
LANJUT HAYUK
🌸🌸🌸
Karna hari ini kemenangan diraih lagi oleh SMA TUNGGAL, membuat guru guru memberi kebebasan untuk seluruh siswa dan siswi belajar dirumah, kara akhirnya memilih untuk pulang namun dihentikan oleh sasa.
"kak kara, gimana kalau kakak temenin aku pulang dulu mau ya, mami sama papi masih di luar negeri" pinta sasa dengan wajah polosnya
"boleh deh, nanti juga kakak mau keluar sama raka" jawab kara yang teringat akan ditraktir raka di RKcafe
"cieee mau kencan ya" goda sasa pada sang calon kakak ipar
"ihh kepo,,, ayo katanya mau pulang" ajak kara, akhirnya mereka pulang ke kediaman raka, sedangkan raka masih disekolah sedang memberi arahan untuk tim dan anggota osisnya karna esok adalah pertandingan yang melibatkan raka jadi sedikit arahan untuk bara dan osis yang lain. Sampai di halaman rumah keluarga mahendra kara turun bersama sasa ini adalah kali pertamanya kara menginjakan kakinya di rumah raka.
"ayo kak masuk, kakak mandi ganti baju nanti aku kasik bajunya okeh" suruh sasa, dan kara pun masuk ke kamar tamu untuk membersihkan dirinya, setelah itu ia makan bersama sasa
"kak nanti aku ajak keliling rumah ya, sekalian pemanasan biar tau tiap sudut rumah ini, nanti kakak pasti tinggal disini" ucap sasa
"apa sih kamu sa," elak kara salting
"ihh salting nih ya" goda sasa, selesai makan sasa pun mengajak kara keliling rumah tersebut.
"nah ini tempat motornya kak raka, dia itu suka banget sama motor, mobil juga sih tapi kebanyakan motor" jelas sasa dan diangguki oleh kara, sasa melanjutkan penjelasanya mengenai rumah ini
"terus kak disini biasanya tempat kumpul keluarga, di luar sana ada kolam renang" ucap sasa
"eee terus sa itu tempat apa?" tanya kara dan menunjuk ruangan bertingkat yang berada di samping atas kolam renang
"ouuh itu katanya sih gudang kak aku juga gak tau pasti sih, tapi kata mami sama papi ruangan itu banyak tikus jadi aku gak dikasik masuk ke rungan itu" jawab sasa
"ouuhhhh, terus kenapa di biarin aja, kenapa gak di renov?" tanya kara lagi
"entahlah kak aku juga gak tau, dan juga gak peduli sih tapi aku sering liat kak raka masuk keruangan itu sama temenya,,, dulu sih tapi sekarang udah jarang" jawab sasa seadanya
"temenya?, rama sama dimas?" tanya kara lagi
"bukan, aduh aku lupa namanya udah lama gak pernah main kesini kak, udah yuk kak aku ajakin liat kamar kak raka" ajak sasa dan langsung menarik tangan kara menuju kamar sang kakak. Sampai dipintu sasa langsung membukanya, kamar yang berdominan warnah hitam dan putih itu terlihat sangat indah dan rapi di dinding di atas sandaran tempat tidur terdapat foto raka yang tergantung sangat besar memakai kaos berwarna putih dan kemeja warna navy dengan kacing terbuka serta rambut yang berbeda dari penampilanya yang disekolah, kalau disekolah rambut raka rapi, tapi dalam foto itu rambut raka acak acakan seperti seorang badboy dan menambah kesan ketampananya.
"kenap kak? kakak herankan penampilan kak raka sekarang sama yang di foto?" tanya sasa peka akan kebingungan di wajah kara
"iya kenapa sangat berbeda?" tanya kara
"foto ini di ambil 3 atau 4 tahun yang lalu dulu kakak tau, kak raka bukan seperti sekarang ini aku juga bingung tiba tiba saat masuk sma kak raka berubah drastis" jelas sasa dan duduk di sofa depan tv besar milik raka
"berubah?, maksudnya?" tanya kara bingung dan ikut duduk disamping sasa
"dulu kak raka waktu smp dia itu dikenal badboy disekolah dan,,," ucapan sasa terpotong oleh keterkejutan kara
"apa badboy, gak mungkin raka gak mungkin seorang badboy, liat aja kelakuanya sekarang dingin datar cuek dan terkesan sangat disiplin gak mungkin apalagi sekarang dia ketos" tidak percaya kara atas penjelasan sasa, mana mungkin seorang raka dulu badboy dilihat dari sekarang raka sangat jauh dari kata badboy
"kan udah aku bilang, kak raka sekarang berubah drastis" seru sasa
"okey lanjut" suruh kara sambil memakan snack yang ada di atas meja raka
"kak raka itu dulu sering pulang malem dan anehnya mami sama papi gak pernah marah tapi saat aku pulang malem eh di beri ceramah sampai pagi" kesal sasa saat menceritakan dimana dia pernah pulang malem dan diberi ceramah sampai pagi dan itu sangat membosankan
__ADS_1
"kenapa memangnya raka terus pulang malem?" tanya kara yang penasaran akan kelakuan sang pacar
"nah itu aku juga gak tau kak, dan itu udah gak terjadi lagi saat kak raka masuk sma" jelas sasa lagi dan kara hanya manggut manggutkan kepalanya
"kenapa?" tanya kara lagi
"nah itu pertanyaan yang bagus, saking bagusnya aku gak bisa jawab" kata sasa dengan cengiran, kara memandang sasa dengan wajah datarnya
"hehehe jangan gitu dong kakak ipar, ayo turun udah puaskan melihat lihat kamar kak raka" tanya sasa dan beranjak dari duduknya
"belum juga liat semuanya" protes kara
"udah gak usah liat semuanya nanti saat kak kara sama kak raka nikah biar ada kerjaan dikit" suruh sasa
"kerjaan?" tanya kara bingung
"iya kerjaan liat liat kamar kak raka bisa nanti aja saat udah nikahkan bebas hahahahah" sambung sasa dengan tawanya, saat kara ingin keluar dari kamar raka dia melihat sesuatu yang aneh
"untuk apa raka menyimpan barang seperti itu" gumamnya sendiri, "mungkin cuma mainan saja" kara tak ambil pusing dan melangkah menuju taman belakang melihat kolam ikan.
Di lain sisi di sekolah, masih ada anggota osis dan anggota tim basket yang akan bertanding besok melawan tim basket putra dari SMA MULIA, dan ini pertama bagi tim basket putra melawan tim basket putra sma mulia.
"baik untuk semua anggota osis besok saya serahkan tanggung jawab osis kepada bara dan kalian harus mematuhi apa pun yang dikatakan oleh bara" ucap raka selaku ketua osis
"siap" jawab seluruh anggota osis
"mungkin besok saya tidak bisa memntau karena saya harus ikut pertandingan, jadi silahkan kalian persiapan semuanya untuk besok, saya harus pergi untuk latihan sebentar" sambungnya lagi
"siap" jawab serentak seluruh osis dan mengambil tugasnya masing masing
"iya bawa seperti tadi pagi, dan gue percaya sama lo buat menghandle semuanya" ucap raka dan menepuk baru bara dan bara mengangguk pasti.
"ka lo harus menang besok ya" suruh dimas
"iya jangan sampai kalah sama ayang lo itu" goda rama dan dapat tatapan datar dari raka
"udalah kak jangan ganggu, lebih baik lo bantuin gue" suruh bara pada rama dan dimas
"lo siapa nyuruh nyuruh kita, kita ini senio,,," belum sempat dimas selesai bicara raka sudah memotongnya
"gue yang nyuruh kenapa?" ujar raka dengan nada datar dan dinginya
"siap pak ketos" ucap dimas dengan hormat, bara dan rama hanya tertawa
"ayo nanti lo dapat tatapan tajam sang ketos mau lo" lerai rama dan pergi menuju tempat persiapan untuk pertandingan besok.
Saat sedang mempersiapkan semuanya bara mengingat kembali tentang sasa, ia lupa seharusnya ia minta maaf tadi tapi saat ingin menuju kelas sasa, sasa sudah pulang akhirnya bara tidak jadi meminta maaf.
"eh tambang batu bara lo diem diem aja kesambet lo?" tanya rama pada bara yang dari tadi hanya diam
"hah apa kak?" tanya bara linglung
"hah heh hoh, lo kesambet beneran ya" tanya dimas
"enggak" jawab bara singkat
__ADS_1
"jangan sok jadi raka deh, cukup hanya dia yang dingin dan datar lo jangan ikut, lo gak takut mati kedinginan?" tanya dimas pada raka
"kak gimana caranya minta maaf ke cewek ya" akhirnya bara memberanikan diri bertanya pada dimas dan rama
"hah? bwahhhhh lo marahan sama cewek lo hahhah" tawa dimas pecah entahlah saat ada yang menderita dia bakalan tertawa paling keras
"mending marah sama pacar dari pada gak punya pacar sama sekali" celetuk bara tanpa dosanya dan membuat tawa dimas terhenti dan menatap tajam bara
"weh tambang batu, lo mau gelud sama gue apa gimana hah" kesal dimas dan membawa kepala bara di bawah ketiaknya
"bwhhhh rasain makanya jangan ngeledek lo dim, di bales baru tau rasa lo hahahah" ledek rama pada dimas
"ampun kak gak lagi, sumpah bau kak" kata bara yang tersiksa di bawah ketiak dimas, dimas melepaskan kepala bara
"alah kak gue canda doang jangan baper atuh" ujar bara yang masih menahan tawanya
"udah udah selesai kasian ada yang panas" sahut rama
"lo diem gak" ketus dimas
"iyaiya diem" ucap rama, "nah coba lo ceritaan gimana bisa pacar lo marah?" tanya rama akhirnya
"bukan pacar gue sih kak,,, tapi,,, sasa" ucap bara ragu ragu
"hah sasa" ucap kompak dimas dan rama, bara pun menceritakan kejadianya yang membuat sasa kecewa atas tindakanya itu
"ouhh jadi pas gue lihat si sasa hujan hujanan itu karna nunggu lo?, wah parah sih itu" kompor rama
"iya apalagi kalau si raka tau gimana ya reaksinya raka kalau tau" tambah dimas lagi
"kak jangan gitu dong, gue minta saran malah nambah bingungkan gue jadinya" kesal bara
"hahhah iyaiya gue kasik saran deh berhubung sasa itu adik raka dan gue sahabat raka dari pertama sekolah disini jadi gue ngasih saran coba lo minta maaf dengan cara ajak si sasa jalan jalan ya sebagai rencana yang elo batalin" saran rama dan diangguki oleh dimas
"kalau sasa gak mau gue ajak keluar gimana?" tanya bara
"ya itu masalah lo hahahahah" sambung dimas dengan tawanya
"lo nyebelin kak" ketus bara
"itu sebagai tantangan buat lolah" sambung rama dan diangguki oleh bara, "dan ingat jangan buat baper dia, lo cuma mau minta maaf aja okey, awas aja lo kalau sampai si sasa kecewa lagi" suruh rama
"iya kak gue cuma mau minta maaf aja kok" jawab bara mantap
"okey ayo lanjut lagi gue udah cape mau pulang" ujar dimas, dan mereka bertiga melajutkan pekerjaanya.
🌸🌸🌸
SEGINI DULU YA, SEMOGA SUKA
JANGAN LUPA LIKE, COMMENTNYA, DAN TAMBAH FAVORITE
LOVE BUAT KALIAN SEMUANYA😘…
DADAHHH,,,.
__ADS_1