
Disebuah ruangan masih terdapat empat orang yang sedang berbincang serius, mereka adalah raka, vino, bams, dan sam. Bams dan sam menceritakan apa yang mereka lihat saat acara ulang tahun tadi.
"apa?? kenapa gue gak liat coba?" tanya vino kesal, "kalau gue liat pasti udah abis mereka itu" sambunya masih bernada kesal
"sok jago lo, mereka rame nah elo cuma sendiri" sindir bams, "lagian kalau lo mau serang mereka tadi bukanya selamat lo malah buat dosa, karena membahayakan banyak orang disana" ucap bams yang memang sangat betul
"lagian mereka gak ngapa ngapain, gue juga bingung kenapa mereka berhenti saat nama ortu lo disebut boy" ujar sam dan membuat raka terdiam
"kenapa, apa ini ada hubungan sama mami dan papi ya" batin raka yang mulai gelisah memikirkan kedua orang tuanya
"kalian yakin itu serigala hitam?" tanya raka memastikan
"yakin boy gue liat di mobil mereka ada gambarnya" ucap bams
"okey kita bahas besok gue mau pulang, capek gue" raka berlalu meninggalkan rungan dan sebelum itu ia menyempatkan memakai topi dan maskernya
Pagi hari menyambut gadis yang saat ini sedang berdandan didalam kamarnya, ia sangat bersemangat untuk hari ini karena ia akan menghabiskan waktu dengan seseorang yang ia sukai.
"cantik" gumamnya saat melihat pantulan dirinya dicermin, "gue gak boleh menyinyiakan waktu ini, gue bakal buat hari ini sebagai hari yang tidak bisa gue lupakan" sambunya lagi, dia adalah sasa yang hari ini mempunyai janji dengan bara pergi ke mall.
"morning mi, pi," ucap sasa saat menuruni tangga
"morning honey" ucap orangtuanya
"lah kakak mana?" tanya sasa
"dia masih tidur kasian capek dia" ucap mami ida, "pagi pagi udah cantik mau kemana nih?" tanya mami ida
"sasa mau pergi mi sama temen boleh ya, cuma ke mall" ijin sasa pada maminya
"boleh tapi sarapan dulu" ujar papi beni
"thankyou papinya sasa" sasa langsung memakan sarapanya dan setelah itu dia berpamitan dengan kedua orangtuanya dan menunggu didepan.
"pi raka semalam pulang jam berapa?" tanya mami ida
"jam 2 mungkin" jawab papi beni
"yakin dia pergi kerumah temenya?" tanya mami ida karena papi beni mengatakan bahwa raka pergi kerumah temanya untuk sebuah urusan sekolah
"iya, kamu kenapa?" tanya beni melihat istrinya sedikit gelisah
"entahlah mami sedikit gelisah saat ini" ucap ida dan kembali memakan sarapanya
"gak akan terjadi apa apa, jadi kamu gak usah khawatir" tenang beni dan diangguki oleh ida tak selang berapa lama raka muncul masih dengan muka bantalnya
__ADS_1
"mi, pi morning" ucap raka dan duduk dikursi berhadapan dengan beni
"morning boy" ucap orangtuanya
"sarapan dulu ya" suruh ida dan diangguki oleh raka, mereka pun melanjutkan makananya bertiga tanpa sasa karena dia sudah dijemput oleh bara.
"lama nunggunya?" tanya bara saat sasa sudah masuk kedalam mobil
"enggak kok kak baru aja" jawab sasa, bara pun melajukan mobilnya membelah jalanan menuju sebuah moll yang ada disana. Sesampainya disana mereka masuk dan memilih untuk jalan jalan mengitari moll tersebut. Saat melewati toko baju bara berhenti dan memilih masuk ke toko itu dan sasa hanya mengikutinya
"sa ini bagus gak?" tanya bara dan menunjukan dress panjang berwarna putih
"bagus kak" ucap sasa
"ukuran bajumu apa?" tanya bara
"hah?, ehhh eee,,, l kak" jawab sasa
"mbak tolong bungkus baju ini dengan ukuran l ya" suruh bara pada pegawai disana, dan setelah mendapatkanya mereka bergegas pergi, karena hari sudah siang mereka pun melanjutkan makan siang di resturant yang berada di mall tersebut
"kak makasi ya, udah traktir sasa" ucap sasa dengan senyumanya
"it's okey" jawab bara, setelah makan siang mereka kembali mejelajahi mall tersebut, dan memainkan permainan yang ada disana
"bara" suara itu menghentikan permainan bara dan sasa, mereka berdua melihat kesumber suara
"kamu kapan pulang?" tanya bara dan melepaskan pelukanya
"kamu?" gumam sasa, "apa dia,,," batin sasa
"baru kemaren, tapi aku minta maaf gak ngabarin kamu sepupu aku sakit jadi aku balik kesini tapi hari ini harus berangkat lagi" ucap manja gadis itu
"gak papa, aku seneng bisa liat kamu, ya walaupun cuma sebentar" ucap bara dan mengacak gemas rambut lia
"dia siapa?" tanya lia saat melihat sasa menunduk
"oh iya aku lupa, jadi lia dia adik kelas aku, adik dari kak raka kamu ingat kak raka?" tanya bara dan dibalas anggukan dari lia
"dia sasa, dan sasa kenalin dia lia,,, pacar aku"
cetarrrr
Seperti petir yang menyambar hati sasa saat ini, tiba tiba kekecewaanya yang dulu kembali lagi dan itu dibuat lagi oleh orang yang sama
"sasa" ucap sasa dan mengulurkan tanganya pada lia dan tersenyum sebisa mungkin
__ADS_1
"lia" ucap lia, dibayangan sasa lia adalah gadis yang cantik dan baik tapi kenapa kak kara mengatakan pacar kak bara tidak baik
"kok kalian bisa disini?" tanya lia
"oh iya aku lupa" ucap bara, "ini buat kamu" bara memberikan paper bag pada lia, baju yang dia beli tadi, "aku minta tolong sasa buat nemenin aku ke mall mau cari hadiah buat kamu, dan ukuran tubuhmu juga tidak jauh beda darinya" sambunya lagi
jlebb
Lagi, hati sasa terasa tertusuk saat dia tau dia hanya diminta tolong untuk menemani mencari hadiah untuk pacarnya.
"sayang, thankyou" ucap lia dan disambut senyuman manis oleh bara
"sasa maafin bara ya udah merepotkan mu" ucap lia taka enak
"enggak apa apa, sasa memang mau membantu" ucap sasa memaksakan senyumanya
"kamu mau kemana?" tanya lia
"kenapa?" tanya bara
"hari ini aku akan berangkat, kamu mau nemenin aku sebentar?" tanya lia pada bara
"apapun yang diingan oleh ratuku aku siap" jawab bara
"tapi sasa gimana, atau sasa kamu ikut saja ya" ujar lia
"ehh gak usah kak, sasa bisa pulang sendiri, kakak nikmatin waktunya sama kak bara aja" ucap sasa berusaha tegar
"benar tidak ikut?" tanya lia lagi dan dibalas anggukan dari sasa
"baiklah kalau begitu" jawab lia
"sa lo gak apakan?" tanya bara
"enggak kok kak" sahut sasa
"kalau gitu gue pergi ya, hati hati dijalan ,dan terimakasi untuk hari ini" ucap bara, mereka pun meninggalkan sasa sendiri dan saat itu pula air mata sasa terjatuh tanpa diminta. Sasa meninggalkan mall dengan berlari sesekali mengusap air matanya yang terjatuh dan tanpa disengaja ia menabraka seseorang
brughhh
Mereka hanya saling tatap dan mengangguk, setelah itu sasa kembali berlari meninggalkan orang itu, dia kembali berjalan dan tanpa sengaja ia melihat kalung berbandul huruf S, orang itu mengejar gadis yang bertabrakan denganya dan saat sudah menemukanya tapi terlambat karena gadis itu sudah menaiki taksi
"hey kalung mu terjatuh" ucap orang itu, tapi naas gadis itu sudah melesat jauh
"gue simapan saja, one day mungkin gue bakal ketemu sama dia lagi" ucapnya dan memakai kalung itu
__ADS_1
"S?!" ucapnya saat melihat huruf pada kalung itu
"sintya, simi, sulis, atau setan mungkin ya" orang itu terkekeh sendiri dan kembali masuk kedalam mall mencari sesuatu yang memang ia cari ke sini.