Love You Ketos

Love You Ketos
bab 84 EXTRA PART


__ADS_3

Drtttt drtttt drtttt drtttt


Tiba tiba deringan ponsel mengganggu tidur dari raka, dia pun bangun dan mencari ponselnya, saat sudah menemukanya deringan itu berhenti.


"siapa sih ganggu malam malam begini, untung istri gue kagak keganggu" raka melihat wajah istrinya yang terlelap tidur disampingnya dan tiba tiba ponsel itu berdering lagi


drtttt drtttt drtttt


Raka memutuskan pergi ke balkon untuk menerima panggilan tersebut.


"halo" jawab raka


",,,"


"kenapa?" tanya raka


"gak lo bohongin guekan" raka terlihat cemas


",,,"


"gue kesana sekarang" raka langsung memutuskan sambungan itu dan bersiap siap pergi di tengah malam ini, sebelum itu ia menyempatkan mencium kening istrinya


"aku gak lama" ucapnya pada kara dan segera turun, saat diruang tamu ia tidak sengaja melihat artnya dan dia berpesan untuk mengatakan pada keluarganya kalau dia memiliki urusan penting, artnya hanya mengangguk mematuhi perintah majikanya.


Setelah itu raka bergegas mengambil mobilnya dan melaju meninggalkan rumahnya, sesampainya ditempat tujuanya raka berlari mencari orang yang menelponya tadi


"gimana bisa?" tanya raka sambil mengatur nafasnya


"gue juga gak tau, tapi,,, tadi gue lihat banyak dokter dan perawat masuk kekamarnya, ketika gue ingin masuk dan tiba tiba ada yang cegah gue, setelah itu gue hanya diam dan menunggu, dan tak berapa lama ada seorang dokter yang menghampiri gue dan mengajak gue ke lobby,,,


flasback on


"dok gimna keadaan teman saya" ucap bams pada dokter itu setelah sampai di lobby


"gini dek, kami masih berusaha buat menanganinya" jawab dokter itu


"tapi dok kenapa?, apa yang terjadi bukankah setelah oprasi teman saya dinyatakan baik baik saja?" tanya bams khawatir


"sedetailnya saya tidak tau, kami masih memeriksanya, tadi teman adik kondisinya tiba tiba drop, maka dari itu banyak dokter ke ruanganya untuk memeriksanya, adik berdoalah semoga teman adik baik bik saja" setelah itu dokter itu pergi meninggalkan adit, adit hanya bisa menarik nafas dan berjalan menuju ruangan adit


"aww" pekik bams karena tidak sengaja terkena bangkar tidur yang didorong oleh beberapa orang

__ADS_1


"maaf mas, ucap dokter itu sambil menunduk


"tidak apa" jawabnya, setelah itu mereka kembali mendorong bangkar itu keluar


"tunggu, kalung anda jatuh" bams mengambil kalung itu dan memberikanya pada dokter itu


"terimakasi" ucapnya dan kembali mendorong bangkar itu sampai keluar, mata bams mengikuti bangkar itu sampai keluar rumah sakit.


"Tidakkkkkk" bams mendengar terikan, dan dia berlari mencari sumber suara tersebut dan ternyata yang berteriak tadi adalah orang yang mencegahnya masuk keruangan adit tadi


"ada apa ini?" tanya bams pada salah satu dokter yang berada disana


"kamu" tunjuk wanita paruh baya yang mencegahnya tadi, "dimana temanmu yang bernama raka itu hah" teriaknya didepan bams


"kenapa?" tanya bams yang bingung


"bukankah karna dia adit menjadi seperti ini dan sampai merenggut nyawanya" teriak wanita itu dan membuat bams diam karna terkejut


"A,,apa merenggut nyawa?" bams terbata bata mengucapkanya


"iya, apa kalian senang sekarang, adit telah pergi, dan itu semua gara gara raka" wanita itu menatap benci kearah bams


"kamu tidak percaya hah, tanyakan pada dokter, dia akan mengatakan yang sebenarnya," wanita itu sangat marah dan terpukul


"dokter benar apa yang dikatakan oleh ibu ini?" tanya bams pada dokter yang dari tadi mendengar perdebatan itu


"benar dek, teman adik meninggal" setelah mendengar itu bams luruh ke lantai, merasa sangat sangat kehilangan


"enggak mungkin" ucap seseorang dibelakangnya


"dokter bercandakan" sam kembali mengajukan pertanyaan pada dokter itu


"maaf dek, tapi itu benar" sam terdiam, dia masih tak percaya apa yang ia dengar


"puaskan kalian sekarang, melihat adit meninggal, dan itu karna raka temanmu itu" ucap wanita itu lagi


"tidak, ini tidak seperti yang ibu bayangkan adit hanya ingin menolo,,," belum selesai bams mengatakanya namun sudah dicela oleh ibu itu


"hah saya tidak percaya, bisa saja itu hanya akal akalan kalian saja supaya terlihat itu seperti kecelakaan, namun sebenarnya itu memang rencana kalian" ibu itu tidak henti hentinya menyalahkan raka


Karna sudah fikiran bams yang buntu akhirnya bams pun menelpon raka, untuk menyampaikan kabar ini.

__ADS_1


flasback off


"masih punya muka ternyata" ucap ibu itu setelah melihat raka datang, dua orang itu menoleh secara bersamaan dan juga sam


"kenapa?, apa kamu ingin merayakan kematian adit" wanita itu kembali memulai perdebatanya


"ibu maaf tapi, saya sungguh tidak tau, saat itu tapi memang adit ingin menyelamatkan saya" ucap raka halus


"alasan saja kamu, kamu fikir saya tidak tau rencana licik kamu, memang sengaja kalian ingin membunuh adit" ibu itu berteriak dengan tiga orang didepanya


"tidak, saya menganggap adit itu seperti kakak saya ibu, saya juga sedih mendengar ini" ucap bams


"ibu bisakah kami melihat adit?" tanya raka


"hah, jangan harap kalian bisa melihat adit, walau hanya sedetik saja, saya akan membawa adit dan memakamkanya ditempat yang memang selayaknya dan tejauh dari orang macam kalian ini" ibu itu memandang marah pada tiga orang didepanya


"ibu saya minta maaf, saya salah, tapi ijinkan saya sekali saja melihatnya " raka masih berusaha untuk bisa melihat adit walau hanya sebentar


"tinggalkan adit mulai sekarang" setelah mengucapkan itu ibu itu pergi dan masuk kekamar adit, dan menyuruh seseorang buat tidak membiarkan tiga orang itu masuk kedalam kamar adit.


"arghhhh kenapa bisa seperti ini" raka memegang rambutnya erat merasa sangat bersalah apa yang telah menimpa adit


"boy lo gak salah, lo tenang okey" ucap sam


"enggak salah hah, ini salah gue karna gue adit pergi" raka berteriak dengan frustasi


"boy lo jangan kayak gini, mungkin ini sudah takdir boy, lo kuat" sahut bams


"lo nyuruh gue kuat, tapi ini terjadi karna gue, dan lo gak akan pernah tau gimana perasaan gue" bentak raka


"gue tau boy, kita juga kehilangan adit, gue ngerti perasaan lo, gue ngerti lo pasti merasa bersalah tapi apa lo kayak gini adit bakal balik hah, enggak boy enggak" bams menjadi emosi dan membentak raka, raka terdiam sesaat


"gue ngerti boy, tapi gak kayak gini, kita sama sama kehilangan adit tapi lo jangan salahin diri lo sendiri" bams melunak untuk menenangkan raka


"gue ingin sendiri" raka berdiri dan meninggalkan sam dan bams yang meneriaki namanya namun tak dihiraukan oleh raka, raka terus melaju tanpa arah menaiki mobil dengan sangat cepat, dengan fikiran yang kacau dalam keadaan gelap, dia berhenti diperjalanan karena ada seseorang yang menghadangnya.


🌸🌸🌸


TAK PERNAH LUPA BUANG MENGINGATKAN UNTUK LIKE DAN COMMENTNYA


DADAH

__ADS_1


__ADS_2