Love You Ketos

Love You Ketos
bab 37 gak mau jadi pacar?!


__ADS_3

LANJUT YOUKKK


🌸🌸🌸 MAAF KALAU GAJE


KUYYY


Keesokan harinya SMA TUNGGAL bersiap untuk pertandingan basket putri dan saat ini seluruh osis sedang mempersiapkan semuanya termasuk komsumsi.


"baik hari ini kita ditanggung jawabkan oleh pihak sekolah untuk perlombaan ini jadi saya harap kalian bisa bekerja sama, dan untuk besok saya serahkan ketua panitianya kepada bara" ucap raka memberi intruksi kepada seluruh osis


"siap" jawab selurus osis


"kalau gitu, sebelum melaksanakan kegiatan lebih baik kita berdoa sesuai kepercayaan masing masing" ucap raka, " berdoa mulai" sambungnya lagi, selsai berdoa seluruh osis mulai mengambil tugasnya masing masing dn ya raka sebagai ketua dia hanya menghendle semuanya dan mengintruksi anggotanya.


Disisi lain kara sedang mengarahkan anggota tim basketnya dan sedikit intruksin dari pelatihnya


"kara kamu sebagai kebanggaan sekolah ini saya harap kamu melakukan perlombaan ini dengan serius, ya walaupun saya tau kamu suka mencari masalah tapi saya harap kamu tidak mengecewakan sekolah dengan sikap mu yang aneh" ucap pelatih menyemangati dan juga menyindir kara, kara memutar bola matanya malas


"pak, kalau beri semangat yang bener jangan isi nyindir saya gitu" ucap kesal kara


"saya bukanya nyindir, saya hanya bicara fakta saja" ucap sang pelatih dan membuat gelak tawa di antara tim basket putri.


"sama aja" gumam kara, setelah selesai akhirnya tim basket, suporter dan osis pun berangkat ke sekolah SMA MULIA. Sampai disana tim basket masing masing memberi arahan kepada timnya, para osis menyiapkan segalanya seperti perlengkapan p3k,minuman dan makanan.


"eh ada cogan, kok baru gue liat"


"anak osis sma tunggal ganteng ganteng ya"


"meleleh aku tuh"


sorak suporter sma mulia saat melihat anggota osis sma tunggal, lebih tepatnya sang ketos iya raka mahendra.


"dasar sok kegantengan emang itu si pogi, pakai acara caper lagi" gerutu kara saat melihat banyak sma mulia melirik raka


"kar, kar bukanya raka yang sok kegantengan tapi emang dia ganteng kali, awas banyak pelakor disini" ucap sinta


"jangan kesel dongs beb, kita kesana dulu ya, lo yang semangat jangan panas" sahut ina dan pergi dari lapangan menuju tempat suporter bersama sinta


fritttttt


wasit memanggil kedua tim untuk maju sebagai arahan atau aturan dalam permainan, saat kara berhadapan dengan ketua tim basket sma mulia atau bisa disebut sebagai musuhnya


"udah siap buat kalah?" tanya kara untuk tim basket sma mulia yang bernama dina


"mimpi itu malam bukan pagi" ketus dina pada kara


"oh iya emang gue mimpi pagi, lo gak tau kalau mimpi pagi itu jadi kenyataan" sahut kara dengan seyum meremehkanya


"awas lo ya, gue bakal bikin lo malu" ucap dina


"gue tunggu" jawab kara, dan akhirnya pertandingan pun dimulai, kara berhasil mencetak point untuk timnya, sorak sorak dari masing masing suporter sangat ramai membuat pertandingan menjadi makin seru, tim lawan juga berhasil mencetak point membuat dina terseyum remeh ke arah kara, kara yang notabenya tidak suka akan kekalahan dia pun berusaha untuk mencetak point dan berhasil, setelah itu fluit berbunyi untuk kedua tim beristirahat. Raka mendekat ke arah kara untuk memberikan minuman pada kara


"hauskan, nih gue bawain minuman" kata raka dan duduk di samping kara, kara sebenarnya masih marah tapi dia juga takut nanti banyak cewek yang dekat dengan raka, akhirnya ia menerima dan meminumnya


"belum maafin gue?" tanya raka, sambil melihat kearah kara, dan kara hanya diam saja memandang lurus


"gue minta maaf kar, okey gue salah karna gak percaya sama lo tapi tolong ya maafin gue" ucap raka namun diabaikan oleh kara dan kara memilih pergi dari sana, raka menarik nafas panjang saat melihat kepergian kara. Tiba tiba raka didatangi oleh dina.


"hay boleh kenalan" ucap dina pada raka dan raka kembali ke mode awalnya yaitu datar dan cuek


"gue dina" jawab dina dan mengulurkan tanganya saat raka akan menerima uluran tangan itu tapi malah kara yang langsung menerimanya


"gue kara, udah taukan sekarang lo pergi" ujar kara dengan tatapan entalah untuk dina


"gue gak kenalan sama lo ya, gue mau kenalan sama dia" ucap dina sambil menunjuk raka


"tapi dianya enggak tertarik buat kenlan sama lo gimana dong" jawab kara dengan agak sedih dibuat buat, dan raka hanya diam melihat kelakuan kara sang tunanganya

__ADS_1


"dari mana lo tau gue itu,,," belum sempat dina menyelesaikan ucapanya kara langsung menarik tangan raka agar menjauh dari dina yaitu musuhnya, raka hanya mengikuti kara yang entah mau diajak kemana. Sampailah mereka di taman di sekolahan mulia


"lo jangan deket deket sama dia" suruh kara pada raka


"kenapa?" tanya raka


"ya gak boleh aja" ketus kara


"kan harus ada alasan kalau gue gak boleh deket sama dia" pancing raka buat kara


"gue gak suka, gue gak suka lo deket sama dia, gue gak suka lo deket sama cewek lain selain gue, gue gak suka kalau lo lebih percaya orang lain kebanding gue, karna gue suka sama lo," ucap kara akhirnya memberanikan diri mengungkap semuanya, "gue suka sama lo raka, entah dari kapan tapi gue gak mau kehilangan lo, gue selalu merasa nyaman ada di samping lo" lirih kara lagi dan membuat senyum terbit di bibir raka.


"gue sebenarnya gak bisa marah sama lo, tapi gue kece,,," belum selesai berucap raka langsung memeluk kara erat


"gue juga gak tau sejak kapan perasaan ini datang tapi gue sayang sama lo kar, gue gak bisa liat lo marah sama gue, gue juga nyaman saat berada di samping lo" ucap raka dan melepaskan pelukanya


"kita mulai dari awal" ajak raka dan diangguki oleh kara, mereka berdua pun berpelukan lagi.


"jadi kita pacaran?" tanya raka lagi dan dapat gelengan dari kara, raka melepaskan pelukan itu dan menatap mata cantik kara yang sedikit berair


"kenapa?" tanya raka heran, kenapa kara tidak ingin menjadi pacarnya setelah mengungkapkan semua isi hatinya


"gue gak mau jadi pacar lo, gue mau,,, gue jadi milik lo selamanya" ungkap kara dengan senyum manisnya, raka terseyum dan membawa kara kembali kedekapanya memeluknya erat, mengelus rambut kara


"gue bakal selalu lindungin lo dan bahagian lo semampu yang gue bisa" ucap raka dan mereka pun larut dalam kebahagian mereka.


###


Dan disinilah seorang gadis sedang duduk di sebuah taman yang berada di sekolah SMA TUNGGAL, dia sedang menatap lurus kedepan entah apa yang sedang ia fikirkan, hanya tatapan datar yang terlihat.


"apa aku harus berhenti?" tanyanya pada diri sendiri, gadis itu menghembuskan nafas panjang dan bersandar disebuah kursi sambil melihat kelangit langit.


"jika aku bisa memutar waktu, bisakah aku tidak bertemu dengan mu, agar aku tidak merasakan kekecewaan" ujarnya lagi.


"entahlah, aku akan menjalani apapun itu takdirku, jika emang dia jodoh ku dia akan kembali pada ku, semangat sasa kau bisa" ucapnya lagi sedikit terseyum, dia adalah sasa gadis yang sedang merasa kekecewaan dari seorang bara.


###


"siap kalah?" ucap diana dengan seyum remehnya


"bukan kalah, tapi gue siap menang" jawab kara pedenya, pertandingan dimulai semakin sengit diantara dua tim sama sama kuat dan semangat dan pada detik terakhir seperti biasa sang kapten SMA TUNGGAL mencetak point dan membuat sekolahnya membawa kemenangan lagi seluruh suporter bersorak atas kemenangan yang dibawa oleh tim SMA TUNGGAL.


"gimana, masih mau tanding lawan gue?" tanya kara pada diana


"lo, gue bakal bales lo lain kali," ucap diana dan pergi dari lapangan basket, kara hanya terseyum melihat kepergian diana yang selalu marah saat menerima kekalahan


"woiii my kapten emang jago" hebos ina dan berpelukan dengan kara


"ya pasti ada yang panas tuh" sindir sinta dan mereka bertiga tertawa, raka mendekat kearah 3 gadis itu membawa minuman


"selamat ya" ucap raka sambil mengacak rambut kara gemas


"makasi ay" ucap kara sambil terseyum malu


"hah ay, kalian beneran pacaran?" tanya sinta dan diangguki oleh ina, raka dan kara masih diam


"bukan gitu, maksud sinta mungkin, kalian udah saling cinta?" tanya ina dan diangguki oleh raka dan kara


"WHATT, dapat pj nih gue" ucap sinta


"ya jelas dong, gue gak mau tau kalian harus traktir kita di RKcafe cafe yang lagi hits itu" sambung ina


"eh gue juga mau, ay kesana ya gue mau makan disana" ucap kara dengan pupy eyesnya dan membuat raka gemas


"oke nanti kita kesan" jawab raka dan dapat pelukan dari kara


EKHMM EKHMM

__ADS_1


" wih ada apa ini acara peluk pelukan" ucap dimas yang datang bersama bara, dan rama


"enggak biasa ada yang lagi jatuh cinta" jawab sinta


"jatuh cinta? siapa yank" tanya rama dan mendekat ke arah sinta


"siapa lagi kalau bukan pangeran dan sang putri" sindir ina


"ouh udah resmi ni ceritanya" sahut dimas


"wih dapat pj dong gue" sambung dimas lagi


"iya entar di traktir sama raka di RKcafe" jawab kara sambil melirik ke arah raka


"eh gue denger ya pemilik RKcafe itu masih muda, gue mau daftar deh" kata ina dengan seyumnya


"nah pas banget kalau gitu setau gue disana lagi nyarik tukang angkut sampah lo daftar gih biar keterima" sahut dimas


"bukan angkut sampah nyet tapi jadi pacarnya, lo aneh orang cantik gini masa jadi tukang angkut sampah" ketus ina


"ngaca, muka kayak kunti bangga lo" cibir dimas dan membuat ina melotot tajam ke arah dimas


"lo mau gelud ama gue atau gimana sih, seharusnya lo juga ngaca ya dasar monyet" sarkas ina


"udah kalian berdua diam, nanti jodoh baru tau rasa lo" jawab rama dan dapat pelototan dari dimas dan ina


"kalian gak mau balik?" lerai raka dan mereka pun akhirnya berhenti bertengkar, rama sinta, dimas, dan ina sudah lebih dulu pergi sedangkan raka, kara dan bara masih berdiam diri


"eee kar, hari ini sasa masuk gak?" tanya bara akhirnya


"masuk kok, mungkin sekarang ada disekolah" jawab kara


"bukanya lo kemarin bilang mau jenguk sasa ya?" tanya raka


"iya tapi sasa masih tidur pas gue dateng jadi gue pulang lagi" sahut bara dan raka hanya manggut manggutkan kepala


"kalau gitu gue duluan ya, gak enak jadi obat nyamuk" kekeh bara dan pergi meninggalkan dua sejoli itu


"ay" panggil kara dan raka menoleh


"udah panggil ay aja nih" goda raka


"ihh jangan gitu, okey gue gak panggil ay lagi" ketus kara


"iyaiya gue bercanda, lo tetep manggil gue ay okey" suruh raka dan menarik pipi kara gemas


"ngeselin" ucap kara sambil memegang pipinya yang terkena tarikan tadi


"maaf sayang" ucap raka dan membuat pipi kara memerah


"ihhh pipinya merah kenapa?" goda raka lagi


"enggak, kan kamu tadi narik" jawab kara


"kamu?, udah pake aku kamu nih sekarang" goda raka lagi dan membuat kara salting


"udahlah gue ngambek" ucap kara dan pergi meninggalkan raka yang masih terseyum


"gue sayang sama lo kar, gue harap lo adalah orang yang dikirim tuhan untuk gue"


🌸🌸🌸


MAAF YA BARU BISA UP, LAGI ADA UPACARA SOALNYA


MINTA LIKE DAN COMMENTNYA YA


DADAHHH

__ADS_1


__ADS_2