
Setelah pulang kerumah masing masing dan jam sudah menunjukan jam 7 malam raka melajukan motornya menuju cafe, disana ia mempersiapkan ruangan khusus untuk acara traktiran para temanya.
"bos teman teman ada sudah datang" lapor pegawai raka
"baik, saya kesana dan kamu tolong siapkan makanan dan minuman yang terbaik disini" ucap raka dan keluar untuk menyambut teman temanya
"raka" panggil dimas sambil melambaikan tanganya, raka menghampirinya
"ayo masuk" ajak raka
"loh kak masuk kemana disini aja bagus tau" ucap ina dan diangguki sinta
"loh kara mana?" tanya raka yang baru sadar bahwa sang pacar tidak ada disana
"baru nyadar ayangnya gak ada" cibir bara, dan dapat tatapan malas dari raka
"oh kara masih dijalan kak bentar lagi nyampe" ucap sinta dan diangguki oleh raka, raka mengajak temanya pergi keruangan yang telah disiapkan berada di lantai dua dan menyuguhkan pemandangan taman yang indah dengan lampu yang menyinari taman tersebut
"wow bagus banget ini ruangan VIP ya kak?" tanya sinta dan diangguki oleh raka
"iya biasanya dipakai acara keluarga dan kantor" ucap raka
"wih kak raka the best nyewain ruangan bagus" puji ina, dan membuat dimas geleng geleng kepala melihat kelakuan gadis yang telah bisa mencuri hatinya itu tapi dia tidak bisa mengungkapkan seperti rama karena dia takut ditolak
"udah kalian mau pesen apa, tapi gue udah pesenin sih" ujar raka
"kalau udah dipesenin ngapa tanya lagi" tanya sinta
"ya mungkin mau nambah" enteng kara
"iya liat entar aja kak" sahut ina dan makanan pun datang mereka semua mulai makan
Dibawah tepatnya di depan cafe ada seorang gadis yang sedang mengalami masalah karena ia tak sengaja menyenggol sebuah patung
"mbak saya udah bilang, saya gak sengaja tadi temen mbak yang dorong saya" ucap kara yang sedang adu mulut dengan pegawai cafe tersebut
"mbak jangan nyalahin saya ya, mbak sendiri yang gak bisa minggir tadi" ucap salah satu pegawai itu
"kalau udah tau ada yang lewat kenapa gak embak aja yang minggir?" tanya kara kesal
"udah pokoknya saya tidak mau tau mbak harus ganti rugi atas patung yang pecah ini, ini milik bos saya dan harganya mahal" ucap pegawai satunya yang menyudutkan kara
"loh kenapa saya, saya sudah bilang saya gak sengaja karena didorong sama temen mbak ini" ucap kara membela diri
"mbak maafkan saya, tapi mbak harus ganti rugi karena patung ini kesayangan bos saya, saya masih baik sama mbak karena gak manggil bos saya" ucap pegawai itu
"kenapa emangnya?" tanya kara
"bos saya galak mbak" bisik pegawai itu
"ini bukan salah saya, saya bilang saya gak sengaja" ucap kara, dan pegawai itu menarik tangan kara agar mengikutinya pergi keruangan bosnya.
Di tempat raka dan teman temanya,,,
TOK TOK TOK
"permisi" ucap pegawai yang datang
"kenapa?" tanya raka
__ADS_1
"itu dibawah ada keributan bos" ucap pegawai itu dengan hati hati
"bos?" lirih sinta dan ina
"keributan kenapa?" tanya raka lagi
"itu bos patung kesayangan bos jatuh dan hancur oleh seorang gadis" ucap pegawai itu dan membuat raka kaget, karena patung itu diberikan oleh orang tuanya atas keberhasilan raka membuat sebuah cafe, raka berjalan turun dengan cepat dan diikuti oleh ina, sinta, dimas, rama dan bara serta pegawai yang tadi
"lepasin saya, saya gak salah mbak" bentak kara namun tidak diperdulikan oleh pegawai itu iya terus menarik tangan kara
"DIAM, ANDA SALAH!!!" bentak pegawai itu dan membuat kara diam dengan mata berkaca kaca dia sangat tidak kuat akan bentakan terhadap dirinya
"ada apa ini?" tanya seseorang dengan mode datarnya, kara seperti mengenal suara itu dan melihat kearah sumber suara
"raka" kara langsung menghempaskan tangan pegawai itu dan berlari kearah raka langsung memeluknya semua orang menatap heran kearah raka dan kara
"raka hiks hiks, gue gue gak sengaja pencahin patung itu hiks dan gue malah ditarik hiks hiks, raka tolongin gue huaaa" adu kara dan tangisan kara pecah dalam pelukan raka, raka mengelus rambut kara
"bos dia,,," belum selesai pegawai itu bicara raka sudah menghentikanya dengan tanganya
"bos mana bosnya hiks, raka tolongin kata mbaknya bosnya galak" rengek kara dengan sesegukan, semua pegawai disana menggigit bibirnya karena telah mengatakan bosnya galak, sedangkan raka terseyum melihat tingkah kara
"ayo gue ajak ketemu sama bos galak" ucap raka yang ingin mengoda kara
"enggak mau, raka gak mau, mau pulang" rengek kara
"tapi lo harus tanggung jawab dulu kara" ucap raka dan menatap mata kara
"tapi gue gak salah" ungkap kara dengan wajah polosnya
"maaf tapi,,," ucapan pegawainya terhenti dengan terkejut setelah mendengar 3 kata dari sang bos
"maaf nona saya salah maafkan saya" ucap pegawai itu dengan menunduk
"ehh ini kenapa?" tanya kara heran
"ayang lo yang punya cafe ini" kata ina dan kara menatap raka dan raka hanya mengangguk
"dan lo harus ganti rugi" ucap raka
"ihh ngeselin" kesal kara dengan cemberut
"gak usah cemberut, gue bercanda ayo katanya mau ditraktir" ucap raka dan menarik tangan kara
"dan iya tolong bersihkan patung itu" ucap raka pada pegawainya dan menuju ruangan bersama temen temanya
"aduh bos raka udah ada yang punya"
"iya kenapa sikapnya berubah ya"
"yang cewek cantik banget lagi"
"bos raka ternyata manis banget ya kalau sama pacarnya"
Itulah ucapan ucapan yang terlontar dari pegawai raka .Jadi pemilik cafe ini punya lo kak?" tanya ina dan diangguki oleh raka
"kenapa? jadi ngelamar sebagai angkut sampah?" tanya dimas
"lo nyet gak bisa diam, kesel lama lama jadinya gue" ketus ina
__ADS_1
"okey cukup gimana kalau kita makan aja, dari pada ngebucin" lerai bara yang merasa hanya dirinya yang jomblo padahal dia punya pacar tapi sayang pacarnya masih betah di luar negeri.
"iri bilang boss" ucap rama dan mereka tertawa bersama
"kok lo bisa sih kak masih muda tapi udah punya cafe, keren banget" kagum sinta pada raka
"jangankan cafe, dia juga termasuk pebisnis muda" kata dimas keceplosan dan mendapat tatapan tajam dari raka dimas hanya merutuki dirinya yang asal ngomong karena raka merahasiakan bisnisnya dari orang orang kecuali mami sama papinya dan kedua sahabatnya itu.
"bisnis? bisnis apa?" tanya kara
"enggak cuma kecil kecilan aja kok" jawab raka dan diangguki oleh semuanya, akhirnya semua memilih untuk makan dan mengobrol, kadang bercanda dan saling sindir.
Disebuah ruangan yang sangat luas terdapat meja dan kursi diduduki oleh seseorang sambil meminum minuman yang terlarang
"gimana?" tanya orang itu sambil menatap lurus ke arah jendela
"kita hanya mendapatkan sedikit dari identitasnya, bos" ucap salah satu orang yang berada di belakangnya, orang itu berbalik dan menghadap orang yang berbicara tadi
"kenapa?" tanya orang itu lagi
"sepertinya identitasnya sangat dijaga ketat oleh seseorang" jawabnya
Mereka adalah gino, tio dan ben anak tim basket yang dikalahkan oleh raka dalam permainan basket, serta orang orang suruhan gino
"apa saja?" tanya gino
"namanya raka mahendra, seorang ketua osis di sekolah SMA TUNGGAL," ucap anak buah gino
"itu saja?" tanya gino
"i iya bos hanya itu saja yang saya temui" ucap anak buahnya gugup
"kalian gak bisa kerja hah" bentak gino, "anak kecil juga bisa mengetahui itu" sambungnya lagi
"keluar sekarang" suruh gino pada anak buahnya, anak buahnya menunduk dan pergi dari ruangan itu
"mahendra, sepertinya gue pernah dengar nama itu" gumam gino dan kembali menegak munuman terlarangnya.
"bos gimana selanjutnya?" tanya ben pada gino
"kita akan main" ucap gino dengan senyum devilnya
"kesukaan gue" ucap ben
"kesenangan gue" ucap tio
"hobi gue" ucap gino dan mereka bersulang.
🌸🌸🌸
SEGINI DULU YA, SEMOGA SUKA
JANGAN LUPA LIKE COMMENTNYA
KARNA SANGAT BERARTI BAGI AUTHOR
DAN SELAMAT IDUL FITRI BAGI YANG MERAYAKAN MAAF TELAT NGUCAPINYA, DAN SEHAT TERUS BAGI KITA SEMUANYA
DADAHHH,,,.
__ADS_1