
Akhirnya bel pulang sekolah telah berbunyi, semua murid sma tunggal menuju rumahnya masing masing, tapi tidak untuk raka dan kara karena mereka harus latihan untuk pertandingan basket.
"gue gak mau tau, kalau lo ada merasa sakit lo harus bilang sama gue oke" ucap raka hawatir kepada kara
"iya pogi gue janji bakalan bilang" jawab kara sambil terseyum manis ke arah raka, raka mengacak gemas rambut kara dan tidak luput dari pandangan anak anak basket yang lain
"ekhm ekhem dunia serasa milik berdua" ucap kevin anggota basket
"eh diem lo, lo udah buat gue kalah tandingkan waktu ini" sahut kara kesal
"bukan gue kar lo aja yang nantang orang yang salah" ucap kevin santai, kara melotot kan matanya dan ingin menghampiri kevin namun dicegah oleh raka
"udah, gak usah diladenin lo latihan aja" ucap raka pada kara dan kara hanya mengangguk, dan sebelum pergi kara menatap raka yang juga masih menatapnya
"apa?" tanya raka
"gue, gak pernah liat gina, dimana dia?" tanya kara yang baru ingat tentang gina, raka mengeryitkan dahinya dan membuang nafas pelan
"dia kecelakaan" jawab raka enteng
"hah, kok bisa?" tanya kara heran
"iya, setelah gue nemuin lo di rumah kosong itu sama sasa, gina melarikan diri dan saat gue denger kabarnya dia mengalami kecelakaan dan belum ditemukan, dibilang sih masuk jurang" jelas raka dan dapat anggukan dari kara
"tapi, ngapain dia nyulik sasa?" tanya kara
"itu karena,,," ucapan raka terpotong
"woi mau pacaran apa latihan" teriak kevin dan membuat raka harus pergi dan latihan bersama timnya dan sasa juga pergi latihan bersama timnya.
Disisi lain sasa sampai dirumahnya, ia masih dengan seyuman mengembangnya, ia hari ini akan pergi bersama bara berdua
"hey sayang kenapa seyum seyum gitu?" tanya mami ida
"enggak papa mi, sasa lagi bahagia aja" sahut sasa masih dengan seyumanya
"ohh mami kira kamu gila" ucap mami polos dan seketika sasa cemberut
"ihh mami jahat masa mami bilang aku gila" kesal sasa masih cemberut
__ADS_1
"hahaha bercanda sayang, jangan cemberut gitu dong" rayu mami ida
"mami mau kemana, kok ada koper?" tanya sasa yang melihat artnya membawa koper sang mami dan papi
"kita mau keluar negeri saya, mau jenguk oma dan opa" sahut papinya yang baru turun dari tangga
"sasa ikut" rengek sasa pada kedua orang tuanya
"kamu kan sekolah sayang, gak bisa ikut" ucap sang mami, dan membuat sasa cemberut
"kita cuma seminggu disana, kamu baik baik sama kak raka ya jangan berantem terus" ucap sang papi dan mengelus kepala sasa
"janji seminggu, gak lebih" sasa masih cemberut
"iya sayang" ucap keduanya dan bersiap untuk pergi, sasa mengantar kedua orang tuanya sampai depan dan melepas kepergian keduanya
"ihh masa ditinggal, bilang aja mau berduan " gumam sasa dan masuk kedalam rumah, dia pergi kekamar dan merebahkan dirinya di kasur
"oh iya guekan ada janji sama kak bara, siap siap deh" ucap sasa senang dan mulai mandi dan bersiap siap, sekitar pukul 6 sore dia sudah siap dan mengambil ponselnya
"yah, kok mati sih gak bisa bilang sama kak raka nih" sasa memilih menaruh ponselnya dirumah dan memberitahu raka menggunakan telepon rumah, setelah itu sasa pergi diantar sopir menuju taman dekat pasar malam
"pak pulang aja ya nanti saya pulang sama temen" ucap sasa pada sopirnya
####
"pogi, udah selesai?" tanya kara,
"udah ayo pulang" jawab raka, mereka pun pulang bersama. Sampai dirumah kara raka berniat langsung pulang tapi dicegah oleh mama nana dan menyuruh raka makan malam disini karena tidak enak menolak akhirnya raka mengiyakan permintaan mama nana.
"raka nak, mandi dulu ya itu dikamar tamu aja" suruh mama nana dan raka pun pergi ke kamar tamu
"kara kamu ambilin raka baju sana, pijam punya kakak" suruh mama nana dan kara pun pergi ke kamar sang kakak dan mengambil baju buat raka
"pogi, ini baju nanti lo pakai ya gue taruh di kasur" suruh kara
"iya, makasi ya" ucap raka dari kamar mandi, kara pun pergi kekamarnya dan memilih untuk mandi karena badanya lengket semua sehabis latihan tadi.
Di sebuah rumah yang sedikit sepi seorang cowok masih berbaring nyaman di kasurnya, dan tiba tiba terbangun
__ADS_1
"gue mandi dulu deh" ucap cowok itu, dia pun mandi, setelah selesai dia mengambil ponselnya entah apa yang terjadi tiba tiba turun hujan
"lah kok hujan sih, gimana kesana pasti pasar malem juga gak bisa kalau hujan," menolog cowok itu dan ternyata adalah bara
"sasa pasti masih dirumah, gue telepon deh bilang gak bisa" bara pun mencari kontak sasa dan baru ingat bahwa dia tidak memilikinya
"gue lupa gue gak punya nomernya, gue minta kak raka deh" ucapnya lagi namun diurungi lagi
"kalau gue minta nanti ada salah paham lagi," bara pun tidak jadi menanyakan raka
"palingan sasa juga gak bisa dan inikan baru jam setengah 7, janjianya kan jam 7 berarti dia masih dirumah, dan apalagi hujan berarti gak jadi" gumam bara sendiri dan memilih untuk rebahan lagi. Tiba tiba ponsenya berdering
DRTTT DRTT DRTT
Bara mengambil ponselnya dan langsung terseyum, karena yang menhubunginya adalah pacarnya, dia pun larut dalam obrolan itu dan melupakan sasa.
"yah hujan lagi, gue neduh aja deh" ucap sasa namun terhenti kembali
"kalau gue gak disini nanti kak bara datang, gimana" ucapa sasa, "gue tunggu disini aja deh, lagian masih gerimis" sambungnya lagi, sasa memilih menunggu di taman itu, lama kelamaan hujan semakin deras tapi sasa tetap berdiri disana sambil memeluk dirinya sendiri
"kak bara mana ya, kok lama udah jam 7 lebih juga" ucap sasa saat melihat jam tanganya, sasa tetap berdiri disana walaupun hujan semakin deras.
"kak bara lupa atau gimana sih?" tanyanya sendiri, "gak bawa ponsel lagi" sambungnya lagi, sasa masih berdiri disana hujan mulai gerimis lagi dan deras lagi selalu seperti itu sampai jam menunjukan pukul 8 malam
"ha ha ha ha, gue bodoh mau aja dibohongi gini" ucap sasa sambil tertawa garing, dengan mata berkaca kaca karena dibohongi oleh bara
"kak bara jahat, aku nungguin disini tapi apa, kak bara gak peduli" kata sasa yang mulai duduk bersimpuh dibawah
"tapi kenapa kak kenapa, apa aku sangat gak pantas buat kakak, aku juga manusia yang ingin merasakan cinta tapi saat ini kakak telah membuat aku sedih, aku hanya ingin sekali kakak bisa lihat aku, dan memberi aku kesempatan, tapi aku bodoh aku gadis bodoh yang berharap lebih pada kakak, seharunya aku ngerti kakak gak mungkin suka sama aku" kata sasa yang makin mengeraskan kata katanya
"tuhan, apakah sasa gak bisa ngerasain kebahagian, cukup dulu sasa merasakan patah hati tapi sekarang jangan lagi tuhan, sasa gak kuat harus mengulang itu lagi sasa gak kuat" teriak sasa sambil mengengadahkan kepalanya keatas sambil memejamkan matanya dan ditambah hujan yang deras.
"iya sasa tau sasa salah karena mencintai seseorang yang memiliki kekasih, tapi kenapa sasa harus suka kepadanya tuhan kenapa, hati sasa juga sakit mengetahui kenyataan itu, tapi apa yang bisa sasa lakukan sasa gak bisa ngejauhin dia, karna sasa terlalu cinta padanya, hiks hiks hiks" tangisan sasa pecah disana berbarengan dengan derasnya hujan.
"sasa ngapain disini?"
🌸🌸🌸🌸
MAAFKAN KEGAJEAN CERITA KU YA😂
__ADS_1
SEPERTI BIASA AKU MINTA LIKE, KOMMENTNYA YA
DADAHHH