
Malam hari Kevin masih merasakan pusing dan mual. Keira sudah mengajak Kevin untuk ke dokter, namun Kevin menolaknya. Berbagai cara dan alasan Keira gunakan, namun tetap saja Kevin menolak. Kini Kevin, Keira dan Aryo sudah siap di meja makan. Mereka tengah menunggu Luna yang sedang menerima telfon.
"Ishh, mama terima telfon dari siapa sih lama banget"gerutu Kevin.
"Nggak tau apa aku udah laper"lanjut Kevin kesal.
"Kei, mending kamu sama Kevin makan duluan aja, kasian Kevin, nantikan harus minum obat"ujar Aryo.
"Iya pa"jawab Keira. Keira menuangkan nasi dan beberapa lauk serta sayur di piring Kevin juga dirinya. Kevin makan dengan lahap makanan yang ada dipiringnya. Bahkan dalam sekejap hanya tinggal separo porsi saja.
Aryo masih menunggu kedatangan Luna. Namun sampai sekarang Luna belum juga muncul.
"Mending papa makan dulu aja, papa pasti udah laper juga kan"ucap Kevin.
"Hahh, iya Kev, biarin aja mama mu makan sendiri nanti"jawab Aryo sedikit kesal karena memang dirinya juga lapar. Aryo mengambil nasi dan lauk pauk untuk teman makannya. Sama seperti Kevin, Aryo pun menikmati makan malamnya.
Makanan di piring Kevin hanya tinggal seperempat porsi, sedangkan dipiring Aryo tinggal separo porsi. Dan saat itulah Luna menghampiri mereka di meja makan.
"Maaf ma kami makan duluan"ucap Keira yang melihat Luna berjalan ke meja makan.
"Nggak apa apa sayang, mama yang minta maaf buat kalian nunggu"jawab Luna sambil mendudukan bokongnya.
Huek
Kevin berlari ke kamar mandi dapur yang paling dekat. Dia memuntahkan semua makanan yang telah masuk kedalam perutnya. Keira pun membantu Kevin memijat tengkuknya.
"Masih mual?"tanya Keira saat Kevin sudah berhenti muntah.
"Dikit"jawab Kevin lirih.
"Lanjutin makannya ya"ajak Keira. Kevin menggeleng. Dia malah memeluk tubuh Keira yang dirasa dapat mengurangi rasa mualnya.
__ADS_1
"Makan dulu ya, dikit aja"bujuk Keira.
"Nggak mau, aku mau tiduran aja"ucap Kevin. Alhirnya Keira mengalah, dia megantar Kevin ke kamar agar Kevin bisa beristirahat.
Keira kembali ke meja makan untuk melanjutkan makan yang tertunda.
"Maaf ma"ucap Keira.
"Nggak apa apa sayang"jawab Luna.
"Kevin nggak lanjutin makannya?"tanya Luna.
"Nggak ma, dia mau tiduran aja"jawab Keira. Luna mengamggukkan kepalanya dan kembali melanjutkan makannya. Hanya tinggal Luna dan Keira yang makan karena Aryo selesai saat Keira mengantar Kevin ke kamar tadi.
.
.
.
Sedanglan di meja makan Luna dan Keira sedang membereskan bekas makan malam mereka. Saat mereka sedang sibuk, ada seseorang yang menekan bell rumah.
"Ada tamu kayaknya ma"ucap Keira.
"Iya. Biar mama aja yang buka"jawab Luna. Keira mengangguk pada mertuanya tersebut dan melanjutkan pekerjaannya.
Luna membuka pintu utama dan terlihatlah seorang pria sekitar umur 40.an tahun berdiri. Pria itu memakai jaket berwarna hijau khas driver online. Dan tak lupa di tangannya menenteng plastik kresek berwarna putih.
"Pesanan atas nama Kevin"ucap sang ojol sambil menyerahka pesanan. Luna menerima pesanan tersebut dan memberikan benerapa lembar uang pada pria tersebut. Setelah pria itu pergi Luna segera masuk menemui Kevin.
"Kev, kamu pesan martabak ya? udah sampe nihh"panggil Luna dari depan kamar Kevin. Kevin yang rebahan di kamar langsung merasa mual kembali saat mendengar Luna memanggil.
__ADS_1
"Mama taruh aja di depan pintu"teriak Kevin dari kamar.
"Kamu apa apaan sih Kev, biarin mama masuk"kesal Luna.
"Nggak usah ma, taruh aja disitu"ucap Kevin.
"Kamu lagi ngapain sihh?"tanya Luna heran karena tak di ijinkan masuk.
"Aku tambah mual kalo barengan sama mama"teriak Kevin yang tambah membuat Luna kesal.
"Ma, kok nggak masuk"tanya Keira yang sudah selesai membereskan dapur.
"Nihh, kamu kasih ke suami kamu"ucap Luna sambil menyodorkan kresek berisi martabak dengan kesal.
"Hahh, mama kenapa?"tanya Keira bingung.
"Tanya aja sama suami kamu itu"jawab Luna melengos pergi meninggalkan Keira yang kebingungan.
Keira membuka pintu dan langsung di sambut omelan oleh Kevin karena dia mengira yang masuk adalah Luna. Saat ini Kevin tengah membujuk Keira agar tak marah lagi padanya.
"Sayang, udah dongg jangan marah, aku kan udah minta maaf"ucap Kevin memelas.
Huftt
"Sebenarnya kamu kenapa sih? kamu marah kenapa sama mama sampe sampe mama nggak di bolehin masuk?"tanya Keira.
"Aku nggak marah sama mama, cuma aku mual kalo deket sama mama"jawab Kevin.
"Alasan macam apa itu"ucap Keira tak percaya.
"Astaga sayang, beneran, aku mual kalo deket mama"ucap Kevin memeluk Keira erat.
__ADS_1
"Terserah kamu, makan tuh martabak, keburu dingin"ucap Keira kesal. Mata Kevin berbinar saat Keira menyebut nama martabak. Dengan tidak sabaran Kevin membuka bungkus martabak itu dan langsung melahapnya habis. Keira pun tidak tiwari oleh Kevin. Bahkan Keira sampai melongo melihat cara makan Kevin yang begitu rakus.
TBC