Love You Ketos

Love You Ketos
bab 66 END


__ADS_3

"raka kamu" raka mengusap air mata yang jatuh dari mata kara dengan ibu jarinya


"kamu gak apa?" tanya raka pada kara dan kara hanya diam dan mengangkat tanganya dan melihat ada darah yang mengalir disana, tangan kara gemetar melihat begitu banyak darah disana


"raka darah" ucap kara dengan air mata terus mengalir menatap raka yang berada didepanya, raka hanya diam dan terus menatap kara, dengan wajah yang sudah pucat


"raka ayo, ayo kita kerumah sakit" kara mencoba menarik raka namun yang ditarik hanya diam saja, kara melihat raka heran, kara sudah sangat kacau melihat keadaan raka saat ini


"aku capek" ucap raka lirih, raka tiba tiba terjatuh dan terduduk di lantai


"boy, ayo boy kita kerumah sakit" ucap bams panik bersama sam, raka menatap dua sahabatnya bergantian


"gue titip kara" setelah mengucapkan itu raka sudah tak sadarkan diri karena saat sebelum tembakan tadi mengenai kara, raka sudah menjadi tamengnya untuk menyelamatkan kara.


"rakaaaa" histeris kara dan langsung berlari untuk berada di samping raka


"raka kamu bangun raka, kamu gak boleh ninggalin aku, rakaaaa" teriak histeris kara dengan tangisanya, " raka kamu bangun atau aku yang pergi sekarang juga, raka kamu gak boleh kayak gini, rakaaa, kamu gak boleh kayak gini raka" kara masih menangis disamping raka yang sudah menutup matanya


"kar kita bawa raka kerumah sakit sekarang juga" ucap sam dan dengan cepat diangguki oleh kara, mereka pun pergi kerumah sakit dan diperjalanan kara terus menangis dan menyuruh raka bangun, sampai dirumah sakit raka langsung dibawa ke UGD, dan segera mendapat penanganan, dan saat pintu tertutup kara menepi dan bersandar didinding, dan luruh ke latai, menangis terisak.


"enggak ini gak boleh, raka kamu harus bertahan buat aku hiks hiks hiks" kara terus berkata seperti itu, "ini semua salah aku, seharusnya aku yang berada disana sekarang, raka maafin aku hiks" tiba tiba ada yang memeluk kara memberikan ketenangan pada gadis itu


"dek kamu harus kuat ya" ucap vino, vino diberitahu oleh bams dan dengan cepat ia berlari keruangan dimana raka ditangani dan melihat adiknya sudah menangis


"enggak kak, ini salah gue, seharusnya gue yang kena tembakan itu, tapi,,, tapi raka hiks hiks" kara masih menyalahkan dirinya atas kejadian ini, vino memeluk erat tubuh adiknya yang rapuh itu, tak berapa lama orang tua kara dan mami raka datang, mami ida mematung melihat raka yang sedang mendapat penangan oleh dokter


"kara sayang apa yang terjadi?" tanya nana pada putrinya yang masih menangis


"ma hiks ini salah kara, raka jadi kayak gitu hiks hiks" kara sudah tak bisa melakukan apa selain menangis


"ini ulah gino om, saya rasa ini emang rencana dari dani agar bisa memancing boy, dia menculik kara" sam berujar dan semua menatap dengan terkejut

__ADS_1


"kara tapi kamu gak apa kan sayang" nana memeluk putrinya itu dengan erat


"tapi raka?" tanya mami ida, pada sam


"sebenarnya kemengan berada ditangan raka tadi, sebelum adik dari gino itu melepaskan peluru untuk mengenai kara namun malah boy yang langsung menjadi penghalang peluru itu" bams menceritakan apa yang terjadi, disaat semua sedang bersedih dokter yang menangani raka keluar.


"dok bagaimana keadaan anak saya?" tanya mami ida,


"kami sudah berhasil mengeluarkan peluru dari dalam perutnya, tapi anak ibu mengalami koma" ucap dokter itu dan membuat semua yang berada disana terkejut


"koma dok?" tanya ida memastikan dan diangguki oleh dokter tersebut, saat itu juga ida lemas dan jatuh pingsan.


"enggak, raka gak boleh koma, raka hiks hiks" kara terduduk lagi di lantai saat mendengar apa yang terjadi dengan raka


Satu minggu telah berlalu, dan raka masih tidak sadar dari komanya dan membuat orang tuanya sangat khawatir dan juga kondisi dari beni yang masih belum pulih seutuhnya namun sudah sadar,


"pi mami mutusin buat membawa raka berobat keluar negeri dan juga papi, kita bisa tinggal disana sampai papi dan raka sembuh" ida berucap pada beni


tit tit tit


Hanya itu yang terdengar dirungan putih yang sedang ditempati oleh raka


"raka ayo bangun kamu gak kangen sama aku" ucap lirih kara disamping raka, "aku gak akan bisa maafin diri aku sendiri kalau kamu kayak gini terus" sambungnya lagi


"udah kar kalau lo sedih gini, kita juga sedih tau" ucap sinta menenangi sahabatnya itu


"kar raka pasti baik baik aja okey" sambung ina, yang berusaha menghibur kara


"ya setau gue raka itu gak pernah nyerah, dan dia akan pulih lagi lo liat aja" dimas menimpali untuk menghibur kara agar tak sedih lagi


"ka lo harus cepat sadar, lo gak kasian liat kara yang terus nangis kayak gini" rama mendekati bangkar raka dan melihat wajah raka yang pucat

__ADS_1


"kita semua kangen sama lo" dimas memberi ucapan agar raka semangat buat cepat sadar. Dan akhirnya mereka meninggalkan raka supaya raka bisa tenang untuk beristirahat saat keluar mereka melihat orang tua raka dan kara dan juga vino, bams dan sam sedang bicara


"kalau ini untuk kebaikan raka, lebih baik kalian pergi" ucap doni dan diangguki oleh beni


"ida kamu jaga diri disana, aku akan berdoa buat kesembuhan raka" nana memeluk sahabatnya itu untuk tanda perpisahan


"kenapa?" tanya kara


"kara kami akan memindahakan raka ke luar negeri, semenatara waktu kami akan tinggal disana," ucap ida melihat kara


"kenapa?" tanya kara lagi


"ini untuk kebaikan raka sayang" ucap nana dengan halus


"tapi ma, aku mau selalu liat raka," kara tak mau berada jauh dari raka


"kara percayalah, raka akan segera sembuh biarkan dia untuk pergi untuk berobat sayang" doni mencoba meyakinkan kara


"kamu ingin raka cepat sembuhkan?" tanya vino dan diangguki oleh kara, "biarkan dia pergi okey" dengan berat hati kara mengiyakan itu, dan akhirnya mereka pun menyiapkan keberangkatan raka, kara masih sedih mengingat dia akan berada jauh dari raka namun untuk kebaikan dan kesembuhan raka dia akan menerimanya, sulit memang tapi inilah yang harus dia lakukan demi raka.


Tetesan air mata yang tak bisa terbendung lagi ketika melihat pesawat yang dinaiki oleh raka lepas landas didepan matanya meninggalkanya sendiri, dan hanya bisa mengingat kenangan kenangan manis bersama raka


"aku harap kamu cepat sembuh, dan bisa kembali kesini lagi, dan melanjutkan kisah kita yang belum usai" ucapan terakhir yang ia bisikan ditelinga raka tadi, dengan tetesan air matanya.


END


🌸🌸🌸


MAAF BANGET ENDINGNYA KAYAK MAKSA GITU, DAN JIKA KALIAN BERTANYA KENAPA HARUS END, YA JAWABANYA KARENA, AKU MAU LANJUTIN DI EXTRA PART, DI EXTAR PART ITU BAKAL TENTANG ANAK PERKULIAHAN, JADI KALAU LANJUT GAK MASUK KE JUDULNYA, SEGITU AJA TERIMAKASI


JANGAN LUPA LIKE COMMENTNYA YA, DAN KALAU BISA JANGAN DIHILANG DARI FAVORITE YA THANK YOU BUAT SEMUANYA, DAN MUDAH MUDAHAN BESOK BISA UP LAGI

__ADS_1


DADAH


__ADS_2