Love You Ketos

Love You Ketos
BAB 103


__ADS_3

Sampai di kamar, Keira tidak melihat Kevin disana. Namun pintu kamar mandi yang tertutup dan terdengar suara gemercik air, membuatnya yakin kalau Kevin tengah mandi. Keira menunggu Kevin sambil merapikan barang barang belanjaannya. Keira juga menyimpan salah satu paper bag yang nantinya akan ia berikan untuk Kevin.


20 menit Kevin keluar dari kamar mandi dengan pakaian rumahan dengan wajah yang terlihat segar. Dia melirik Keira sekilas yang sedang merapikan belanjaannya. Dia duduk di sofa sambil memainkan ponselnya. Keira pun segera menyelesaikan menata barangnya saat tau Kevin sudah selesai.


Keira tau Kevin mendiamkannya. Makanya tak mau berlama lama dalam kesalahpahaman, Keira ingin menjelaskan semuanya kepada Kevin. Keira berjalan menghampiri Kevin dan duduk di sebelahnya.


"Kev"panggil Keira. Kevin hanya menoleh sekilas dan kembali fokus pada ponselnya.


"Aku mau cerita, kamu mau dengerin?"tanya Keira. Namun Kevin tetap diam tak menjawab. Bahkan pandangannya tak lepas dari ponselnya.


"Devan. Dia itu mantan aku"ucap Keira jujur. Kevin langsung menoleh kearah Keira saat mendengar kata MANTAN. Dia menatap Keira dengan dahi berkerut.


"Dia mantan aku waktu SMP. Waktu itu kita sama sama sekolah di salah satu SMP di Bandung. Aku sama dia satu kelas sejak kelas VII. Dia yang mulai deketin aku, awalnya aku cuek. Namun karena terlalu sering ketemu, aku mulai sering nanggepin obrolan dia"jelas Keira.


"Akhir semester ganjil dia menyatakan perasaannya sama aku, dan aku yang mulai terbiasa dengan dia, menerima dia jadi pacar aku. Namun saat kelulusan, dia mutusin aku. Dia bilang dia mau pergi jauh "lanjut Keira.


"Dan kamu nggak terima di putusin sepihak sama dia"sela Kevin.


"Dulu iya, tapi sekarang nggak"ucap Keira.


"Kenapa?"tanya Kevin.


"Karena sekarang, aku udah punya suami yang lebih dari segalanya"jawab Keira menatap Kevin lekat.


"Jadi kalau sekarang kamu belum jadi istri aku, kamu mau balikan sama dia?"tanya Kevin kesal.


"Mungkin"jawab Keira menggoda.


"Ya udah sana, samperin tuh si Devan"ucap Kevin kesal. Keira tertawa melihat Kevin yang kesal.


"Nggak lah, aku nggak bakal balik sama Devan. Karena aku ingat dulu ada anak kecil yang bilang mau nikahin aku"ucap Keira.


"Dan sekarang anak kecil itu udah gede, dan udah nikahin kamu"jawab Kevin membawa Keira dalam pelukannya.


"Maaf ya aku sempet marah sama kamu, aku cemburu waktu Devan sengaja curi curi pandang sama kamu. Aku ngerasa kalau Devan suka sama kamu. Dan ternyata dia malah mantan kamu"ucap Kevin masih memeluk Keira.


"Jangan marah lagi ya, aku kan udah jujur"ucap Keira mendongak melihat wajah Kevin.


"Emmm, marah nggak ya"ucap Kevin seolah berfikir.


"Ishh, nyebelin dehh"kesal Keira.


"Haha, oke aku nggak marah, tapi ada syaratnya"ucap Kevin.

__ADS_1


"Pake syarat segala"ucap Keira mencebik.


"Ya udah kalau nggak mau"ucap Kevin.


"Iya iya, apa syaratnya"pasrah Keira.


"Besok malem aku kasih tau"ucap Kevin.


"Kok besok?"tanya Keira.


"Nggak boleh protes"jawab Kevin. Keira hanya mencebikkan bibirnya karena kesal.


"Ohh iya, tadi belanja apa aja sih kayaknya banyak banget?"tanya Kevin.


"Banyak. Ada baju, sepatu, tas sama make up juga"jawab Keira.


"Aku juga ada beli buat kamu"lanjut Keira dan beranjak dari duduknya mengambil paoerbag yang dia simpan di atas nakas.


"Apaan nihh?"tanya Kevin.


"Buka aja"jawab Keira. Dengan penasaran Kevin membuka paperbag tersebut dan mengambil isinya.


"Kemeja?"tanya Kevin. Keira mengangguk dan tersenyum.


"Makasih ya sayang, besok aku pakai"ucap Kevin mencium kening Keira mesra.


Malam hari di dalam kamar, Devan terlihat sedikit frustasi. Pertemuannya dengan Keira membuatnya ingat masa lalu mereka. Akhirnya Devan berjalan menuju balkon kamarnya. Berdiri berpegangan pagar pembatas dengan mata terpejam.


Flashback on


Seorang siswi tengah berlari dengan tergesa gesa menuju kelasnya. Karena tidak ada yang membangunkannya membuatnya jadi kesiangan. Saat hampir sampai di kelas, tiba tiba


Bugh


"Sorry sorry, gue nggak liat"ucap Keira sambil berusaha berdiri. Ya, gadis yang kesiangan itu adalah Keira. Saat itu dia baru beberapa hari masuk sekolah setelah pembagian kelas. Dia meneruskan langkahnya menuju kelas tanpa mengucapkan kata pada seseorang dia tabrak tadi.


Namun seorang pria yang di tabrak Keira malah tersenyum melihat tingkah konyol Keira. Dia tersenyum melihat punggung Keira yang semakin menjauh.


"Cantik"gumamnya.


Sampai di kelas Keira bernafas lega karena guru belum masuk. Dia segera duduk di bangkunya dan menyenderkan punggungnya di sandaran kursi. Tak berselang lama seorang siswa laki laki masuk ke dalam kelas dan memandang Keira dengan senyum yang sulit diartikan. Namun karena Keira yang memejamkan matanya, jadi dia tidak tau.


Jam pelajaran berlalu dengan khitmad aeperti biasanya. Saat jam istirahat semua siswa berhamburan keluar menuju kantin. Namun tidak bagi Keira. Dia memilih di dalam kelas dan mulai mengeluarkan bekalnya. Namun saat dia mulai makan, seseorang mengulurkan tangannya. Keira mendongak melihat seoang laki laki yang ada di depannya dengan dahi berkerut.

__ADS_1


"Devan"ucapnya.


"Keira"jawab Keira menghiraukan uluran tangan tersebut.


Mulai saat itulah Devan tertarik untuk mendakati Keira. Hingga dirasa waktunya tepat, Devan mengungkapkan perasaanya.


"Kei, gue suka sama lo, lo mau kan jadi pacar gue"ucal Devan penuh permohonan.


"Iya, gue mau jadi pacar lo"jawab Keira tersenyum. Devan tersenyum bahagia saat Keira menerima cintanya.


Hubungan keduanya berjalan dengan baik. Tak jarang Devan main kerumah Keira begitu pula sebaliknya. Hingga saat acara kelulusan sekolah, Devan mengajak Keira ke sebuah taman di dekat rumah Keira.


"Mau ngomong apa sih? kayaknya serius banget?"tanya Keira.


"Kei, maaf_maaf aku mau putus"ucap Devan menunduk.


"Hah? lho, kenapa? memangnya aku ada salah sama kamu?"tanya Keira dengan mata memerah.


"Nggak, kamu nggak ada salah, aku cuma mau putus"jawab Devan.


"Alasannya apa Van?"tanya Keira dengan air mata yang sudah mengalir.


"Maaf Kei, aku harus pergi, aku nggak tau kapan aku kembali"ucap Devan.


"Aku bakal nunggu kamu Van"ucap Keira.


"Nggak bisa Kei, aku mau kamu bahagia sama yang lain"ucap Devan.


"Aku cuma bahagia sama kamu Van"isak Keira.


"Aku yakin, kamu pasti bisa bahagia sama laki laki lain"ucap Devan.


"Maaf, aku harus pergi"ucap Devan berbalik meninggalkan Keira yang terisak di taman. Keira berteriak memanggil nama Devan. Namun Devan seakan tuli. Dia tetap berjalan meninggalkan Keira sendirian.


Ingin rasanya Devan berbalik dan menenangkan Keira. Namun ini bukan waktu yang tepat bagi Devan. Devan harus ikut orang tuanya ke Bali karena usaha orang tuanya yang di Bandung sudah bangkrut. Mereka memutuskan kembali ke Bali dan memulai kehidupan baru disana. Devan hanya bisa menurut saat itu. Mau membatah pun dia tak bisa, karena kondisi orang tuanya yang sedang terpuruk.


"Aku janji, aku bakal kembali jemput kamu"ucap Devan dalam hati.


Flashback off


Devan membuka matanya saat bayangan masalalunya muncul. Ingin rasa dia kembali ke masa itu, mengulang kembali setiap momen kenersamaan bersama Keira. Namun kenyataamnya tak mustahil. Di saat dia di pertemukan kembali pun, dia harus menerima kenyataan pahit. Keira sudah bersama laki laki lain.


TBC

__ADS_1


__ADS_2