
Seorang wanita yang telah diikat di sebuah kursi dengan ruangan yang sedikit kotor menambah kesan tak nyaman untuk dilihat, tapi disinilah dia sekarang berada
"dimana aku?" tanyanya sendiri saat dia sudah membuka matanya setelah lama pingsan
"kenapa aku bisa disini, dan kenapa tangan ku terikat" menolognya sendiri dengan kebingungan
"tadi aku dibandara, dan,,," ucapan wanita itu terhenti saat mendengar sebuah tepukan tangan
Prok prok prok
"kau sudang bangun ida?" tanya orang itu yang semakin mendekat dan wanita yang terikat itu adalah ida anindita, ibu dari raka
"kau, siapa kau kenapa kau membawaku kesini?" tanya ida dengan bentakan
"ck ck ck ida kau masih galak juga ternyata, dan apakah kau melupakan suara ku?" tanya orang itu dan semakin mendekat, "nyalakan lampunya" suruh orang itu pada anak buahnya, lampu menyala tepat diatas kepala ida dan ida bisa melihat siapa orang yang berbicara dari tadi
"dani,,, kau" ucap ida
"iya ini aku dani, ternyata kau masih mengingatnya" dani tertawa sambil duduk didepan ida, "apa kau merindukan ku?" tanya dani
"tidak untuk apa aku merindukan orang seperti mu" ucap ida kesal
"hahahah ida inilah yang aku suka darimu sikap cuek dan ucapan pedasmu" dani tertawa sambil menghidupkan batang rokok, dan menghisapnya
"lepaskan aku, jika kau tidak ingin berakhir ditangan suamiku" tegas ida dengan sorot mata marah
"jangan kau sebut beni suamimu" bentak dani, "kau tau ida aku sangat mencintaimu tapi kenapa kau memilih dia" sambungnya lagi
"kau gila dani, kita itu sahabat dari dulu, dan aku menganggapmu hanya sebatas sahabat dan tidak lebih" ucap ida
"tidak kau hanya akan jadi miliku" dani kembali bersandar dikursinya, ida melihat sekelilingnya dan dia merasa tak asing pada tempat ini
"iya ida ini adalah rumah tua dihutan dekat kampus kita" sahut dani tau arah fikir ida
"kau sangat bodoh, kau membawaku kesini sama saja aku bakal ditemukan oleh beni" ujar ida menatap dani
__ADS_1
"iya emang itulah yang aku inginkan, dan kau tau disaat benisudah memasuki rumah ini kau tau apa yang akan terjadi?" tanya dani dengan wajah gilanya "duarrr, itulah yang akan terjadi dan kau akan menjadi miliku selamanya hahahahaha" dani pun menyuruh anak buahnya untuk menutup mulut ida dengan kain agar tidak berisik dan dia akan melakukan rencananya.
Jauh dari tempat itu, di markas raka dan anak buahnya sedang membuat rencana untuk membebaskan maminya dari serigala hitam, dan tiba tiba ponselnya berbunyi menandakan ada panggilan masuk dan saat raka melihatnya ternyata itu dari kara dan raka mengabaikanya, saat ini dia ingin fokus pada maminya, ponsel itu terus berdering namun raka tidak memperhatikanya.
"gimana pi kita akan melakukanya malam ini juga" ucap raka dan diangguki oleh beni dan anggotanya
"kita harus mempersiapkan dengan benar benar karena ini masalah yang serius nyawa mami" raka pun mengambil ponselnya dan mendapati banyak panggilan masuk dari kara
"dia pasti cemas, maaf kar aku gak mau kamu khawatir jika tau mami ku diculik" raka pun mengetikan pesan untuk kara mengatakan bahwa ia sedang sibuk mengurus pekerjaanya. Setelah itu raka bergabung lagi untuk persiapan yang akan mereka lakukan malam ini, malam pun tiba semua pasukan raka bergerak menuju rumah tua itu dengan hati hati agar tidak ada yang mengetahui, saat sudah sampai mereka berpencar dan mereka mulai curiga kenapa rumah tua itu sangat sepi.
"mencurigakan" gumam adit dan dia pun melewati arah belakang bersama beberapa pasukan dan ada juga dari arah samping dan yang didepan adalah beni, doni nana dan juga anggota inti yang sangat propesional
"dani saya tau kamu yang menculik ida, tolong lepaskan dia" suruh beni
"terus untuk apa kita diam diam kesini kalau dia berteriak seperti itu" gumam nana pada suaminya doni
"biarkan saja, terserah dia, kamu tau sendiri beni itu tidak sabaran" balas doni pada nana
"boy papi lo merusak semuanya" ucap vino yang berada disamping raka
"hahahhahaha, wow akhirnya kalian datang juga saya sudah menunggu kalian dari tadi" ucap seseorang yang keluar dari rumah itu
"apakah kau rindu padaku sahabat lama ku?" tanya orang itu yang ternyata dani
"dani kau,,," beni ingin mendekati tapi diperingati oleh dani agar tidak mendekat
"ohhhh kau lihat ini" dani memperlihatkan sebuah remot kecil, "jika kau mendekat saya akan memencet remot ini dan duarr, istrimu akan menghilang selamanya" jawab dani dengan tersenyum
"dani kau jangan macam macam, jika istriku kenapa napa maka kau akan habis" tekan beni
"pi" raka menghampiri papinya untuk menenangkan papinya itu
"wah anak mu juga disini, bagus sekali" ucap dani tersenyum, raka menoleh dan memincingkan matanya
"kau" ucap raka
__ADS_1
"kita bertemu lagi" ucap dani dengan senyuman srimiknya
"kau, bukankah kau sudah mati?" tanya raka, menatap orang itu
"hhahahaha beni beni, anak mu ini sangat ceroboh, dia tidak tau bahwa aku memakai jas anti peluru, saat dia menembakku di di area jantung, dan aku pura pura jatuh, aku berfikir dia akan memeriksanya tapi anakmu malah pergi begitu saja hahaha" ucap dani dengan tawanya, kalian ingat raka pernah membunuh orang pembunuh bayaran kalau lupa bisa lihat di (eps 44 masalalu).
"jadi kau masih hidup" raka kesal kenapa dia tidak mengeceknya saat itu,
"tangkap beni" ucap dani pada anak buahnya, anak buah raka sudah hampir menyerang namun kata kata dani membuat beni menyuruh untuk diam, "jangan ada yang menyerang jika ingin ida selamat" ucap beni sambil memperlihatkan remot kecil itu
"pi" ucap raka saat melihat beni yang akan menyerahkan dirinya
"demi mami" beni pun dibawa oleh anak buah dani
"dani kita selesaikan ini dengan baik gimana?" tanya nana
"hahaha nana, nana kau lupa aku ini keras kepala, aku tidak akan menyerah begitu saja atas apa yang dilakukan beni, dia dan keluarganya sudah merebut semuanya dariku" ucap dani dengan marah
"dani kau sudah tau itu cuma salah paham dan kita sudah menyelesaikanya tapi kenapa kau masih marah?" tanya doni
"doni kau hanya menganggap beni sebagai sahabatmu dan kau malah mengasingkan ku" dani menatap doni jengah dan meninggalkan mereka, "jangan ada yang bergerak jika ingin dua orang yang berada didalam selamat" sambung doni disaat dia melihat anak buah dari raka mulai mendekat, raka pun menyuruh anggotanya agar tidak gegabah dalam hal ini karena menyangkut kedua orang tuanya, tiba tiba ponsel raka berbunyi menandakan panggilan masuk dan saat raka melihat ternyata itu kara, dan supaya kara bisa mengerti raka pun mengangkatnya terlebih dahulu
"raka kamu dimana, aku min,,," ucapan kara terhenti saat raka sudah menyelanya terlebih dahulu
"maaf kar aku sibuk nanti aku hubungi lagi" ucap raka
"tapi,,," belum selesai raka telah memutuskan sambunganya itu dan mulai untuk menyelamatkan orangtuanya
"boy, gue udah dapat informasi di ruangan ini telah dipasang beberapa bom, dan bom itu akan meledak disaat remot yang dipegang oleh dani itu dipencet" ucap sam yang mendapat informasi dari anak buahnya yang ia suruh mengamati rumah tua itu dengan hati hati
"baik, sekarang kita kepung dari berbagai sisi dan jangan sampai ada anak buah dari dani itu tau" ucap raka dan diangguki oleh anggotanya mereka mulai berpencar tapi ada juga yang berada didepan rumah tua itu agar nanti tidak ada yang curiga.
🌸🌸🌸
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN DENGAN LIKE DAN COMMENT YA, ITU SANGAT BERARTI SUPAYA LEBIH SEMANGAT AJA WKWKWK
__ADS_1
DADAHHHH