Love You Ketos

Love You Ketos
bab 85 EXTRA PART


__ADS_3

Raka keluar dari mobil dan menemui beberapa orang yang menghadangnya


"siapa kalian?" tanya raka, yang saat ini sedang berada di mood yang kurang bagus


"hahahahaha, lumayan gede juga nyalinya" salah satu dari mereka menjawab dan juga tertawa


"gak usah basa basi" tanpa aba aba raka langsung memukulin orang itu, raka menjadi sangat bringas mungkin karena sebuah berita yang ia dapat tadi, raka memukuli beberapa orang itu menggunakan tangan kosong, dan mungkin jumlah yang sangat berbeda lima lawan satu, dan tetap saja yang unggul adalah raka, empat orang telah tiada dan raka masih memukuli satunya lagi


"siapa lo hah, mau lo apa?" bentak raka sambil memukulinya


"hentikan, tolong hentikan saya cuma suruhan" saat raka mendengar bahwa itu hanya suruhan dia berhenti sejenak


"siapa yang menyuruhmu?" tanya raka, sebelum orang itu menjawabnya dia telah ditembak oleh orang tak dikenal, dan itu membuat raka kaget dan kesal karena tidak mendapatkan jawaban apapun


"arghhhh, siapa lo hah, gak usah sembunyi lo, lo takut?" raka berteriak memanggil orang yang telah membunuh orang yang ingin mengatakan yang sebenarnya tadi


"dasar penakut lo" tanpa banyak bicara dan akan membuang buang waktunya raka kembali menaiki mobilnya dan meninggalkan mereka.


"ternyata gue salah, gue kira setelah lo denger kematian sahabat lo, lo bakal lemah, tapi ternyata lo lebih bringas, RAKA MAHENDRA" orang yang menembak tadi bersembunyi tidak jauh sambil tersenyum licik melihat kepergian mobil raka, "dan akan gue pastikan lo akan merasa bersalah seumur hidup lo karena kepergian adit" orang itu pun pergi meninggalkan orang yang sudah dibayar mahal mahal tapi kalah melawan satu orang.


"ibu biarkan saya melihat satu kali saja" mohon bams pada wanita yang dipanggil ibu itu


"jangan harap, ini perbuatan kalian adit menjadi seperti ini, dan jangan pernah mengikuti saya" ibu itu pergi dengan keranda yang sudah ditutupi kain putih, bams dan sam berusaha mengejarnya namun mereka dihentikan oleh beberapa orang suruhan dari ibu itu, dan pada akhirnya bams dan sam hanya melihat keranda itu


"kita cari boy" ucap sam, dan bams mengangguk mereka pun meninggalkan rumah sakit itu, mereka memutuskan untuk mencari raka disekitaran rumah sakit namun nihil jam sudah menujukan pukul 2 pagi tapi raka belum ketemu dan akhirnya bams dan sam memutuskan untuk balik ke markas, sampai disana mereka melihat mobil raka dan langsung masuk kedalam


"boy, boy lo disini" teriak bams menuju ruangan raka namun tidak ada,


"apa diruangan adit" ucap sam, mereka berduapun pergi keruangan adit namun juga nihil tidak menemukan raka,


"diaman dia" ucap bams


"arghhhh, lo pembunuh sahabat lo sendiri raka, lo gak berguna" teriak seseorang dari ruangan khusus, mendengar itu bams dan sam kesana dan saat ingin membuka pintunya dan ternyata terkunci


"boy, boy lo didalam?" teriak sam

__ADS_1


"pergi, gue pembunuh" ucap raka dari dalam


"boya lo gak bersalah itu udah takdir boy" teriak bams


"kita dobrak" mereka pun mencoba mendobrak pintu itu dan terbuka disana raka sudah sangat kacau banyak pecahan botol, dan darah yang melekat ditanganya


"boy lo gila hah" bams mencoba menenangkan raka


"iya gue gila, kenapa karna gue adit pergi" raka pun meneguk minuman yang berada ditanganya sampai habis


"dia minum" ucap sam berbisik ke bams


"demi kebaikan lo boy" dengan sengaja sam memukul raka hingga tak sadarkan diri, "sorry boy, gue lakuin ini juga buat kebaikan lo" sam dan bams mengangkat dan sedikit membersihkan luka yang berada di tubuh raka.


"apa yang harus kita lakuin?" tanya bams, sam berfikir sejenak


"kita tlepon vino" bams mengagguk dan langsung menghubingi vino untuk datang kemarkas, beberap menit kemudian vino datang dengan wajah kelelahan karena ini masih sangat pagi sekitar pukul 3 pagi


"lo gila nyuruh gue datang pagi kayak gini" marah vino pada bams dan sam yang sedang memunggunginya, bams dan sam menoleh dan saat itu vino kaget melihat raka yang sangat berantakan berada diatas tempat tidur


"ada apa denganya?" tanya vino mendekati raka, "apa dia bertengkar dengan kara samapi mabuk seperti ini?" sambungnya lagi


"ceritakan ada apa dengan boy, dan mana curut lagi satu biasanya selalu ada" tanya vino pada bams dan sam dan mereka hanya diam


"malah diam, gue nanya ini bambang" kesal vino," dit ,adit ambilin gue minum, gue haus banget" teriak vino memanggil adit


"vin, sorry" ucap sam


"sorry kenapa, cerita sama gue!" suruh vino, "ck, mana si adit lama banget, dit gue hitung sampai tiga kalau lo gak datang gue bunuh lo beneran" teriak vino lagi


"adit udah pergi" ucap sam, membuat vino mengernyit


"pergi?, lah pergi kemana diakan tinggal disini" bingung vino


"adit pergi untuk selamanya" jawab bams

__ADS_1


"untuk selamanya, sumpah gue enggak ngerti apa yang kalian omongin maksud kalian tuh apa, adit pergi selamanya itu apa?" vino kesal dengan teka teki yang dibuat bams dan sam


"adit meninggal vin" ucap bams dan vino terdiam


"lucu canda lo" ucap vino masih tidak percaya


"vin dengerin gue, gue serius vin adit udah pergi udah meninggal, dan karna itu boy jadi kayak gini, boy nyalahin dirinya karna meninggalnya adit" sam mengatakan dengan jelas ke arah vino


"gila kalian berdua, minggir gue mau ketemu adit" vino bangun dan menuju pintu


"gue gak bohong vin, gue ada disana saat adit meninggal" teriak bams


"bercanda lo gak asik tau, gak mungkin adit meninggal, itu cuma prankkan, lo mau bohongin gue mana mana kameranya, udah gak usah bercanda, gue gak ulang tahun hari ini" vino mulai gelisah, mencoba meyakinkan bahwa ini tidak benar


"gue gak bohong vin, lo lihat raka, lo pernah liat dia kayak gini sebelumnya?, enggakan" sam mendekati vino yang telah luruh kelantai


"tapi bagaimana bisa" ucapnya lirih dan akhirnya bams dan sam menceritakan semua kejadian dirumah sakit pada vino.


"dan karna itu raka menyalahkan dirinya sendiri akan kepergian adit, bukan cuma raka gue dan bams juga merasa kehilangan tapi raka lebih sngat merasakan kehilangan adit" cerita itu terhenti dan membuat vino terdiam dan melihat raka, dia sudah mengaggap raka sebagai sahabat, adik apalagi dia memang adik iparnya.


"saat ini adit masih dirumah sakit?" tanya vini dan bams menggelengkan kepalanya


"lalu dimana dia?" tanya vino heran


"dia dibawa pergi oleh ibu itu yang cegah gue menemui adit, katanya dia akan memakamkan adit jauh dari kita" ucap bams dan vino semakin heran


"kenapa?" tanya vino


"ya karna bagi ibu itu kitalah yang membuat adit meninggal" jawab bams lagi


"bukan itu, kenapa ibu itu yang membawa adit?," tanya vino, " bentar siapa ibu itu?" bams dan sam sama sama saling pandang, menyadari akan kejanggalan disini.


🌸🌸🌸


SORYY BANGET KALAU KURANG GIMANA GITU, TAPI THANKYOU BUAT KALIAN YANG SELALU DUKUNG AKU.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN COMMENTNYA YA


DADAHHH


__ADS_2