Love You Ketos

Love You Ketos
bab 63 semoga suka aja


__ADS_3

"hah bodoh, membiarkan benda ini disembarangan orang" adit pun membongkar remot duplikat yang sama dengan yang dibawa dani, adit memcoba untuk mematikan semua bom yang tersembunyi di dalam rumah tua itu, "ini hal yang mudah jika yang menanganin orang ganteng seperti gue hahhaha" sambungnya lagi dan anak buahnya hanya melihatnya heran, kenapa mereka bersama orang yang memiliki kepedean yang sangat tinggi.


"boy lihatlah gue udah mematikan semua bom didalam, dan kita jangan takut untuk masuk" ucap adit pada raka yang sedang memeriksa pistolnya


"bagaimana bisa?" tanya raka


"ya ternyata dani memberikan duplikatnya pada orang bodoh yang tidak bisa melawan gue" jawab adit bangga


"kalau gitu kita selamatkan sekarang" raka sudah tidak sabar menyelamatkan kedua orang tuanya namun dihentikan oleh seseorang


"hhhahahaha sebelum lo masuk lo hadapin gue dulu, karena bagian gue adalah lo raka mahendra" raka melihat orang yang berbicara tadi dan dia sangat mengenalnya dia adalah gino


"serang" gino memerintahkan anak buahnya untuk menyerang anak buah dari raka dan dia akan menyerang raka, dan pertempuran dimulai, mereka sama sama kuat dan tidak bisa dikalahkan namun jangan meragukan kekuatan dari raka jika lawanya kuat dia akan lebih kuat.


Beni saat ini sedang dibawa oleh anak buah dani menuju sebuah ruangan, dan saat pintu itu terbuka pertama kali yang dia lihat adalah ida itrinya yang sedang diikat disebuah kursi dengan mulut ditutup,


"mami" panggil beni saat melihat istrinya


"mphhmpiiiii" teriak ida dengan bibir ditutup


"lepaskan dia" beni menatap dani dengan amarah yang memuncak


"lepaskan penutup mulutnya" dani menyuruh anak buahnya membuka penutup mulut ida


"papiii" ida meneriaki suaminya


"ida aku ingin melihat seberapa besar cinta suamimu pada mu, apakah dia berani mati untukmu" dani mendekati ida


"jangan berani kau sentuh istriku dani" beni kesal dengan sikap dani yang menyentuh pipi ida


"ikat di disana" dani menunjuk sebuah tiang yang menyerupai bentuk persegi dan mengikat tangan dani di bagian sudut atas tiang itu


"lepaskan diaaaaa" ida berteriak histeris saat anak buah dani memukul perut beni dengan kuat


"hahahaha lakukan lagi, sampai dia kehabisan nafas" dani hanya tertawa melihatnya sedangkan ida berteriak histeris melihat suaminya disiksa seperti itu


Diluar ruangan masih terjadi pertempuran sengit namun melihat dari banyaknya anggota dari gino telah kalah membuat gino harus mundur dan sebagai perpisahan terakhir dia melepaskan tembakan kesembarangan arah


Dorrr


"arghhhhh" suara itu membuat yang lain melihat kesumber suara dan berhasil membuat gino kabur dari sana

__ADS_1


"dit" suara sam dan mendekati adit, adit terkena tembakan dibagian perut dan membuat dia sedikit melemah


"dit lo" ucap raka, dia sangat cemas melihat keadaan adit


"gue gak apa, lo selamati orang tua lo dulu" ucap adit dengan mata hampir terpejam


"bams, sam kalian bawa adit kerumah sakit dan yang lainya bantu gue buat menyelamatkan orang tua gue" mereka pun akhirnya memasuki ruangan itu dan mendengar jeritan dari ida


"mami" ucap raka dan mendobrak pintu itu, matanya melihat papinya yang dipukuli dan maminya diikat di kursi


"kau berani sekali masuk kesini, baiklah itu yang kau inginkan lihat saya akan memencet remot ini maka kalian akan mati" ucap dani menunjukan remot kecil itu


"lakukan saja, jika kau juga ingin mati sekarang juga" raka mendekat dan dani pun memencet remot itu tapi tidak terjadi apa apa


"kenapa?, apakah rusak?" tanya vino yang juga berada disana sedangkan anak buah dari dani sudah lenyap oleh anggota raka


"dasar tidak berguna" dani melempar remot itu dan mengambil pistolnya dan mengarahkan ke arah raka


"jangan" teriak ida saat melihat pistol itu mengarah keanaknya


"hahahaha kenapa ida, lihatlah suami dan anak mu akan tewas dihadapan mu" ucap dani tertawa, dan saat dani melihat kecurigaan dari anak buah raka dia langsung berlari dan mendekati tubuh ida, "jangan ada yang mendekat atau dia akan tertembak sekarang juga" teriak dani dan membuat pergerakan anak buah raka terhenti


"jangan kau sentuh mami saya" teriak raka dengan mata menajam, sedangkan beni sudah lemas tak berdaya dan dibantu oleh anggotanya,


dorrrr


Raka terkejut apa yang dilakukan dani, dan dani pun menjatuhkan diri kebawah. Vino mendekati pematas itu untuk melihat dani, apa yang terjadi terhadapnya


"arghhh, kita ditipu" vino melihat dani berlari menuju sebuah mobil yang sepertinya sudah menunggunya disana


"sudahlah, nanti kita bisa menyelesaikanya lebih baik kita bawa papi mu kerumah sakit dulu raka" ucap doni dan diangguki oleh raka, mereka pun melajukan mobilnya untuk kerumah sakit dimana adit juga dibawa kesana


Berbeda dengan mobil yang dinaiki dani, melaju kesebuah tempat yang akan mereka kunjungi


"paman apa yang paman lakukan, kenapa paman melukai diri paman sendiri?" tanya gino ya ternyata gino menunggu dani untuk kabur dari sana


"sudahlah ini tidak penting, apakah anak buahmu berhasil?" tanya dani mengalihkan pertanyaan gino


"sudah paman, tenang saja" ucap gino dan diangguki oleh dani


"apa yang akan paman lakukan?" tanya gino penasaran

__ADS_1


"lihat saja" dani tersenyum iblis akan rencanaya selanjutnya.


Saat sampai dirumah sakit, beni langsung mendapat perawatan dari dokter dan juga ida termasuk anak buah dari raka yang terluka


"gimana keadaan lo?" tanya raka saat memasuki ruang inap adit


"gak apa" jawab adit, sebelum bams menjawabnya, bams menatap adit dengan heran, dan raka mengangguk


"orang tua lo gimana?" tanya adit pada raka


"udah ditangani sama dokter" jawab raka


"boy" panggil sam dan raka menoleh


"ponsel lo dari tadi berdering, mumet gue dengernya" ucap sam dan memberikan ponsel raka pada pemiliknya


"ohh thanks udah bawa ponsel gue" jawab raka dan melihat beberapa panggilan tak terjawab dari rama, dimas, kara, sinta dan ina, "kenapa mereka tiba tiba menelpon, apa mereka tau yang terjadi pada gue" gumam raka dan saat raka ingin menelpon balik dia di panggil oleh vino untuk bertemu dokter, untuk mengetahui keadaan orang tuanya, raka pun pergi keruangan dokter dan mendapatkan kabar baik karena papinya baik baik saja dan hanya butuh beberapa pengobatan dan istirahat. Setelah beberapa jam dirumah sakit malam pun tiba, dan raka saat ini masih dirumah sakit bersama anggota inti dan termasuk orang tua dari kara


"raka apa kara menelpon mu?" tanya nana saat ini nana sedang duduk di sebelah raka


"iya tapi raka tidak mengangkatnya" jawab raka, "apa dia dirumah ma?" tanya raka


"tidak, dia sedang pergi kerumah sinta katanya mau nginep bersama ina sambil menghabiskan waktu, makanya mama bisa pergi tanpa sepengetahuan dia" jawab nana dan raka mengagguk, "mungkin dia menelponmu untuk mengatakan dia sedang bersama temanya" sambunya lagi dan raka hanya mengangguk saja


"kalau gitu raka mau menelpon kara dulu ma" ucap raka dan pergi menjauh dari ruangan itu agar tidak berisik, saat sampai di parkiran raka mencoba menelpon kara namu ponselnya tidak aktif


"dia pasti sedang bersenang senang" gumam raka dan memaruh ponselnya disaku celana dan sebelum itu ada panggilan masuk dari rama, raka mengangkatnya


"halo" ucap raka saat sudah mengangkat telepon itu


"lo kemana aja hah?" tanya rama dengan sedikit berteriak


"kenapa?" tanya raka heran karena rama tidak bernah berteriak seperti ini


"kara diculik"


🌸🌸🌸


MAAF MAAF MAAF SEKALI BARU UP, TERIMAKASI MASIH NUNGGU CERITA INI, SEMOGA SUKA YA


JANGAN LUPA LIKE DAN COMMENTNYA YA

__ADS_1


DADAHHH


__ADS_2