
Selesai dengan acara pertunangan Gavin dan Alya, Kevin dan Keira kembali di sibukan dengan serangkaian persiapan acara resepsi dirinya. Keira memang akan terjun langsung memilih gedung, dekorasi bahkan catering pun Keira yang memilihnya langsung.
Seperti saat ini, Keira dan Kevin sedang bersama salah 1 WO terkenal di ibukota. Keira yang memilih sendiri WO tersebut.
"Menurutmu bagus yang mana?"tanya Keira pada Kevin.
"Apa aja sayang, semua yang kamu pilih aku pasti suka"jawab Kevin tersenyum. Keira tersenyum dan kembali membuka lembaran demi lembaran foto dekorasi yang membuatnya bingung.
"Oke, aku pilih yang ini aja mbak"ucap Keira.
"Tapi nanti untuk beberapa bagian dekorsai bunganya aku yang pilih sendiri"lanjut Keira.
"Baiklah. Sudah saya catat semua point point yang anda inginkan"ucap sang WO.
"DP nya sudah saya transfer"ucap Kevin sebelum akhirnya berpamitan.
"Sayang, aku mau makan dulu"ajak Kevin.
"Hahh, ini baru 1 jam setelah tadi makan siang kev"ucap Keira.
"Tapi aku sudah lapar"rengek Kevin.
"Baiklah, mau makan di sini atau cari tempat lain?"tanya Keira.
"Aku mau makan bakso yang di kantin sekolah"ucap Kevin.
"Yang di depan komplek aja gimana sekalian arah pulang"nego Keira.
"No, aku maunya yang di kantin sekolah yang"ucap Kevin manja.
"Oke baiklah, kita kesana"pasrah Keira. Keira akhirnya menuruti permintaan Kevin yang menurutnya aneh. Tidak biasanya Kevin merengek hanya demi makanan.
20 menit perjalanan Kevin dan Keira sudah sampai di sekolah. Sekolah sedikit sepi karena memang siswa kelas XII sudah selesai ujian dan mereka libur sampai saat acara kelulusan. Dengan bergandengan tangan mereka berjalan menyusuri koridor kelas menuju kantin. Di kantin sangat sepi karena memang baru saja bell masuk setelah istirahat.
Kevin mengajak Keira duduk di salah satu bangku.
"Aku pesan dulu, kamu tunggu sini"ucap Kevin. Keira mengangguk dan tersenyum melihat Kevin yang begitu semangat ingin makan bakso di kantin sekolahnya. Keira mengamati seisi kantin yang sepi.
"Hahh, bakal kangen sama tempat ini"gumam Keira lirih. Keira sedikit tidak percaya bahwa dirinya sudah hampir lulus dari SMA Guna Darma. Padahal baru kemarin dia sering telat datang ke sekolah bahkan bolos dan berakhir di hukum oleh Ketos super menyebalkan yang tak lain adalah suaminya sendiri.
Keira terkekeh mengingat betapa bar barnya dia dulu sebelum menikah.
__ADS_1
"Sayang"panggil Kevin.
"Hahh, udah pesennya?"tanya Keira.
"Udah, baru di bikinin"jawab Kevin.
"Mikirin apa sih sampe senyum senyum gitu?"tanya Kevin.
"Nggak ada. Cuma nggak nyangka aja kalau bentar lagi bakal lulus dan ninggalin sekolah ini"ucap Keira.
"Padahal baru kemarin aku dateng telat, sering bolos bahkan di hukum sama suami sendiri"lanjut Keira tertawa.
"Dasar kamu yaa"ucap Kevin mencubit hidung Keira gemas.
"Aku juga nggak nyangka udah mau lulus aja padahal baru kemarin aku hukum kamu meskipun sebenernya aku nggak tega"lanjut Kevin terkekeh.
"Nggak tega apaan, bahkan dalam waktu 2 tahun kamu hampir tiap hari hukum aku"kesal Keira.
"Kamu sendiri nggak kapok"jawab Kevin santai. Saat sedang mengobrol seru, bakso pesanan mereka sudah jadi.
"Makan dulu sayang"ucap Kevin. Kevin mulai meracik baksonya dengan menambahkan sambal dan sedikit kecap. Kevin memakan baksonya dengan lahap, bahkan sampai nambah hingga 3 porsi. Padahal Keira 1 porsi saja masih sisa sedikit.
"Sayang, makannya jangan banyak banyak, nanti sakit perut lhoo"ucap Keira.
.
.
.
Sampai di rumah Kevin dan Keira melihat Luna sedang duduk di teras ditemani secangkir teh herbal dengan kue kering sebagai pelengkap. Keira turun lebih dulu dan menghampiri sang mertua sedangkan Kevin memarkirkan mobilnya di garasi.
"Mama"sapa Keira.
"Sayang, gimana? udah selesai semuanya?"tanya Luna.
"Udah ma, tinggal nyari bunganya aja"jawab Keira.
"Lhoo, kamu bunga mau cari sendiri juga?"tanya Luna heran.
"Cuma beberapa aja ma, bunga yang buat dekorasi tertentu aja"jawab Keira.
__ADS_1
"Ya udah, mama kira semuanya"ucap Luna terkekeh.
"Ya enggak lah ma, ntar dikira aku tukang bunga lagi"sahut Keira bercanda. Luna tertawa mendengar guyonan menantunya itu. Tak selang lama Kevin datang menghampiri dua wanita kesayangannya.
"Hai ma"sapa Kevin hendak mencium pipi Luna. Namun belum sempat Kevin mendarat ciumannya, dia sudah berlari masuk mencari toilet terdekat.
"Kevin kenapa Kei?"tanya Luna panik.
"Nggak tau ma, biar aku tengok"jawab Keira mengejar Kevin. Luna pun ikut mengejar Kevin yang berlari ke kamar mandi yang ada di dekat dapur.
"Sayang, kamu kenapa?"tanya Keira di depan pintu kamar mandi yang tertutup. Terdengar Kevin muntah muntah di dalam sana.
"Sayang kamu jangan bikin khawatir dong, buka pintunya"ucap Keira panik.
"Kei, Kevin kenapa?"tanya Luna tak kalah panik.
"Nggak tau ma, muntah muntah di dalem"jawab Keira khawatir.
Ceklek
"Sayang, kamu kenapa?"tanya Keira khawatir. Kevin langsung memeluk Keira dan menghirup dalam dalam aroma tubuh Keira.
"Kev, kamu kenapa?"tanya Keira lagi. Kevin hanya menggeleng di pelukan Keira.
"Kamu masuk angin Kev?"tanya Luna.
"Mungkin sakit perut ma, tadi Kevin habis makan bakso habis 3 mangkok"jawab Keira.
"Astaga Kevin Kevin ,kamu itu ya, makanya kalau makan itu tau aturan, tau porsi yang tepat, jangan rakus"omel Luna.
"Udah deh ma, nggak usah ngomel ngomel, udah pusing tambah pusing nih kepala aku, mending mama jauh jauh dehh, tambah mual aku kalai deket deket mama"ucap Kevin mendongakkan kepalanya.
"Dasar anak kurang ajar, dikasih tau orang tua malah nyuruh jauh jauh"kesal Luna.
"Udah ma udah, maafin Kevin ya ma, mungkin Kevin lagi nggak enak badan ma"ucap Keira menengahi.
"Hahh, mending kamu bawa Kevin ke kamar, biar di anter wedang jahe sama bibi"pungkas Luna. Keira mengangguk dan memapah tubuh Kevin ke kamar.
Sampai di kamar Keira membantu Kevin merebahkan tubuhnya di ranjang. Namun saat Keira akan beranjak, Kevin lebih dulu menariknya hingga membuatnya jatuh di pelukan Kevin.
"Sayang, kamu apa apaan sihh, aku mau ganti baju dulu, gerah"ucap Keira kesal.
__ADS_1
"Biarin gini dulu bentar aja sayang, biar mualnya hilang"ucap Kevin memejamkan matanya. Akhirnya Keira pasrah berada di pelukan Kevin hingga tak lama kemudian Kevin tertidur. Dengan hati hati Keira melepaskan pelukan suaminya itu dan beranjak ke kamar mandi.
TBC