Love You Ketos

Love You Ketos
bab 80 EXTRA PART— hanya waktu


__ADS_3

"kak adit ayo cepet aku mau kesana" ujar sasa sambil menarik tangan adit menuju toko boneka


"iya sa, bentar" adit pun mengikuti sasa dari belakang, sesmpainya ditoko tersebut sasa melihat lihat boneka yang sangat banyak dari berbagai ukuran


"kak adit liat deh boneka beruang ini lucukan" sasa menunjukan boneka beruang warna pink pada adit dan adit mengangguk


"iya lucu lo mau beli" sasa menganggukan kepalanya, adit pun langsung membayarnya setelah itu mereka keluar dari toko tersebut


"seharusnya kak adit gak usah beliin aku, aku juga bisa beli sendiri" ucap sasa karena merasa tak enak hati


"gak apa dong anggap aja kenang kenangan dari gue" mereka pun melanjutkan perjalanan menjelajahi tempat tersebut, dan karena lelah mereka berhenti di tempat makanan yang menjual beraneka ragam makanan.


"ah capek" sasa menyenderkan punggungnya dikursi, dan adit terkekeh melihat tingkah gadis didepanya ini


"mau makan apa, biar gue pesenin" tanya adit pada sasa, sasa sejenak berfikir dan mengatakan pesananya pada adit setelah itu adit pergi untuk memesankan makananya, dan tak berapa lama adit datang bersama pesanan yang mereka pesan


"ayo kita makan dulu" mereka menyantap makanan itu hingga habis dan jngan lupa obrolan kecil diantara mereka yang menambah kesan akrab diantara mereka berdua. Setelah selesai makan mereka melanjutkan jalan jalan disekitar tempat itu


"oh iya, raka bentar lagi nikahkan?" tanya adit pada sasa yang sedang menikmati es krim coklat


"iya kakak datangkan?" adit mengangguk dan tiba tiba adit berhenti sambil memegang perutnya


"kakak kenapa?" tanya sasa pada adit, sejenak adit diam dan menatap mata sasa


"sa sorry kayaknya gue gak bisa antar lo pulang deh" ucap adit tiba tiba


"kenapa?" tanya sasa bingung


"hehehe perut gue tiba tiba sakit, jadi gue harus pulang duluan" dengan cengiran adit menatap sasa


"oh aku kira kenapa, okey gak apa kok kak aku bisa pulang sendiri" setelah itu adit pun pergi meninggalkan sasa, sasa berjalan untuk mencari kendaraan


"sasa" sasa menoleh saat ada yang memanggilnya dan betapa kagetnya dia saat tau bahwa yang memanggilnya adalah bara


"lo ngapain disini?" tanya bara pada sasa, sasa diam tak menjawab dan akhirnya adit menanyakan kembali pertanyaan yang sama


"oh iya kak maaf, aku mau pulang jadi mau cari taksi" jawab sasa


"gue antar mau?" tawar bara berbaik hati

__ADS_1


"enggak usah kan, ngerepotin aja" ucap sasa tak enak hati


"gak apa, dari pada lo nungguin taksi yang belum tentu lo dapat, mendingan gue antar pulang" dan pada akhirnya sasa mengiyakan tawaran bara, mereka pulang bersama namun terasa canggung bagi sasa, untuk memulai sebuah obrolan


"oh iya sa gue denger kak raka bakal nikah ya" bara memulai obrolan setelah lama diam


"eh iya kak" jawab sasa seadanya


"hubungan lo sama senior itu gimana sa?" tanya bara yang terdengar sedih disetiap kata katanya


"ah iya baik kak" jawab sasa terbata bata, dan bara hanya mengagguk


"hubungan kak bara sama lia gimana?" tanya sasa sekedar untuk menimpali pertanyaan bara


"udah selesai" ucap bara


"what" sakit kagetnya sasa tak tau bahwa suaranya terdengar begitu keras


"kenapa sa?" tanya bara yang juga kaget mendengar ucapan sasa


"aduh sorry kak, suara aku terlalu keras ya?" sasa sungguh malu apa yang telah ia lakukan


"gak apa sa" bara tertawa kecil melihat tingkah sasa yang sangat lucu, mereka melewati perjalanan itu dengan obrolan dan tawa.


"dokter hey dokter, kenapa perut gue masih sakit?" tanya adit pada seorang perempuan yang dipanggil dokter


"ya lo udah gue suruh, dit oprasi" jawab dokter itu


"emangnya kalau gue oprasi bakalan sembuh seratus persen? enggakan tapi mati jelas" ucap adit sedikit kesal


"dit, berapa kali gue bilang jangan ucapan kata itu lagi, lo kenapa sih, lo beneran pengen cepet mati, kalau gitu sini gue beri lo racun paling ampuh yang langsung membuat lo menghadap tuhan mau" dokter itu memarahi adit seperti anak kecil


"gue capek, gue lelah tiap minggu harus pergi ke rumah sakit" adit menduduki sofa yang berada di ruangan dokter itu yang tak lain adalah sahabatnya


"dit dengerin gue, kondisi lo ini udah parah, dan jalan satu satunya adalah oprasi" ucap dokter itu, adit diam sejenak memikiran kata kata dari sahabatnya itu


"okey gue bakalan lakuin itu, tapi gue minta waktu buat ketemu sama temen temen gue dulu" adit berujar sambil bangun dari tempat duduknya


"kenapa?" tanya dokter itu

__ADS_1


"gue mau pamit" ucapnya


"kemana?" tanya dokter itu


"menghadap tuhan" aslnya dan naik ke tempat tidur yang ada disana karena akan diperiksa


"dit gak lucu tau" dokter itu pun memeriksa keadaan adit


"gue gak ngelawak" setelah itu adit diperiksa oleh dokter tersebut


"dit, lo yakin?" tanya dokter itu pada adit


"yakin apa?" adit kembali bertanya pada dokter itu karena ia tidak mengerti apa yang dimkasud oleh sahabatnya itu


"oprasi" ujarnya


"lah dari waktu ini lo yang terus mendesak gue buat oprasi tapi saat gue mau oprasi lo malah gak yakin gimna sih" tutur adit panjang


"ya lonya yang buat gue jadi bingung" kesal dokter itu


"lah salah gue apa ya, dari tadi gue gak salah ngomong deh kayaknya" adit bingung akan tuduhan sahabatnya itu


"ya lo ucapan lo yang tadi, seakan lo bakal pergi" lirih dokter itu sambil nunduk


"dengeri gue, gue yakin gue bakalan lakuin oprasi itu dan gue juga pasrah dengan apaun yang akan terjadi nanti tapi pesan gue, kalau emang gue gak bisa kembali lo gak boleh sedih dan lo harus tetap jadi dokter pribadi di mafia raka" adit memeluk sahabatnya itu, mereka bersahabat dari lama mungkin sudah menganggap seperti kakak adik.


"kalau gitu gue duluan, gue harus ketemu raka bentar dia mau bicara penting" adit meninggalkan ruangan itu


"jaga diri dit, gue bakal siapin oprasinya, dan ya lo harus kasik tau raka soal ini" ucap dokter itu, adit hanya mengangguk dan meninggalkan dokter itu sendirian di ruanganya.


"gue tau ini gak mungkin dit, tapi gue sayang sama lo ya walaupun lo hanya anggap gue seperti adik lo dan gue gak mempersalahkan itu asalkan lo selalu ada disamping gue" gumamnya dan kembali pada pekerjaanya.


"gue bakal habisin waktu sebentar buat sahabat sahabat gue, gue yakin gue bakal pergi, dan gue gak mau kehilangan kesempatan buat bersama sahabat gue sebelum gue pergi, tunggu gue" adit pergi menuju tempat dimana dia dan sahabatnya akan berkumpul.


🌸🌸🌸


GAJE GAK SIH


SEMOGA ENGGAK DEH, MAKASI BUAT YANG NUNGGU

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN COMMENTNYA YA


DADAHHH


__ADS_2