di ruang tamu, David langsung memperkenalkan istri juga anak anaknya kepada Bimo.
"Ini Fanya, istri saya tuan, dan ini Gilang dan yang itu Zoya, anak anak saya"ucap David.
Deg
Jantung Bimo seakan berhenti berdetak untuk beberapa saat. Jadi David Gutama mantan suami Monic adalah David rekan bisnisnya, batin Bimo berteriak. Fanya dan Gilang menyalami Bimo bergantian. Namun saat Zoya hendak menyalami, Bimo seakan enggan menerima uluran tanga dari Zoya. Namun karena merasa tak enak hati drngan David, Bimo pun menerima uluran tangan tersebut meskipun hanya sebentar.
"Ohh iya ma, ini anak dan menantu tuan Bimo, Keira dan suaminya, Kevin"ucap David. Kevin dan Keira menyalami Fanya bergantian.
Suasana mendadak hening. Bimo terlihat masih enggan membuka obrolan, begitu pula dengam Zoya yang sedari tadi menunduk.
TBC
__ADS_1