Love You Ketos

Love You Ketos
bab 59 rindu


__ADS_3

"udah makan?" tanya raka yang saat ini sudah berada di samping kara dan kara menoleh ke arah raka


"enggak" jawabnya


"kenapa?" tanya raka lagi


"ihhh lo mau nyuruh gue gendut?" tanya kara yang sudah cemberut, "tadikan udah makan dirumah" sambungnya lagi dan raka hanya tersenyum melihat tingkah kara dan mengacak rambutnya gemas.


"bams kayaknya si boy jadi bucin setelah deket dengan kara deh" ucap sam yang berada di belakang raka dan untungnya raka tidak mendengar kalau sampai dengar entahlah apa yang akan terjadi


"ram, dim kalian berdua kenapa?" tanya raka saat sadar melihat wajah tak biasa dari sahabatnya itu


"gara gara lo" jawab mereka berdua


"hah kok gue, baru juga gue dateng" ucap raka yang heran


"iya karna lo cewek kita gak berhenti memuji ketampanan lo itu" jawab dimas


"lah jangan anda menyalahkan pacar saya, pacar saya emang tampan jadi jangan salahkan dia okey" jawab kara dan raka melihat kara yang menatap tajam dimas


"udah gak usah ribut, gak makan kan?" tanya raka pada kara dan dapat gelengan dari kara


"ikut gue" ucapnya dan menarik tangan kara pergi dari kantin


"kemana?" tanya kara pada raka yang masih menarik tanganya


"rahasia" jawabnya dan kara mendengus kesal tapi tetap mengikuti raka, dan sampailah mereka di depan gerbang sekolah


"lah ngapain kesini?" tanya kara heran


"gak tau, tapi gue cuma pengen mengenang saat pertama kali bertemu sama lo" jawab raka tersenyum, kara heran dengan raka, tapi dia juga jadi mengingat hal itu


"lo tau gak, sebenarnya gue udah pernah liat lo, sehari sebelum kita ketemu di gerbang ini" ujar kara sambil melihat raka


"kapan?" tanya raka


"saat gue liat stroynya andi, ada lo disana dan kalau gak salah itu di RKcafe" jawab kara dan raka hanya menganggukan kepalanya

__ADS_1


"oh ya gue punya sesuatu buat lo, bentar" ucap raka dan mengambil sesuatu di sakunya dan raka mengeluarkan sebuah kotak


"apa ini?" tanya kara, raka pun membukanya dan terlihat sebuah kalung yang sangat indah berbandulkan berbentuk kotak dan isi huruf R dan K


"kalung?" tanya kara dan diangguki oleh raka dan raka pun memasangkan kalung itu pada kara


"jangan pernah dilepas apapun yang terjadi okey" suruhnya dan diangguki oleh kara


"thanks" jawabnya tersenyum raka mengangguk dan membalas senyuman itu.


"slalu jadi kara yang gue kenal apapun yang terjadi" ucap raka tulus dan tersenyum ke arah kara, dan kara hanya menganggukan kepalanya


...****************...


Tak terasa beberapa hari telah berlalu dan saat ini adalah ujian untuk kelas tiga, dan sesuai peraturan sekolah untuk kelas satu dan dua diliburkan sampai ujian selesai, mereka akan belajar dirumah selama ujian berlangsung, dan selama itu juga kara akan jarang bertemu dengan raka.


"udah 4 hari gue gak ketemu sama raka, dan ujian tinggal besok lagi sekali, dan setelah itu gue yang sibuk buat ujian kenaikan kelas" gumam kara yang saat ini berada di dalam kamar ia seperti itu dari ujian dimulai sampai hari keempat dan terakhir untuk besok.


"jadi ini rasanya rindu?" tanyanya pada diri sendiri, "ternyata bener juga di bilang sama dilan, rindu itu berat" gumamnya sendu


"gue nonton drakor aja deh" kara pun mengambil laptopnya dan mulai mencari drakor yang ia ingin tonton.


"gue harap pilihan ini memang tepat, dan semoga kamu bahagia" ucapnya dan meraba lehernya seperti ada yang aneh


"lah kalung gue kok gak ada?" tanyanya sendiri, dan dia pun mulai mencari kalung itu disetiap sudut kamarnya namun juga tidak ketemu


"mana ya?" tanyanya sendiri, "terakhir kali gue pakek pas ketemu sama kak bara, atau jangan jangan, ahh pasti jatuh pas gue gak sengaja nabrak orang itu" ujarnya ia dia adalah sasa yang saat ini baru menyadari kalau kalung pemberian dari omanya itu hilang, mungkin karena terlalu fokus untuk menghilangkan bara dari hatinya sampai membuat dia lupa akan kalung itu.


"gimana nih, hufftt udahlah" sasa pun merebahkan tubuhnya di kasurnya, sambil menatap langit langit kamarnya


"kenapa gue gak bisa lupain kak bara sih" kesalnya pada diri sendiri, "gimana ya kabarnya sekarang, apa dia bahagia" gumam sasa, dan akhirnya sasa pun terlelap tidur di kamarnya.


"huaaaa besok terakhir, gue udah cape banget" ujar dimas, saat ini dimas berserta raka dan rama sedang berada di kantin mereka memilih untuk makan sebentar setelah itu pulang, sedangkan sam dan bams memilih pulang duluan.


"ka lo lanjutin dimana?" tanya rama pada raka yang sedang membaca buku


"gue rencananya lanjuti di kampus papi" jawabnya tanpa mengalihkan pandanganya pada buku

__ADS_1


"lo?" tanya rama pada dimas


"gue belum tau, tapi kayaknya gue juga bakal bareng raka" jawabnya, "lo ram?" tanya dimas


"ya gue ikut kalian lah, ya kali gue sendiri" jawabnya dengan semangat dan akhirnya makanan mereka tiba, mereka memilih memakanya terlebih dahulu. Setelah itu mereka pulang kerumah masingasing, sebenarnya raka ingin bertemu dengan kara tapi dia ada kerjaan penting yang tidak bisa ia tinggalkan, karena sakit dari omanya sedikit parah membuat papi dan maminya sedikit lama tinggal di luar negeri dan raka menyanggupi untuk menggantikan papinya dikantor, awalnya beni tidak ingin memberikan itu pada raka karena ia tau raka sedang ujian tapi raka meyakinkan ia sanggup dan mampu, membuat beni semakin bangga dengan anaknya itu. Setelah urusan kantor selesai raka memilih pergi ke markasnya, sampai disana ia memakai topi, masker dan kaca mata semua anak buahnya menunduk hormat karena mereka tau dia adalah ketua dari mafia ini. Saat raka melewati ruangan yang berdominan berwarna putih itu ia melihat adit duduk sambil melihat sebuah benda entahlah raka tidak bisa melihatnya tapi ia melihat adit tersenyum.


"gila" gumamnya dan berlalu pergi dan menuju ruanganya, saat disana ia melihat sam dan bams yang sedang duduk disebuah sofa dengan gelas berisikan minuman dan raka tau itu minuman apa


"boy, kapan datang?" tanya sam yang menyadari raka datang


"baru" jawab raka dan membuka topi, masker kaca mata dan jaket serta jas yang ia pakai, dan sedikit melonggarkan dasinya


"dari kantor?" tanya bams dan diangguki oleh raka


"kantor papi" jawabnya


"mereka belum pulang?" tanya bams


"belum, oma gue makin parah sakitnya jadi mereka tinggal disana dulu sebentar" jawab raka dan duduk disebelah sam dan mengambil gelas kosong mengisinya dengan minuman yang sama seperti sam dan bams, raka meneguknya.


"belum ada keanehankan?" tanya raka setelah dari tadi diam


"belum" jawab sam


"kenapa?" tanya bams


"enggak, gue sedikit gelisah aja belakangan ini" jawab raka dan diangguki oleh sam dan bams, dan tak berapa lama pintu ruangan itu dibuka dengan cara yang tak sabar


BRAKKKK


Tiga orang di dalam menatap orang yang membuka pintu dengan mata menajam seperti ingin membunuh orang itu


"bos gawat"


🌸🌸🌸


HAI HAI MAAF MAAF NIH AGAK JARANG UP, TAPI YANG PENTING BUAT KALIAN YANG NUNGGU AKU UCAPIN TERIMAKASI BANYAK YA, JANGAN BOSAN MENUNGGU YA WALAUPUN AKU TAU MENUNGGU ITU BOSAN WKWKW CANDA WKWKW

__ADS_1


TAPI JANGAN LUPA YA AKU MINTA LIKE, COMMENT KALIAN, UDAH ITU AJA


DADAHHH


__ADS_2