
Keesokan harinya keluarga raka dan kara sarapan bersama, sambil mengombrol santai.
"oh iya vino kamu jadi akan menikah seminggu lagi?" tanya papa doni pada putranya
"jadi pa, laras sedang berada diperjalanan bersama keluarganya, mungkin besok akan sampai di indonesia" sahut vino sambil mengunyah makananya, laras adalah nama dari calon istri vino, mereka bertemu di luar negeri dan sama sama kuliah ditempat yang sama, laras asli indonesia sama seperti vino.
"eh kar, gimana udah malam pertama?" tanya vino dengan santainya, semua orang tertawa mendengar ucapan vino yang kelewat santai itu dan membuat wajah kara memerah menahan malu
"lo gak usah gangguin istri gue ya" ucap raka yang tau bahwa istrinya tengah malu
"yaelah gue nanya aja" jawab vino
"pertanyaanya kak vino yang sedikit gimana gituu" sahut sasa menimpali, kedua keluarga itu tertawa sangat harmonis dilihat dan tiba tiba ada satu ponsel yang berbunyi
drtt drttt drttt
"eh raka jangan mengangkat ponsel saat sedang bersama seperti ini okey" ucap mami ida, dan raka hanya pasrah dan mematikan ponselnya
drttt drttt drtt
Kembali ponsel raka berbunyi namun dari mata sang mami raka tidak mengangkatnya, dan mengabaikanya namun dia penasaran ada apa sampai bams dan sam menelponnya sepagi ini dan berulang kali, raka berfikir ada yang tidak beres.
drttt drttt drttt
Dering ponsel kembali berbunyi namun bukan ponsel raka melainkan vino, dan vino akan menjawab panggilan itu tapi dicegah oleh mamanya, dan pada akhirnya vino juga mengabaikan panggilan itu
"ka kayaknya ada sesuatu yang serius sampai sampai sam dan bams nelpon gue berulang kali" bisik vino disamping raka
"lo juga ditelpon?" tanya raka dan adit mengangguk, raka pun gelisah sebenarnya ada apa sampai bams dan sam menelpon dia dan vino, dan pada akhirnya raka meminta izin untuk keluar
"pi raka ada urusan penting" raka mengucapkan dengan menekankan kata urusan penting jika sudah berkata seperti itu beni akan tau urusan apa itu dan dia tidak akan melarangnya
"urusan penting apa?" tanya mami ida
"sudahlah mi itu pasti pekerjaan yang sangat penting sudahlah" ucap beni untuk meyakinkan istrinya
"vino juga, vino ikut raka" dan akhirnya vino dan raka menaiki mobil menuju markasnya namun saat di perjalanan vino menelpon bams balik untuk menanyakan ada apa
"halo, kenapa lo nelpon ada urusan penting?" tanya vino pada bams
"cepet kerumah sakit, gak usah tanya kenpa nanti gue jelasin" bams langsung mematikan sambungan telepon itu
tit tit
Bunyin ponsel vino menandakan ada pesan masuk ternyata itu bams yang mengirim lokasi rumah sakit tersebut.
__ADS_1
"kenapa?" tanya raka
"gak tau, tadi bams nyuruh dateng kerumah sakit, nanti bakal dijelasin disana" ucap vino
"rumah sakit?" raka bingung kenapa rumah sakit, dan tak banyak bicara akhirnya raka melajukan mobilnya menuju rumah sakit yang telah diberitahu oleh bams. Sesampainya disana, raka dan vino turun dan masuk kedalam rumah sakit
"boy" panggilan itu membuat vino dan raka menoleh secara serempak
"ngapain kesini?" tanya vino pada bams
"ikut gue" bams tidak menjawab melainkan mengajak raka dan vino menuju ruang yang bertuliskan oprasi
"bentar,,, kenpa lo ajak kita kesini, maksudnya apa, kenpa lo gak jelasin aja" ucap raka yang sudah bingung dan gelisah tentang teka keki yang dibuat kedua curut ini yang tak lain sahabatnya
"boy gue minta maaf" ucapan sam membuat raka semakin bingung
"maaf?, maaf buat apa gue gak ngerti" raka sudah semakin bingung
"hari ini adit oprasi" ucapan bams membuat raka dan vino diam dan menatap bams
"oprasi, oprasi apa, emang dia sakit apa sampai oprasi?" pertanyaan itu terlontar dari bibir vino
"hati," jawab sam
"saat kejadian waktu orang tua lo diculik boy, bukankah adit terkena tembak oleh gino dan itu membuat komplikasi pada hatinya" jelas sam dan betapa terkejutnya raka mendengar itu
"tapi bukankah saat itu adit mengatakan bahwa ia tidak apa apa"
"dan lo percaya?" tanya bams
"****"
"sorry boy kalau kita menyembunyikan ini tapi itu adalah kemauan adit dan gue gak bisa nolak" jelas sam, raka merasa dirinya bersalah karena tidak tau hal ini dan apalagi saat ini adit menjalani oprasi. Dan pada akhirnya raka, vino, bams dan sam menunggu sampai oprasi adit selesai, beberapa jam telah berlalu dan akhirnya oprasi itu pun selesai.
"dokter gimana keadaan teman saya?" tanya raka saat melihat seorang dikter yang keluar dari ruang oprasi itu
"oprasinya berhasil, dan saat ini pasien telah berhasil melawan masa kritisnya, dia akan dipindahkan keruang perawatan untuk bisa beristirahat
"hah syukurlah" keempat pemuda itu akhirnya bisa tenang mendengar bahwa oprasinya berjalan lancar
"bos boy" ucap seorang gadis yang memakain seragam dokter
"lita, lo disini?" tanya raka, lita adalah sahabat adit dan juga sebagai dokter di markasnya raka
"iya bos, saya juga ikut tadi untuk oprasi adit" jelasnya dan raka hanya mengagguk, dan akhirnya adit pun dipindahkan keruang perawatan.
__ADS_1
"boy lo pulang aja, biar gue sama bams disini, lo pasti dicariin sama keluarga lo, apalagi kara" ucap sam mengerti keadaan raka
"gue pulang pulang dulu, kalau ada apa apa, lo telepon gue secepatnya gak ada kata ragu buat ngehubungin gue, ngertikan" ucap tegas raka
"iya pasti, lo tenang aja, kata dokter juga adit sudah lebih membaik" ucap sam
Dan akhirnya raka dan vino meninggalkan rumah sakit itu, karena sudah malam jadi mereka memutuskan untuk pulang kerumah karena papinya mengatakan bahwa keluarga semuanya sudah pulang, setelah mengantar vino pulang raka melajukan mobilnya menuju rumahnya.
"gue kayak kenal dia, tapi siapa?" tanya raka dalam hati melihat seseorang yang terlihat tidak asing baginya, dan raka memutuskan untuk pergi dan tidak peduli, sampai dirumah ia disambut oleh istri cantiknya yang tersenyum manis dihadapanya
"istriku cantik sekali" ucap raka dan mencium kening kara
"kenapa baru pulang?" tanya kara sedikit cemberut
"kenapa, sudah kangen?" goda raka dan membuat pipi kara memerah
"ish kamu" raka pun mengajak kara utuk pergi ke ruang tamu
"kamu mau makan, aku ambilin ya" tawar kara
"gak usah sayang aku udh makan kok" jawab raka
"dari mana?" tanya kara
"rumah sakit, adit tadi oprasi" jawab raka apa adanya, dan karna kara tidak begitu dekat dengan seniornya itu pun hanya mengagguk
"apa?" suara itu berasal dari belakang kara dan raka dan ternyata itu adalah sasa
"kak adit oprasi" sasa pun mendekati kakanya untuk menanyakan lebih jelas
"iya" jawab raka
"dia sakit apa?" tanya sasa, dan raka pun menjelaskan penyakit adit tapi sedikit dikurangin bagian tertembaknya dan raka berbohong mengatakan penyakit adit sudah dari lahir
"sasa mau jenguk kak adit besok, bisakan kak?" tanyanya pada sang kakak
"boleh, lagian kata dokter dia juga sudah lebih baik kedaanya" setelah itu sasa pun kembali kekamarnya untuk tidur dan untuk pengantin baru juga pergi kekamarnya untuk beristirahat.
🌸🌸🌸
MAAF YA KELAMAAN GAK UP, OH IYA AKU MAU UCAPIN TERIMAKASI BUAT YANG UDAH STAY DISINI DAN LAGI SATU AKU MAU KATAKAN BAHWA LOVE YOU KETOS AKAN TAMAT SEBENTAR LAGI ANTARA 2 ATAU 3 EPS LAGI, TAPI JANGAN SEDIH KARENA AKAN ADA SEASON 2NYA JADI JANGAN BATAL FAVORITEKAN NANTI AKU AKAN UMUMIN DISINI UNTUK SEASON 2NYA, OKE TERIMAKASI.
JANGAN LUPA LIKE DAN COMMENTNYA YA
DADAHHH
__ADS_1