
Ketika bell pulang sekolah berbunyi, semua murid sma tunggal pergi keparkiran dan langsung menuju ke rumah masing masing tapi tidak untuk kara karena hari ini adalah hari dimana dia akan disibukan dengan lomba besok, hari ini dia tidak latihan tetapi cuma memberi arahan pada timnya agar semangat besok, setelah itu mereka langsung pulang. Kara yang tadi pagi pergi bersama raka memilih untuk menunggu jemputan dari rumah dia tidak peduli lagi dengan raka.
Beberapa menit berlalu raka datang menghampiri kara yang berada di depan gerbang, raka masih menggunakan baju basketnya karena selesai latihan basket.
"ayo pulang gue udah selesai" kata raka pada kara, namun tidak ada sahutan dari kara
"kar ayo pulang" ajak raka lagi tapi tidak dijawab juga sama kara, datanglah sebuah mobil dan berhenti di depan mereka
"gue pulang sama supir gue" jawab datar kara dan langsung membuka pintu mobil dan sebelum masuk mobil raka memegang tangan kara
"kar lo masih marah sama gue?" tanya raka
"menurut lo?" sahut dingin kara
"oke gue minta maaf sama lo gue salah" ucap raka sambil memegang tangan kara
"gak bukan lo yang salah tapi gue karna gue selalu salah dimata lo" kata kara dan langsung masuk mobil setelah menghempaskan tangan raka tadi
"jalan pak" ucapnya pada sang supir, dan supir hanya mengangguk dan menjalankan mobilnya. Raka merasa sangat bersalah karena tidak mempercayai kara dan dia mengacak rambut frustasi, dan pergi menuju lapangan basket dan mengambil tas setelah itu ia pergi dan memilih pergi ke apartemenya untuk beristirahat atau memilih menginap disana karena sasa juga mengatakan ingin menginap di rumah kara lagi. Sampai di apartemenya raka langsung membersihkan dirinya dan setelah itu merebahkan dirinya, sebelum sempat menutup mata ponsel raka berbunyi dan raka mengakatnya
"tumben, kangen lo?" tanya raka pada orang disebrang telepon
",,,"
"kapan balik?" tanya raka
",,,"
"oke gue tunggu, bye!" ucap raka dan mematikan sambungan telepon itu, ia menghembuskan nafasnya panjang
"apa gue harus kembali sekarang, setelah lama break?" tanyanya pada diri sendiri sambil melihat lihat langit langit kamarnya, "udah lama juga gue gak main" ucapnya lagi dengan seyum. Setelah itu raka tertidur dengan lelap.
Disisi lain kara sampai dirumahnya dan langsung naik ke kamarnya, sampai dikamarnya ia melihat sasa yang sedang membaca buku.
"sa kamu udah sembuh?" tanya kara, sasa mendongak melihat keasal suara
"eh kak kara udah kak, mama nana jago rawat sasa" ucap sasa terseyum
"iya dong mama emang jagonya udah kayak dokter hahaha" ucap kara dengan tawanya
__ADS_1
"oh iya kak, sasa nginep sini lagi bolehkan?" tanya sasa pada kara
"boleh!" jawab kara dan sasa terseyum
"oh iya kak, kak raka gak kesini?" tanya sasa dan membuat kara merubah raut wajahnya dan tidak luput dari pandangan sasa
"kenapa kak, kakak berantem sama kak raka?" tanya sasa pada kara namun tidak dibales oleh kara, kara langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
"pasti ada yang terjadi ini" batin sasa dan memilih melanjutkan membaca buku, setelah kara selesai mandi kara turun kebawah untuk makan tapi saat sampai di bawah dia mendapati ada orang yang duduk di ruang tamu
"permisi mau cari siap?" tanya kara, dan seketika orang itu berbalik menghadap kearah kara
"loh bar, lo kok disini ngapain?" tanya kara pada orang itu dan ternyata bara
"gue mau jengukin sasa, tadi kata raka sasa disini" ucap bara
"oh sasa ia dia disini, duduk dulu bar" ucap kara
"bik tolong panggilin sasa ya, bilang ada temenya datang" suruh kara pada artnya, artnya mengangguk dan pergi ke kamar kara yang juga ditempati oleh sasa
Drtt drttt
"baru inget" ketus kara diseberang telepon
",,,"
"udah gak usah basa basi, cepet pulang aku kangen" rengek kara pada orang diseberang telepon
",,,"
"iya kakak, ingat oleh olehnya ya" ucap kara dan ternyata yang menelpon adalah kakak kara yang sedang kuliah di luar negeri
",,,"
"oke bye!!" ucap kara dan kembali menaruh ponselnya, dan datanglah art yang kara suruh memanggil sasa tadi
"loh bik, mana sasa?" tanya kara pada artnya
"e,,, anu non,,, non sasanya tidur,,, ya non sasanya masih tidur" ucap artnya sedikit gugup, kara mengeryitkan alisnya
__ADS_1
"hah tidur, tadi bukanya dia masih baca buku ya" batin kara dan melihat kearah bara, entah ada apa kara tiba tiba mengerti dengan keadaanya
"eh bar, ee gimana ya, sebaiknya lo pulang aja dulu sasanya masih tidur, nanti kalau sasa bangun gue kabarin oke atau besok aja kayaknya sasa sekolah" ucap kara sedikit tidak enak karena mengusir bara sepereti ini
"ohh gak papa kar, santai aja besok aja deh" ucap bara dan langsung pamit pada kara, setelah itu kara menuju ke kamarnya ingin melihat sasa dan benar saja sasa hanya pura pura tidur, kara mendekat ke kasurnya
"udah kamu gak usah pura pura" suruh kara dan membuat sasa membuka matanya perlahan sambil terseyum
"eh kak kara, enggak kok kak aku beneran tidur baru aja bangun" elak sasa
"aku tau ya mana orang tidur sama enggak" jawab kara, dan sasa hanya nyengir
"kamu ada apa sama bara?" tanya kara pada sasa
"enggak ada" elak sasa
"gak usah bohong" ucap kara
"aku gak bohong" sahut sasa
"oke kalau gak mau cerita, kakak mau telepon bara supaya kesini aja" ucap kara dan mengambil ponselnya sebelum sempat menelpon sasa sudah menghentikanya
"gak usah kak, oke aku cerita" ucap sasa dan menceritakan kejadian yang menimpanya
"salah ya kak, sasa gak ngerti semuanya, jauh di dalam hati sasa masih suka sama kak bara tapi sasa juga tau kalau kak bara enggak suka sama sasa" ucap sasa sendu, kara yang melihat itu menjadi prihatin dan juga kecewa dengan sikap bara tapi ia juga tidak bisa menyalahkan bara disini juga sasa salah karena menyukai seseorang yang sudah memiliki kekasih.
"saran kakak kamu gak boleh jauhin bara karena udah bikin kamu kecewa, mungkin ada halangan ia gak jadi datang jadi kamu bicarakan baik baik denganya, dan tentang perasaan mu itu lebih baik kamu sedikit kontrol saja, ingat jika dia memang jodohmu dia akan datang pada mu walaupun banyak halangan yang datang" ucap kara memberi nasehat pada sasa
"makasi kak setelah aku curhat ke kakak aku merasa lebih lega dan aku bakal menerima kenyataanya, ya walaupun akan sakit tapi aku akan berusaha tegar"ucap sasa terseyum dan mereka pun berpelukan.
🌸🌸🌸
SEGINI DULU YA LAIN KALI UPNYA LEBIH BANYAK DEH
MAAF YA BARU BISA UP, LAGI SIBUK
KAYAKNYA BAKALAN JARANG UP DEH TAPI KALAU BANYAK YANG BERI SEMANGAT AKU USAHAIN UP TIAP HARI OKE, TERIMAKASI YANG UDAH MAMPIR,,, JANGAN LUPA LIKE COMENTNYA
DADAHHH
__ADS_1