
"kak miko" ucap kara saat melihat siapa yang menarik tanganya
"ikut gue sekarang" ucap miko datar
"lepas" ucap raka datar, raka langsung berdiri dan melepaskan tangan miko di tangan kara
"gue tau lo anak pemilik kampus, lo gak bisa seenaknya" ucap miko menatap raka
"lo ngapain narik narik dia" ucap raka menatap tak suka miko
"emang lo siapa, ngelarang gue narik narik tangan dia?" tanya miko, "lo abangnya?" sambung miko lagi
"bukan" jawab raka
"yaudah kalau gi,,," ucapan miko terhenti oleh kata kata raka
"gue pacarnya, atau lebih tepatnya tunanganya, ehh sorry gue calon suaminya" raka tersenyum sinis melihat wajah terkejut miko
"udahlah ka, aku ini sekretaris senat, dan dia ketuanya mungkin aku diperlukan" kara berusaha agar tidak terjadi keributan, "ayo kak, pasti ada yang pentingkan" miko mengangguk dan berjalan terlebih dahulu
"ingat jangan dekat dekat sama dia" raka cemberut kara pergi meninggalkanya
"iya" kara terkekeh melihat wajah menggemaskan dari calon suaminya itu, kara pun pergi mengikuti miko untuk ke aula
"jadi dia orangnya" tanya raka pada dua sahabatnya
"iya boy, pasti kena mental gak tuh saat lo bilang kara calon istri" bams tertawa melihat wajah terkejut dari miko
"raka" seseorang berteriak dan menghampiri raka dengan berlari
"lo gimana, lo gak bilang kalau balik" protes dimas ya sekarang dimas dan rama sudah berada di kantin dan memeluk raka
"lupa gue" ucap raka tersenyum
"lo udah sehatkan?" tanya rama
"udah, makanya gue balik" ujar raka tersenyum
"langsung lamaran" celetuk bams
"lamaran, lo lamar kara?" antusias dimas
"iya tadi" jawab raka singkat
"wih mantep, garcep bener lo, ya emang sih harus kayak gitu dari pada diembat orang ya kan" mereka tertawa sambil mengobrol melepas rindu yang telah lama, dan disisi lain sasa saat ini sedang melihat lihat kampus yang akan ia tempatinya
__ADS_1
"keren juga kampus papi, kayaknya gue betah disini" sasa kagum melihat gedung yang tinggi tiga lantai dan ada taman yang luas
"sasa" ucap seseorang dari arah depan sasa, sasa yang melihat kanan kiri sekarang tertuju kearah depan
Degg
Sasa mematung melihat seseorang yang ia hindari bertahun tahun, tapi sekarang malah tersenyum didepanya
"sasa, lo kapan balik?" tanyanya dan refleks memeluk sasa, sasa terkejut dengan aksi bara yang langsung memeluknya
deg deg deg
'gak sasa lo bisa, jangan sampai lo kecewa ketiga kalinya, kak bara pasti cuma refleks aja' batin sasa memperingati diri sendiri agar dia tidak kecewa lagi nanti
"kak bara" sasa melepas pelukan itu
"eh maaf, gue kangen banget sama lo jadi refleks meluk lo, sorry ya" bara tersenyum manis dihadapan sasa
'ya tuhan, senyuman itu, sa lo kuat sa jangan perkara dia ngasih senyum semanis itu lo langsung luluh ingat, dia gak mungkin jadi milik lo' sasa mencoba untuk tidak terpengaruh
"iya kak gak apa, kakak ngapain disini?" tanya sasa basa basi
"gue kuliah disini, lo ngapain disini kata kara lo diluar negeri?" tanya bara balik
'what kuliah disini berarti gue bakal sering ketemu kak bara dong, aduh gimana, apa gue balik keluar negeri aja' sasa gelisah dan bara bisa melihat itu
"eh enggak kak, eee aku disini cuma, eee ah iya, maaf kak aku buru buru, aku duluan ya, ditungguin sama mami sama papi" sasa langsung meninggalkan bara yang melihatnya aneh, sasa berjalan agak cepat dia bingung dan dia masih takut jika hatinya akan meleleh lagi jika bertemu bara terlalu lama, dan bara hanya melihat kepergian sasa dengan kecewa
"gue tau lo pasti kecewa sama tingkah laku gue dulu, tapi sa gue bakal perbaikin itu semua, gue bakal bikin lo bahagia" bara tersenyum dan berlalu pergi karena dia ada kelas yang harus ia hadiri. Sasa masih berjalan dengan sedikit cepat,
"kenapa gue bisa ketemu kak bara sih dihari pertama gue disini" sasa yang menggerutu tak jelas hampir saja jatuh jika tidak ada lengan kekar yang menangkapnya, mereka saling pandang beberapa detik dan sasa pun bangkit dan mengucapkan terimakasi
"setan" ucap orang yang menolong sasa, sasa menaikan alisnya bingung, "lo setan kan?" sambung orang itu lagi
'wah stres ni orang' sasa geleng geleng dan akan berlalu pergi namun tanganya dicekal oleh orang itu, sasa menatapnya tak suka
"apa sih lepas gak" sasa menatap tajam orang itu
"bentar" orang itu mengambil sesuatu di lehernya dan itu sebuah kalung, "ini punya lokan" orang itu memberikan sasa kalung berbandul huruf S, sasa menerimanya dan terkejut karena memang benar itu kalungnya
"iya ini kalung aku, dapat dimana?" tanya sasa yang mulai lembut
"waktu berapa tahun ya, gue lupa tapi kita tabrakan dimall dan mungkin kalung itu jatuh" ucapnya
"ohh yang di mall itu, okey thanks ya" sasa ingin berlalu pergi namun lagi lagi tanganya dicekal
__ADS_1
"thanks aja nih?" tanya orang itu
"terus?" tanya sasa
"btw nama gue adit," adit mengulurkan tanganya pada sasa dan sasa hanya mengangguk
"sasa" jawab sasa
"okey lo harus traktir gue, gue gak mau tau anggap aja bayaran untuk gue karna udah jaga kalung lo itu" asit langsung menarik tangan sasa mengajaknya pergi kekantin
"eh kak, kok gitu akukan,,," ucapan sasa terhenti
"stttt gak ada penolakan" adit tersenyum karna dia menemukan orang yang selama ini ia cari
'patah hati karna kara tapi malah ketemu jodoh hahaha' batin adit tersenyum
Di aula anggota senat sudah menyelesaikan tugasnya, dan sebentar lagi pemilik sekolah ini akan datang dan memberikan beberapa sambutanya
"mik, tadi gue liat saudnya agak bermasalah dan gue juga udah suruh buat benerin, terus tadi,,," arga menaikan satu alisnya melihat miko yang melamun," mik, miko lo denger guekan" arga menggoyangkan bahu miko dan membuat miko tersadar
"ah iya kenapa tadi?" tanya miko setelah sadar dari lamunanya
"lo kenapa sih, dari tadi gue liat lo terus ngelamun aja, kenapa ada masalahkah?" tanya arga dan miko hanya menggeleng
"beb aku tadi beli minum nih buat kamu" tiba tiba vita dan mesya datang mendekati miko dan arga
"makasi beb kamu emang yang terdebest" arga tersenyum pada vita
"dasar bucin" cibir mesya, "gue kesana dulu ya" mesya berlalu pergi meninggalkan tiga orang itu
"kenapa dia?" tanya arga pada vita dan vita hanya mengedikan bahunya
"oh iya nanti jadi makan malamkan?" tanya vita antusias
"jadi dong apa sih yang enggak buat kamu" arga mencubit gemas pipi vita
"gue duluan" akhirnya miko angkat bicara dan berlalu pergi
"kenapa dia?"tanya vita dan arga hanya menaikan bahunya
🌸🌸🌸
SEGINI DULU YA, SUMPAH BUNTU BANGET SEMOGA SUKA
JANGAN LUPA LIKE DAN COMMENTNYA
__ADS_1
DADAHHH