Love You Ketos

Love You Ketos
bab 87 EXTRA PART


__ADS_3

Seorang gadis cantik bergulung dibawah selimut sambil menyembunyikan wajahnya yang sedang menangis, sasa ya dia adalah sasa, sasa sangat merasa sedih saat mengetahui lelaki yang sudah menarik perhatianya pergi meninggalkanya.


"kenapa kak, kenapa kakak tinggalin gue saat gue udah mulai sayang sama kakak" sasa memukul bantal sambil menangis


"kakak kenapa harus pergi sih arghhh" sasa akhirnya terdiam dan menutup matanya namun air mata itu tetap keluar begitu saja, tak berapa lama ponselnya berdering menandakan ada panggilan masuk, namun sasa merasa malas untuk mengangkatnya jadi dia hanya membiarkanya saja, lagi deringan ponsel itu menggangunya yang sedang termenung, dan pada akhirnya dia mengangkatnya


"halo" ucap sasa dengan nada serak khas selesai menangis


"lo kenapa?" tanya orang diseberang sana


"enggak apa,,, apa,," jawab sasa namun air mata itu menetes kembali


"jangan bohong, lo habis nangiskan, bilang sa, mungkin gue bisa bantu" orang disebrang sana merasa khawatir


"hiks hiks hiks" bukanya menjawab sasa malah menangis


"sa, lo jangan kayak gini dong, okey gue kesana, lo dirumahkan vue kesana" belum sempat sasa bicar orang disebrang sana sudah memutuskan sambunganya


"hiks hiks gue masih belum percaya kak adit pergi" sasa pun kembali menangis. Tak berapa lama bel rumah berbunyi menandakan ada seorang tamu yang datang


"iya mau cari siapa ya mas?" tanya art yang berada di rumah mahendra


"permisi saya mau cari sasa ada?" tanya orang yang datang itu


"oh non sasa, ada mas, silahkan masuk" art itu pun mengantarkan orang itu menuju ruang tamu


"bara ngapain disini?" tanya kara yang kebetulan lewat, dia ingin pergi kedapur membuat makanan utuk raka, saat ini raka sudah istirahat dikamar dan temanya sudah pulang.


"gue mau ketemu sasa kar" ucap orang itu yang ternyata adalah bara


"ouhh tunggu ya, bik tolong panggilin sasa" kara menyurh artnya dan artnyapun pergi menemui nona mudanya


"tunggu ya bar, lo mau minum apa?" tanya kara pada bara


"gak usah kar, gak usah repot repot" ucap bara gak enak

__ADS_1


"enggak apa, jus ya" bara pun hanya mengagguk setelah kara pergi bara masih diam duduk disofa dan tak berapa lama sasa datang dengan wajah yang lesu dan wajah habis menangis


"kak bara" ucap sasa


"sa lo gak apakan?" tanya bara berdiri mendekat kearah sasa


"karna sasa malu dilihat menangis oleh keluarganya sasa memilih pergi ketaman belakang dengan bara, setelah sampai tanpa aba aba sasa langsung memeluk bara dan kembali menangis


"sa kenapa?" awalnya bara kaget dengan pelukan itu tapi dia merasa kasian dan membalas pelukan itu sambil mengusap lembut rambut sasa


"hiks hiks kak adit pergi" ucap sasa dengan terus menangis


"pergi?, jadi lo nangis karna dia pergi?" tanya bara dan dapat anggukan dari sasa


"pergi kemana dia, setelah gue udah rela biarin lo sama dia tapi dia malah pergi ninggalin lo, dasar gak bakal gue ampuni dia" bara mengira adit pergi, pergi meninggalkan sasa ya seperti putus atau menghianti sasa


"enggak kak adit hiks meninggal" bara terdiam dan berhenti mengelus rambut sasa


"meninggal?, gak lo bercandakan sa" bara memegang bahu sasa setelah melepaskan pelukanya, sasa hanya menggeleng dan kembali menangis, bara yang melihat sasa menangis tidak tahan dan kembali menarik sasa dalam pelukanya.


"maaf kak" ucp sasa sambil mengusap air matanya yang membasahi pipinya


"enggak apa" dan mereka pun memilih duduk dikursi panjang yang ada ditaman itu


"gue gak tau apa yang membuat kak adit pergi, tapi gue harap lo iklas ya, gue gak mau lihat lo sedih kayak gini sa, gue gak tau kenapa perasaan ini aneh setiap lihat lo" sasa diam mendengarka apa yang akan diucapkan bara


"sa kalau gue bisa jujur, gue pengin bilang ke lo, gue gak suka lo deket sama kak adit, gue,,," bara menggantukan katanya, sedangkan sasa masih menatap bara, "gue cemburu sa" lirih bara dan langsung menunduk, "gue memang laki laki pengecut, dulu gue nyianyian lo dan saat ini gue tau perasaan itu, gue,,, gue cinta sama lo sa, maaf kalau gue bilang kayak gini saat lo kehilangan seseorang yang lo cintai tapi gue gak sanggup lagi menahan perasaan ini" ungkapan bara membuat sasa diam seribu bahasa, dia masih mencerna ucapan ucapan bara


"hah apa ini, gue bingung" ucap sasa dalam hati


"kak maaf tapi, aku masih tidak ingin membahas ini dulu" ucap sasa tak enak hati, tapi sebenarnya dia juga senang mendengar hal ini tapi ada sedikit keraguan dihatinya entah apa itu


"lo gak usah anggap ini serius sa, gue emang salah dan anggap aja itu cuma angin lalu aja, gue ngerti lo pasti kecewa sama gue" bara pun hanya tersenyum agar sasa tidak merasa tertekan, dan sasa juga hanya diam saja


"lo mau keluar?" tanya bara pada sasa agar tidak canggung, sasa hanya mengaguk dan akhirnya mereka pun keluar berdua menaiki motor bara dan hanya berkeliling kota untuk menggilangkan rasa sedih itu.

__ADS_1


Lain dari itu saat ini kara sudah selesai membuat makanan utuk suaminya, kara pun mengantarkan makanan itu kekamar.


"raka, makan dulu" ucap kara, saat ini raka sedang duduk disofa sambil membuka laptopnya, saat melihat kara raka tersenyum dan menaruh laptopnya


"kamu baik baik sajakan?" tanya kara dan raka hanya mengangguk, raka memakan makanan yang dibuat kara.


"aku ikut sedih mendengar kak adit meninggal, tapi aku mau kamu juga jangan terlalu sedih, ya walaupun kamu sahabatnya tapi kalau kamu sesih aku juga ikut sedih, aku khawatir sama kamu" sebutir air mata jatuh saat kara mengatakan itu, raka melihatnya dan memeluk kara


"jangan nangis aku tidak apa, kalau kamu nangis aku akan tanbah sedih" raka mengecup kening kara


"aku akan pergi beberapa hari untuk urusan bisnis, tidak apakan aku tinggal sebentar" ucap raka membuat kara menatapnya


"kenapa mendadak?" tanya kara


"iya karna tiba tiba ada yang harus aku selesaikan, ini tidak akan lama, bolehkah?" tanya raka sekali lagi dan kara pun tidak bisa melarang raka dan ia pun mengiyakan itu, raka tersenyum dan kembali memeluk kara


"aku mencintaimu" ucap raka dan diangguki oleh kara


"apa?" tanya raka dan melepaskan pelukanya


"apa, apa?" tanya kara bingung


"apa arti dari anggukan mu itu?" tanya raka, kara pura pura berfikir


"artinya aku tidak mencintaimu ketos ngeselin" kara berlari dikamar dan dikejar oleh raka


"dasar tukang buat onar, kemari kamu saya akan menghukum mu" ucap raka dan mengejar kara


"mau dong dihukum, hahaha" mereka berlarian di kamar mengitari kasur mereka dan tanpa diduga kara tersandung dan jatuh kekasur tepat raka juga terjatuh, dan menimpa tubuh kara


"hah lihat aku sudah menangkap mu, jadi kau akan kena hukumanya" raka tersenyum melihat wajah tegang kara, dan akhirnya mereka melewati pagi atau siang yang indah itu berdua dikamar.


🌸🌸🌸


JANGAN LUPA LIKE DAN COMMENTNYA YA

__ADS_1


DADAHHHH


__ADS_2