
Hari ini adalah hari yang sibuk bagi kampus tersebut karena hari ini akan kedatangan pemilik dari kampus yang sangat favorite itu, kesibukan itu pasti dikarenakan pihak kampus yang menyambut dengan istimewa, dibantu dengan anggota senat juga
"sya gue denger kampus ini bakal jatuh ditangan anaknya, dan anaknya bakal kuliah disini" ucap vita saat ini mereka sedang menyiapkan keperluan untuk penyambutan tersebut
"gak peduli gue, yang gue peduliin cuma miko harus milik gue" jawab mesya tegas, dan vita hanya memutar bola matanya malas
"udahlah sya, coba aja lo berhenti kejar kejar miko, mungkin one day miko yang bakal kejar lo, kalau tau lo berubah" vita mencoba memberi saran pada sahabatnya itu
"ogah, gak mau gue kalau sampai gue lengah sedikit auto miko langsung dicomot ama orang" mesya mengerucutkan bibirnya kesal
"udah gak usah cemberut, yok nanti dimarah miko malah lo diblacklist dari daftar calon istri" vita mengajak mesya buat ke aula untuk melihat persiapan penyambutan pemilik kampus, disisi lain di kantin juga tengah hebos tentang berita anak pemilik kampus akan melanjutkan pendidikan disini
"mereka ngomongin apa sih?" tanya sinta, saat ini ina sinta dimas dan rama sedang berada dikantin
"gue denger sih anak pemilik kampus bakal kesini" jawab ina
"ganteng?" tanya antusias sinta
"ekhmm" deheman keluar dari rama membuat sinta nyengir
"canda ayangggg" ucap sinta menarik gemas pipi rama
"awas aja ya kalau kamu berani lirik cowok lain" rama cemberut dengan kelakuan pacarnya itu
"iya ayanggg kamu selalu satu satunya buat aku" jawab sinta tersenyum, sedangkan dua orang didepanya berasa ingin muntah melihat drama didepanya
"kamu juga gak usah ikutin dia" ucap dimas pada ina sambil menunjuk sinta
"iyaaaa" jawab ina dan mereka kembali memakan makananya, di perpus kara sedang mengambil buku buat tugasnya dan tak sengaja bertemu senior yang waktu itu dia tabrak
"lo yang waktu di halaman itu ya?" tanya orang itu dan kara hanya menatapnya datar
"kenapa?" tanya kara cuek
"busett cuek bener ni cewek" batin orang itu
"gak kenapa" sahutnya lagi, dan kara ingin meninggalkanya namu dihentikan kembali
"sebenarnya ini pertama kalinya gue ngenalin diri, karna dari dulu cewek duluan yang nanya ke gue" orang itu menatap kara dengan penuh arti, "kenalin nama gue adit" jawab orang itu yang ternyata adit
"ohhhh" jawab kara tanpa peduli
"kok cuma itu?" tanya adit heran
"terus gue harus apa?" tanya kara balik
"ya lo seharusnya seneng dong, ada cowok kayak gue ngenalin diri ke lo" ucap adit dengan pedenya
"ohhh tapi gue gak minat kak" jawab kara cuek, setelah itu ina datang untuk menghampiri kara
"kar lo dicariin sama kak miko, penting katanya" ucap ina pada kara
"penting?" tanya kara
"iya, lo malah aneh lo itu skretaris senat malah diperpus sedangkan anggota yang lain sibuk" heran ina melihat kara
"sibuk ngapain?" tanya kara sekali lagi, karena iya memang tidak tau atau memang males untuk tau
"ck,ck,ck gini nih kalau fikiran cuma ada pacar lo, gak tau kan" ucap jengah ina
"udah langsung aja" ucap kara juga kesel karena ina berbelit belit
"pemilik kampus ini mau datang dan akan ada penyambutan untuk itu terus anggota senat sekarang sedang berada di aula untuk menyiapkanya" ucap ina panjang lebar dan kara hanya mengangguk dan langsung pergi, sedangkan adit hanya menyimak pembicaraan dua gadis tersebut
"pacar?, dia udah punya pacar?" batinya sendiri
"bentar" ucap adit saat melihat ina akan pergi
"iya kenapa kak?" tanya ina sopan
__ADS_1
"nama dia karakan?" tanya adit pada ina dan diangguki oleh ina sebagai jawaban, "dia punya pacar?" tanyanya sekali lagi dan dijawab anggukan oleh ina
"kenapa kak?, kakak suka sama sahabat saya itu?, gini ya kak lebih baik kakak mundur aja, gue takut nnti kakak patah hati" jawab ina panjang
"pacarnya dimana?" tanya adit lagi
"sekolah diluar negeri, udah ya kak gue ada kelas jadi permisi" ucap ina dan pergi ke kelas karena ia ada kelas yang harus diikuti.
"pacar diluar negeri, ldr?, gue pastiin gak bakal langgeng apalagi ada gue disini" adit tersenyum srimik karena ia tidak tau siapa pacar dari kara, mungkin jika tau dia akan mengubur diri, "lah tadi gue denger pemilik kampus mau dateng?, pemilik kampus ini kan bos boy, apa dia udah di indo, gue tanya bams sama sam" adit berlalu untuk mencari dua tangan kanan dari raka tersebut untuk mempertanyakanya, sedangkan kara saat ini telah sampai di aula
"kara" panggil seseorang dan kara menoleh
"iya kak?" tanya kara pada orang tersebut yang ternyata adalah vita
"kita belum kenalan, gue vita" vita mengulurkan tanganya sambil tersenyum
"kara kak" kara menerima uluran tangan itu dengan senyuman juga
"vita lo ngapain sih deket deket sama dia" entah dari mana mesya tiba tiba datang
"sya gue cuma kenalan sama dia" jawab vita pada sahabatnya itu, "kar kenalin ini mesya sahabat gue" ucap vita memperkenalkan mesya, dan kara hanya mengangguk
"kalau gitu gue permisi kak" kara meninggalkan dua orang itu karena ia ingat kata ina dia sedang dicari oleh ketua senat itu
"sya lo gak boleh gitu dong, belum tentukan dia itu mau ngambil miko" ucap vita mencoba memberi tahu mesya
"itu pasti dan sekarang liat dia mencari miko saat ini" mesya melihat langkah kara mendekat ke miko
"itu yang lo maksud gak ngerebut?" tanya mesya, "sorry ya vit gue ini emang peka, nina yang lo bilang baik lihat aja suatu saat nanti dia bakal kelihatan busuknya dan itu juga berlaku pada cewek itu" mesya kesal dengan sahabatnya itu tapi tidak akan pernah meninggalkanya
"sya nina itu emang baik, gak mungkin dia bakal ngerebut arga dari gue" jawab vita yakin
"terserah lo, gue mau pergi" mesya pergi meninggalkan aula, dan vita hanya melihat sahabatnya itu
"beb kenapa?" tanya arga yang tiba tiba datang, vita menoleh dan tersenyum
"gak apa" jawabnya
"aku kasian sama mesya karna miko dia jadi berfikiran buruk" jawab vita sedih
"kenapa dia?" tanya arga lagi
"dia mengira kara akan ngerebut miko dari dia, dan juga nina dibilang akan ngerebut kamu dari aku" vita mengatakan apa yang dikatakan mesya padanya dan arga hanya diam saja, "beb kamu kok diam?" vita menyadarkan arga dari lamunanya
"udah gak usah difikirkan nanti kmu sakit, sekarang kita bantu yang lainya okey" vita mengangguk dan pergi dengan arga, disisi lain miko saat ini menatap kara dengan tatapan susah diartikan
"lo kemana aja?" tanya miko pada kara
"perpus" jawab kara cuek
"lo gak tau kalau hari ini ada kerjaan penting?" tanya miko lagi dan kara hanya menggelengkan kepalanya
"lo itu sekretaris, seharusnya lo tau dong" miko kesal dengan gadis didepanya ini
"maaf" ucap kara datar karena ia sangat lelah jika harus berdebat dengan ketua senat itu
"sekarang lo bantuin masangin bunga disana" kara pun langsung mengerjakanya, saat kara akan berbalik tak sengaja ada yang menyenggolnya dan membuat dia terjatuh namun miko sudah menyelamatkanya terlebih dahulu sebelum kara menyentuh lantai, miko menatap wajah kara dengan leluasa
"kenapa gue gugup gini natap gadis ini sih" batin miko merasa ada hal aneh yang menyerangnya
"thanks kak" ucap kara dan langsung berdiri miko mengagguk kaku setelah itu kara pergi untuk melaksanakan tugasnya
"enggak, enggak mungkin kan gue jatuh cinta sama dia, gue cuma penasaran aja okey, miko lo harus kontrol diri" miko menggelengkan kepalanya untuk menyadarkan diri, setelah itu ia melajutkan pekerjaanya
Seseorang yang baru turun dari mobil membuat suasana menjadi riuh akan kedatanganya, melepaskan kaca matanya dan melihat suasana kampus tersebut dan juga tas ransel di satu bahunya, membuat penampilanya menjadi sempurna, dia berjalan meninggalkan parkiran dan terus berjalan hingga menjadi pusat perhatian saat dia sampai dihalaman kampus tersebut
"tunggu" ucap seorang yang menghentikan langkahnya dia menoleh dan melihat seorang gadis yang berdiri di depanya, "lo murid baru?, kok gue baru pertama liat lo?" tanya gadis itu yang ternyata adalah mesya
"iya" jawabnya
__ADS_1
"kenapa cuma liat lo anak anak kampus heboh?" tanya mesya heran
"ya mungkin karna gue ganteng" jawabnya pede
"iya sih, lo emang ganteng tapi gue gak tertarik, gue udah punya cowok" jawab mesya sambil mengelilingi orang tersebut
"dan gue gak ada nyuruh lo buat tertarik sama gue" jawabnya menohok
"oh bentar, lo anak pemilik kampus ini ya" akhirnya mesya teringat dan dijawab anggukan oleh raka, ya raka dia sudah berada di indo dan sekarang tengah berdiri di kampus tersebut, ya mungkin karena kelamaan di luar negeri raka menjadi agak banyak bicara dari sebelumnya
"gue mesya dan sekali lagi gue bilang gue udah punya cowok dan lo gak usah deketin gue" ucap mesya dengan pedenya mengira raka akan tertarik padanya, raka pun meninggalkan mesya sendiri, dan baru beberapa langkah raka telah dihadang oleh beberapa mahasiswi disana
"hay boleh kenalan"
"aku jomblo"
"kita makan yuk"
"jalan sama aku mau," dan masih banyak lagi pertanyan pertanyaan yang membuat raka malas
"eh ada apa itu?" tanya miko
"ya mana saya tau" ucap kara datar saat ini kara dan miko akan mengambil beberapa perlengkapan dan tak sengaja melihat gerombolan para mahasiswi , miko mendekat kearah tersebut
"ada apa ini?" tanya miko keras dan mahasiswi itu membelah menjadi dua dan memperlihatkan raka disana
Deggg
Kara seperti melihat seseorang yang sangat ia rindukan, tapi ia masih tak yakin bahwa itu adalah raka karena kara hanya melihat sekilas dan diganti dengan punggung miko
"siapa lo?" tanya miko pada raka
"kenapa?" raka bertanya balik dan membuat miko kesal
"gue ketua senat disini, dan gue berhak tau siapa lo karna gue belum pernah liat lo dilingkungan kampus ini" miko menatap raka dengan tajam, sedangkan raka tersenyum tipis
"jadi dia orang yang berani deketin kara, okelah kita lihat" raka maju mendekati miko
"gue gak peduli" ucapnya, kara yang semakin penasaran mencoba mendekat dan melihat dengan jelas
"udah gak usah ribut" ucap kara dan membuat miko melihat kearahnya dan juga raka
Deggg
Kara terdiam melihat orang yang selama ini dia rindukan berada didepanya menampilkan senyuman yang sangat dirindukan oleh kara, raka maju untuk mendekati kara
"gue mahasiswa baru disini mau nyari pacar gue, dan kalau gak ada lo boleh gadis cantik" ucap raka berdiri didepan kara dan kara masih terdiam ia masih mengira didepanya ini hanya mimpi, miko terlihat kesal melihat orang itu mendekati kara, raka memegang tangan kara dan membuat gadis itu percaya bahwa didepanya ini adalah raka, "aku kangen" lirih raka dan hanya didengar oleh kara, raka menarik tangan kara untuk mengajaknya pergi namun terhenti karena miko juga menarik tangan kara yang satunya,
"lepasin dia" ucap raka dengan penekanan menatap miko tajam
"lo yang lepasin dia, lo baru aja nyampe disini udah buat ulah" ucap miko dan masih memegang tangan kara, kara tersadar ia berada dimana dan menatap miko
"lepasin kak" ucap kara miko terkejut dengan permintaan kara, dan miko pun melepaskan tangan kara setelah itu raka membawa pergi kara menjauh dari halaman tersebut, tak disangka ada seorang yang tetsenyum melihat pemadangan itu
"berguna juga anak baru itu" ucapnya tersenyum setelah itu ia menghampiri miko yang masih melihat kearah dua orang yang menjauh pergi
"miko lihatkan, cewek itu gak baik, lihat kali ini dia mendekati anak pemilik kampus" ujar mesya
"pemilik kampus?" tanya miko
"iya dia anak pemilik kampus ini" jawab mesya, "dan sekarang lo sadarkan kalau cewek itu matre, setelah mendapatkan yang lebih dia malah ninggalin lo, lebih baik lo jauhin cewek matre kayak dia" ucap mesya berharap miko akan mau menjauhi gadis itu
"sorry, tapi gue suka cewek matre" miko pergi meninggalkan mesya yang kesal dengan perkataanya
"ahhh apa gue jadi cewek matre aja ya supaya miko suka sama gue, tapi buat apa gue udah punya segalanya dan hanya satu yang gue gak punya, cinta miko" mesya menarik nafas panjang dan melihat kepergian miko, "atau gue turutin apa kata vita ya, buat berhenti kejar kejar miko" mesya bingung dia harus apa, karna miko adalah satu satunya yang membuat mesya jatuh cinta, miko dan mesya sudah satu sekolah dari smp, dan hanya kepisah saat sma karena miko sekolah di luar kota, dan akhirnya ketemu lagi saat kuliah dan dari saat itu mesya bertekat akan memiliki miko dan tak akan memendamnya lagi seperti di smp.
🌸🌸🌸
SORRY KALAU GAJE BANGET, GIMANA KALIAN SUKA KARAKTER BARU RAKA ATAU TIDAK, COMMENT YA DAN JANGAN LUPA LIKE KALIAN
__ADS_1
DADAHHH