
"raka kamu dimana, aku min,,," ucapan kara terhenti saat raka sudah menyelanya terlebih dahulu
"maaf kar aku sibuk nanti aku hubungi lagi" ucap raka
"tapi,,," belum selesai, raka telah memutuskan sambunganya itu.
"raka" kara kembali mengecek ponselnya dan ternyata raka telah memutuskan sambunganya, ya saat ini kara telah diculik oleh seseorang yang mengaku sebagai orang yang sedang mencari alamta namun saat kara menujukan alamatnya dimana dia tiba tiba mebekap mulut kara sampai pingsan, "aku telepon mama sama papa" kara mencoba menghubungi orangtuanya namun ponsel mereka tidak aktif, "siapa lagi,,,?, rama" kara mencari kontak rama dan langsung menelponya
"halo kar" sahut rama saat sudah mengangkat telepon itu
"ram tolongin gue, gue diculik" sahut kara
"hah lo dimana sekarang?" tanya rama khawatir
"gue,,," belum selesai kara berbicara ada yang mengambil ponselnya dan membantingnya, kara menoleh dan terkejut, sedangkan rama semakin panik karena sambungan telepon kara terputus
"kar, halo kar" ucap rama dan saat melihat ponselnya ternyata terputus dan rama mencoba menghubunginya lagi namun tidak aktif, rama berniat menghubungi raka namu tidak dijawab dan akhirnya rama berniat meminta bantuan pada dimas, ina dan sinta.
"lo" ucap kara sambil menujuk orang itu, orang itu tersenyum dan menyuruh beberapa anak buahnya untuk mengikat kara di sebuah kursi
"lepasin gue," brontak kara namun tenaganya kalah dengan orang yang mengikatnya
"kalian bisa keluar" ucap orang itu pada anak buahnya, akhirnya kara dan orang itu hanya berdua di ruangan tersebut
"lo gila hah?" tanya kara pada orang itu
"ck,ck,ck kara kara, saat ini lo masih sombong hah, gak usah sombong karna ini bukan pertandingan" ucap orang itu sambil mengitari kara
"salah gue apa sih sama lo diana" ucap kara kesal menatap orang itu yang ternyata adalah diana musuhnya dari sma mulia
"salah lo, karna lo udah berani nantang gue" ucap sarkas diana, "oh ya mungkin lo bakal terkejut lagi setelah ini" ucapnya dan sedikit menjauh dari kara
"maksud lo?" tanya kara heran, bukanya menjawab diana malah duduk santai di atas meja, baru saja kara akan mengucapkan sesuatu tapi suara yang ia kenal terdengar
"kara, siswi pembuat onar" ucap orang itu kara meliriknya dan kaget karena melihat icha yang juga berada disana
"lo" ucap kara memincingkan matanya
"iya gue kenapa?" tanya icha tersenyum
"kalian gila hah, lepasin gue" ucap kara menajamkan matanya
__ADS_1
"gak secepat itu kara" lagi suara seorang wanita terdengar kara pun melihatnya lagi dan kali ini tambah terkejut
"gina" gumam kara melihat gina berada didepanya sekarang dan dia baik baik saja
"kenapa, lo kira gue udah mati?" tanya gina dan mendekat ke arah kara
"lo,,, dasar penipu" ucap kara menatap gina
"kenapa, udalah kar sekarang nikmati saja permainan kita
"lepasin gue" ucap kara mencoba membuka ikatan pada tangnya dan tubuhnya
plakkkk
Gina menampar pipi kara dengan keras, membuah kara memejamkan matanya karena merasa panas dan perih
"gue pengen" ucap icha ia pun maju dan langsung menampar pipi sebelahnya
plakkk
Kara kembali memejamkan matanya, "gue gak boleh nyerah" batin kara menyemangati dirinya sendiri
"gue pengin juga" ucap diana dan kembali menampar kara dengan keras, ketiga wanita itu tertawa puas saat melihat pipi kara merah akibat tamparan mereka
"lo gila" ucap kara dengan menatap gina
"hahahaha, masih sempet sempetnya lo bilang gue gila" gina melepaskan cengkraman pada kara dengan kasar
"apa yang kalian lakukan" tanya seseorang yang datang dari arah luar keempat wanita itu menoleh bersamaan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Raka terdiam saat mendengar perkataan dari rama, ia merasa sangat bersalah saat ini, raka langsung memutuskan panggilanya itu dan langsung masuk ke mobil sambil mencoba menghubungi kara namun tidak aktif
"kara kamu dimana?, maaf aku gak becus jagain kamu" ucapnya dan mencoba menghubungi sam dan bams untuk menemukan kara. Dan saat ini raka telah berada di markasnya bersama bams dan sam, raka tidak memberitahu keluarganya dan juga keluarga kara dia takut nanti semua akan khawatir
"rencana lo apa sekarang, kita gak tau kara dibawa kemana" tanya bams pada raka, raka berfikir sebentar
"lo lacak gps ini, seinget gue, gue pernah menaruh gps dikalung kara yang gue berikan padanya" ucap raka ia mengingat pernah menaruh gps di dalam kalung yang ia berikan pada kara waktu itu, bams mengangguk dan mulai melakukanya
"gue pergi, gue mau mencari kara sekitar yang gue tau, dan kalau udah selesai lo langsung hubungi gue" raka langsung berlari menaiki mobilnya dan melaju dengan kecepatan yang tinggi, "kamu gak boleh kenapa napa kar, aku gak mau kehilangan kamu" gumam raka sambil mengemudikan mibilnya.
__ADS_1
Jauh dari posisi genting yang dialami raka disini seseorang sedang melamuni kehidupanya, yang kacau
"kenapa hari hari gue jadi buruk setelah lo pergi?, gue gak tau tapi disaat lo ada disisi gue gue emang sedikit kesal tapi akhir akhir ini gue ngerasa nyaman berada didekat lo, dan saat itu sudah mulai malah lo yang pergi, gue salah selama ini, gue kangen lo sasa" ucap seseorang ya siapa lagi kalau bukan bara, cowok itu saat ini sedang berada di halaman rumahnya sambil memandang lurus kedepan
"dan lia, gue pertahanin lo selama ini tapi apa yang lo berikan ke gue, hanya kekecewaan, lo bilang mau dijodohin tapi apa lo malah main belakang selama ini" gumam bara yang mengingat kejadian dimana ia mengakhiri hubunganya dengan lia
flessback on
Setelah dari mall, bara mengantarkan lia menuju bandara dan mereka menyempatkan diri untuk makan disebuah restauran dekat bandara
"gimana keadaan kamu?" tanya bara pada lia
"aku baik" jawab lia
"kamu gak mau tinggal disini aja, sama aku?" tanya bara
"maaf aku gak bisa, aku harus kembali kesana orang tuaku ingin aku menetap disana selamanya" ucap lia sendu
"apa se,,selamanya?" tanya bara meyakinkan, lia menarik nafasnya dan menatap bara
"maafin aku, sepertinya kita cukup sampai disini, karena aku akan dijodohkan oleh orangtua ku" saat mendengar itu bara merasa hatinya hancur
"tapi kamu mau?" tanya bara
"aku gak bisa nolak, karena ini permintaan papa dan aku gak mungkin ngecewaain papa sama mama, sorry bara lebih baik kita selesai sekali lagi maaf" saat mengatakan itu lia langsung pergi dari sana, bara masih diam mencerna kata kata lia tadi
"enggak gue gak terima lia" bara mencoba mengejar lia dan dia tidak menemukanya dan saat bara keluar dari restauran dia tidak sengaja melihat lia menaiki taksi dan bara pun mengejarnya menggunakan mobilnya, taksi yang digunakan lia berhenti disebuah taman dan bara juga mengikutinya dari belakang dan betapa terkejutnya dia karena lia bertemu dengan seorang pria dan langsung memeluknya, bara sedikit mendekat agar mendengar percakapan tersebut
" kamu lama nunggunya?" tanya lia pada laki laki itu
"tidak, gimana sudah selesai?" tanya laki laki itu
"udah aku sudah memutuskan dia, dan sekarang kita bebas buat pacaran tanpa sembunyi" lia memeluk laki laki itu lagi dan saat itu bara tau bahwa ia telah dihianati oleh lia
flassback off
🌸🌸🌸
HAII AKU KEMBALI, SEMOGA SUKA YA
JANGAN LUPA LIKE DAN COMMENTNYA
__ADS_1
DADAHHH