
🌸 LANJUT GAK 🌸 LANJUT GAK 🌸
🌸 LANJUT LAH MASA ENGGAK 🌸
###
Bel istirahat pun berbunyi, semua murid keluar dari kelas dan menuju tempat yang ingin dituju, sama seperti kebanyakan murid kara, ina dan sinta memilih pergi ke kantin dan duduk di meja seperti biasa, setelah memesan makanan mereka langsung menyatapnya dengan lahap karena sangat merasa lapar.
"eh kar lo udah siapkan untuk tanding besok?" tanya sinta disela sela makanya
"udah, dan nanti latihan terakhir gue" jawab kara seadanya
"tim basket putri dan putra beda hari ya?" tanya ina dan diangguki oleh kara
"gue denger ya lawan sekolah kita itu SMA MULIA" kata ina
"ya gue tau, dia kan musuh kara gimana sih lo" sentak sinta
"iya gue tau itu, tapi kalian pernah denger gak tim basket putra dari SMA MULIA?" tanya ina
"enggak tau, dan gak pernah tau kenapa emangnya?" tanya sinta yang penasaran
"ee yang gue tau tim basket putra sma mulia gak pernah lawan tim basket putra kita, bener gak?" seru kara yang mulai ikut mendengarkan dengan serius
"nah bener banget kar, dan gue juga denger tim basket putra sma mulia itu gak pernah kalah dalam pertandinganya, gue takut aja sma kita kalah lawan mereka" jelas ina pada kara dan sinta
"udah tenang aja, gue yakin raka bisa ngalahin tim basket mereka, ngalahin gue aja bisa" jawab eneteng kara
"iya deh, yang sedang belain pacarnya, hahaha" ejek ina dengan tawanya dan kara malah cemberut
"udah kasian tuh bibir nyonya mahendra cemberut" tambah sinta lagi
"ihh kalian ngeselin deh" kesal kara
"iyaiya ampun nyonya mahendra" ucap sinta lagi
"eh tapi gue curiga, ya menang sih menang tapi gue denger lagi setiap pertandingan mereka gak pernah pointnya itu berubah pasti selalu unggul tim sma mulia dan lawanya selalu nol, kan mencurigakan" kata ina lagi
"ya mungkin emang timnya jago positif thinking aja" sahut sinta dan diangguki oleh kara
"ya bener juga sih yang lo bilang" ina melanjutkan makanya bersama dengan kara dan sinta dan tiba tiba meja mereka di pukul oleh seseorang
__ADS_1
BRAKK
Kara, sinta dan ina terkejut berbarengan dan melihat ke arah orang yang sudah berani menggangu makanya
"lo, napa hah?" tanya ina yang sudah berdiri dan sedikit mendorong bahu gadis itu
"gue gak ada urusan sama lo, gue mau ngomong sama temen lo itu" sahut gadis itu sambil menunjuk kara dan kara menaikan alisnya
"napa?" tanya kara
"sini lo" sahut cewek itu sambil menarik tangan kara agar berhadapan denganya
"bentar lo itu, cewek yang kemarenkan yang numpahin jus ke baju gue" ucap kara dan mulai mengenal gadis itu ya dia adalah mila yang katanya keponakan dari kepala sekolah itu
"iya ini emang gue kenapa takut lo?" tanya mila membuat kara mengerutkan dahinya
"kenapa gue harus takut, lo hantu?" tanya kara dengan seyuman mengejeknya
"lo,,, udalah itu gak penting, yang penting gue mau nyuruh lo buat jauhin kak raka" bentak mila sambil menunjuk kara dengan jari telunjuknya
"eh lo siapa bisa nyuruh gitu hah,,, lo pacarnya aja bukan" sela ina yang juga kesal dengan gadis itu
"gue mila, gue keponakan kepala sekolah disini kenapa takut kan lo sekarang, kalau gue mau gue bisa keluarin lo dari sekolah ini sekarang juga" ucap mila dengan bangganya
"lo gue kasi tau ya sekola,,," ucapan ina terpotong oleh kara
"udah na biarin aja, ini masalah gue sama cewek ini, udah lama juga gue gak buat masalah" ucap kara terseyum devil
"oke, kalau butuh bantuan bilang kita ya" ucap ina dan kembali duduk sambil melihat drama antara kara dan adik kelas ini
"kenapa lo nyuruh temen lo diem takut lo kalau gue keluarin dari sekolah" tanya mila yang mulai merasa menang
"bukan gitu, gue gak perlu bantuan mereka cuma buat hama kayak lo" ucap enteng kara
"lo beraniya, oke siap siap aja angkat kaki dari sekolah ini" ucap mila
"oke gue tunggu, gue gak takut" ucap kara sambil terseyum sinis, mila yang merasa direndahkan oleh kata kata kara langsung menyiram baju kara dan langsung menamparnya
PLAKKKK
Semua orang yang berada di kantin melihat kearah mereka semua menghentikan makanya secara bersamaan demi melihat pertengkaran itu.
__ADS_1
"itu balesan lo karna lo berani bermain main sama gue" tekan mila sambil menunjuk wajah kara dan kara masih memegang pipinya yang keram dan pasnas setelah ditampar tadi
"lo, berani sekali tangan kotor lo itu nampar sahabat gue hah" kesal ina dan ingin melayangkan tamparanya pada mila namun dihentikan oleh kara, " kenapa ra?" tanya ina
"biar ini jadi urusan gue" ucap kara sambil menatap mila didepanya yang terseyum kemenangan, kara sudah bersiap melayangkan tamparan pada mila namun terhenti, oleh teriakan seseorang
"stop!!!" ucap seseorang itu, kara menatap orang yang menghentikan pembalasanya, mila setelah melihat orang yang menghentikan tamparan dari kara itu memulai aktingnya
"kak raka, aku gak ada salah apa apa tapi kakak ini mau nampar aku" ucap mila manja dan mengadu pada raka ya orang yang menghentikan itu adalah raka, raka menatap taja ke arah kara
"maksud lo apa, mau nampar dia hah, gue kira lo udah berubah ya, ternyata gue salah" ucap raka menatap tajam kara
"lo lebih percaya sama dia hah?" tanya kara yang mulai ikut emosi
"iya karna gue liat sendiri tadi" ucap raka
"lo cuma liat setengah ya dari kejadian ini, tapi lo malah memojokan gue, maksud lo apa" ucap kara lagi
"gue gak mau tau, sekarang lo ikut gue keruang osis" ucap raka dan menarik tangan kara, namun cepat ditepis oleh kara
"lo lebih percaya sama diakan oke, dari dulu gue emang gak pernah dipercaya sama lo, lo selalu nyalahin gue tanpa mendengar penjelasan gue, lo kira gue selalu buat masalah tanpa sebab hah, enggak! gue buat masalah cuma karna dia aja yang mulai, tapi percuma juga sih gue jelasin toh lo gak percaya" ucap panjang kara pada raka,
"dan buat lo, lo kira gue takut hah sama anceman lo tadi, enggak, gue kara putri gak pernah takut sama aceman murah kayak lo, lo mau ngeluari gue dari sekolah ini? mimpi, gue peringatin sekali lagi, jangan nyari masalah sama gue, kalau gak lo akan tau akibatnya" ucap kara sambil menatap tajam ke arah mila dan mila hanya terseyum tanpa takut ancaman dari kara.
Setelah itu dia menatap raka lagi, "gue kecewa sama lo" ucapnya dan pergi dari kantin yang sudah banyak yang melihat kejadian itu, kara merasakan hatinya tak tenang saat mendengar ucapan kara tadi dan pergi menyusul kara keluar dari kantin.
Disisi lain di sebuah kamar yang luas seorang gadis masih berbaring, berserta wanita paruh baya yang sedang menjaganya.
"kamu istirahat aja dulu ya, supaya cepat sembuh" ucap mama nana sambil mengusap rambut sasa
"makasi mama nana, udah mau rawat sasa" ucap sasa sambil terseyum
"kamu udah mama anggap seperti anak sendiri, jadi jangan sungkan ya kalau perlu apa apa" ucap mama nana dan bangun dari tempat duduknya, "mama tinggal dulu ya kamu istirahat" sambungnya lagi dan dapat anggukan dari sasa, setelah mama nana keluar sinta memandang lurus menatap langit langit kamar
"apa salah gue mengharapkan seseorang yang sudah punya pacar, tapi kalau itu salah kenpa perasaan itu datang, dan kenapa seolah dia memberikan kesempatan itu pada gue,,, enggak gue salah dari pertama dia emang gak pernah menunjukan kalau dia suka sama gue, guenya aja yang ngarep sama dia, dan akhirnya, karna kesalahan gue sendiri gue jadi seperti ini, gue kecewa, karna salah gue sendiri dan gue gak bisa nyalahin dia untuk keadaan gue saat ini, maaf" batin sasa dan tiba tiba air matanya mengalir begitu saja, mengingat kejadian yang seakan akan menghancurkan hatinya.
🌸🌸🌸
WAH GIMANA CERITA HARI INI, PUAS GAK?
SEMOGA PUAS YA
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN COMMENTNYA, KARNA ITU MEMBUAT AKU TAMBAH SEMANGAT BUAT UPNYA OKEH😂
DADAHHHH