
Seperti biasa kara datang sekolah terlambat dan mendapat hukuman dari rama karena raka sedang rapat bersama kepala sekolah, ia di hukum membersihkan toilet. Setelah selesai kara memutuskan pergi ke kelas dan untung saja kelasnya hari ini kosong dan belajar mandiri.
"kar udah selesai di hukumnya?" tanya ina saat kara sudah duduk di bangkunya
"udah dan sekarang gue mau tidur jangan diganggu" suruh kara dan mulai menundukan kepalanya di atas meja, namun sebelum itu kara merasa ada yang aneh dari sinta, sinta terlihat terus seyum seyum yang jelas
"eh sin waras lo?" tanya kara, dan dapat pelototan dari sinta
"lo gak tau aja kar si sinta udah jadian sama rama" ucap ina polos, sinta dan kara terkejut
"lo tau dari mana?" tanya sinta gugup
"gue liat kemaren dibelakang sekolah waktu rama nembak lo" jelas ina enteng
"cieee dapat pj nih gue" sahut kara menaik turunkan alisnya menatap sinta, dan sinta hanya terseyum malu
"alah lo aja belum ngasik gue pj, jadi gue bakal dapat 2 pj dari kalian" senang ina
"lah gue kan gak jadian karna cinta kenapa lo minta juga ke gue?" tanya kara heran
"mau lo gak cinta, mau lo cinta yang terpenting lo udah jadian sama raka, jadi gue minta pj juga sama lo, dan gak ada pelolakan" sambung ina dengan ide cerdiknya, kara hanya memutar bola matanya jengah, dan sinta haya terkekeh. Jam istirahat berbunyi kara dan 2 sahabatnya menuju kantin dan sebelum itu mereka menuju toilet, saat melewati lapangan basket, tidak sengaja bola itu melayang ke arah kara dan dengan sigap kara menangkap bola itu, ya kara sangat ahli dalam main basket
"eh kalian gak bisa main basket ya" suara keras kara mengelegar di arena basket
"ya bisa lah kar, kalau gak bisa ngapain kita main" kata salah satu dari mereka yang bernama kevin
"kalau bisa, ngapain bolanya terbang ke arah gue seharusnyakan ke ring" ketus kara kesal
"ya sorry kar gue gak sengaja" kata kevin mengaku salah dari pada harus berurusan dengan cewek pembuat onar
"ck. siapa sih kapten lo, gak bisa ngajarin yang bener?" kara bedecak kesal
"eh kar kapten gue jago mainnya jangan lo remehin" ucap kevin sedikit kesal karena kara meremehkan tim basketnya
"mana panggil coba, gue mau nantangin dia, sehebat apa sih kapten lo itu" tantang kara, dan membuat semua siswa dan siswi mendekat ke arah lapangan basket termasuk sasa, dimas, dan rama
"kenapa?" tanya seorang yang datang menghampiri keributan tersebut
"gue gak ada buat masalah ya, gue cuma mau nantang ketua tim basket putra, dan gak ada urusan sama ketua osis" sahut kara, yang bertanya tadi adalah raka yang baru selesai rapat dengan kepala sekolah
__ADS_1
"itu urusan gue, karna gue adalah kapten tim basket putra" jawab datar raka, kara membelalakan matanya mendengar itu, ternyata raka adalah kapten tim basket putra
"gue kan udah pernah bilang ke lo" kata ina pada kara
"lo kan bilang masih mungkin mana gue tau kalau itu beneran" bisik kara ke ina
"dia baru jadi kapten, pasti permainanya masih dasar ya bisalah gue kalahin dia" batin kara, sambil terseyum
"gue mau nantangin lo buat main basket gimana?"tanya kara dengan tatapan menantang, raka sedikit mengerutkan keningnya, dan menatap kara dari atas sampai bawah
"lo yakin mau main pakai,,," ucapan raka terhenti dan melihat ke arah kara, kara menyadari itu
"kenapa emangnya kalau gue pakai rok?, gue kapten tim basket putri hanya rok gak masalah buat gue" ketus kara dan menatap sinis ke arah raka. Raka berjalan mendekati kara sambil melepaskan almamater osisnya.
"oke gue mau, dan ada syaratnya, buat yang kalah akan melakukan apa saja yang diperintah oleh pemenang gimana lo setuju?" tanya raka, sambil mengikatkan almamater osisnya di pinggang kara.
"awww pengin dong diikat kayak gitu"
"andai aku kara"
"dih dasar caper"
kara terkejut dengan raka yang mengikat jasnya di pinggangnya, dan makin terkejut saat raka membisikan sesuatu di telingan kara
"my fiance"
Raka terseyum melihat kara yang masih diam tapi ada rona merah di pipinya membuat raka terkekeh dan geleng geleng kepala. "gimana?"
"oke gue setuju" jawab kara tegas,raka menganguk sambil melonggarkan dasinya dan membuka 2 kancing baju atas membuat para siswi berteriak histeris melihat ketampanan raka yang nambah
"dasar caper" gumam kara, dan akhirnya pertandingan itu dimulai, sorak sorak semakin terdengar saling mendukung jagoanya, pesona raka menambah saat keringat membasahi rambut dan pelipisnya, banyak yang mendukung raka, dan membuat kara sedikit kesal karena kebanyakan yang mendukung raka adalah siswi siwsi, karena itu di akhir pertandingan membuat kara kalah dan raka pun menjadi pemenangnya. Raka mendekati kara.
"jangan lupa syaratnya" kata raka sambil melepaskan ikatan almamaternya pada pinggang kara, dan berjalan pergi meninggalkan lapangan basket, dan kara hanya bisa pasrah menerima kekalahanya
"aduh kar lo salah nantangin orang" ina menghampiribkara dan memberikan sebotol air, kara menerimanya dan langsung meminunya
"kara kara jadi lo harus nurutin perintah raka" sambung sinta
"gue mana tau kalau si ketos tu jago main basket" ketus kara dan mengusap keringatnya dengan sapu tangan
__ADS_1
"lah bukanya kalau udah dipilih jadi kapten berarti jago ya?" tanya ina heran
"eh iya juga sih, ah gak tau gue" kara pergi meninggalkan lapangan menuju kelas dan istirahat sejenak.
###
Di sisi lain sasa menghampiri bara yang sedang berada di kantin.
"eh ada calon pacar sasa, boleh gabung gak kak?" tanya sasa dan langsung duduk tanpa menunggu jawaban bara, dan bara hanya menatap datar sasa
"kak bara calon pacar sasa, gimana sasa udah termasuk tipe kakak gak sekarang?" tanya sasa sambil terseyum manis melihat bara makan bakso.
"dari kemaren gue udah bilang kalau lo itu gak termasuk tipe gue, sampai saat ini atau nanti" ucap bara datar, dan pergi meninggalkan sasa yang masih duduk
"aduh lucu banget sih calon pacar gue, gemes, pengen gue angkut langsung kerumah buat gue pajang" senang kara dan ingin pergi meninggalkan kantin, namun terhenti saat 2 orang siswi mendekat dan menarik tangan sasa
"eh kalian ngapain tarik tangan gue, kalau putus gimana kalian mau ganti" kesal kara pada 2 siswi itu
"gue mau peringatin lo ya jangan dekat dekat sama bara karena bara milik gue" sahut salah satu dari mereka
"emang lo siapanya bara hah?" tanya sasa santai
"gue pacarnya bara emang kenapa?" tanya siswi itu lagi
"yakin lo pacar bara, setau gue bara gak pernah gue liat deket sama lo" sambung sasa lagi
"dasar lo suka caper sama ke semua cowok" ucap siswi satunya lagi
"diem ya kalian gue gak kenal sama kalian lebih baik kalian pergi gak usah ganggu gue" ketus sasa dan pergi meninggalkan kedua siswi itu, "siapa lagi sih bingung gue baru aja mulai sekolah udah punya musuh aja, kemaren dibilang cari mukak sekarang dibilang caper, terus besok apa? pelakor" batin sasa kesal, dan menuju kelasnya.
🌸🌸🌸
HAY SEMUANYA JANGAN LUPA LIKE DAN COMMENT YA
DAN DUKUNG JUGA
TAMBAH FAVORITEE BOLEH JUGA😁
TERIMAKASIH😘
__ADS_1
SALAM DARI LOVE YOU KETOS😍😘