Love You Ketos

Love You Ketos
bab 88 EXTRA PART


__ADS_3

Hay aku mau ngasik tau aku ada novel baru judulnya ALBHI, kalau sempet mampir ya, terimakasi


...----------------...


Masih ditempat yang sama dan keadaan yang sama juga membuat seseorang menjadi gabut dan bosan berada disana


"ah membosankan, apakah tidak ada yang akan jadi badut atau drama lagi nih, ya supaya gue gak bosen disini sambil menunggu bos bos gue itu" ucapnya dalam hati ya karna mulutnya masih terperban, "tapi apakah mereka tau gue masih hidup?, pasti tau merekakan pintar gak mungkin mereka percaya begitu saja, dan walaupun percaya ya agak heran sih gue jadinya" sambungnya, ya dia adalah adit yang masih berada disana diruangan kosong,


Tiba tiba pintu itu terbuka dan menampilkan dua orang yang berjalan mendekat, adit tidak begitu jelas melihatnya karna lampu yang kurang pencahayaanya


"ini mata gue yang gak bisa liat atau merekanya yang gak mau bayar listrik lebih" gumamnya


"lo pasti bertanya tanya siapa kitakan?" tanya orang itu


"tidak juga sih, tapi kalau boleh tau ya gue terima" masih dalam hati


"buka dulu perban dimulutnya, biar dia bisa bicara" ujar yang satunya


"nah ada juga yang waras disini" adit manggut manggut, dan satu orang itu maju perlahan dan membuka perban itu dengan kurang ajarnya tanpa kehati hatian


"ah ah, akhirnya bisa bicara juga gue, gue udah takut kotak suara gue hilang tadi" ucap adit setelah perban dimulutnya dibuka


"hai selamat datang ditempat ini" ucap orang yang menculik adit


"oh iya terimakasi" tanpa takutnya adit membalas dengan satainya


"lo seharusnya takut, gue bukan nyambut tapi mau sandra lo" ucapnya kesal


"gue bukan sandra, salah tangkap lo ya" dua orang itu menatap heran kelakuan orang ini, dia adalah tahanan pertama yang tidak ada takut takutnya


"oh iya bagi makan napa laper nih gue, gue ini baru selesai oprasi udah dikasih kejutan yang sangat istimewa seperti ini, gue belum pernah jadi tahanan sebelumnya" ucap adit santai, dua orang itu menatap aneh kearah adit


"oh pantesan lo gak tau gak pernah jadi tahanan ya?" tanya orang itu sedikit mengejek


"tahanan disini gak pernah dapat makan ngerti lo" ucap satunya lagi


"wah wah wah gak elit banget penculikan ini, denger ya tahanan itu harus dikasik makan kalau enggak,,," adit menggantung ucapanya membuat dua orang itu penasaran

__ADS_1


"kalau enggak?" tanya dua orang itu barengan


"kalau enggak ya dia mati duluan dong gila lo ya" kesal adit, "apakah dia tidak tau konsep konsep penculikan" sambungnya dalam hati


"ya bagus dong" seru yang satunya


"bagus apaan, percuma lo nyulik kalau bukan lo sendiri yang bunuh egeeee" kesal adit, dia seperti bertemu penculikan junior kalau seperti ini


"ouhhh bener juga lo dit" ucapnya


"hah lo tau nama gue?" tanya adit heran menatap mereka namun tidak terlihat begitu jelas


"ya taulah kalau enggak ngapain gue nyulik lo bambuang" adit hanya manggut manggut


"eh btw siapa yang nyulik gue?" tanya adit penasaran


"pengen tau aja atau pakek banget?" tanya mereka, adit seolah olah berfikir


"pakai banget deh" ucapnya


"yang nyulik lo itu,,," orang itu menggantukan ucapanya, adit mendengarkan dengan serius


"gue gak tau siapa lo, lo kesini napa dikit mukak lo yang jelek itu gak kelihatan dikegelapan beda lagi kalau mukak lo glow in the dark, baru mungkin bisa gue liat" ucap adit sedikit berteriak


"seharusnya dari suara lo bisa kenal gue sih" ucapnya


"kalau lo artis terkenal maybe gue bisa tau lo dari suara, tapi lo itu bukan siapa siapa dan tolong sadar diri okey" adit sedikit prihatin kepada orang itu yang tidak terkenal seperti dia.


"banyak omong ya lo, udah ditahan masih berani ngelunjak" sembur orang itu


"lah gue punya mulut, suara juga suara gue, napa lo gak suka?" tanpa rasa takut adit menjawabnya dengan santai


"kalau bukan ini demi rencana gue, udah gue buang lo kerawa rawa" kesal orang itu


"banyak omong lo, tapi gak berbuat" sahut adit, tiga orang itu melotot tak percaya


"ya emang salah kita culik orang, seharusnya kita culik adik atau istrinya bukan malah kang bacot" ucap salah satunya

__ADS_1


"maksud lo apa hah gue kang bacot, lo tuh gak berguna banget jadi orang dari tadi lo aja yang banyak bacot, kalau gue jadi lo dari tadi juga gue udah bergerak bukan malah adu bacot" sembur adit yang sangat kesal dengan mereka bertiga, tiba tiba mulut adit diperban lagi, membuatnya berontak tapi tak bisa


"emang salah gue buka perban mulutnya" mereka bertiga pun pergi meninggalkan adit sendiri


"lah gue belum tau siapa mereka lagi, ah males banget gue disini gabut bener, mana laper lagi, ini si bos mana sih, dia emang berniat bunuh gue secara perlahan ya kezelll gue" adit pun memilih untuk tidur ya jika bisa tapi apa sih yang gak buat adit tidur dengan posisi disandra pun sangat nyaman baginya.


Dilain tempat sasa dan bara melewati jalanan kota, bara ingin membuat sasa agar tidak larut dalam kesedihan.


"sa" panggil bara pada sasa karena dari tadi sasa tidak bicara apapun


"hmm" sasa hanya berdehem


"mau makan?" tanya bara dan sasa hanya menggeleng, melihat sasa seperti itu membuat bara kasian dan akhirnya bara berhenti di sebuah taman


"kenapa berhenti?" tanya sasa saat bara memarkirkan kendaraanya


"kita jalan disini mau?" tanya bara dan sasa hanya mengangguk, bara mengajak sasa buat duduk disebuah kursi dan didepanya terdapat danau yang sangat indah


"sa bentar ya" bara pun pergi meninggalkan sasa sendiri disana, tak berapa lama bara balik dan membawa dua es krim


"nih ambil" sasa menaikan alisanya sambil menatap bara, "gue denger kalau seseorang lagi sedih dan dikasih es krim maka dia akan ceria kembali" bara memberikan itu sambil tersenyum dan sasa pun mengambilnya


"makasi kak" ucapnya dan bara hanya mengangguk, bara tersenyum melihat sasa yang sangat menikmati eskrimnya sampai bibirnya belepontan dengan perlahan bara membersihkan bibir sasa dengan tanganya


"pelan pelan aja sa gak bakal ada yang ngambil kok" ucapnya dan sasa nyengir, "nah gitu dong senyum sa lo jelek kalau cemberut tau" sambungnya


"ihhh kaka bara jahat ngatain aku jelek" sasa cemberut membuat bara gemas dan mencubit pipi sasa


"ih gemes banget sih" bara tertawa melihat ekspresi sasa yang kaget dengan mata lebar seperti boneka


"ihh kak bara kok ketawa, sakit tau" sasa pura pura ngambek tapi sebenarnya dia salting


"hahahaha, enggak enggak gue suka aja liat wajah lo gitu, lucu tau" bara berhenti tertawa, "jangan sedih lagi ya, gue akan selalu ada buat lo"


🌸🌸🌸


HAY BUAT SEMUANYA, THANK YOU YA BUAT YANG NUNGGU CERITA INI, SEMOGA SUKA

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN COMMENTNYA


DADAHHHH


__ADS_2