Love You Ketos

Love You Ketos
bab 55 akhirnya


__ADS_3

Hari ini adalah hari sma tunggal belajar seperti biasa, dan karna kemaren kara menghabiskan waktu bersama kedua sahabatnya jadinya dia sekarang berada di lapangan dengan menghormat tiang bendera, sedangkan raka dia tidak tau kalau kara telat karena dia disibukan oleh persiapan pelantikan osis selanjutnya.


"hah panas banget lagi, ini gara gara mama gak bangunin, ih kesel deh" ucapnya pada diri sendiri, "eh tapi udah lama gue gak pernah dihukum gini, kangen juga sih" sambunya, dan karna guru guru juga sedang rapat jadi banyak kelas yang kosong dan banyak yng melihat ke arah kara yang sedang dihukum


"kak kara semangat" ucap slah satu siswi kelas sepuluh, Mela, kalian masih ingat dia, yang sudah berani mencari masalah dengan kara putri, kara melihat dan terpaksa tersenyum dan mengangguk


"kalau bukan lo yang punya sekolah dan paman minta gue bersikap baik, gak bakal pernah gue nyapa lo" batin mela menatap kara dengan senyum manisnya


"cih, lo kira gue percaya akan ucapan manis lo sorry, gue tau sikap orang ya" batin kara, 30 menit telah berlalu dan panas semakin terik saja, dia dihukum selama satu jam, tiba tiba kara merasa wajahnya tak panas lagi, tapi ini masih terik, dia pun menoleh dan mendapati raka yang berdiri di sebelahnya dengan senyuman manisnya


"udah gue bilang jangan bergadang, ginikan jadinya" ucapnya lembut sambil mengeluarkan sapu tangan dan mengelap keringan kara di pelipisnya


"ya ini juga karna lo, kenapa gak jemput" kesal kara pada raka


"guekan udah bilang gue ada urusan jadi gak bisa jemput" ucapnya lagi, tiba tiba dimas datang membawa air minum


"nih ka" ucapnya dan memberi minuman itu pada raka, raka menerimanya dan membuka penutupnya setelah itu memberika pada kara, kara menerimanya dan meminumnya


"kalau gitu gue pergi, gak asik jadi obat nyamuk" seru dimas dan akhirnya dimas pergi meninggalkan mereka berdua


"hari ini sasa pindah" ucap raka setelah hening beberapa saat


"loh kok?" tanya kara heran


"pastinya gue gak tau, tapi dia bilang mau lanjutin di luar negri" jawab raka


"apa ada hubunganya sama bara ya" batin kara


"kok ngelamun?" tanya raka saat ini dia sedang memandang wajah kara dari samping hanya satu kata "cantik"


"eh enggak kok, ya mungkin dia juga pengin liburan " jawab kara


"ia dia bilang juga gitu, dan tadi pagi udah berangkat" jawab raka lagi


"lo sendiri?" tanya kara pada raka


"iya, mami, papi nganterin sasa ke luar negeri, tadi penginya ikut tap,,," ucapan raka terpontong oleh kara


"jangan, lo gak boleh tinggalin gue sendiri, apapun itu lo gak boleh tinggalin gue sendiri" tegas kara

__ADS_1


"kalau gue mat,,," bibir raka ditutup oleh tangan kara


"walaupun nyawa lo ada di ujung, lo harus tetap kembali, kalau tidak bisa gue yang bakal nyusul lo kesan" ucapan itu membuat raka tersenyum dan juga khawatir, khawatir jika ia tidak bisa melakukanya apalagi saat ini dia seperti diintai oleh seseorang. Raka hanya mengangguk dan kara kembali pada hukumanya, selesai itu mereka menuju kantin sudah ramai dan memilih meja di bangku yang salah satu diisi oleh para sahabat mereka.


"udah bucinya?" tanya dimas


"apaan sih lo nyet, lo iri benerkan?" tanya ina


"iya kenapa lo ada masalah?" tanya dimas


"makanya cari pacar biar gak iri" jawab ina, ina tiba tiba kaget karena dimas memegang tanganya dan yang lain juga heran


"lo lo apaan sih lepasin gak" suruh ina yang gugup akan suasana ini


"na, gue tau kita itu sering bertengkar, kita sering ejek dan saling menertawakan diri kita tapi gue rasa sikap lo itu bikin gue nyaman, bikin gue ingin selalu ada didekat lo, dan gue seharusya gak bisa berharap lebih sama lo, gue tau lo benci sama gue, lo kesel sama gue tapi gue enggak na,,," ucapan dimas membuat ina degdegan, dan para sahabat hanya diam memperhatikan, juga termasuk murid yang ada dikantin juga diam mendengarkan


"gue sayang sama lo" 4 kata itu membuat ina seakan ingin teriak saja, kata kata yang ia tunggu dari seorang dimas akhirnya dikatakan juga jangan tanya seberapa bahagianya ina saat ini


"lo mau dampingin gue sampai gue sukses nanti?" tanya dimas, ina masih diam memikirkan cara untuk menjawabnya dan akhirnya ina menganggukan kepala sebagai jawaban iya


"gue mau" jawab ina malu malu, dimas tersenyum dan mengacak rambut ina


"ciee salting, selamat ya na" sahut sinta


"akur nih kalian berdua?" tanya raka


"apaan sih ka" sahut dimas, "gue sama ina selalu akur ya" sambungnya lagi


"woi harap di ingat ya mas, semua orang disini juga tau lo sama ina udah kayak tikus sama kucing kalau bertemu, dimana akurnya coba" cibir kara, "tapi btw selamat na, dan lo dim awas aja sampai buat sahabat gue nangis" ancam kara pada dimas


"siap bu bos" sahut dimas sambil hormat, mereka melanjutkan mengobrol hal hal yang mereka ingin obrolkan dan tiba tiba bams dan sam menghampiri mereka lebih tepatnya menghampiri raka


"kita mau bicara" ucap sama pada raka dan raka mengangguk


"gue pergi bentar" ucapnya pada yang lain


"mau kemana?" tanya kara sambil menggenggam tangan raka saat raka berdiri


"bentar aja kok" sahutnya dan mengusap rambut kara

__ADS_1


"bucin terus" cibir bams


"jangan iri" sahut raka dan berjalan diluan meninggalkan bams dan sam


"lah gue ditinggal" sahut bams


"makanya ayok buruan, kalau nanti raka malah lo mau di hukum" sentak sam dan berjalan jug meninggalkan kantin


"ngomongin apa coba, harus jauh jauh gitu" gumam kara


"lo gak usah khawatir dijamin 100 persen raka gak bakal selingkuh" jawab rama


"enak aja, kalau sampai tu anak selingkuh, liat aja ceweknya bakal gue tendang ke segitiga bermuda" ketus kara


"wih mantep nih" sahut rama dan mereka melanjutkan makan yang sempat ia pesan tadi


Di belakang sekolah sudah ada tiga orang yang berbicara serius, siapa lagi kalau bukan raka, bams dan sam


"jadi belum diketahui, siapa yang membantu gina?" tanya raka


"iya boy, kok bisa susah ya?" tanya bams


"kaliannya aja yang gak serius" cibir raka


"heheheh kok lo tau sih boy" jawab bams


"ini itu gampang dan gak mungkin kalian gak bisa kalau bukan kalian yang belum nyari tau" ketus raka dan memutar bola matanya


"ya gue sebenarnya males ngurusin hal kecil kayak gitu, ngapain jugakan ya palingan dia juga gak bakal ngelakuin apa apa" sahut bams enteng


"gimana kalian tau?" tanya raka gak yakin


"tau apa?"


🌸🌸🌸


HAY SEMUANYA AKU ADA NOVEL BARU, KALAU SEMPAT MAMPIR YA


__ADS_1


TERIMAKASIH😘


__ADS_2