Love You Ketos

Love You Ketos
bab 19


__ADS_3

Masih berada dikantin, tatapan tajam mengarah ke raka dan kara, masih menunggu penjelasan tentang yang dibilah oleh dimas


"oke gue jelasin" kara menceritakan semuanya yang terjadi kepada sahabatnya dan raka hanya menganggukan kepala


"loh kok beda tadi raka jelasinya gak ada kodoknya?" tanya dimas protes


"gue gak dikutuk" jelas raka menatap kara


"aduh pogi lo jujur aja napa gue gak apa apa kok" sahut kara enteng


"HAH POGI" ucap ina, dimas dan rama dan sinta hanya diam saja


"iya nama panggilan gue buat dia bagus ya" kara menaik turunkan alisnya


"cailah udah punya panggilan aja" sahut rama, dan raka hanya diam saja


"berarti kalian udah saling suka?" tanya ina menatap kara dan raka


"ya gaklah" ketus raka dan kara barengan, kemudian saling pandang dan langsung membuang muka


"cieee barengan udah jodoh tuh" sambung dimas


"enggak" kara dan raka langsung meninggalkan teman temanya yang sedang tertawa geli melihat kara dan raka


"sumpah lucu banget mereka berdua, gue pastiin mereka bakalan bucin" kata rama diselingi tawanya


"iya kayak lo" sambung dimas


"eh sintanya rama kok diem aja dari tadi kenapa?" tanya rama manis kepada sinta, sinta hanya diam tidak menjawab dan pergi begitu saja


"sin sinta mau kemana?" tanya rama dan mengejar sinta, meninggalkan dimas dan ina


"eh kun temen lo kenapa?" tanya dimas


"gak tau gue nyet, mungkin dia lelah" jawab ina


"eh nyet beneran si kara sama raka pacaran?" tanya ina pada dimas


"lo gak denger tadi, kan udah dijelasin"


"iya sih tapi gue gak nyangka aja mereka jadian apalagi udah tunangan sekarang"


"iya juga sih apalagi mereka masih gak saling suka, apa kita deketin mereka aja gimana lo setuju kan kun" ajak dimas pada ina


"boleh nyet ide lo bagus juga"


"jelas otak gue itu isi bukan kayak lo"


"maksud lo apa hah" marah ina


"maksud gue otak lo itu gak ada isinya" dimas langsung lari menghindari ina yang mulai emosi


"monyettttttt, sini lo gue balikin ke hutan lo" teriak ina dan mengejar dimas


###


"sin tunggu napa, jangan tinggalin gue" rama mengejar sinta, dan sampailah mereka di taman belakang, "sin bentar gue capek kita duduk ya" rama mengajak sinta duduk, dan sinta menyetujuinya


"lo kok dari tadi diem kenapa?" tanya rama menatap sinta dari samping, sinta masih diam


"lo marah sama gue, karna gue selalu ngejar ngejar lo?" tanya rama serius, sinta memandang ke arah rama

__ADS_1


"oke mulai hari ini gue bakal berhen,,," ucapan rama berhenti karena sinta menempelkan jari telunjutnya di bibir rama


"jangan berhenti buat ngejar gue" ketus sinta, rama mengkerutkan dahinya


"ma mak maksudnya gimana gue gak ngerti?" tanya rama bingung


"dasar gak peka" gumam sinta kesal, dan di dengar oleh rama, seketika rama terseyum dan menggenggam tangan sinta dan menghadapkan dirinya ke sinta


"sin hari ini gue mau bilang kalau gue cinta sama lo dan gue tulus sayang sama lo, dan gue harap lo bisa nerima gue atas segala kekurangan gue. Sinta maukah engkau menjadi pacarku?" tanya rama akhirnya memberanikan diri, sinta tertegun mendengar itu, dan ada akhirnya dia mengangguk untuk jawabanya


"beneran lo mau ?" tanya rama senang


"iya gue mau" jawab sinta dan rama langsung memeluk sinta erat, "dan kenapa lo tadi kelihatan kesel" tanya rama dan melepas pelukanya


"gue gak suka liat lo deket sama sasa tadi gue liat lo duduk di koridor sama dia" ucap sinta akhirnya, rama terseyum mendengar itu


"gak usah cemburu sasa itu cuma adik buat gue sama kaya raka" jawab rama dan memeluk sinta lagi sinta membalas pelukan rama, dan tidak jauh dari sana ada 2 orang melihat hal itu dengan melotot tak percaya


"gila si rama garcep bener" ujar salah satu dari mereka


"sinta lo diem diem menghayutkan" kata satunya lagi


"eh kunti gue gak dosakan liat orang berpelukan" tayanya lagi


"gak tau gue nyet" sahutnya, ya mereka adalah ina dan dimas yang kejar kejaran sampai ke taman belakang dan melihat kejadian itu


"kun lo jomblo dan gue jomblo jadi" ucapan dimas menggantung, ina melihat ke arah dimas


"eh nyet gue waras ya, gue gak mau sama lo" ketus ina


"ehh kunti siapa yang bilang gue mau sama lo" jawab dimas, "maksud gue berarti gue punya temen, bukan gue aja yang jomblo" sambung dimas


"eh eh eh anda salah nyet gue punya gebetan dan lo nyet, sendiri" jawab ina dan pergi meninggalkan dimas, dimas menatap punggung ina


"dim, jadi lo anggep gue cuma temen?" batin ina memandang lurus


Entahlah kapan perasaan di antara mereka tumbuh tidak ada yang tau, mungkin karena saling mengejek membuat mereka merasakan sesuatu yang beda saat bersama.


###


Akhirnya bel pulang sekolah berbunyi, semuai siswa dan siswi pulang kerumah masing masing tapi tidak buat kara dan sasa karen mereka harus menjalani hukuman terlebih dahulu


"aduh panas banget lagi, dan ini masih banyak gimana bisa selesai" kesal sasa


"kalau lo hanya ngoceh, gak bakalan selesai" ucapan terdengar dari belakang sasa, sasa berbalik dan langsung terseyum, ternyata itu bara


"nih gue beliin minum" ucap bara dan memberikan minuman itu untuk sasa, sasa menerimanya


"makasi kak" ucap sasa dan diangguki oleh bara


"eee kak aku boleh nanya gak?" tanya sasa


"apa"


"tipe cewek kakak gimana" kata sasa tanpa rasa malu, bara tersedak, mendengar pertanyaan itu


"kenapa lo nanya kayak gitu?" tanya bara datar


"ya aku mau daftar buat jadi pacar kakak"


"gak perlu lo bukan tipe gue"

__ADS_1


"walaupun aku bukan tipe kakak aku akan berusaha buat dapetin kakak"


"jangan harap" bara langsung pergi meninggalkan sasa


"lihat nanti kak, karna cinta bisa datang kapan pun" teriak sasa


"gila" gumam bara, dan berlalu pergi dengan cepat


"ihh makin gemes deh liat kak bara, cuek cuek lucu aku suka" sasa mempercepat pekerjaanya dan ingin segera pulang. Di sisi lain di ruang osis kara mengeluh mengerjakan hukumanya


"pogi gue capek selesai ya" rengek kara pada raka


"belum selesai ra,,, teruskan" ucap raka dan masih memeriksa laporanya


"ihhh nyebelin lo ya," ketus kara dan melanjutkan pekerjaanya, setelah selesai kara membaringkan tubuhnya di sofa sambil menutu mata, raka melihat kara yang terlihat kecapekan


"lo itu cantik ra tapi kenapa lo suka buat onar" batin raka menatap kara, entah dorongan dari mana raka mendekati kara dan duduk disamping kara


"gue gak nyaka bisa tunangan sama lo secepat ini" lirih raka


"apalagi gue" ketus kara membuka matanya dan menatap raka


DEG DEG DEG


Jantung keduanya berdetak cepat, seperti ingin keluar dari organ tubuhnya


"aduh ni jantung kenapa apa gue ada penyakit jantung" batin kara


"jantung gue pesta, aneh banget sih" batin raka, dan akhirnya sama sama memalingkan wajahnya dan persekian detik hening.


"lo gak pulang udah sore" raka berdiri dan membereskan berkasnya


"pulanglah lo kira gue penunggu sekolah" ketus kara dan berjalan keluar duluan, tiba tiba hp raka berbunyi menandakan ada pesan masuk


TINGGG


SASA


(Kak sasa udah di jemput sasa duluan ya, bye!)


Setelah membaca pesan sasa raka berlalu pergi menuju parkiran dan menaiki motornya, saat sampai gerbang ia melihat kara yang masih disana raka pun mendekat


"kenapa?" tanya raka


"menurut lo" ketus kara, raka menghembuskan nafas berat


"naik gue anter" ucap raka sambil menatap lurus


"gak usah" ucap kara yang masih memperhatikan hpnya


"gue baik mau anter lo, dari pada lo nunggu yang belum pasti dijemput lebih baik ikut gue, lo gak liat lagi mendung" ucap raka, kara pun melihat ke arah langit dan benar saja mendung


"kalau gak mau gue tinggal ya" ucap raka dan mulai menyalakan motornya


"iya gue ikut" ketus kara dan naik ke motor raka, setelah memakai helm yang diberikan raka, raka melajukan motornya dengan kecepatan sedang bagi raka tapi tidak bagi kara, kara merasa sedikit takut saat berbocengan naik motor


"ka lo bisa pelan dikit gak gue takut" ucap kara sedikit berteriak


"ini udah pelan kar, lo mau kayak siput" tanya raka dan melirik dari arah kaca spion dan benar saja kara sedikit gelisah


"kalau takut lo pegangan aja ke gue" ucap raka, kara semula terkejut dan sedikit ragu ragu untuk memeluk raka. Raka memperhatikan kara yang bingung dan akhirnya raka raka berhenti setelah itu menarik kedua tangan kara dan melingkarkanya di pinggangnya

__ADS_1


"jangan dilepas" ucap raka dan mulai melajukan motornya, kara terkejut dengan tindakan raka namun kara tetap tidak melepaskan pelukan itu lama kelamaan kara bersadar pada punggung raka sambil terseyum, dibalik helm raka juga terseyum dengan apa yang terjadi hari ini, dan berharap waktu berjalan dengan lambat atau waktu berhenti saat ini juga.


__ADS_2