
Selesai makan malam, David mengajak Bimo juga Kevin dan Keira kembali ke ruang tamu. David berbincang dengan Bimo seputar bisnis. Tak lupa pula Bimo memperkenalkan Kevin sebagai penerus bisnis dari keluarga Aditama. Di ruang tamu juga ada Fanya, Gilang dan Zoya.
"Zoy, kenapa diam saja? ngobrol dong sama Keira, kayaknya kalian hampir seumurankan?"tanya David. Sedari tadi dia mengobrol, dia juga memperhatikan Zoya yang hanya diam saja.
"Ahh iya pa, Keira kakak kelas aku di sekolah"jawab Zoya.
"Wahh benarkah?"tanya David.
"Iya om, Zoya sama Keira satu sekolah"jawab Keira.
"Ajak Keira keliling rumah Zoy, biar lebih enak ngobrolnya"ucap David.
"Baik pa"jawab Zoya.
Zoya mengajak Keira berkeliling di taman samping rumah. Mereka sama sama diam tak ada yang memulai percakapan. Hingga Keira mengajak Zoya duduk di bangku yang tersedia di taman.
"Lo sekarang tinggal disini?"tanya Keira.
"Iya, gue mutusin buat ikut papa"jawab Zoya.
"Semua aset mama disita, jadi mau nggak mau gue harus ikut papa sama keluarga barunya"lanjut Zoya. Keira menganggukan kepalanya tanda mengerti.
"Lo sering temui mama lo?"tanya Keira.
"Nggak terlalu"jawab Zoya.
"Papa lo tau kalau mama lo_"ucap Keira ragu.
"Ya, papa udah tau semuanya, gue cerita yang sebenarnya sama papa"jawab Zoya. Dan obrolan mereka terus berlanjut hingga Kevin menghampiri Keira mengajaknya pulang.
Zoya terseyum miris saat melihat punggung keduanya yang semakin menjauh darinya. Melihat orang yang dia cintai mengandeng mesra tangan perempuan lain. Namun Zoya bisa apa? Dia hanya bisa bersabar, berharap bisa melupakan rasa cintanya.
.
.
.
Sepulangnya Bimo, Kevin dan Keira, Zoya menghampiri David yang sedang menonton tv seorang diri.
"Pa"sapa Zoya.
"Belum tidur zoy?"tanya David.
__ADS_1
"Belum pa"jawab Zoya. Zoya terdiam sejenak sambil memainkan jari jarinya. Hampir 10 tahun tidak pernah bertemu membuat Zoya seperti orang asing. Namun dia bersyukur papa dan keluarga barunya mau menerimanya.
"Kamu kenal dekat sama Kevin dan Keira zoy?"tanya David.
"Nggak terlalu pa, tapi_"jawab Zoya ragu.
"Tapi dulu Zoya pernah suka sama Kevin"lanjut Zoya menunduk.
"Jadi ini yang hampir membuat kamu di penjara?"tanya David.
"Maaf pa"jawab Zoya lirih.
"Papa nggak masalah kamu suka sama seseorang, tapi kamu juga harus jaga batasan"ucap David.
"Dan apa tuan Bimo orang yang buat mama kamu begini?"tanya David.
"Iya pa"jawab Zoya.
"Tapi papa jangan salah paham, semua terjadi karena memang mama salah pa, mama sudah berencana memanfaatkan om Bimo pa, dan mama juga bersekongkol dengan om Andre"lanjut Zoya menjelaskan.
"Iya zoy, papa tau, papa yakin tuan Bimo tidak akan berbuat seperti ini kalau mama kamu nggak salah"ucap David.
"Dan lagi, apa kamu sudah minta maaf sama Kevin dan Keira?"tanya David.
"Sudah pa"jawab Zoya.
"Belum pa"jawab Zoya menunduk.
"Besok kamu minta maaf padanya"ucap David seraya mengusap kepala Zoya. Zoya mengangguk mengiyakan perintah David.
"Sekarang kamu tidur, sudah malam"ucap David. Lagi lagi Zoya hanya mengangguk dan segera beranjak dari duduknya. Menaiki anak tangga satu persatu menuju kamarnya untuk tidur menjemput alam mimpi.
.
.
.
Sampai rumah Kevin dan Keira langsung menaiki anak tangga menuju kamar mereka. Kondisi rumah sudah sepi, bahkan beberapa lampu sudah di matikan karena memang sudah malam. Sampai di kamar Kevin langsung merebahka tubuhnya di ranjang, sedangkan Keira memilih untuk berganti pakaian dan segera membersihkan make upnya.
Selesai dengan aktivitasnya Keira beranjak menuju ranjang. Ia melihat Kevin yang memejamkan matanya dan belum berganti pakaian. Bahkan sepatunya pun masih terpasang rapi di kakinya yang menjuntai ke lantai.
"Sayang, bangun dulu gih ganti baju"perintah Keira.
__ADS_1
"Males yang, udah ngantuk"jawab Kevin tanpa membuka mata.
"Kev, ganti dulu, baru tidur"ucap Keira.
"Ini dulu"jawab Kevin seraya mengetukkan telunjuknya di pipi.
Cup
Keira yang tanggap langsung mencium pipi Kevin.
"Udah sana ganti dulu, aku tunggu"ucap Keira. Kevin tersenyum dan beranjak dari ranjang untuk segera berganti pakaian dan membersihkan diri.
Sekitar 15 menit Kevin sudah siap dengan piyaa tidurnya. Dia berjalan ke ranjang menghampiri Keira yang setia menunggunya. Kevin merebahkan kepalanya di paha Keira. Sedangkan Keira duduk bersandar di sandaran ranjang.
"Sayang"panggil Kevin.
"Hemm"dehem Keira dengan tangan mengusap rambut Kevin yang mulai panjang.
"Yang, boleh aku bertanya?"tanya Kevin.
"Bolehlah, masa orang mau tanya nggak boleh"jawab Keira.
"Tapi janji dulu, nggak boleh marah atau apapun"ucap Kevin.
"Mau tanya apa sihh?"tanya Keira.
"Janji dulu"ucap Kevin.
"Oke oke, janji"jawab Keira mengalah.
"Emmt, kam_kamu siap punya_anak lagi?"tanya Kevin ragu. Keira terdiam sejenak mendengar pertanyaan sang suami. Dia memang menginginkan seorang anak di antara mereka. Namun kejadian kemarin membuatnya takut untuk memulai lagi.
"Kenapa nanya gitu?"tanya Keira balik.
"Aku cuma takut karena nafsu semata, aku jadi menyakiti kamu yang"jawab Kevin.
Huftt
Terdengar Keira menghela nafas berat.
"Maaf kev, mungkin untuk saat ini aku masih takut, tapi aku janji, aku bakal melawan rasa takut itu, beri aku waktu"ucap Keira menatap dalam mata Kevin. Kevin tersenyum dan mengangguk mendengar jawaban Keira.
"Makasih"ucap Keira.
__ADS_1
"Udah yuk tidur, besok sekolah"ajak Kevin. Keira mengangguk dan ikut merebahkan tubuhnya. Keira memiringkan tubuhnya menghadap Kevin dan memeluknya. Begitu pula dengan Kevin. Dan tak lama kemudian, mereka bedua sama sama sudah terlelap.
TBC